Home / Romansa / Sang Perebut Suami Orang (21+) / 47. Rencana Diara dan Rianti

Share

47. Rencana Diara dan Rianti

Author: Noona_im
last update publish date: 2024-11-08 17:27:52

"Kamu memang hebat Diara. Biasanya aku tidak pernah bisa bangun lagi jika sudah keluar. Tapi denganmu, aku bisa melakukannya sampai dua kali dalam waktu dekat."

Diara kembali teringat akan kalimat yang Zaenal katakan semalam. Ia bahagia, tentu saja, apalagi saat lelaki itu terus membanding-bandingkan dirinya dengan si istri. Sebagai wanita jelas Diara sangat senang luar biasa. Lagipula membuat puas sampai kelelahan pasangan bercinta merupakan keharusan baginya.

"Kamu baru bangun?"

Zaenal ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   72. ngambek

    "Mas .. kamu .. kamu memberikan bunga kesukaanku ke wanita murahan itu?" "Echa... Mas ..." Air wajah Zaenal yang tadi menyiratkan kebahagian, kini hilang sudah tergantikan oleh raut sendu menatap istri pertamanya. Kemungkinan ia merasa bersalah karena hal yang baru saya dilakukan pada istri kedua. Diara tersenyum sinis--dalam benaknya mempertanyakan, mengapa Zaenal harus merasa bersalah begitu? Memangnya salah jika seorang suami memberikan bunga pada istrinya? Apa istri pertama suaminya itu lupa kalau Diara juga istri suaminya? Seharusnya Echa tidak perlu membuat ekspresi wajah begitu, seolah-olah seperti orang yang terzolimi dan membuat Zaenal jadi serba salah dan tidak enak. Dasar berlebihan! Echa menggeleng-gelengkan kepalanya, matanya juga sudah berkaca. Huh lebay sekali. "Kamu jahat sekali Mas. Itu 'kan bunga kusukaanku! Kenapa kamu memberikan bunga itu padanya?!" Setelah mengatakan kalimat tersebut, dengan cepat Echa melangkah mendekati Diara--ia berusaha ingin merebut bung

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   71. Bunga Lily

    Untung saja Diara cepat menyadari keanehan penampilan sang suami, kalau tidak? Zaenal pasti akan menahan malu ke luar rumah dalam keadaan seperti itu. Tingkah Zaenal tersebut membuat Diara tidak berhenti menggelengkan kepala dan mengudarakan tawa. Bagaimana tidak? Ini merupakan kali pertama baginya mengetahui tingkah konyol sang suami. Seperti yang kau tahu, selama ini Zaenal selalu tampak cool di setiap penampilannya dan prilakunya. Tapi walaupun Diara baru mengatahui sisi lain Zaenal, tapi ia sama sekali tidak merasa ilfeel, justru yang ada ia malah senang karena menjadi salah satu orang yang mengetahui sisi lain tersebut. Sssttt kau tahu? Zaenal itu sangat menjaga image sekali orangnya. Sekarang ini Diara sedang ada di ruang televisi, sengaja menunggu Zaenal di sana karena perut sudah sangat lapar dan ingin langsung makan. Sedari tadi matanya menyorot ke arah televisi yang sedang menampilkan siaran berita perselingkuhan antara menantu dan mertua. Ish ish ish miris sekali, masa

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   70. Yang muda yang menang

    "Apa-apaan sih kalian berdua, Hah?!" Zaenal tampak gusar mendapati kedua istrinya sedang bertengkar sampai jambak-jambakan. Ia juga kesal karena tidurnya terganggu oleh suara-suara teriakan yang dihasilkan. Mata Zaenal melotot melihat ke arah Diara dan Echa bergantian. Sangat mengerikan sekali, jujur baru kali ini Diara melihatnya. Memang wajar sih, siapa juga yang tidak kesal apabila sedang enak-enaknya tidur lalu diganggu dengan suara teriakan nyaring. Jangankan Zaenal, Diara sendiri pasti kesal jika diganggu seperti itu. Apalagi Diara tahu kondisi Zaenal yang sedang dalam keadaan lelah karena pertempuran mereka Tidak ingin kena marah, lantas Diara mengambil start lebih dulu mendekatinya, lalu mengadukan apa yang dilakukan Echa sampai mereka berdua berakhir seperti ini, tidak lupa sembari diberikan sedikit bumbu-bumbu agar Echa terlihat bersalah. Namun terlebih dulu, Diara membuat air wajahnya menjadi sendu--seperti teraniaya. "Mbak Echa duluan yang cari gara-gara, Mas!" "Heh

