Compartir

bab.84

Autor: Miss Lia
last update Fecha de publicación: 2026-03-12 23:57:42
Nama David sudah menjadi satu nama yang dimasukkan ke dalam kotak hitam oleh Tante Zola.

"Awas kau David! Sengaja kau lakukan ini padaku! Kau boleh menghina pekerjaanku, akan tetapi tidak dengan harga diriku!" geram Sehan mengepalkan tangan kanannya membentuk tinju yang ingin security itu dan juga David.

Tidak pernah Sehan sangka jika sahabatnya itu kalau iri ya akan bersikap lebih kejam dari para residivis.

Sehan pun memilih duduk menunggu di depan lobi kantor Moonlight Agensi. Ia ters
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 123

    Tante Felicia menatap tajam ke arah pelayan resto itu. Ia sangat marah karena merasa dibedakan sebagai tamu yang menyewa kamar yang sama dengan kamar yang dikirimi makanan. "Nyonya, anda jangan salah paham terlebih dahulu. Pemilik kamar ini tidak tahu kalau dirinya akan mendapat kiriman makanan. Bukan resto atau pihak hotel yang memberikannya, melainkan orang lain yang mengagumi wanita itu." Si pelayan resto mengatakan apa yang ia ketahui. Memang benar adanya kalau bukan pihak hotel yang memberikan kiriman makanan pada Chellia. Tante Felicia terdiam, bisa ia lihat tidak ada kebohongan di wajah pelayan hotel itu. Selain itu setiap kata yang ia ucapkan saat menjawab pertanyaannya. Itulah yang membuat tante Felicia sedikit percaya kepadanya. Bab. 122 "Apa kamu tahu siapa yang sudah membayar makanan itu?" tanya tante Felicia kepada pelayan restoran itu. Pelayan restoran itu terdiam sejenak ia melirik ke arah Sehan. Saat ia mengantar tadi manajernya mengatak

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 122

    Bab Dengan tatapan sendu yang menjadi ciri khas seorang Sehan, lelaki itu berusaha meluluhkan hati wanita yang sangat ini tengah menatap tajam ke arahnya. Helaan nafas panjang terdengar dari bibir tante Felicia. Wanita itu berusaha untuk meredam amarahnya setelah melihat tatapan sendu dari Sehan. "Baiklah kali ini aku maafkan! Tapi dengan satu syarat kita main dua ronde terlebih dahulu. Kamu kan juga tadi habis isi tenaga jadi bisa dong kita main dua ronde?" Tante Felicia mengajukan syarat agar semua permintaan maaf Sehan bisa Ia terima. Sehan membulatkan kedua matanya, Dia sangat terkejut manakala tante Felicia mengajukan syarat agar permintaan maafnya diterima. "Apa? Dua ronde?" pekik Sehan dengan sedikit rasa terkejut. Sama sekali Dia tidak menyangka kalau wanita yang ada di depannya itu akan meminta dirinya melayani nafsunya. "Iya, harus dua ronde tidak boleh lebih tidak boleh kurang. Kalau kamu tidak mau ya sudah aku tidak akan memaafkanmu!" seru T

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 121

    Devan tidak menjawab pertanyaan Amanda. Dia hanya mengendikkan bahunya saja. Devan sudah malas membahas wanita yang sudah membuat harinya menjadi ruwet. "Ya sudah sebaiknya kita tinggal saja. Wanita itu terlalu sulit diatur." Amanda yang tidak suka dengan Chellia merasa senang tidak melihat wanita manja yang suka bikin masalah saja. Semua anggota pun makan dengan lahapnya. Mereka sama sekali tidak ada yang ingat pada Chellia kecuali Sehan. Sehan merasa kasihan pada Chellia. Ia pun berinisiatif meinta pelayan restoran untuk mengirim makanan ke kamar Chellia. "Hei, kamu kemarilah!" panggil Sehan pada salah satu pelayan restoran. "Ya saya, Tuan. Apa yang bisa saya bantu?" tanya pemuda itu pada Sehan. "Katakan apa ada pelayanan antar makanan ke kamar?" tanya Sehan langsung pada inti pertanyaan. Pemuda itu tampak diam sejenak. Mengingat apakah ada peraturan yang mengizinkan mengantar makanan ke kamar tamu hotel. "Biasanya para tamu akan memesan langsung ke restoran lewat telpon

