مشاركة

Bab 368

مؤلف: Skyy
last update تاريخ النشر: 2026-06-27 19:55:57

Dor!

Peluru menghantam titik yang baru saja ditinggalkannya hingga serpihan batu beterbangan. Ia segera mengangkat senapan dan membidik balik, tetapi penembak lawan sudah lebih dulu menghilang ke balik celah batu, hanya menyisakan posisi kosong yang mustahil ditembak.

Orang keempat adalah tentara bayaran yang bahunya tertembus peluru.

Alih-alih berusaha mencapai bibir tebing, ia memanfaatkan momentum saat tubuhnya melonjak ke atas untuk melempar granat yang pin pengamannya telah lebih dulu dica
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 485

    Pos Pengamatan Garis Depan Keluarga Wijaksana.Bramantyo telah memecahkan gelas air ketiganya. Matanya merah dan bengkak ketika melihat pasukan lapis baja yang menjadi kebanggaannya terjebak dalam kekacauan melalui teropong.Serangan mereka bukan hanya berhenti, tetapi di beberapa sektor bahkan mulai dipukul mundur oleh serangan balik Keluarga Mahardika. Dari belakang, laporan buruk terus berdatangan: pos komando jatuh, jalur suplai terputus, dan posisi artileri hancur."Tidak berguna! Kalian semua tidak berguna!"Ia berteriak melalui walkie-talkie, tetapi yang menjawab hanya suara statis bercampur dentuman ledakan dari kejauhan. Keunggulan yang selama ini menjadi sumber kepercayaan dirinya perlahan runtuh, begitu pula keyakinan pasukannya terhadap kemenangan.Kepanikan menyebar di antara pasukan Keluarga Wijaksana. Kali ini bukan sekadar ketidaksiapan menghadapi serangan balik, melainkan ketakutan karena mereka mulai merasa terisolasi dan tidak berdaya menghadapi musuh yang tidak ter

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 484

    Saat fajar menyingsing di Zona Bayangan, suara tembakan bukannya mereda, tetapi justru meningkat menjadi lebih ganas.Garis pertahanan kedua Keluarga Mahardika telah porak-poranda setelah digempur sepanjang malam. Benteng beton hancur, kawah ledakan memenuhi perbukitan, dan hutan yang sebelumnya hijau berubah menjadi tanah hangus dengan tunggul pohon yang masih mengepulkan asap.Ketika serangan Keluarga Wijaksana mulai melambat akibat kekacauan di belakang mereka, perintah serangan balik dari Adelina segera menyebar ke seluruh garis depan."Patriark telah memerintahkan serangan balik! Usir Keluarga Wijaksana! Demi Keluarga Mahardika! Demi saudara-saudara kita yang gugur!”“Bunuh—!"Teriakan itu segera disambut raungan para prajurit. Begitu suara terompet menggema, pasukan Keluarga Mahardika yang sebelumnya bertahan di parit dan bunker langsung menerjang keluar, memanfaatkan momentum musuh yang mulai kehilangan arah."Bunuh mereka!""Hajar bajingan itu!"“SERAAANG—!”Sebagian besar bah

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 483

    Tanpa membuang waktu, Arka langsung menghubungi nomor lain. Sambungan diangkat hampir seketika."Nona Adelina." Arka langsung berbicara tanpa basa-basi."Tuan Arka." Suara Adelina terdengar jauh lebih tenang dibanding sebelumnya. Kekhawatiran yang sempat muncul ketika situasi berada di titik genting kini telah menghilang, meski nada bicaranya masih menyimpan kehati-hatian."Dentuman artilerinya cukup menggugah."Pujian itu terdengar ringan, tetapi sebenarnya merupakan ujian sekaligus tanda niat baik."Bagus kalau kau mendengarnya." Arka tidak menanggapi basa-basi itu dan langsung masuk ke inti pembicaraan. Suaranya tetap tenang, tetapi setiap kata terdengar tegas."Kalau begitu, Nona Adelina, segera bergerak. Waktunya serangan balik terakhir. Bagian belakang Keluarga Wijaksana sedang kacau dan moral mereka goyah. Ini kesempatan terbaik untuk menyerang habis-habisan."Ia melanjutkan tanpa bertanya, seolah keputusan kerja sama mereka sudah ditetapkan. "Pasukan kami akan terus menekan d

