مشاركة

Bab 84

مؤلف: Almiftiafay
last update تاريخ النشر: 2026-09-08 17:44:11
“Apa kamu gila, Mas?!” jerit Davina, napas memburu wanita itu hingga dadanya naik turun tak beraturan. “Aku nggak mau cerai! Aku nggak mau jadi janda! Mau ditaruh mana mukaku di depan semua orang?”

Kaisar mendengus sinis, dagunya mengedik pada Davina saat ia mengatakan, “Lihat, Dav! Yang kamu pedulikan cuma dirimu sendiri, cuma harga dirimu!”

“Ya karena—“

“Kamu nggak pernah sadar selama ini udah nginjak-injak kepalaku.”

Kaisar berpaling, tak ingin bicara atau menjelaskan apapun pada Davina,
Almiftiafay

hari ini bab 84 85 86 Thor update sekalian yaa 😁 jangan lupa untuk komen like vote rating bintang lima di depan. terima kasih akak semuanya

| 22
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (4)
goodnovel comment avatar
Ika Sulistyowati
apaaaaa masak iya sih kaisar melakukan nya dengan naya
goodnovel comment avatar
Kartini Varista
naya pasti bohong gc mungkin kaisar melakukannya.........
goodnovel comment avatar
Eva
Menanti POV Naya ini, apa yang terjadi di kamar hotel setelah Kaisar terkapar. Beneran melakukan atau tidak ya?
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 291

    Saat napasnya tersengal hebat, dan darah segar terus mengucur semakin deras dari pelipisnya, Kaisar dengan sisa kesadaran yang menipis melanjutkan kalimatnya sendiri, ‘Aku harus pulang … aku harus ketemu Kaira.’Di tengah kesakitan yang luar biasa itu, bayangan gelap seseorang mendadak masuk ke dalam kabin mobilnya yang hampir menjadi rongsokan.Kaisar ingat, pria itu turun dari balik kemudi truk kontainer yang menerjangnya. Pria itu masuk, lalu meraba-raba area dashcam dengan tergesa, panik dan kebingungan. Sambil berulang kali melontarkan umpatan kasar, pria tersebut melirik ke arah Kaisar, seolah ingin memastikan apakah Kaisar sudah tewas, atau setidaknya tidak lagi mampu melakukan perlawanan.Namun, karena panik dan barangkali tidak berpengalaman, pria itu gagal mengutak-atik kamera pengawas tersebut. Ia akhirnya bergegas kabur dengan tangan kosong.Sedetik setelah pria itu pergi, Kaisar dengan sekuat tenaga menggerakkan tubuhnya yang terasa remuk redam. Jemarinya meraba dashcam,

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 290

    Kaira menutup mulut dengan kedua tangannya, maniknya membelalak tak percaya dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Jevan.“Kartu memorinya ditemukan? Sungguh, Pak Jevan?”Jevan mengangguk cepat. “Iya, Nona. Diaci dashboard. Pak Indra bilang tim forensik berhasil mendapatkannya dari sana. Ada bekas bercak darah yang tertinggal, sidik jari milik Pak Kaisar.”Kaira sontak menoleh ke arah prianya itu dengan bingung. “Apa Mas yang masukin kartu memorinya ke sana?”Kaisar mengangguk, membenarkan dugaan gadisnya.“Setelah mobilnya ditabrak, sebenarnya ada seorang laki-laki asing yang sempat masuk ke dalam kabin. Aku nggak begitu ingat wajahnya dengan jelas, aku pikir itu cuma halusinasi menjelang ajal aja. Pria itu mau ambil memori dari area dashcam, tapi kayaknya dia nggak bisa buka, atau mungkin karena kurang pengalaman. Jadi dia keluar dengan tangan kosong.” Kaisar menarik napas, melanjutkan apa yang ia ingat hari itu.“Di detik-detik terakhir sebelum kesadaranku hilang, aku pakai sis

