Share

Bab 137

Author: Almiftiafay
last update publish date: 2026-09-24 17:48:33
Kaisar baru saja memasukkan ponselnya ke balik saku jas saat Kaira tidak membaca pesannya. Tapi sepertinya, ia tahu alasan kenapa gadis itu tidak membalas. Itu karena ia sedang mencoba membebaskan dirinya dari Mahesa yang tengah menyeretnya hingga pontang-panting menjauhi lobi.

Lagi-lagi … Kaisar melihat Mahesa itu sangat kasar. Makin lama rasanya ia semakin muak dengan keponakannya itu.

Bagaimana bisa ada anak turun Maharendra yang kelakuannya sangat kurang ajar sepertinya?

Jika Kaisar tidak
Almiftiafay

menunggu para cegilnya Kaisar biar pada SALTING dulu baru update bab berikutnya 🤭🤭 jangan lupa KOMEEENNNNN tebakk mau ngapain habis ini wkwkwwkwk

| 25
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Christy Lino
Mleyottttttt dgn kebucinan si mas kai ......
goodnovel comment avatar
Rahma Iqlima
mo bkin riak di kolam
goodnovel comment avatar
Siti Hayatul Amalia
idiw,,,,,,si " sayang" keluar lg ga tuch. Kitah2 yg deg2an jadinya,,,,,, hahahahahaha
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 142

    Langkah Kaira terus melambat sebelum akhirnya benar-benar berhenti. Saat itu, Mahesa menoleh ke arahnya dengan senyum yang tersungging di bibir.“Kaira,” sapanya lebih dulu.Sang Ibu yang mendengar bereaksi, beliau menoleh, meraba sedang di mana Kaira berada.“Kaira?” sebut Naomi. “Udah datang, Nak?” Wanita paruh baya itu tersenyum, tampak sangat bahagia.Mungkin beliau berpikir bahwa sampai hari ini hubungannya dengan Mahesa baik-baik saja.Dan Mahesa yang tidak ingin bercerai dari Kaira pun mengusahakan segala cara. Pria itu tahu bahwa kelemahan Kaira adalah Naomi sehingga mengejar celah itu hingga ke tempat ini.“Kaira, Nak Mahesa ada di sini karena tadi dia tanya ke Suster Mila Ibu ada di mana, pas Ibu bilang kalau ada di sini dan kamu akan jemput Ibu, Nak Mahesa bilang mau datang juga.”Sang ibu bertutur dengan nada bicara yang senang. Seolah kedatangan mereka adalah kebetulan yang penuh anugerah.Tidak ….Sama sekali tidak demikian!Kaira menoleh ke belakang, hendak mencegah Kai

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 141

    Pagi ini, Zia sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya dan memandang Madhava yang sedang mengenakan kemeja, beberapa jarak di hadapannya.“Apa Mas Dhava beneran nggak ada waktu buat lebih lama di rumah?” tanya Zia.“Kamu ‘kan tahu kalau kerjaanku itu emang lebih banyak nggak di rumahnya, Zia,” balas pria itu. “Aku harus temani tamu dari Jepang hari ini. Kali ini nggak sebulan kayak yang sebelumnya kok. Paling cuma semingguan.”Zia mendesah tidak puas. Ia bangun dari duduknya dan menghampiri Madhava, membantunya mengenakan dasi.“Nanti pas pulang, Mas abaikan aku lagi nggak?” tanyanya, mengangkat pandangan pada Madhava. “Kenapa sih nggak mau nyentuh aku? Apa aku nggak cantik lagi? Mas nggak ada yang lain ‘kan di luar sana?”Madhava hanya tersenyum saat menepuk kepalanya.“Ngomong apa sih kamu?” balasnya. “Maaf, yang kemarin itu aku capek banget rasanya. Jadi maunya pas di rumah itu ya beneran istirahat.”Kedua bahu Zia jatuh mendengar itu. Ia selangkah mundur saat mengatakan, “U