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 482

    "Bertahan! Jangan ada yang berbalik!"Bramantyo meraung melalui walkie-talkie dengan urat-urat di dahinya menegang."Musuh hanya mengganggu kita dari belakang dalam kelompok-kelompok kecil! Teruskan serangan di depan! Rebut posisi Keluarga Mahardika! Cepat!"Namun, perintah tersebut tidak mampu menghentikan kepanikan yang telah menyebar. Situasi semakin memburuk ketika laporan darurat terus masuk melalui jaringan komunikasi yang belum sepenuhnya terputus."Lapor! Titik suplai belakang hancur! Unit yang bertahan di sana kehilangan lebih dari setengah personelnya!""Lapor! Batalion Kendaraan Ketiga disergap! Komandan batalion gugur dan pasukannya tercerai-berai!""Lapor! Pasukan elit musuh terlihat menyusup ke sisi pertahanan kita dan bergerak menuju pos komando!"Bramantyo langsung meraih ponselnya dan menghubungi Wiranata. Begitu sambungan tersambung, ia hampir berteriak."Wiranata Nirvana! Aku tidak membutuhkan laporan apa pun! Aku membutuhkan bantuan! Kirim bantuan sekarang, mengert

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 481

    Asap dari pertempuran di tebing bahkan belum sepenuhnya menghilang ketika medan perang lain di Zona Bayangan kembali bergemuruh. Ledakan dan rentetan tembakan yang jauh lebih dahsyat mulai mengguncang kawasan tersebut.Saat menerima pesan dari Wiranata, Bramantyo sedang berdiri di sebuah pos pengamatan garis depan sambil memegang teropong. Matanya memerah ketika menyaksikan pasukannya menerjang seperti gelombang pasang, menembus garis pertahanan kedua Keluarga Mahardika yang telah runtuh.Kemenangan seolah sudah berada dalam genggaman, bahkan ia telah membayangkan kepala Adelina menjadi trofi paling membanggakan yang akan menghiasi dinding kejayaannya.Karena itu, ketika mendengar kabar bahwa Arka telah bersekutu dengan Adelina dan mungkin akan menyerangnya dari belakang, reaksi pertama Bramantyo adalah tidak percaya. Ia bahkan menduga informasi tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dilemparkan rubah tua seperti Wiranata untuk mengacaukan pikirannya, tepat ketika Keluarga Wijaksan

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 480

    Wiranata berjalan menuju meja pasir dan berhenti tepat di depannya. Tatapannya langsung tertuju pada posisi tebing, seolah-olah ingin membedah seluruh rencana yang tersembunyi di balik lokasi tersebut.Dalam perhitungannya, ada satu persoalan yang bahkan belum benar-benar ia pikirkan, atau lebih tepatnya, belum ingin ia pikirkan sekarang.Setelah Keluarga Mahardika dihancurkan, apakah ia benar-benar akan menyerahkan wilayah Keluarga Montara kepada Arka begitu saja?Dan yang lebih penting, apakah Bramantyo akan bersedia membagi sebagian keuntungan dengan Arka setelah semua ini berakhir?Kadang-kadang, manusia memang bisa bertindak begitu bodoh.Bagaimanapun, inilah Zona Bayangan. Kebaikan, moralitas, dan kesetiaan hanyalah topeng yang dipasang di atas meja judi. Siapa pun yang benar-benar mempercayainya akan menjadi korban pertama.Arka memahami aturan itu lebih baik daripada kebanyakan orang. Ia selalu bergerak lebih cepat dan tidak pernah ragu untuk bertindak lebih kejam ketika diper

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 203

    Nama itu langsung membuat mata Gavira sedikit berubah.“Di Zona Bayangan, Bayangan Rawa punya pengaruh besar,” lanjut Adhyaksa. “Terutama dalam bisnis intelijen dan perantara. Dia bisa berbicara dengan siapa saja. Sindikat, tentara bayaran, kartel, bahkan kelompok yang saling bermusuhan.”Nada suar

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 201

    “Tuan Arka,” ucapnya pelan sambil sedikit membungkukkan badan, “Nama saya Serena. Kita pernah bertemu tujuh tahun lalu, meski waktu itu kondisi saya benar-benar berantakan.”Ia tersenyum kecil, berusaha meredakan rasa gugupnya sendiri. “Mungkin saat itu saya terlihat sangat memalukan.”Arka menatap

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 200

    Di dalam ruang makan utama kediaman Keluarga Mahesa, cahaya lampu kristal memantul hangat di atas meja panjang yang dipenuhi hidangan.Beberapa putaran minuman membuat suasana terlihat cair dan akrab, tetapi semua orang di meja itu jelas menyimpan pikiran masing-masing. Setelah merasa waktunya cuku

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 197

    Beberapa detik kemudian, Vanessa ikut turun.Di depan Hotel Raventa, konvoi keluarga Mahesa sudah menunggu. Beberapa mobil Jeep modifikasi dan kendaraan lapis baja ringan berjajar di pinggir jalan dengan lampu menyala redup, menghadirkan tekanan yang tidak kecil di tengah malam Kota Vantara.Braman

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status