Share

Bab 532

Author: Jimmy Nugroho
Keesokan paginya saat bangun, Kelvin mendapati Niveria dan Usnandi sudah keluar rumah. Kemungkinan besar mereka pergi membicarakan urusan bisnis lagi.

Kelvin memutuskan pergi ke Desa Limanta. Sejak kliniknya dibuka, sudah dua hari dia tidak datang. Dia juga tidak tahu Andriyan sedang sibuk apa beberapa hari ini. Pagi ini, dia berencana pergi melihat apakah bisa mengobati beberapa pasien, lalu sore nanti mencoba pergi bersama Andriyan ke rumah Keluarga Barus.

Kalau memungkinkan, Kelvin juga ingin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 532

    Keesokan paginya saat bangun, Kelvin mendapati Niveria dan Usnandi sudah keluar rumah. Kemungkinan besar mereka pergi membicarakan urusan bisnis lagi.Kelvin memutuskan pergi ke Desa Limanta. Sejak kliniknya dibuka, sudah dua hari dia tidak datang. Dia juga tidak tahu Andriyan sedang sibuk apa beberapa hari ini. Pagi ini, dia berencana pergi melihat apakah bisa mengobati beberapa pasien, lalu sore nanti mencoba pergi bersama Andriyan ke rumah Keluarga Barus.Kalau memungkinkan, Kelvin juga ingin melihat apakah bisa menemukan jejak Seribu Bayangan di sana.Kelvin memesan taksi online, lalu pergi ke Desa Limanta. Begitu memasuki tempat itu, suasananya masih sama seperti biasanya. Orang-orang yang lalu-lalang terlihat terburu-buru dan sebagian besar wajah mereka tidak memiliki senyum.Mayoritas orang di sini hidup dengan sangat berat.Kelvin sempat pergi ke rumah Andriyan, tetapi ternyata Andriyan sudah keluar pagi-pagi sekali dan entah pergi ke mana.Itu sebabnya, Kelvin hanya bisa kemba

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 531

    Terbongkarnya identitas Kelvin memang hanya masalah waktu.Kelvin sebenarnya selalu merasa bingung mengenai kerja sama antara organisasi Nomor 0 dan Keluarga Jahan. Dia tidak mengerti apa sebenarnya tujuan mereka.Keluarga Jahan sudah sangat besar dan berpengaruh. Mereka bahkan bisa disebut sebagai keluarga kaya paling kuat di negara ini. Dengan status setinggi itu, sebenarnya mereka tidak perlu mengambil risiko dimusnahkan oleh Pengawas Malam hanya demi bekerja sama dengan organisasi Nomor 0.Berhubung mereka tetap memilih bekerja sama, Kelvin merasa pasti ada kepentingan besar di antara mereka.Selain itu, kemungkinan besar itu bukan sekadar urusan uang biasa.Sementara itu, organisasi Nomor 0 sendiri sudah lama mengincar dirinya.Kalau hanya Kelvin sendirian, dia sebenarnya tidak terlalu peduli. Namun, sekarang Niveria berada di sisinya. Jika sesuatu terjadi pada Niveria, Kelvin tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.Jadi, Kelvin hendak mengumpulkan bukti hubungan Keluarg

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 530

    "Ada urusan apa?" tanya Kelvin sambil menatapnya dengan nada datar."Aku sudah sampai di depan rumahmu. Masa kamu nggak mau mengundangku masuk untuk duduk sebentar?" tanya Bagas sambil tersenyum."Maaf, aku orangnya cukup menjaga kebersihan," balas Kelvin sambil menyeringai.Wajah Bagas langsung berubah muram. Maksud perkataan Kelvin jelas sekali, yaitu mengatakan bahwa Bagas adalah orang yang kotor. Membiarkannya masuk ke rumah ini hanya akan mengotori tempat tersebut.Padahal siapa dirinya? Bagas adalah Kepala Keluarga Jahan. Di Kota Yanir, siapa yang berani berbicara kepadanya seperti itu?Bagas memasang raut wajah dingin, lalu menatap tajam Kelvin sambil berkata, "Memang pantas punya reputasi jadi dokter hebat. Karena kamu sudah bicara begini, aku juga akan langsung ke pokok masalah. Kamu melukai kedua kaki anakku hingga lumpuh total. Untuk masalah ini, kamu harus memberiku penjelasan."Kelvin hanya terdiam.Berhubung Keluarga Jahan bekerja sama dengan organisasi Nomor 0, cepat ata