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 120

    Sehan tertawa mengejek Chellia. Chellia menoleh dan menetap tajam ke arah Sehan. Kebenciannya pada lelaki itu semakin bertambah. "Sialan! Berani sekali dia menertawai ku!" geram Chellia kesal dengan sikap Sehan yang sudah mengejeknya. Melihat wajah Chellia kesal dan malu membuat Sehan merasa senang dan puas. Ada kepuasan tersendiri saat bisa membuat Chellia marah. Chellia tidak menanggapi Sehan. Ia memilih masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam. Takut jika tidak terkunci maka akan ada orang iseng seperti Sehan yang akan amsuk ke dalam kamar. "Huft! Memang benar keputusanku sebelumnya untuk tidak ikut acara menyebalkan ini!"Chellia meletakkan tas kopernya begitu saja dan menghempaskan bobot tubuhnya ke atas kasur. Ia menatap ke arah langit-langit kamar itu. Tidak berapa lama kemudian, wanita itu pun tertidur. Sementara itu Sehan duduk di pantri sembari menikmati wyne yang disediakan secara percuma sebagai bagian dari fasilitas kamar. Sehan menyandarkan tubu

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.119

    Chellia menelan kasar ludahnya mendengar kamarnya berada di dekat kamar tante Felicia. "Apa? Kalau gitu gak jadi saja deh kak.Aku gak mau kalau kamarku berada di samping mereka. Aku cari kamar yang lain!" sahut Chellia tidak mau jika dapat kamar yang berdampingan dengan kamar tante Felicia. "Maaf, Nona. Semua kamar sudah penuh. kamar anda sebelumnya sudah disewa. Tinggal satu ini, ingat ini week end. Pastinya banyak yang ingin menyewa kamar!" jawab Devan. "Masa sih, aku gak percaya!" tolak Chellia tidak percaya kalau kamar di hotel itu sudah penuh semua. Ia pun menepis tubuh Devan dari depannya dan bertanya langsunng pada resepsionis. "Nona katakan apa benar semua kamar sudah habis disewa?" tanya Chellia dengan wajah serius. Ia masih belum percaya apa yang dikatakan oleh Devan. Dalam alam pikiran Chellia, bisa saja si Devan berbohong karena tidak ingin mengurusnya. Devan menghela napas kasar, membiarkan Chellia mengurusnya sendiri. "Silakan yang lain jika suda

  • Sang Penakluk Wanita   bab.118

    Sehan tersenyum kecut mendengar alasan tante Felicia. Ia tidak bisa memaksa tante Felicia untuk menrima dirinya. Sehan sangat paham akan karakter tante Felicia yang keras kepala dan tidak suka dipaksa. tante Felicia sering kabur-kaburan dari suaminya hanya karena ia ingin merasakan kebebasan. "Baiklah, Tante. Meskipun sebenarnya Kenz sangat khawatir pada keselamatan tante Felicia, Kenz tetap harus menghormati keputusan tante Felicia yang tidak ingin Kenz temani. Nanti jika tante membutuhkan teman, atau penjaga tante hubungi Kenz saja. Kenz akan stand bye 24 jam untuk tante. Kapanpun tante panggil, Kenz akan datang menemui tante," jawab Sehan lemah lembut. Mendengar perkataan Sehan yang penuh perhatian dan juga lemah lembut, membuat tante Felicia berpikir ulang untuk menolak tawaran Sehan. "Mmm, apa kau benar-benar khawatir akan keselamatanku, Kenz?" tanya tante Felicia sedikit melunak pada Sehan. Sehan tersenyum. Mangsa sudah terjebak dengan kata-kata manisnya y

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status