Share

Bab 53

Author: Jimmy Nugroho
Waktu semalam berlalu tanpa terasa.

Kelvin tidur nyenyak hingga pagi, lalu mencuci muka. Dia berjalan ke pintu dan membukanya.

Begitu pintu terbuka, Kelvin kaget dan mundur selangkah.

Livia berdiri anggun di pintu, masih mengenakan gaun putih. Seluruh tubuhnya memancarkan pesona tak terbatas.

"Ngapain kamu berdiri di depan kamarku?" keluh Kelvin sambil mengelus dada.

"Pagi ini, Adrian hubungi aku." Livia menarik napas dalam-dalam.

"Oh?" Ekspresi Kelvin sedikit berubah. "Dia rencana mau bunuh Kel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 280

    Ketika botol itu muncul, semua orang, termasuk Julia yang ada di sebelah Kelvin agak terkejut.Dia tahu bahwa alkimia ahli level dua yang dibicarakan Kelvin adalah Kelvin sendiri!Harga pasar untuk Pil Primordial Yang sangat tinggi karena permintaannya tinggi, sedangkan ahli alkimia yang bisa memurnikannya sangat sedikit. Sebaliknya, Pil Pemulih Yuan dan Pil Pemeliharaan Spiritual sebenarnya lebih mahal, tetapi pembelinya sangat sedikit.Pil Primordial Yang memiliki potensi besar untuk membuat orang biasa memasuki jalur kultivasi. Ini merupakan alasan kenapa harganya sangat mahal.Barang ini sangat berharga. Bagi sebagian besar kultivator mandiri, pil ini nyaris setara dengan nyawa mereka.Sementara itu, Kelvin ... malah dengan begitu santainya memasukkannya ke dalam botol kaca besar.Ini ... benar-benar adalah tindakan menyia-nyiakan barang berharga!Kelvin terkesan seperti orang yang mengukir kata-kata "kaya dan sombong" di dahinya.Kilauan semangat terpancar di mata Julia. Setelah p

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 279

    Saat ini, Zhafir yang duduk di seberang Kelvin dan mengenakan topeng kucing hitam menatap Bayangan dan tersenyum, "Bayangan, berhubung kamu dapatkan banyak barang bagus kali ini, apa kamu punya Buah Pemulih Yuan? Aku mau membelinya. Atau siapa pun di antara kalian yang punya, silakan tawarkan kepadaku."Sebelumnya, dia menyuruh Julia datang untuk membeli Buah Pemulih Yuan. Namun, Kelvin yang akhirnya mendapatkannya.Bayangan menggeleng dan menjawab, "Meski aku dapatkan beberapa barang bagus, aku ... nggak punya Buah Pemulih Yuan."Yang lain juga merentangkan tangan mereka dan menunjukkan ekspresi tidak berdaya.Pada saat ini, Bayangan mendongak ke arah Kelvin yang tidak jauh dan berkata, "Rubah Perak, bukannya kamu kenal sama seorang ahli alkimia level dua? Bisa nggak kamu kenalin orangnya kepadaku? Aku akan kasih kamu komisi. Kalau aku ketemu sama ahli alkimia level dua itu, aku akan beri kamu 2 miliar. Gimana?"Komisi sebanyak 2 miliar sudah merupakan jumlah yang cukup besar.Orang T

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 278

    Sangat jelas, cara yang dipakai Kelvin berbeda dari cara kultivasi konvensional.Itu adalah cara yang tercatat dalam teknik kultivasi yang dipraktikkan Kelvin. Dia juga melakukannya mengikuti metode ini.Sepertinya ... ini bukan cara yang umum dipakai.Kelvin pun tidak bertanya lebih lanjut.Namun, tatapan Julia ke arah Kelvin agak aneh. Sebab ... dia pernah melihat Kelvin bertindak. Sembilan lubang batin pria ini sudah terbuka semuanya.Berhubung Kelvin bertanya seperti itu, dia berkemungkinan besar pernah melakukannya dengan cara seperti itu.Mendengar ucapan Kelvin, orang yang lain juga tertawa. Mereka mengira Kelvin hanya tertipu dan tidak terlalu peduli. Pria yang mengenakan topeng macan tutul terkekeh, lalu berkata, "Sepertinya Bayangan dapat banyak barang bagus kali ini!""Mengenai itu ...." Bayangan menjawab dengan riang, "Kalian akan tahu saat lelang dimulai. Memang ... banyak sekali."Semua orang menunjukkan ekspresi iri.Sementara itu, di sebelah kanan Orang Tanpa Wajah yan