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 140

    Tubuh Kaira meremang dengan hanya mendengar panggilan Kaisar lewat baritonnya yang seksi itu. Suaranya menyapu tengkuk Kaira saat rengkuhannya seperti akan membuat Kaira hilang di dalam dekapannya.Kaira mendorong napas pelan sebelum menoleh pada Kaisar.Saat itu ia lakukan, pria itu mengecup bibirnya sebelum berbisik, “Dia jujur soal apa yang terjadi di dalam kamar hotel itu.”“Apa?” tanya Kaira. “Aku nggak mau dengar kalau itu Mas Kaisar sama dia yang lagi—”“Nggak terjadi apapun di antara kami, Kaira,” selanya. “Naya keluar setelah dia ketakutan. Dia bilang kalau aku akan bunuh dia seandainya dia menyentuhku.”Kaira mengerjapkan matanya, alisnya berkerut, menatap Kaisar mencari kesungguhan.“Aku lupa aku bilang begitu. Tapi ada bukti rekaman CCTV-nya kalau Naya emang ada di lobi dari malam sampai pagi.” Kaisar melanjutkan, tenangnya nada bicara pria itu membuat Kaira yakin bahwa ia telah menguasai keadaan sepenuhnya.“Terus?” kejarnya.“Kamu bilang kalau lihat kami pulang barengan,

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 139

    Tak ada yang bicara setelah api yang membakar mereka itu padam. Kaira masih meringkuk di dada bidang Kaisar.Denyutan di area femininnya membekas, pergumulan panasnya dengan Kaisar yang baru saja terjadi telah menguras tenaganya hingga ke titik nol.Bayangan dirinya yang baru saja berpindah ke atas Kaisar dan menjadi yang lebih dominan hampir di sepanjang percintaan membuatnya mencapai klimaks berulang.Erangan tertahan Kaisar saat Kaira menaik-turunkan pinggulnya masih terngiang.Dirinya berpasrah saat pria itu tersulut gairah yang lebih panas, membuat Kaira melenguh di bawah kungkungannya setelah ia mencubit dan mempermainkan tonjolan merah muda di dada bidang Kaisar.Jika Kaira tak meminta agar Kaisar segera menyelesaikannya, mungkin sekarang masih berlanjut.Beberapa detik berlalu hingga Kaira akhirnya menengadahkan kepala, menyentuh dagu Kaisar kala mengatakan, “Lapar ….”Mendengarnya, Kaisar tertawa lirih.“Tenagamu habis?”“Iya.”“Aku udah pesan makanan tadi.” Kaisar melirik ja

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 138

    ‘Sayang?’ ulang Kaira dalam hati, merasakan jantungnya yang seperti akan melompat keluar kala mendengar Kaisar memanggilnya dengan sebutan ‘sayang’. Kaira mengerjap, sekilas menyentuh pipinya yang panas saat mengatakan, “A-aku ganti dulu sebentar.” Dari kejauhan, Kaisar hanya mengangguk, membiarkan Kaira menghilang di balik pintu kaca. Beberapa menit berlalu, Kaira keluar dengan kimono satin yang membungkus tubuhnya. Di balik lilitan kain yang longgar itu, ia telah mengenakan sepasang halter bikini yang menurutnya teramat minim dan … berani. Ia melangkah menuju tepian kolam renang yang airnya tampak jernih dan beriak tenang, mendapati Kaisar yang tengah menyandarkan kedua lengan kekarnya di pembatas kolam, menatap kedatangannya dengan irisnya yang meredup. “Buka kimononya,” pinta Kaisar saat Kaira telah cukup dekat dengannya. Dadanya berdebar kencang saat tali di pinggangnya itu ia uraikan. Kimononya ia tanggalkan dan diletakkannya di atas kursi malas sebelum ia memasuki kolam.

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 137

    Kaisar baru saja memasukkan ponselnya ke balik saku jas saat Kaira tidak membaca pesannya. Tapi sepertinya, ia tahu alasan kenapa gadis itu tidak membalas. Itu karena ia sedang mencoba membebaskan dirinya dari Mahesa yang tengah menyeretnya hingga pontang-panting menjauhi lobi. Lagi-lagi … Kaisar melihat Mahesa itu sangat kasar. Makin lama rasanya ia semakin muak dengan keponakannya itu. Bagaimana bisa ada anak turun Maharendra yang kelakuannya sangat kurang ajar sepertinya? Jika Kaisar tidak muncul dan melihat keduanya, entah apa yang akan Mahesa lakukan pada Kaira. Pemuda itu tampak membeku, perlahan melepas cengkeramannya dari Kaira saat Kaisar memindainya. “Ma-mau pulang, Mas?” sapa Mahesa dengan canggung. Kaisar tak menjawab, hanya alisnya yang berkerut penuh keengganan. “Aku permisi dulu,” kata Mahesa dengan cepat, menunduk dan bergegas pergi dari sana. “Kamu baik-baik aja?” Kaisar selangkah mendekat, mengikis jarak dan membuat Kaira tampak berdiri kikuk, barangkali karen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status