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 529

    Walaupun Kelvin merasa bakatnya dalam Jalan Pedang tidak sebaik bakat alkimianya, tetapi ... selama bisa masuk ke tahap awal, itu sudah cukup baginya.Tadi Kelvin bahkan belum menggunakan kekuatan benih spiritualnya. Kalau kekuatan itu ikut digunakan, daya serangnya pasti akan jauh lebih kuat lagi.Mulai saat ini, Kelvin tahu bahwa kemampuan bertarung jarak dekatnya sudah tidak lagi lemah.Kelvin memiliki Jurus Panjang Umur sebagai dasar kekuatan, sekarang juga sudah menguasai tiga jurus pedang, ditambah formasi pil dan Teknik Akupunktur Penghancur Tulang.Semua itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya mampu bertarung secara langsung."Kamu ... sudah memahami Niat Pedang?" tanya Regina.Kelvin membalas sambil mengangguk, "Ya, kebetulan saja mendapat pencerahan.""Aura yang keluar darimu terlalu tajam," komentar Usnandi sambil mengernyit. "Ke mana pun kamu pergi, pasti gampang menarik perhatian.""Aku punya satu metode." Regina berbicara pada saat itu, "Coba gunakan cara ini. Seharus

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 528

    "Aku ... tetap akan mengembara ke berbagai tempat," balas biksu berpakaian sederhana itu sambil tersenyum tipis, lalu menurunkan sebuah bidak catur.Biksu berwajah garang itu melihat papan catur sejenak. Setelah beberapa saat, dia sadar dirinya sudah tidak punya peluang menang lagi. Dia pura-pura menguap, lalu tiba-tiba membalik papan catur itu.Setelah itu, biksu berwajah garang itu berpura-pura terkejut sebelum berucap, "Aduh, nggak sengaja tersenggol. Nggak dihitung deh. Ayo, kita mulai lagi!"Biksu berpakaian sederhana tertawa, lalu berkata, "Aku sudah nggak punya waktu untuk terus bermain catur denganmu. Kali ini aku cuma kebetulan lewat dan datang bermain satu ronde. Sekarang, waktunya juga hampir tiba."Biksu berwajah garang itu membalas, "Menurutku, kamu nggak usah terus keliling ke mana-mana. Kalau memang ingin melakukan sesuatu, lebih baik jadi Pengawas Malam saja seperti Felix. Harta Empat Penjuru itu cuma benda legenda, bahkan belum tentu benar-benar ada."Biksu berpakaian

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 527

    Di sisi kiri Kuil Mahata, saat ini muncul pemandangan yang sangat aneh.Seorang pemuda berdiri di pinggir jalan. Tangan kanannya memegang sebuah kotak, sementara tangan kirinya memegang secarik kertas. Darah mengalir keluar dari wajahnya. Pemandangan itu terlihat sangat menyeramkan.Yang paling aneh adalah di mata pemuda itu justru terlihat semangat dan kegembiraan.Kelvin berdiri di sana seperti sebilah pedang yang terhunus, serta memancarkan ketajaman dan aura membunuh.Sudah sejak lama Kelvin ingin menjadi seorang kultivator pedang sejati. Namun, dia selalu terhalang pada tahap memahami Niat Pedang.Kelvin sudah berkali-kali memikirkannya dengan keras, bahkan hampir setiap hari tidur sambil memeluk pedang. Namun entah bagaimana caranya, dia tetap tidak mampu memahami Niat Pedang.Menurut Felix, menjadi kultivator pedang juga membutuhkan bakat.Bakat Kelvin dalam alkimia memang luar biasa. Di usia muda, dia sudah menjadi ahli alkimia level tiga. Namun dalam hal Niat Pedang, dia selal

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 126

    Ruang VIP itu sangat sunyi.Tiga orang itu duduk terpaku di kursi masing-masing. Di dalam mata mereka, hanya tersisa keputusasaan yang tak berujung.Kelvin memegang ponsel di tangannya. Di wajahnya, terpasang senyum tipis. Dia berkata dengan nada ramah, "Halo, aku Kelvin."Di seberang telepon, suasa

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 86

    Keluarga Lorenz, Kota Jingawan!Saat ini di rumah Keluarga Lorenz, kepala keluarga yang hanya berstatus nama saja, Gino Lorenz, sedang mondar-mandir di dalam sebuah kamar.Di atas ranjang di sampingnya, ada seseorang yang sedang berbaring. Orang itu tidak lain adalah Karlo."Kenapa belum kembali jug

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 158

    Ini adalah pertama kalinya Kelvin menghadiri pertemuan seperti ini. Dia jarang berinteraksi dengan kultivator dan tentu saja tidak banyak bicara, hanya mendengarkan dalam diam.Pada saat ini, pria tua beruban itu bertanya dengan tenang, "Teknik kultivasi Tahap Inti Emas? Kapan dan di mana?""Oh, Bap

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 127

    "Selain itu di generasi Revan ini, cuma dia satu-satunya anak laki-laki. Ke depannya, dia pasti akan menjadi pewaris Keluarga Wijaya. Karena itu, seluruh Keluarga Wijaya sangat memanjakannya. Hal inilah yang membentuk kepribadiannya yang arogan dan semena-mena," kata Natasha sambil tersenyum pahit.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status