Home / Pendekar / Sang Penguasa Mutlak / Bab 24 17 gadis tahanan

Share

Bab 24 17 gadis tahanan

Author: Yan_
last update publish date: 2026-07-28 20:38:23

Lun Ya mendapat tugas menyusup ke dalam benteng tambang, sementara Li Jia tetap berada di luar untuk mengumpulkan informasi dan bersiap jika keadaan berubah.

Sebelum berpisah, Li Jia menyerahkan sebuah kristal berwarna biru.

"Jika kau dalam bahaya, segera hubungi aku melalui kristal ini," ucapnya dengan nada serius.

Lun Ya menerima kristal itu dan menyimpannya di dalam jubah.

"Aku mengerti."

Li Jia tidak mengetahui bahwa kekuatan Lun Ya kini telah meningkat dan hanya terpaut satu tingkat dariny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Penguasa Mutlak    Bab 41 Sepuluh Tahanan elit

    Kapal perang itu perlahan menurunkan ketinggiannya.Angin yang dihasilkan oleh energi kapal membuat rerumputan dan pepohonan di sekitar lembah bergoyang. Setelah beberapa saat, kapal akhirnya mendarat dengan perlahan di tanah.Wussshhh...Pintu kapal terbuka.Sepuluh tahanan elit yang berada di atas dek kemudian turun dan berkumpul di hadapan Lun Ya.Mereka berdiri dalam satu barisan.Tatapan mereka tertuju kepada Lun Ya.Lun Ya sendiri hanya berdiri diam.Ia masih belum sepenuhnya memahami apa yang sebenarnya terjadi.Salah satu dari sepuluh orang tersebut kemudian maju.Pria itu memiliki tubuh yang tinggi dan kekar. Tingginya bahkan melebihi Lun Ya. Janggut hitam menghiasi wajahnya, sementara ia mengenakan pakaian berwarna kuning yang memperlihatkan sebagian tubuh berototnya.Ia berhenti beberapa langkah di hadapan Lun Ya.Kemudian menundukkan kepala.“Tuan, perkenalkan. Nama saya She Gao.”Suaranya terdengar berat dan tegas.“Maaf sebelumnya karena kami belum sempat memperkenalka

  • Sang Penguasa Mutlak    Bab 40 Menuju tiga menara perbatasan

    Pagi itu, udara di lembah terasa cukup tenang.Kabut tipis masih terlihat di antara pepohonan ketika Li Jia berjalan mendekati Lun Ya yang sedang memeriksa keadaan rombongan.“Lun Ya.”Mendengar panggilan itu, Lun Ya menoleh.Li Jia mengeluarkan sebuah gulungan dari balik pakaiannya. Ia membukanya perlahan hingga terlihat peta wilayah yang cukup luas.“Lihat ini.”Lun Ya mendekat.Jari Li Jia menunjuk sebuah garis merah yang membentang melewati pegunungan.“Perjalanan kita akan melewati Perbatasan Tiga Menara.”Tatapan Lun Ya berubah sedikit serius.Li Jia melanjutkan.“Untuk saat ini, aku ingin para pengikutmu berlatih bersamaku. Kita tidak boleh membawa mereka menuju wilayah itu dalam keadaan seperti sekarang.”Ia kemudian menunjuk sebuah tanda berbentuk tiga menara pada peta.“Kau tahu, kan? Perbatasan Tiga Menara bukan sekadar wilayah biasa.”“Itu adalah benteng militer milik Kekaisaran Zhen.”Lun Ya mengangguk.“Aku mengerti.”Li Jia menggulung kembali petanya.“Kalau begitu, kit

  • Sang Penguasa Mutlak    Bab 39 Rahasia tombak dewa hujan

    Suara langkah kaki terdengar menggema di sepanjang lorong batu yang dingin.......Lia Yu berjalan perlahan bersama beberapa prajurit yang ditugaskan ayahnya.Semakin dalam ia berjalan, semakin sunyi suasana di sekelilingnya.Akhirnya, mereka tiba di sebuah ruangan besar yang dipenuhi sel-sel penjara.Lia Yu berhenti.Tatapannya langsung tertuju pada sebuah sel di ujung lorong.Di balik jeruji besi itu...Seorang wanita duduk bersandar pada dinding.Tubuhnya terlihat jauh lebih kurus dibandingkan terakhir kali Lia Yu melihatnya.Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya pucat, dan tubuhnya tampak lemah akibat terlalu lama berada di dalam penjara.Lia Yu terdiam.“Ibu...”Suaranya hampir tidak terdengar.Wanita itu perlahan mengangkat wajahnya.Matanya yang terlihat lelah tiba-tiba membesar.“Lia... Yu?”Lia Yu tidak mampu menahan perasaannya.Ia segera berlari kecil mendekati sel.“Ibu!”Lia Yu berlutut di depan jeruji.Tangannya meraih tangan ibunya yang kurus.Untuk beberapa saat, kedu

