Share

Bab 517

Author: Jimmy Nugroho
Kelvin merespons sambil mengangguk, "Kamu atur saja sendiri."

Niveria juga berucap sembari mengangguk, "Ya. Nanti kita lakukan bersama."

Kelvin sebenarnya masih ingin menyelidiki organisasi Nomor 0, sekaligus mengumpulkan bukti kerja sama antara Keluarga Jahan dan para kultivator iblis.

Namun karena ini hal yang ingin dilakukan Niveria, dia pun memutuskan untuk menemaninya.

"Oke," balas Kelvin sambil mengangguk.

Saat itu, ponsel Niveria tiba-tiba berdering. Dia melihat layar, lalu berujar sambil
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 520

    Kelvin merasa penasaran dengan identitas Balai Munres. Tempat itu dikenal seolah mengetahui segala hal di dunia, bahkan jaringan informasinya terkesan lebih kuat daripada para Pengawas Malam."Ayo!" kata Jordan.Kelvin berpamitan dengan Juan. Setelah itu, mereka bertiga turun ke bawah. Setelah memastikan Niveria sudah pergi, barulah Kelvin ikut Jordan naik mobil dan menuju Kuil Mahata.Di dalam hati, Kelvin sedikit menantikannya.Felix pernah mengatakan bahwa di Kota Yanir ada beberapa orang yang tidak boleh disinggung. Orang pertama adalah Anderson dan sejauh ini Kelvin sudah bertemu dengannya. Namun, tampaknya tidak ada hal buruk yang terjadi padanya.Orang kedua adalah Jerome yang sampai sekarang belum Kelvin temui.Sementara itu, orang ketiga adalah seorang biksu tua di Kuil Mahata.Namun siapa tepatnya, Felix tidak menjelaskan.Kelvin memutuskan untuk bersikap rendah hati. Jika sampai Felix mengatakan orang itu tidak boleh diusik, kemungkinan besar dia setara dengan Anderson, yait

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 519

    Di depan Kelvin, berdiri seorang pria muda berambut pirang.Mendengar ucapan Kelvin, pria itu menatapnya dengan bingung. Tatapan matanya menunjukkan sedikit keheranan. Dia bertanya dengan penasaran, "Apa kita pernah bertemu?"Kelvin membalas sambil mengangguk, "Mungkin kamu nggak memperhatikan. Waktu itu di Kompleks Zenada, saat beli rumah, kamu pakai cincin penyimpanan untuk menggoda wanita."Benar sekali, orang ini adalah pria yang pernah Kelvin lihat di Kompleks Zenada.Mereka hanya pernah bertemu sekali, tetapi saat itu pria ini sedang menggoda wanita, jadi hal tersebut cukup membekas di ingatan Kelvin.Pria itu sedikit terkejut, lalu berdeham sebelum bertanya, "Ada kejadian seperti itu ya?"Setelah itu, pria itu menoleh ke arah Juan sambil bertanya, "Juan, ini orang yang kamu bilang bisa menyembuhkan temanku?"Juan tersenyum tipis dan membalas sembari mengangguk, "Benar. Di dunia ini, satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan temanmu adalah dia."Kemudian, Juan tersenyum dan mempe

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 518

    Bella menatap Kelvin dan Niveria yang berdiri di pintu dengan mata terbelalak."Nggak mungkin. Ini sama sekali nggak mungkin!" Bella menggeleng keras, lalu berujar sambil memelotot, "Niveria, kamu ke sini buat apa? Kamu salah tempat. Cepat pergi, ini bukan tempat untukmu!"Niveria menatapnya sambil tersenyum tipis, lalu menoleh ke Gama dan berucap, "Pak Gama, kamu benar-benar punya anak yang hebat. Urusan memainkan realitas seperti ini, dia benar-benar paham betul."Kelopak mata Gama berkedut hebat.Sejujurnya sejak melihat Niveria di pintu, Gama sudah mulai percaya.Bos di balik Perusahaan Investasi Witara bernama Niveria dan juga seorang wanita.Suaranya pun agak mirip dengan Niveria.Namun seperti Bella, Gama tetap merasa itu tidak terlalu mungkin.Niveria sudah keluar dari Keluarga Sunardi.Bahkan kalau Keluarga Sunardi masih mendukung pun, mustahil mereka bisa mengeluarkan uang tunai sebesar itu dalam waktu singkat.Dalam waktu kurang dari satu bulan, Perusahaan Investasi Witara m

