Home / Fantasi / Sang Villainess Yang Disayang / 165. Kegelisahan Scarlett

Share

165. Kegelisahan Scarlett

Author: Hydragea
last update publish date: 2026-10-16 23:59:00

Matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala.

Cahaya keemasan yang sejak tadi menyelimuti taman berubah menjadi semburat jingga, lalu berangsur-angsur digantikan oleh warna biru gelap.

Ketika akhirnya mereka meninggalkan taman, Elian tetap menggenggam tangan Scarlett seolah belum benar-benar rela berpisah dengannya.

Pria itu bahkan beberapa kali memperlambat langkahnya, mencari alasan agar perjalanan menuju kediaman Penguasa Kota berlangsung l
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Villainess Yang Disayang   170. Kecurigaan Elian

    Malam semakin larut ketika Elian akhirnya menyelesaikan sesi latihan bersama para prajuritnya. Keringat membasahi pelipis dan lehernya. Seragam militernya sedikit kusut setelah berulang kali memperagakan gerakan pedang, sementara rambut merah kecokelatannya tampak berantakan akibat angin malam. "Latihan hari ini selesai! Kalian boleh beristirahat. Besok pagi, aku ingin melihat peningkatan yang lebih baik dari kalian!" Kemudian menyerahkan pedangnya kepada salah seorang pengawal sebelum melangkah meninggalkan lapangan latihan. Sebenarnya, dia ingin segera kembali ke kediaman Penguasa Kota. Namun, setelah mengingat kembali percakapannya dengan Scarlett sore tadi, langkahnya justru mengarah ke kamar pribadinya di istana. 'Besok pagi aku harus menemuinya,' batinnya. Senyum tipis muncul di sudut bibirnya. Wanita itu memang selalu memiliki alasan untuk menolak permintaannya. Akan tetapi, Elian tidak pernah benar-benar bisa marah kepadanya. Bagaimanapun, Scarlett adalah Scarl

  • Sang Villainess Yang Disayang   169. Alasan di Balik Penolakan

    Kaisar Vulpisgard mengernyitkan dahi. "Apa maksudmu?" Scarlett menarik napas perlahan sebelum melanjutkan. "Apakah Elian mengetahui bahwa Yang Mulia tidak merestui hubungan kami? Dan apakah dia menerima keputusan Yang Mulia?" Pertanyaan itu membuat ekspresi sang kaisar berubah. Scarlett tidak menyadarinya. Dia masih berusaha menyusun kata-kata agar tidak terdengar seperti sedang menentang keputusan penguasa tertinggi kekaisaran. "Jika Elian memang menyetujui keputusan Yang Mulia, saya tidak akan memaksanya untuk tetap berada di sisi saya." Dia berhenti sejenak, kemudian melanjutkan dengan suara yang lebih lirih. "Saya akan menerima keputusan itu. Saya juga akan menjaga jarak darinya agar hubungan kami tidak menimbulkan masalah bagi keluarga kekaisaran." Scarlett menunduk kembali. "Jika memang itu yang Elian inginkan,

  • Sang Villainess Yang Disayang   168. Penolakan Kaisar

    Scarlett tertegun. Untuk beberapa saat, dia hanya mampu berdiri membisu di hadapan Kaisar Vulpisgard. Bibirnya sedikit terbuka, tetapi tak ada satu kata pun yang berhasil keluar. Pernyataan sang kaisar terasa begitu mendadak, seolah seseorang baru saja menyiramkan air es ke tubuhnya. Dia sudah menduga bahwa pertemuan malam ini bukanlah pertemuan biasa. Namun, dia sama sekali tidak menyangka bahwa pria di hadapannya akan secara terang-terangan menolak hubungannya dengan Elian. Yang Mulia Kaisar tidak menyetujui hubunganku dengan Elian? Scarlett menunduk sesaat, berusaha mencerna perkataan tersebut. Sementara itu, Kaisar Vulpisgard mengamati reaksinya dengan tatapan dingin. Setelah membiarkan keheningan berlangsung selama beberapa saat, dia kembali membuka mulut. "Kenapa? Kau terkejut mendengarnya?" Scarlett mengangkat wajahnya perlahan. Kaisar menyipitkan ma

  • Sang Villainess Yang Disayang   167. Pilihan Kaisar

    "Seandainya suatu hari kau harus memilih antara mempertahankan kedudukanmu sebagai Penguasa Kota atau mempertahankan Elian di sisimu, pilihan mana yang akan kau ambil?" Scarlett terdiam. Untuk pertama kalinya malam itu, dia merasa bahwa undangan ini mungkin jauh lebih berbahaya daripada yang semula dia bayangkan. Keheningan menyelimuti ruang kerja Kaisar Vulpisgard setelah pertanyaan itu dilontarkan. Scarlett berdiri tegak di hadapan meja kerja sang kaisar. Sepasang mata ungunya menatap pria yang duduk di balik meja besar itu, sementara pikirannya berusaha mencerna makna di balik pertanyaan yang baru saja didengarnya. Memilih antara kedudukanku sebagai Penguasa Kota atau mempertahankan Elian di sisiku? Pertanyaan itu terdengar begitu ganjil. Mengapa dia harus memilih salah satunya? Bukankah kedudukannya sebagai Penguasa Kota dan hubungannya dengan Elian mer

  • Sang Villainess Yang Disayang   166. Pertemuan Dengan Kaisar

    Kereta akhirnya berhenti di depan gerbang utama Istana Vulpisgard. Bangunan megah itu menjulang di hadapannya, diselimuti cahaya lampu yang memantul pada pilar-pilar marmer dan dinding batu berukir lambang kekaisaran. Dua patung rubah bersayap berdiri di sisi gerbang, seolah mengawasi setiap orang yang hendak memasuki wilayah istana. Scarlett turun dari kereta. Begitu kakinya menyentuh tanah, pandangannya langsung tertuju pada seorang pria yang berdiri tidak jauh dari gerbang. Pria itu mengenakan seragam pengawal kerajaan berwarna hitam dengan lambang emas di bagian dada. Ketika melihat Scarlett, dia segera melangkah maju dan membungkuk dengan hormat. "Salam hormat, Yang Mulia Penguasa Kota Scarlett." Scarlett sedikit mengangguk. "Anda sudah menungguku?" "Benar, Yang Mulia. Saya diperintahkan langsung oleh Kaisar Vulpisgard untuk menjemput A

  • Sang Villainess Yang Disayang   165. Kegelisahan Scarlett

    Matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala. Cahaya keemasan yang sejak tadi menyelimuti taman berubah menjadi semburat jingga, lalu berangsur-angsur digantikan oleh warna biru gelap. Ketika akhirnya mereka meninggalkan taman, Elian tetap menggenggam tangan Scarlett seolah belum benar-benar rela berpisah dengannya. Pria itu bahkan beberapa kali memperlambat langkahnya, mencari alasan agar perjalanan menuju kediaman Penguasa Kota berlangsung lebih lama. Scarlett menyadarinya, tetapi memilih berpura-pura tidak tahu. Bagaimanapun, dia juga menikmati kebersamaan tersebut. Hanya saja, malam ini ada sesuatu yang harus diselesaikannya. Sesuatu yang tidak boleh diketahui Elian. Setibanya di kediaman Penguasa Kota, Elian mengantar Scarlett hingga ke depan tangga utama. Beberapa pelayan yang berjaga segera membungkukkan tubuh ketika melih

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status