Share

BAB 81

Author: Rainina
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-07 19:54:21

Napas Lucian tersengal. Panas di tubuhnya semakin menjadi-jadi akibat sentuhan Alexandria. Obat itu berteriak padanya untuk menyerah, untuk memeluk tubuh wanita di hadapannya dan menuntaskan hasrat yang membakar dirinya dari dalam.

Tapi wajah kecewa Sienna saat melihatnya tadi memenuhi kepala Lucian, mempertahankan kewarasannya.

"Diam..." geram Lucian rendah.

"Berhentilah melawannya Lucian." Alexandria mendekatkan wajahnya, hendak mencium bibir Lucian.

"KUBILANG DIAM!"

Dengan sisa tenaga terakh
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 403

    Saat rentetan kembang api pertama meledak di udara, ​di sudut jalan yang tidak terlalu padat, Alice mendongak dengan bibir sedikit terbuka, menatap takjub pada bunga-bunga cahaya yang mekar di atas sana. Di tangan kanannya, ia memegang setusuk manisan apel karamel yang baru saja ia beli dari seorang pedagang tua yang ramah. Rasa manis karamel yang lumer di lidahnya berpadu sempurna dengan udara malam musim semi yang sejuk.​Meskipun beberapa saat yang lalu Permaisuri Sienna telah memberikan perintah langsung padanya untuk pergi menikmati festival dengan bebas, Alice memilih untuk tidak mematuhi perintah itu sepenuhnya.​Dari kejauhan, Alice bisa melihat siluet Permaisuri Sienna yang berdiri berdampingan dengan sosok menjulang tinggi sang Kaisar.​Sebuah senyum tulus mengembang di balik topeng Alice saat ia melihat Lucian memeluk Sienna dari belakang untuk melindungi wanita itu dari dorongan kerumunan. Alice bisa melihat dengan jelas bagaimana Sienna tertawa bahagia, membalas peluk

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 402

    Sepasang mata merah Lucian menyipit tajam, memindai kerumunan dengan insting mematikan. Ia mencoba mencari arah pandang istrinya, mencari tahu bajingan mana yang berani membuat Permaisurinya terlihat menegang di tengah kerumunan..Sienna menelan ludah dengan susah payah. Pikirannya berkecamuk hebat. Di satu sisi, ia sangat ingin menghampiri pria tua itu. Ia ingin menarik kerah jubah ayahnya ke tempat sepi, menuntut apa yang sebenarnya pria itu inginkan, dan memperingatkannya untuk enyah dari sekitar sini sebelum Lucian memenggal kepalanya. Sienna butuh kepastian bahwa bayang-bayang masa lalunya itu tidak akan mengganggu hidup barunya.Namun di sisi lain, tangan Lucian yang menggenggamnya terasa begitu protektif. Sienna tahu betul jika ia jujur dan mengatakan bahwa ayahnya berani menampakkan diri, Lucian tidak akan memberinya kesempatan untuk berbicara. Sienna tidak ingin malam indahnya hancur karena pria benalu itu."Tidak ada siapa-siapa, Lucian," dusta Sienna pelan, memaksakan se

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 401

    Setelah ciuman panjang yang seolah menghentikan waktu itu berakhir, Sienna membuka matanya perlahan. Napasnya masih sedikit terengah, sementara rona merah merambat naik mewarnai kedua pipinya, terlihat begitu kontras dari balik topeng angsa putihnya.​Lucian menatapnya dengan sorot mata yang masih menggelap oleh damba. Ibu jari sang Kaisar bergerak dengan sangat lembut, mengusap rahang Sienna sebelum akhirnya turun untuk menggenggam tangan wanita itu. Jari-jari besar Lucian menyusup di sela-sela jemari Sienna, menautkan tangan mereka dalam sebuah genggaman yang posesif.​"Ayo," bisik Lucian, suaranya masih terdengar serak. "Malam masih panjang."​Sienna mengangguk dengan senyum yang tak kunjung luntur. Mereka berdua mulai menyusuri jalanan alun-alun utama yang kini terasa semakin hidup setelah pertunjukan kembang api selesai.​Suasana malam itu benar-benar meriah. Udara dipenuhi oleh aroma manis karamel, kayu manis panggang, dan anggur hangat. Di setiap sudut jalan, para pemusik j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 400

