MasukRaut wajah Kelvin sedikit berubah. Dia segera membalikkan tubuhnya dan bergegas ke luar. Dia membuka aplikasi taksi online sambil berkata pada satpam, "Mohon beri tahu Felix, aku ada sedikit urusan, mesti keluar sebentar!"Bos sudah datang!Siapa bos di balik Jalan Anges nomor 13?Penanggung jawab Kota Lamur di Organisasi Nomor 0.Kelvin peduli dengan kabar kakeknya, jadi dia pun bergegas memanggil taksi online.Sepanjang perjalanan, dia tidak buru-buru untuk membalas pesan atau menelepon Julia. Jika tidak, mungkin akan mengakibatkan Julia ketahuan.Tidak lama kemudian, mobil telah kemari. Setelah memasuki mobil, Kelvin bergegas melaju ke Jalan Anges nomor 13.Sekitar setengah jam kemudian, mobil tiba di Jalan Anges. Hanya saja, malah ada kemacetan di depan sana.Di depan sana, terdengar juga suara bunyi mobil ambulans. Sepertinya telah terjadi sesuatu di depan sana.Sopir berkata, "Di depan sana agak macet. Tempat yang kamu tuju masih sekitar 300 meter. Apa kamu mau jalan kaki saja?"
Berhubung sudah mengetahui kabar tidak bagus dari kakeknya, suasana hati Kelvin terasa tidak bagus. Dia menatap Sofian dan bertanya, "Kakekku mau kamu bawa aku ke mana? Apa hubunganmu dengan kakekku?""Haha!" Sofian berkata dengan tersenyum, "Aku dan kakekmu seharusnya tergolong saudara sepupu. Tentu saja dia suruh aku bawa kamu … kembali ke rumah Keluarga Christian kita!"Kelvin pun terbengong.Di dalam pemikirannya, keluarganya hanyalah kakek dan dirinya saja.Melalui Charles, Tristan memberi tahu Kelvin bahwa orang tuanya masih hidup. Hanya saja, semua itu terasa tidak nyata bagi Kelvin.Kelvin juga tidak terlalu memasukkannya ke dalam hati.Saat ini, Sofian tiba-tiba ingin membawanya pulang ke rumah. Dia pun tidak bisa beradaptasi dalam sesaat.Kelvin menggeleng sambil berkata, "Maaf, aku nggak bisa pergi bersamamu sekarang. Setidaknya sebelum aku menemukan kabar kakekku, aku nggak bisa pulang bersamamu. Selain itu, ada beberapa hal yang mesti aku urus di Kota Lamur."Sofian menger
Kelvin menatap Sofian dengan kaget dan bertanya, "Apa kamu tahu masalah ini?""Tentu saja. Enam tahun lalu, aku mengurung diri di dalam gunung ini. Kakekmu datang mencariku. Katanya, kalau semuanya sesuai dugaannya, sembilan lubang batinmu akan terbuka saat kamu berumur 30 tahun. Kemudian, kamu pergi ke Kota Lamur untuk menikah dengan seorang perempuan dari Keluarga Limanta. Kondisi tubuh wanita itu khusus, penyakitnya baru bisa sembuh total dengan berhubungan denganmu. Selain itu, kamu bisa manfaatkan kesempatan berhubungan kali ini untuk berhasil menembus ke Tahap Pemeliharaan Spiritual!" kata Sofian."Setelah aku keluar dari mengasingkan diri, aku harus menyerahkan beberapa sisa buku pengobatan peninggalan Tristan kepadamu, kemudian membawamu pergi!" lanjut Sofian.Kemudian, dia berbicara lagi dengan tersenyum, "Sepertinya kita juga cukup berjodoh. Aku baru saja keluar dari mengasingkan diri, malah mengalami petaka besar. Tadinya aku kira aku pasti akan mati, tapi kamu malah datang
Ketika kepikiran dirinya kehilangan kesadaran saat disambar petir, Kelvin pun merasa sedikit takut!"Apa kamu sudah siuman?" Pada saat ini, terdengar suara lembut dari sebelah.Saat mendengar suara itu, Kelvin langsung gemetar kuat.Suara itu sudah terukir terlalu lama di dalam benaknya.Tiga tahun silam, Kelvin hendak dibunuh oleh Adrian. Saat nyawanya di ujung tanduk, suara itulah yang telah menyelamatkan nyawanya.Dia terus mengingat suara itu. Selain itu, dia juga mengikuti ucapan Adrian waktu itu. Dalam hitungan tahun ini, orang itu diam-diam terus menjaga desa dan diam-diam melindungi dirinya hingga dia meninggalkan desa, menuju ke Kota Jingawan.Hati Kelvin sungguh bergejolak. Dia segera membalikkan tubuhnya untuk melihat!Di bawah cahaya bulan, seorang wanita berwajah indah bagai dewi itu sedang duduk bersamadi di atas sebongkah batu. Dia berpakaian jubah kuno berwarna putih. Rambut hitam panjangnya berkibar lantaran terkena tiupan angin.Kelvin refleks terpesona ketika melihat