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   69. Perang dua wanita

    Ada dua hal yang kini membuat Diara merasa sangat bahagia yaitu; satu karena pernikahannya sudah dipublikasikan, walaupun hanya pada Pak RT, tapi tidak mengapa yang penting Diara sudah diakui dan membuatnya bisa bergerak bebas di kawasan perumahan ini. Lalu yang kedua, tadi pagi, Diara dan Zaenal pergi ke dokter kandungan untuk mengecek sekaligus mengontrol keadaan kehamilannya, dan hasilnya dokter bilang kalau kandungan Diara sudah kuat, dokter tersebut juga mengizinkan mereka untuk berhubungan intim kembali ketika mereka bertanya perihal tersebut. Jelas saja Diara dan Zaenal tidak ingin membuang-buang kesempatan. Begitu sampai rumah, mereka langsung melakukannya. mereka memang sangat merindukannya. Walau mereka melakukannya harus dengan hati-hati seperti pesan dokter. Tapi tidak apa-apa yang penting rasa rindu itu sudah tersalurkan. Dan kini setelah berjam-jam bergumul, Diara merasa lapar, energinya terkuras habis karena percintaan yang meraka lakukan. "Laper banget." Gumam Diar

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   68. gara-gara Echa

    "Ck. Ngapain sih dia, ganggu aja deh!" "Mungkin ada yang penting sayang. Mas ke luar dulu ya sebentar, ngecek dulu." Zaenal membantu Diara untuk beranjak dari pangkuannya. Namun sang istri sama sekali tidak menurutinya. Diara tidak mau bergerak dari sana. "Gak usah! Paling juga dia mau ganggu doang. Dia pasti gak suka Mas lama-lama di sini makanya nyari-nyari alesan biar Mas ke luar." Zaenal hanya diam saja. Mungkin bimbang harus bagaimana? Diara menggunakan kesempatan tersebut untuk menggoda sang suami dengan dadanya yang sengaja belum ditutup. ia menyodorkan benda kenyal nan lembut itu hingga ke depan mulut Zaenal. Tinggal sekali hup saja, aset tersebut sudah berpindah tempat ke dalam mulut Zaenal. Namun lagi-lagi sial, sebelum Zaenal sempat melahapnya, Echa sudah lebih dulu berteriak lagi dari luar pintu. Suaranya lebih kencang dari sebelumnya. "MAS CEPET KE LUAR!" Diara mendengus sebal, pasalnya bukan hanya karena Zaenal yang tidak jadi melahap dadanya, namun lelaki i

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   67. Tidak mau kalah

    "Apa?!""Hhmm ... Soalnya Mas gak tau kalo kamu suka bunga atau nggak. Emangnya beneran kamu suka bunga juga?"Diara mendecih malas. "Mau aku suka bunga atau enggak, seharusnya Mas tetep ngelakuin hal yang sama dong, kaya yang Mas lakuin ke Mbak Echa. Kalo gini caranya, Mas udah pilih kasih.""Pilih kasih gimana sih, sayang? 'kan Mas gak tahu, lagian Mas juga udah gak pernah ngelakuin lagi. Mas ngelakuin itu jauh sebelum ada kamu."Memang benar tapi tetap saja Diara kesal mendengar bahwa ternyata Zaenal seromantis itu pada Echa. Diara iri, ia tidak mau tahu, pokoknya apa yang Echa dapatkan harus Diara dapatkan juga. Kalau bisa lebih dari Echa."Pokoknya aku mau Mas kaya gitu juga sama aku. Titik!"Zaenal menghembus napas lelah. "Iya, iya. Mulai besok Mas bakal kasih kamu bunga. Emangnya kamu suka bunga apa?"Diara tersenyum senang mendengarnya, kemudian ia diam sejenak. Jujur saja ia tidak mengerti soal bunga, ia meminta agar tidak kalah dari Echa "Hhmm emangnya Mas suka kasih bunga

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   62. Kesal

    Ternyata benar apa yang dipikirkan Diara. Kamar yang menjadi tempat istirahat sementarnnya merupakan kamar yang diperuntukkan untuk pembantu. Dari letaknya yang berada paling belakang saja Diara sudah dapat menebaknya, apalagi ketika ia sudah berada di dalamnya. Luasnya, isinya, semuanya sangat miri

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   61. Merajuk

    "Dasar wanita mandul menyebalkan!" Diara menggerutu pasalnya Echa tidak mau bertukar kamar dengannya. Wanita itu terus mendebat Zaenal hingga membuat suami mereka pusing dan akhirnya memilih mengalah. Diara tidak terima keinginannya tidak terpenuhi, lantas wanita itu ikut merajut yang membuat Zaenal

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   59. Echa akan kena masalah

    Walaupun Diara tidak keberatan atas keputusan Zaenal yang tidak ingin menceraikan Echa, namun tetap saja ia merasa penasaran dan ingin tahu apa-apa saja yang dikatakan Zaenal pada istri pertamanya itu.Sebagai pihak yang dirugikan dan disakiti, Diara yakin Echa pasti bersikukuh meminta untuk tetap be

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   58. Niat terselubung Diara

    "Gue kok kasian ya liat istrinya Mas Zaenal." Ucap Rianti, begitu ia beres membantu Diara berbaring dan bersandar di atas kasur, yang mulai hari ini resmi menjadi kamarnya. "Lo yakin gak mau mengurungkan niat?" Diara menatap sang sahabat yang kini duduk di sisi ranjang, kemudian ia gelengan kepala

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status