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 517

    Kelvin merespons sambil mengangguk, "Kamu atur saja sendiri."Niveria juga berucap sembari mengangguk, "Ya. Nanti kita lakukan bersama."Kelvin sebenarnya masih ingin menyelidiki organisasi Nomor 0, sekaligus mengumpulkan bukti kerja sama antara Keluarga Jahan dan para kultivator iblis.Namun karena ini hal yang ingin dilakukan Niveria, dia pun memutuskan untuk menemaninya."Oke," balas Kelvin sambil mengangguk.Saat itu, ponsel Niveria tiba-tiba berdering. Dia melihat layar, lalu berujar sambil tersenyum tipis, "Ini ayahnya Bella, Gama.""Mau kamu temui?" tanya Kelvin."Tentu saja," jawab Niveria sambil tersenyum, lalu mengangkat telepon.Dari seberang, terdengar suara Gama. "Bu Niveria, maaf banget. Aku nggak tahu anakku menyinggung kamu di mana, tapi barusan aku sudah memarahinya dengan galak. Sekali lagi aku minta maaf padamu.""Begini saja, aku akan membawa anakku untuk meminta maaf langsung padamu." Gama memberi tahu, "Silakan kamu tentukan tempatnya. Aku akan segera membawanya k

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 516

    Ella merasakan sakit yang tajam di bagian jantungnya, tetapi tidak lama kemudian rasa itu hilang begitu saja."Ka ... kamu melakukan apa padaku?" tanya Ella. Tubuhnya tidak bisa bergerak. Dia menatap punggung Niveria sambil berkata, "Niver, kumohon beri aku kesempatan hidup. Aku benar-benar salah. Tolong ampuni aku. Bagaimanapun, kita tumbuh bersama sejak kecil.""Kamu ingat nggak? Waktu kamu umur 18 tahun, ada pria yang terus mengejarmu. Aku yang menghajarnya sampai dia berhenti mengganggumu!" Ella terus memohon.Niveria menghela napas panjang sebelum membalas, "Justru karena kita tumbuh bersama sejak kecil, aku nggak langsung membunuhmu. Kamu bisa hidup atau nggak, itu tergantung nasibmu sendiri."Setelah itu, Niveria berbicara sambil menggeleng, "Kelvin, ayo kita pergi."Kelvin mengangguk. Dia melirik Ella sambil berkata, "Kalau bukan karena Niveria, aku sudah membuatmu menjadi cairan mayat di sini."Dengan nada tenang, Kelvin melanjutkan, "Setengah jam lagi, efek jarum peraknya aka

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 515

    Niveria menghela napas panjang, lalu berucap, "Pilih saja tempat untuk kuburanmu sendiri."Ella langsung tidak bisa menahan diri lagi. Air matanya mengalir deras.Ella adalah Nona Muda Keluarga Christian. Meskipun sudah berulang kali mengutus orang untuk membunuh Niveria selama ini, dia tidak pernah turun tangan langsung.Namun saat benar-benar menghadapi hidup dan mati seperti ini, Ella tidak mampu menahan diri lagi. Emosinya mulai runtuh."Maaf, Niver. Maafkan aku!" Pada saat ini, Ella berbicara sambil menangis, "Aku salah. Aku benar-benar salah. Aku nggak seharusnya serakah. Aku nggak seharusnya menginginkan harta tahap fondasi milikmu itu.""Sejak kapan kamu mengincarnya?" tanya Niveria dengan nada tetap tenang."Sejak ulang tahunmu yang ke-18. Waktu itu kami datang ke rumahmu untuk merayakan ulang tahunmu dan kakekmu memberimu giok itu." Ella memberi tahu, "Keluarga Christian punya beberapa catatan kuno. Aku pernah melihat catatan tentang giok itu. Itu adalah harta tahap fondasi,

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 189

    Setelah mencari secara online di mana toko obat tradisional terbesar di Kota Lamur, Kelvin menemukan beberapa toko obat besar yang terletak di tempat bernama "Cakrawala Asri". Tempat itu sepertinya merupakan pasar barang antik di Kota Lamur.Kelvin langsung naik taksi ke Cakrawala Asri.Sekitar puku

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 158

    Ini adalah pertama kalinya Kelvin menghadiri pertemuan seperti ini. Dia jarang berinteraksi dengan kultivator dan tentu saja tidak banyak bicara, hanya mendengarkan dalam diam.Pada saat ini, pria tua beruban itu bertanya dengan tenang, "Teknik kultivasi Tahap Inti Emas? Kapan dan di mana?""Oh, Bap

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 127

    "Selain itu di generasi Revan ini, cuma dia satu-satunya anak laki-laki. Ke depannya, dia pasti akan menjadi pewaris Keluarga Wijaya. Karena itu, seluruh Keluarga Wijaya sangat memanjakannya. Hal inilah yang membentuk kepribadiannya yang arogan dan semena-mena," kata Natasha sambil tersenyum pahit.

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 126

    Ruang VIP itu sangat sunyi.Tiga orang itu duduk terpaku di kursi masing-masing. Di dalam mata mereka, hanya tersisa keputusasaan yang tak berujung.Kelvin memegang ponsel di tangannya. Di wajahnya, terpasang senyum tipis. Dia berkata dengan nada ramah, "Halo, aku Kelvin."Di seberang telepon, suasa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status