LOGINBagi Kelvin, kondisi Treven memang bukan sekadar hepatitis biasa dan sedikit di luar dugaannya, tetapi juga tidak terlalu parah.Masalah utamanya adalah fungsi hati yang rusak karena diserang oleh Niat Pedang. Selama Niat Pedang itu bisa dikeluarkan dari tubuhnya, lalu diberi waktu untuk pemulihan, fungsi hatinya akan kembali normal.Kelvin memiliki satu teknik akupunktur yang bisa mengatasi luka akibat kekuatan spiritual dan Niat Pedang, yaitu Teknik Akupunktur Pelebur Spiritual!Kelvin pun menarik napas dalam, tanpa memedulikan ucapan suster itu. Dia lalu perlahan mengeluarkan jarum perak sambil bergumam, "Jarum pelebur spiritual keluar, meridian terbuka, Yin dan Yang seimbang, kekuatan spiritual lenyap!""Teknik Akupunktur Pelebur Spiritual!"Setelah itu, lima jarum perak langsung ditusukkan ke tubuh Treven, tepatnya di titik yang berhubungan dengan lima organ utama!Meskipun bagian hati adalah yang paling parah, sebenarnya seluruh organ dalamnya sudah terpengaruh oleh Niat Pedang.
Namun saat ini, wajah anak itu sangat pucat. Dia terbaring dengan penuh kesakitan dan sesekali mengeluarkan suara rintihan."Biar kuperiksa," kata Kelvin sambil mengangguk. Dia lalu berjalan mendekat ke sisi Treven dan mengamati wajahnya dengan teliti. Dari kondisi wajahnya, memang terlihat jelas bahwa ada masalah pada hatinya.Setelah mengamati, Kelvin memegang pergelangan tangan Treven untuk memeriksa lebih lanjut.Kelvin menutup mata, lalu perlahan mengalirkan kekuatan sejatinya ke seluruh tubuh Treven.Namun begitu kekuatan sejati itu masuk, ekspresi Kelvin langsung berubah sedikit.Aliran meridian Treven tidak lancar, energi di dalam tubuhnya sangat kacau, bahkan denyut nadinya pun tidak teratur.Ketika energi sejati itu mencapai area hati, Kelvin tertegun. Memang ada bayangan gelap di bagian hati yang merupakan tanda penyakit hati. Hanya saja ... di dalam bayangan itu, ada sesuatu yang terasa tajam.Seolah-olah ... itu adalah jejak Niat Pedang.Niat Pedang itu terus merusak organ
Di Kota Yanir, sebuah mobil perlahan berhenti di depan rumah sakit.Tamara dan Kelvin berjalan masuk ke bagian rawat inap. Sambil berjalan, Tamara memberi tahu, "Sebenarnya kondisi adikku sudah seharusnya dipindahkan ke ruang ICU. Tapi, aku nggak mampu bayar biaya ICU, jadi sekarang dia cuma bisa dirawat di bangsal biasa."Kelvin terdiam sejenak, lalu bertanya, "Pihak rumah sakit nggak mau bantu?""Aku sudah menunggak biaya rumah sakit puluhan juta," jawab Tamara. "Dokter yang menangani kami sudah sangat baik. Tapi, tetap saja nggak ada pilihan. Rumah sakit bukan tempat amal."Kelvin terdiam. Dia lalu berbicara sambil mengangguk, "Oke, kita lihat adikmu dulu."Saat mereka melewati meja suster, salah satu suster yang tampaknya mengenal Tamara pun bertanya, "Tamara, kamu datang jenguk adikmu ya?""Ya," jawab Tamara sambil mengangguk."Aduh!" Suster itu menasihati, "Kamu benar-benar harus segera menyiapkan biaya operasi. Kondisi adikmu sudah sangat parah. Kalau nggak segera dioperasi, mun
Melihat keadaan Tamara, Kelvin merasa sedikit iba.Tamara adalah korban dari pertarungan para kultivator. Orang tuanya meninggal karena konflik antara kultivator sekitar sepuluh tahun lalu. Kala itu, dia baru belasan tahun!Sejak saat itu, Tamara hanya bisa hidup bersama adiknya tanpa orang tua. Dia juga membesarkan adiknya sendirian. Sekarang, adiknya justru menderita penyakit berat.Kelvin memang sudah punya kesan baik terhadap Tamara. Ditambah rasa simpati yang muncul saat melihatnya menangis, pria itu pun merasa kasihan.Kelvin buru-buru berkata, "Jangan menangis. Masuk dulu, kita bicara di dalam."Tamara menggigit bibir, lalu mengangguk dengan patuh.Setelah masuk, Tamara mengusap air matanya dengan ujung pakaian, lalu menatap Kelvin sambil bertanya, "Pak Kelvin, kamu benar-benar ... yakin bisa menyembuhkan adikku?"Kelvin membalas sembari mengangguk, "Tentu. Ada apa?""A ... aku sudah menyelesaikan transaksi denganmu hari ini. Aku ingin meminta perusahaan mencairkan komisi lebih