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 277

    Setelah dipikirkan secara saksama, wanita itu lumayan mirip dengan wanita yang mengenakan topeng orang tanpa wajah ini.Namun, karena Orang Tanpa Wajah bukan sedang mengenakan pakaian olahraga, Kelvin tidak sepenuhnya yakin.Pantas saja Kelvin selalu merasa familier setiap kali melihat wanita itu.Tentu saja, meskipun memiliki beberapa kecurigaan, Kelvin juga tidak mengonfirmasinya. Lagi pula, Kota Lamur sangat besar dan populasi tetapnya berjumlah lebih dari 20 juta jiwa. Sangat wajar ada dua orang yang memiliki bentuk tubuh mirip.Dia tidak merasa dirinya perlu memverifikasinya. Bagaimanapun juga, dia tidak mengenal keduanya.Wanita yang mengenakan topeng Orang Tanpa Wajah berjalan ke tempat duduk utama. Dia duduk perlahan, lalu berkata sambil tersenyum, "Sekarang, semua orang boleh berkomunikasi secara normal. Seperti biasa, mari kita berbagi pengalaman dulu."Semua orang agak mengendalikan diri, tetapi Bayangan yang memiliki sifat supel berujar sambil tersenyum, "Kita semua adalah

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 276

    Ekspresi Kelvin sedikit berubah. Dia bertanya, "Ibu dan ayah tirimu?"Julia menjawab dengan kening berkerut, "Emm. Aku nggak nyangka mereka akan datang kemari.""Kalau nggak, kamu tunggu di mobil saja? Aku sudah termasuk anggota lama dan bisa hadir sendiri, 'kan?" tanya Kelvin.Julia menggeleng dan menyahut, "Nggak apa-apa. Mereka nggak terlalu mencampuri urusanku, juga nggak akan mengaturku. Ayo jalan, kita masuk bareng!"Keduanya berjalan menuju kapal pesiar pribadi.Setelah melihat Kelvin dan Julia, dua orang yang berdiri di atas kapal pesiar pribadi tersenyum dan berkata, "Selamat datang, Pak Rubah Perak dan Bu Pikachu. Silakan bayar biaya masuk." Julia menyerahkan sebuah tas anyaman hitam. Setelah pemeriksaan cepat, kedua orang itu tersenyum dan berkata, "Silakan masuk!"Setelah masuk, ada orang yang mengantar mereka ke kabin.Di dalam kabin, ada meja yang penuh dengan hidangan. Meja itu sangat panjang dan memiliki belasan kursi. Saat ini, sudah ada enam atau tujuh orang yang sed

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 275

    Julia dapat mengendarai mobil balap, juga bisa mengelola sumber daya keluarga mereka.Jika salah satu dari Usman atau Zhafir meninggal, Julia akan terjebak di tengah-tengah.Namun, Julia sepertinya tidak mau membicarakannya. Jadi, Kelvin tidak mengatakan apa pun lagi."Jangan ngomong soal itu lagi!" Julia bertanya, "Kamu mau hadiri pertemuan karena mau beli barang?"Kelvin mengangguk dan menjawab, "Emm, aku berencana mau beli beberapa bahan obat untuk memurnikan pil, juga lihat apa aku bisa temukan teknik kultivasi yang layak.""Teknik kultivasi?" Julia bertanya dengan nada sedikit kesal. "Itu untuk istrimu?"Kelvin mengangguk.Ekspresi Julia menjadi aneh. Pada saat ini, Kelvin bertanya, "Di mana pertemuan hari ini diadakan? Masih di vila yang sama seperti sebelumnya?""Bukan!" Julia menjawab, "Lokasi setiap pertemuan selalu berbeda dan diumumkan oleh penyelenggaranya, wanita yang pakai topeng Orang Tanpa Wajah itu!"Kelvin menatap Julia dengan penuh minat dan berujar, "Ngomong-ngomong

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 43

    Terutama pria berkacamata hitam, sudah tidak bisa berkata-kata.Apakah perkataan Kelvin ini manusiawi?Dia telah menghabiskan sebagian besar hartanya untuk bisa membeli sebutir pil level satu. Pil Primordial Yang yang terkenal ini malah dikatai bakso goreng oleh Kelvin, bahkan sering makan dan sekal

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 39

    Kelvin berlari keluar dari rumah. Kekuatan sejatinya menyebar di kaki. Saat ini, Kelvin tidak lagi peduli tentang yang lain. Dengan kecepatan maksimal hingga meninggalkan bayangan sekelebat, dia melintasi halaman depan vila yang besar dan menghilang!Suara keras itu tentu menarik perhatian banyak or

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 37

    Kelvin pun tidak membongkar motif Charles. Tanpa basa-basi, dia langsung meneguk habis semangkuk sup itu, lalu mendesaknya, "Kakek Charles, sudah bisa beritahukan sekarang?"Kegembiraan melintas di mata Charles. Dia tersenyum seraya berkata, "Hal ketiga ...."Kelvin memandangi Charles dengan tatapan

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 42

    Pria berkacamata hitam itu diam sejenak.Hasan tertawa dan berkata pengertian, "Nggak usah jawab kalau nggak nyaman dibicarakan."Sambil bicara, Hasan mengeluarkan sebungkus rokok dan menyalakan sebatang untuknya. Pria berkacamata hitam menghela napas panjang, lalu berucap, "Dulu, kalau bukan karen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status