ホーム / Romansa / Sampai Kau Ingat Aku / BAB 8 - Ingat Tapi Tak Ingat

共有

BAB 8 - Ingat Tapi Tak Ingat

作者: Redezilzie
last update 公開日: 2026-01-05 18:04:07

Wajah dan suara lembut itu muncul di beranda media sosialnya. Membuat Arkan terpaku sesaat.

Jarinyanya berhenti di udara, tepat sebelum layar kembali ia geser. Ada sesuatu yang berdenyut pelan di dadanya. Suara itu terdengar sangat familiar.

Hanya video biasa. Gadis itu berdiri di atas panggung kecil, diiringi band sederhana. Wajahnya tampak bercahaya di bawah sorot lampu.

Ada sesuatu yang familiar pada gadis itu. Sesuatu yang terasa… dekat.

Zea mengenaka
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 102 - Batas Kesabaran

    BAB 102Udara di restoran mendadak mendingin.Naya mengangkat sebelah alisnya, menatap Zea dengan tatapan meremehkan yang biasanya sanggup membuat nyali lawan bicaranya menciut. Namun kali ini, ia salah perhitungan.Zea menyeringai, sebuah senyum miring yang tidak mencapai matanya. Ia bangkit dari kursi, berdiri tegak hingga tinggi badannya hampir sejajar dengan Naya. Ia tidak ingin menjadi korban yang hanya bisa tertunduk pasrah.“Wah bener banget Mba, dunia emang sempit ya, atau… emang takdir sengaja mempertemukan kita, iya nggak Mba?” ujar Zea dengan nada yang tenang namun menusuk.Merasakan situasi yang kian memanas, Arya yang duduk di hadapan Zea seketika menegakkan punggung. Matanya beralih waspada. Tentu ia masih ingat dengan pasangan di depannya ini. Baik si lelaki yang selalu terlihat bosan, dan si perempuan dengan mulut besarnya. Ia bersiap untuk apa pun. Termasuk jika ia harus menyeret Zea keluar dari drama ini secara

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 101 - Permainan Takdir

    BAB 101 Zea terdiam sejenak. Ia tidak langsung menjawab dan membiarkan pertanyaan itu menggantung di udara yang dingin. Ia memutuskan untuk tidak lagi bersembunyi di balik basa-basi. Kepalanya sudah terlalu penuh, jiwanya terlalu lelah untuk menyusun alasan diplomatis untuk sekedar menolak praduga Ibra. Ia menatap Ibra lekat-lekat, mencoba mencari kejujuran di balik netra pria itu. “Marah kenapa, Mas?” tanyanya balik. Ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk mengkonfrontasi pria yang pernah meminta tempat di hatinya itu. “Marah karna aku nggak ngubungin kamu kemarin-kemarin gara-gara masalah itu….” Zea menarik nafas dalam lalu menggeleng, “Nggak. Aku sama sekali nggak marah. Jujur, ada rasa kecewa sedikit, tapi itu manusiawi, kan? Tapi aku lega Mas nggak impulsif trus minta perusahaan aku untuk ganti aku ke orang lain. Masih dipercaya megang proyek ini sampai akhir aja aku udah sangat bersyukur.” Ibra menggeleng kuat-kuat, “Nggak bakal lah….” ia menatap Zea sendu, “Maaf….” Zea

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 100 - Runtuh

    BAB 100Tangan Zea gemetar hebat. Gunting yang tadi digenggamnya terjatuh begitu saja ke atas lantai tegel, menimbulkan bunyi denting yang memekakkan telinga di kesunyian kamarnya. Bau busuk amis yang tadi hanya samar-samar, kini menyeruak bebas, memenuhi setiap sudut ruangan, menusuk indra penciumannya hingga rasa mual menyodok pangkal tenggorokannya.Di dalam kotak itu, terbaring sesuatu yang mengerikan. Seekor tikus got besar dengan perutnya robek, isinya terburai, diletakkan di atas sehelai kain putih yang kini berubah warna menjadi cokelat kehitaman akibat cairan tubuh bangkai tersebut. Sebuah ancaman yang dikemas dalam paket rapi.Dunia seolah berputar di mata Zea. Oksigen di kamarnya mendadak hilang.“AAAARRRGGGHHH!!!”Jeritan itu lolos begitu saja dari kerongkongan Zea. Melengking, penuh ketakutan, dan sarat akan trauma yang mendalam.Refleks ia melempar paket itu ke lantai. Kedua tangannya mengep