  • Sang Penguasa Mutlak    Bab 38 Putri dari Tiga menara

    Jauh dari tempat Lun Ya dan Li Jia berada, di wilayah yang bahkan membutuhkan waktu berhari-hari untuk mencapainya, berdiri sebuah wilayah kekuasaan yang dikenal sebagai Tiga Menara Perbatasan.Tiga menara raksasa menjulang tinggi menembus awan.Di balik tembok-tembok hitamnya, pasukan bersenjata berjaga tanpa henti. Wilayah itu menjadi salah satu benteng penting di bawah kendali para penguasa yang tunduk kepada Yun Za.Di salah satu menara tersebut, terdapat sebuah kamar mewah.Di dalamnya, seorang gadis berdiri di depan sebuah cermin.Wajahnya sangat cantik.Rambut panjangnya terurai dengan rapi, sementara pakaian berwarna keemasan pudar membalut tubuhnya. Berbagai aksesori indah menghiasi rambut dan pakaiannya, membuat penampilannya terlihat anggun seperti seorang putri dari keluarga bangsawan.Namun di balik kecantikannya, tersimpan kesedihan yang sangat dalam.Gadis itu bernama Lia Yu.Ia adalah putri Hong Yu, salah satu penguasa Tiga Menara Perbatasan sekaligus bawahan Yun Za.L

  • Sang Penguasa Mutlak    Bab 37 Para pengikut baru

    Li Jia berjalan mendekati Lun Ya sambil membawa sebuah gulungan peta. Wajahnya terlihat serius ketika ia membentangkan peta itu di hadapan Lun Ya.“Lihat ini. Misi kita masih jauh dari selesai,” ujar Li Jia sambil menunjuk beberapa titik yang tertera di peta. “Tapi bagaimana kita bisa melanjutkan misi kalau kita harus membawa begitu banyak tahanan bersama kita?”Lun Ya terdiam.Ia tidak langsung menjawab. Tatapannya perlahan beralih kepada ratusan orang yang baru saja mereka selamatkan.Para tahanan berdiri dalam kelompok-kelompok kecil. Sebagian masih terlihat lemah karena bertahun-tahun dipaksa bekerja di pertambangan benteng. Pakaian mereka compang-camping, wajah mereka dipenuhi kelelahan, dan beberapa di antara mereka masih memiliki luka di tubuh.Namun kali ini, tidak ada lagi rantai yang mengikat mereka.Mereka telah bebas.Lun Ya menarik napas panjang.Saat itulah beberapa tahanan mulai berjalan mendekat.Salah seorang pemuda terlihat ragu-ragu. Ia berkali-kali membuka mulut,

  • Sang Penguasa Mutlak    Bab 36 Tiga menara perbatasan

    Di wilayah yang sangat jauh dari benteng tempat Lun Ya dan para tahanan sebelumnya, terbentang sebuah wilayah pegunungan yang sunyi dan penuh kabut.Di antara hamparan gunung yang sangat tinggi, berdiri tiga menara raksasa yang menembus awan.Ketiga menara itu merupakan benteng perbatasan penting milik Kekaisaran Zhen.Di pusat wilayah tersebut berdiri sebuah aula megah. Di bagian belakang aula, terpampang lambang besar Kerajaan Zhen.sebuah simbol yang membuat siapa pun yang melihatnya merasakan tekanan kekuasaan.Di dalam aula terdapat tiga singgasana.Di atas ketiga singgasana itu duduk tiga sosok yang memiliki aura mengerikan.Di sebelah kanan, seorang pria bertubuh besar duduk dengan wajah penuh amarah.Namanya Yao Fu.Seorang praktisi Tingkat Dewa Level 4 yang mendapat julukan Si Tapak Besi.Julukan itu bukan sekadar nama.Yao Fu dikenal sebagai salah satu penguasa paling kejam di wilayah perbatasan Zhen.Saat ini, tangannya sedang mencengkeram leher seorang tahanan.“sial”Suar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status