    Sejujurnya, Lucian berniat membiarkan permainan kecil mereka berlangsung sedikit lebih lama malam ini.Sebagai seorang pria yang telah terbiasa melatih instingnya di medan perang yang buas, menemukan keberadaan istrinya di tengah kerumunan manusia ini adalah hal yang terlalu mudah. Ia sudah tahu di mana Sienna berada sejak wanita itu turun dari kereta kuda. Lucian sebenarnya berencana untuk mengawasi dari kejauhan, berpura-pura kebingungan mencari, dan membiarkan Sienna tertawa puas di balik topeng angsanya karena merasa berhasil bersembunyi dari sang Kaisar. Ia hanya ingin melihat wanita itu bahagia.Namun, rencana itu menguap begitu saja beberapa saat yang lalu.Meski pria itu masih berdiri memeluk istrinya di bawah cahaya lampion, sepasang mata merah darah Lucian di balik topeng singa yang menutupi setengah wajahnya itu menatap tajam ke arah kerumunan yang berlalu-lalang. Rahangnya mengeras kaku. Ia memang belum bisa membuktikan siapa yang bersembunyi di balik bayangan gang tad

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 399

    Alexander diam-diam mengikuti kereta kuda itu, memanfaatkan ramainya jalanan untuk menutupi keberadaannya.Tudung jubah hitamnya hingga menutupi separuh wajahnya yang sudah dipasangi topeng, saat ia melihat Sienna dibantu turun dari kereta kuda dan menapaki jalanan, pria itu menjaga jarak aman sebelum akhirnya turun dari kudanya dan menyusul..Mata Alexander menyapu kerumunan dengan buas bagaikan predator kelaparan, mencari kilau gaun dan topeng angsa yang dikenakan oleh Sienna.Ketika ia akhirnya menangkap siluet wanita itu di dekat sebuah kios penjual manisan, jantung Alexander berdegup kencang. Jarak mereka hanya terpaut belasan langkah.Alexander menyelinap di antara sekelompok pemabuk dan penari jalanan,

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 398

    Suasana di dalam Paviliun Zamrud malam itu dipenuhi oleh antisipasi yang menggembirakan. Malam ini adalah malam pertama Festival Musim Semi, malam yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh penduduk ibu kota dan para bangsawan dari berbagai penjuru benua.Di dalam kamar rias yang terang benderang, Elizabeth berdiri di depan cermin. Ia mengenakan gaun festival berwarna biru yang indah. Gadis berambut pirang itu memutar tubuhnya sedikit, lalu menoleh ke arah Alice yang sedang berdandan dengan bantuan pelayan."Alice, kau sungguh tidak ingin ikut bersama kami?" bujuk Elizabeth untuk yang kesekian kalinya. Wajahnya memancarkan permohonan yang tulus."Rowan sudah menunggu di gerbang paviliun. Kereta kuda kami cukup luas untuk kita bertiga. Kami akan merasa jauh lebih tenang j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 149

    Cahaya keemasan matahari melalui celah tirai tebal di kamar utama kediaman Borgia.Sienna mengerjap pelan, menyesuaikan matanya dengan cahaya. Ia menggeliat di balik selimut tebal yang hangat, meraih sisi ranjang di sebelahnya. Tempat itu kosong dan terasa dingin. Lucian pasti sudah bangun lebih a

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 138

    Sore itu Sienna duduk dalam keheningan, mencoba menenangkan saraf-sarafnya yang tegang. Jemarinya bergerak telaten, merajut benang emas membentuk lambang kebanggaan Duchy Lorraine di atas sehelai sapu tangan sutra putih. Sapu tangan itu rencananya akan menjadi hadiah kecil untuk Lucian, sebuah pen

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 134

    Di dalam kemegahan kamar pribadi Putra Mahkota di Istana Kekaisaran, suasana remang diterangi oleh cahaya lilin yang temaram.Arthur tengah menyudutkan seorang pelayan muda berwajah merona ke dinding. Jari-jarinya menyusuri rahang pelayan itu, mengangkat dagunya dengan lembut."Mata coklatmu itu...

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 130

    Sementara kepanikan melanda kamar utama, kesunyian yang mencekam menyelimuti kamar Tabib.Damien berdiri diam di tengah ruangan tersebut. Matanya yang tajam menyapu setiap sudut kamar yang terlihat rapi. Tidak ada botol ramuan yang tersisa, tidak ada pakaian di dalam lemari kayu itu. Membuatnya te

    last updateHuling Na-update : 2026-03-29
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status