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 99 - Lapisan Teror

    BAB 99 “Orang tua kamu selalu bilang kamu anak yang penurut, Ze. Tapi di mataku, belakangan ini kamu keliatan seperti pembangkang yang sangat keras kepala,” Arya memulai percakapan, suaranya tenang namun mengandung penghakiman yang tak terbantahkan. Zea terdiam sejenak, mengamati lekat sepotong timun yang akan disantapnya, lalu menjawab, “Aku punya alasan.” Ia lanjut mencocol timun ke dalam sambal terasi yang nikmat. Gerakannya santai terkesan cuek. Sebelah alis Arya naik, “Oh ya? Apa itu?” “Kalo soal aku yang berangkat nggak sama kamu, aku udah jelasin alasannya. Soal aku pergi duluan dari tempat wisata, itu karena aku nggak enak badan dan kepalaku sakit. Daripada ngerepotin kamu kan mending aku balik duluan.” Jelas Zea panjang. “Siapa bilang aku bakal ngerasa direpotin?” Arya bertanya kalem. Zea mengangkat bahu tak acuh.

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 98 - Belenggu

    BAB 98Malam peresmian Lentera Kafe yang seharusnya menjadi salah satu puncak kemenangan Arkan, seketika berubah menjadi panggung sandiwara yang menyesakkan.Setelah berhasil menenangkan badai histeria Naya di ruangannya, pesta tetap berlanjut, seolah-olah tak pernah terjadi apapun sebelumnya.Di tengah kerumunan tamu yang masih menyisakan bisik-bisik penasaran, Naya muncul kembali dengan penampilan yang sudah lebih rapi. Walaupun gaunnya tampak sedikit kusut, ujungnya kotor, tapi riasan wajahnya kembali sempurna meski tak paripurna seperti biasanya. Sekedar menyamarkan wajah sembabnya.Binar matanya memancarkan kepuasan dan kebahagiaan. Ia berdiri dengan anggun di samping Arkan, jemarinya menggamit lengan pria itu dengan posesif.Pak Wira, yang sejak awal merasa atmosfer sudah tidak sehat, segera berpamitan begitu melihat Arkan muncul. Ia tidak banyak bertanya, hanya memberikan tatapan penuh arti kepada Arkan sebelum beranjak p

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 97 - Terpasung

    BAB 97Suasana di dalam ruangan kerja pribadi Arkan terasa begitu mencekam, seolah oksigen di ruangan itu baru saja disedot habisDi luar, suara hiruk-pikuk peresmian kafe masih terdengar samar, namun di dalam sini, hanya ada suara napas Naya yang memburu dan detak jantung Arkan yang berpacu cepat.Naya berdiri hanya beberapa senti di depan Arkan. Matanya yang merah padam menatap tajam, mengunci manik mata Arkan“Lupa, Mas? Benar-benar sudah lupakah?” desis Naya. Suaranya rendah. Seperti racun yang disemprotkan ke udara.Arkan terdiam. Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menegang. Ia ingin membantah, ingin mengusir wanita di depannya ini, namun lidahnya terasa kelu.“Tiga tahun lalu Mas. Waktu salah satu armada travel kamu kecelakaan di jalan tol?” Naya melanjutkan, suaranya kini naik satu oktaf, penuh dengan penekanan yang mengiris-iris sisa kekuatan Arkan.“Dan korbannya, anak pejabat, dia nyaris lumpu

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 86 - Makan Malam

    BAB 86 Ada sesuatu di nada bicara Ibu yang mengganggunya. Menimbulkan keresahan di benaknya. Ia menatap sesaat punggung Ibu yang kemudian menghilang di balik pintu. “Apa maksud Ibu nyuruh dandan yang cantik tadi ya?” Gumamnya pelan. Zea menghela nafas panjang mencoba mengusir rasa curiga di ke

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 85 - Di Peron

    BAB 85Tak kurang dari tiga puluh menit menyusuri jalanan yang masih cukup lengang di akhir pekan, mobil yang dikemudikan Irgi akhirnya tiba di area parkir stasiun. Udara pagi yang sejuk perlahan berganti dengan keriuhan khas stasiun. Suara pengumuman kebera

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 84 - Rencana Kepala Batu

    BAB 84Braak!Zea menekan tutup koper berbahan plastik fiber kerasnya dengan sedikit tenaga ekstra. Ia baru saja selesai menyusun semua pakaian dan keperluan pribadinya, karena ia berencana untuk pulang ke rumah orang tuanya pagi ini juga. Zea menyeka keringat tip

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 79 - Mata Dalam Kegelapan

    BAB 79Angin malam berembus pelan, membawa aroma debu jalanan yang kering dan sisa-sisa ketegangan yang masih menggantung di udara. Zea masih berdiri mematung. Memandang kepergian Ibra dengan hati yang tak karuan.“Ze…,” panggil Arkan lembut. Suaranya seakan menarik Zea kem

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status