LOGINBan mobil sedan hitam milik dua orang suruhan itu sudah lama meninggalkan jejak debu di ujung jalan kompleks, namun ketegangan sisa perkelahian singkat tadi masih menyisakan sedikit sensasi dingin di udara pagi. Satria berdiri terpaku sejenak di tepi trotoar, memastikan tidak ada warga sekitar yang sempat keluar rumah atau menyaksikan keributan kilat tersebut. Beruntung, suasana blok C pada jam-jam sibuk pagi hari memang selalu lengang.Satria menghela napas panjang, membiarkan udara pagi mengisi penuh rongga dadanya sebelum menghembuskannya perlahan. Ia merapikan tali serut jaket hoodie-nya, lalu kembali melanjutkan langkah kakinya yang sempat tertunda menuju minimarket di ujung kompleks.Kehadiran dua orang asing tadi pagi sebenarnya bukan kejutan yang sepenuhnya menyenangkan, tapi di sisi lain, insiden itu memberikan satu kepastian penting: masa lalunya belum seratus persen menutup lembaran. Kendati demikian, reaksi fisik dan insting bertarungnya yang masih sangat tajam membuktikan
Malam beranjak larut, membawa serta keheningan yang menenangkan ke seluruh sudut rumah Satria. Lampu teras luar memancarkan pendar kuning lembut, menyinari bodi motor matik hitam doff miliknya yang terparkir rapi di balik pagar, menjadi saksi bisu atas perjalanan hari yang baru saja ia lewati.Di dalam rumah, Satria duduk berselonjor santai di sofa ruang keluarga. Televisi menyiarkan tayangan malam dengan volume rendah, sekadar mengisi kekosongan suara di ruangan. Di atas meja kayu di hadapannya, secangkir teh chamomile hangat mengepulkan uap tipis yang membawa aroma relaksasi setelah seharian beraktivitas.Insiden nyaris celaka di jalan pagi tadi kini sudah sepenuhnya menjadi cerita masa lalu yang tenggelam bersama lelahnya fisik. Yang tertinggal di benaknya hanyalah rasa syukur karena ia masih diberi keselamatan, serta kepuasan kecil atas keputusan-keputusan tepat yang ia ambil hari ini, termasuk membawa pulang kendaraan baru untuk mobilitas kedepannya.Satria meneguk tehnya perlaha
Satria tersenyum tipis. Motor ini benar-benar memenuhi semua ekspektasinya—fungsional, nyaman, dan berpenampilan cukup tangguh untuk menghindari kejadian-kejadian tidak terduga di jalan raya seperti yang ia alami tadi pagi."Oke, saya rasa saya pilih unit yang warna hitam doff ini," ujar Satria mantap sambil turun dari motor. "Untuk proses administrasi pembayaran tunai dan pengurusan surat-suratnya, kira-kira butuh syarat apa saja?"Pegawai dealer itu tampak sumringah mendengar keputusan cepat dari pelanggannya. "Wah, pilihan yang sangat tepat, Kak! Untuk pembayaran tunai, kita hanya perlu fotokopi KTP saja, dan proses pengisian datanya bisa langsung dibantu di meja kasir sekarang."Setelah insiden nyaris celaka di jalan tadi pagi, hari Satria kini bergeser menjadi jauh lebih produktif. Tinggal selangkah lagi, kendaraan baru penunjang mobilitasnya akan segera resmi berpindah tangan ke garasi rumahnya.Setelah merampungkan penyerahan fotokopi KTP dan mengisi beberapa formulir administr
Pagi baru saja beranjak naik, memancarkan cahaya terang yang menghangatkan aspal jalanan kota. Satria sudah berdiri di depan teras rumah dengan penampilan yang sangat rapi. Kemeja flanel lengan panjang dan celana jeans hitam melekat pas di tubuhnya, siap untuk menepati niatnya pagi ini: pergi ke dealer motor untuk melihat-lihat kendaraan baru guna keperluan mobilitas sehari-hari.Setelah mengunci pintu pagar rumah, Satria berjalan kaki menyusuri trotoar menuju pangkalan ojek terdekat di ujung jalan perumahan. Suasana pagi itu sebenarnya cukup lengang, membuat langkah kakinya terasa santai.Namun, ketenangan itu mendadak buyar dalam hitungan detik.Dari tikungan jalan utama yang agak tertutup rimbunnya pohon angsana, sebuah sepeda motor matik berkecepatan tinggi meluncur ugal-ugalan tanpa memperlambat lajunya. Pengendaranya tampak tidak fokus, memotong jalur dengan tajam ke arah trotoar tempat Satria berjalan.Screeeet!Suara decitan ban bergesekan dengan aspal terdengar nyaring memeka
Setelah merampungkan penyerahan fotokopi KTP dan mengisi beberapa formulir administrasi di meja kasir, Teguh diajak menuju area lounge tunggu khusus pelanggan. Suasana ruangan yang nyaman dengan pendingin udara serta suguhan secangkir air mineral membuat proses pembayaran tunai dan pencetakan kuitansi berjalan tanpa hambatan.Tidak sampai tiga puluh menit kemudian, pegawai bagian administrasi menghampiri meja Teguh sambil membawa sebuah map plastik berisi dokumen lengkap serta satu set kunci kontak."Semua proses administrasinya sudah beres, Kak Teguh," ujar pegawai tersebut dengan senyuman ramah. "Untuk unit motor hitam doff pilihan Kakak juga sedang disiapkan oleh tim mekanik di bagian belakang untuk pengecekan terakhir, mulai dari tekanan ban, oli, kelistrikan, sampai pencucian bersih."Teguh bangkit dari duduknya, menerima map dokumen tersebut dengan gestur menghargai. "Baik, terima kasih banyak atas pelayanannya yang cepat.""Sama-sama, Kak. Mari saya antar ke halaman serah terim
Setelah menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan debar jantungnya, Teguh kembali melangkah meninggalkan area trotoar tempat kejadian nyaris celaka tadi. Ia memutuskan untuk langsung memesan taksi dalam jaringan lewat ponselnya agar perjalanan ke dealer motor jauh lebih aman daripada harus berjalan kaki di pinggir jalan raya.Tidak butuh waktu lama bagi mobil pesanan Teguh untuk tiba. Begitu pintu ditutup, AC mobil yang sejuk langsung menyambut, membantu mendinginkan kepalanya yang sempat panas akibat ulah pengendara motor ugal-ugalan sebelumnya. Sepanjang perjalanan, ia memilih melamun menatap pemandangan jalanan kota yang mulai padat oleh aktivitas pagi.Brummm...Suara deru mesin berbagai jenis kendaraan menyambut begitu Teguh menginjakkan kaki di halaman depan dealer motor terbesar di kawasan tersebut. Bangunan berdinding kaca transparan itu tampak berkilau di bawah terik matahari pagi, memamerkan puluhan unit sepeda motor dari berbagai merk dan tipe yang berjejer rapi di ruang