Kelvin berpikir sejenak, lalu berujar, "Yang kedua, aku mendapatkan informasi tentang organisasi Nomor 0.""Oh ya?" Felix terlihat tertarik ketika berucap, "Organisasi Nomor 0 di Kota Yanir sangat tersembunyi. Bahkan kalau anggota luar mereka tertangkap, mereka bakal langsung bunuh diri. Jadi, selama ini belum ada terobosan berarti."Usai berkata demikian, Felix bertanya, "Kamu belum menghubungi Miguel?"Miguel adalah penanggung jawab Pengawas Malam di Kota Yanir."Baru datang ke sini, aku cukup sibuk. Jadi, belum sempat menghubunginya," jawab Kelvin."Kamu dapat informasi apa?" tanya Felix."Tentang salah satu markas organisasi Nomor 0, di Jalan Soues lingkar ketiga Kota Yanir, tepatnya di sebuah toko serba 20 ribu," kata Kelvin."Informasinya bisa dipercaya?" tanya Felix dengan nada serius."Makanya perlu kamu cek," ucap Kelvin. "Selain itu, berdasarkan informasi yang kudapat, penanggung jawab kedua di Kota Yanir adalah seorang ahli formasi level tiga.""Oke!" Felix berbicara dengan
Jantung Kelvin berdegup kencang. Dia berpikir sejenak sebelum bertanya, "Kamu yakin?""Ya!" Wanita itu berbicara sambil mengangguk, "Sejak aku punya kesadaran, selain menjaga Tamara agar Mantra Pedang Teratai Hijau nggak jatuh ke tangan orang lain, aku menghabiskan waktu luangku untuk mengumpulkan informasi tentang organisasi Nomor 0. Karena aku berbentuk jiwa, justru lebih gampang bagiku untuk menyelidiki.""Para penanggung jawab organisasi Nomor 0 sangat tertutup. Aku belum pernah melihat langsung ketiga orang itu. Tapi, aku pernah berhubungan dengan beberapa anggota luar. Mereka sering pergi ke sebuah toko serba 20 ribu di Jalan Soues lingkar ketiga," lanjut wanita itu."Kamu yakin?" tanya Kelvin."Yakin," jawab wanita itu sambil mengangguk. "Tapi menurutku, tempat itu sangat berbahaya. Dengan kekuatanku sekarang yang masih lemah, aku nggak berani masuk.""Orang yang dulu menyerangku adalah seorang ahli formasi, bahkan sudah level tiga. Kalau dia memasang formasi di sana, aku pasti
Wajah Edric langsung menjadi muram. Dia membalas, "Robert, kalau di hari biasa, aku pasti akan menghargaimu. Tapi sekarang, aku lagi bertemu dengan orang yang sangat penting. Aku nggak peduli kamu mau melakukan apa, mulai sekarang kalian nggak boleh berisik."Ekspresi Robert berubah-ubah sejenak. Di
Keluarga Lorenz, Kota Jingawan!Saat ini di rumah Keluarga Lorenz, kepala keluarga yang hanya berstatus nama saja, Gino Lorenz, sedang mondar-mandir di dalam sebuah kamar.Di atas ranjang di sampingnya, ada seseorang yang sedang berbaring. Orang itu tidak lain adalah Karlo."Kenapa belum kembali jug
Pada saat itu, Kelvin duduk tegak.Di sudut bibirnya, terukir senyum penuh ejekan.Dirinya yang sekarang benar-benar berbeda jauh dari sosok lemah tak berdaya beberapa saat lalu, seperti dua orang yang sama sekali berbeda.Daniel dan Charles sama-sama terpaku.Raut wajah Adrian berubah drastis.Mata
Ucapan itu memiliki daya goda yang benar-benar terlalu besar.Melihat Livia yang berdiri begitu dekat di hadapannya, Kelvin tanpa sadar menelan ludah.Kelvin adalah pemuda yang penuh semangat. Godaan seperti ini jelas bukan sesuatu yang bisa dia tahan dengan mudah.Tanpa sadar, Kelvin mengangkat tan