Felix berjalan ke dalam dari tengah hujan deras. Saat memasuki rumah, sepasang matanya tertuju pada Iblis Berwajah Senyum.Sementara, saat Iblis Berwajah Senyum melihat Felix, Felix memang kelihatannya seperti seorang orang biasa, tapi seluruh bulu kuduk di tubuhnya malah langsung berdiri.Firasat Felix mengatakan seandainya dia turun tangan, dirinya pasti akan mati dengan sangat amat mengenaskan!Setelah Felix memasuki rumah, Niveria pun merasa sangat kehabisan kata-kata. Dia langsung membalikkan tubuhnya berjalan ke lantai atas, tetapi Felix malah tidak menghiraukannya. Dia terus menatap Iblis Berwajah Senyum dengan lekat-lekat, lalu mengabaikan keberadaan orang-orang di sekitar, langsung bertanya padanya bagai sedang menginterogasi tersangka saja.Iblis Berwajah Senyum masih saja tersenyum. Dia kelihatan sedikit merendah dan menjawab pertanyaan dengan baik.Hanya saja, hatinya malah semakin panik saja. Tekanan dari setiap ucapan Felix terasa terlalu kuat.Niveria dan Deven tahu akan
Sepertinya Sofian bisa mendengar ucapan wanita berjubah putih itu. Dia segera membuka matanya. Dia juga tidak menghiraukan luka di tubuhnya, segera berlari ke hadapan Kelvin, lalu berkata sembari menatap Kelvin yang berbaring di atas lantai, "Kamu bilang dia itu Kelvin? Cucunya Tristan?""Iya!" Wanita berjubah putih mengangguk dan berkata, "Sebelum Tristan pergi berduel dengan orang itu, dia pernah mencariku, menyuruhku pergi ke Desa Panjang Umur untuk melindungi Kelvin hingga dia berusia 30 tahun. Beberapa saat lalu, dia pun pergi ke Kota Jingawan, aku juga tergolong sudah menyelesaikan pesan dari Tristan dan meninggalkan Desa Panjang Umur!"Selesai berbicara, wanita itu menatap Kelvin dan berkata, "Saat dia pergi, mata batinnya masih belum terbuka. Aku nggak menyangka baru dalam hitungan bulan saja, dia sudah mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual."Saat mereka sedang berbicara, tungku hitam yang mengambang di tengah udara bergetar, lalu segera mengecil, masuk ke dalam mulut Kelvin.…
Selesai berbicara, Aaron berkata pada pria tua itu, "Kamu hubungi Arvin dulu. Beri tahu Arvin bagian aneh si bocah itu.""Oke!" balas si pria tua.…Tentu saja Kelvin tidak tahu obrolan mereka berdua. Dia langsung pulang ke rumah dengan menaiki taksi.Saat menjelang pukul 11 malam, Niveria dan Deven
Kenyataannya, ada sedikit rasa kaget di hatinya.Dia sudah mengaktifkan tujuh lubang batin, kelima inderanya telah mengalami peningkatan pesat. Seandainya ada yang mengikutinya, seharusnya dia bisa menyadarinya dengan sangat gampang!Mungkin dirinya tidak begitu peduli atau mungkin orang itu menyemb
Kecepatan peluru itu sangat cepat. Kelvin mengaktifkan kedua mata batinnya. Dia pun dapat melihat jelas setiap tempat yang dilewati peluru, ruangan seakan-akan sedikit beriak.Sebenarnya Kelvin ingin menghindar, tetapi semuanya sudah terlambat. Peluru itu sudah berada tepat di depan matanya.Suara p
Kelvin dibawa ke bagian belakang vila. Mereka berhenti di depan sebuah rumah kecil yang agak rendah.Di depan rumah itu, ada sebuah kursi santai. Di atas kursi tersebut duduk seorang pria tua. Kursinya bergoyang perlahan.Begitu melihat pria tua itu, Kelvin bertanya sambil sedikit mengernyit, "Pak T