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 289

    Kaisar berbaring di atas ranjang rumah sakit yang belum lama didatanginya. Tempat ini memang tidak semewah kamar Presidential Suite di Cendana Amerta, tetapi setidaknya lingkungan di sini jauh lebih aman dari jangkauan Altair.Rumah sakit ini ada di sisi lain kota, milik suami dari Dokter Sofia—dokter kandungan yang selama ini selalu memeriksa kehamilan Kaira.Beberapa jam lalu, setelah Kaira memperingatkan bahwa rumah sakit sebelumnya berada dalam penguasaan Altair, Kaisar lalu meminta Jevan bergerak cepat.‘Tolong hubungi Dokter Sofia, aku akan bicara dengannya,’ pinta Kaisar saat itu.Jevan segera menyambungkan panggilan, lalu menyerahkan ponsel pada Kaisar. Tanpa banyak basa-basi, Kaisar menjelaskan situasinya. Dokter Sofia dengan sigap merespons lewat sambungan telepon, ‘Silakan datang, Pak Kaisar. Saya akan bantu siapkan.’Dan begitulah akhirnya Kaisar dipindahkan ke tempat ini.Rumah sakit Graha Medica.Kondisinya terpantau sangat baik, tangannya menggenggam erat Kaira yang akh

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 288

    Seorang perawat wanita yang kebetulan baru saja keluar dari sudut ruangan menghentikan langkahnya. Maniknya membelalak melihat pria berjas putih yang berdiri di dekat pintu.“Dokter Algara?” panggil perawat tersebut dengan ragu.Ya. Pria berjas putih itu adalah Algara, yang lalu melempar senyum manis dan ramah yang ia miliki.“Ah, iya. Suster.”“Ada perlu apa, Dok?”“Saya mau jenguk paman saya yang dirawat di kamar ini, Kaisar Maharendra. Tapi kok … ruangannya kosong?”Suster tersebut tersenyum simpul. “Oh, Anda belum tahu? Pasien sudah keluar dari rumah sakit ini sejak tadi pagi, Dok.”Alis Algara menukik tajam, senyum di bibirnya memudar separuh.“Hah? Bukannya kondisinya masih belum memungkinkan buat keluar dari rumah sakit?”Sang suster menggeleng. “Saya kurang tahu detailnya, Dokter Algara. Tapi dari catatan administrasi, beliau dipindahkan dari rumah sakit ini sejak tadi pagi,” ulangnya.Algara mengangguk kaku, seraya tetap mencoba mempertahankan senyum di wajahnya. “Begitu ya …

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 287

    Kaira membuka pintu kamar rawat Kaisar dengan tangan yang terasa kebas. Begitu ia melangkah masuk, maniknya mendapati seseorang memang sedang berada di dalam sana.Zia.Wanita itu duduk di kursi sebelah ranjang. Zia tidak sendirian, di dekatnya, Jevan berdiri. Pemuda itu tampak mengusap wajahnya dengan kasar, seolah tengah frustrasi menghadapi kehadiran Zia.Zia menyunggingkan senyum manis saat melihat Kaira masuk.“Mbak ….” sapanya.Kaira berjalan mendekat, melirik sekilas ke arah Kaisar yang tampak terbaring memejamkan mata, sedang beristirahat.“Apa yang kamu lakukan di sini, Zia?” tanya Kaira.“Aku cuma mau jenguk paman suamiku aja, Mbak. Oh ya, haruskah … aku manggil Mbak Kaira sebagai ‘Tante’ sekarang? Atau lebih pas dipanggil ‘Bibi’?”Kaira menatapnya datar. “Aku nggak peduli kamu mau manggil aku apa. Tapi jangan ganggu waktu istirahat Mas Kaisar!”Zia tertawa kecil. Anggun saat menutup mulutnya dengan sebelah tangan.“Hm … aku baru tahu kalau Mbak Kaira seprotektif ini sama Ma

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 286

    Zia tertegun di tempatnya. Wanita itu mengerjap tak percaya mendapati penolakan mentah-mentah dari Mahesa. “Kenapa, Mas? Apa aku ada buat kesalahan?” tanyanya.Mahesa mendengus berat, memalingkan wajahnya sebelum menjawab, “Nggak. Aku lagi capek, lagi nggak ingin. Sana kamu balik ke kamarmu!”Zia melipat kedua tangannya di dada, maniknya menatap tajam, penuh tuntutan. “Mas Hesa tuh udah beberapa kali kayak gini loh belakangan ini. Mas kesal gara-gara Kaira sekarang jadi istrinya Kaisar? Mas nggak bisa terima kenyataan itu makanya kamu lampiaskan semuanya ke aku, hah?”“Nggak ada hubungannya sama—”“Mas cuma mau enaknya aja sama aku!” potong Zia sengit dengan mata berkaca-kaca penuh amarah. “Giliran lagi kesal dan marah-marah begini, Mas malah nyuekin aku! Mas udah nggak sayang sama aku lagi, ‘kan?!”Zia melengos pergi dengan hentakan kaki penuh emosi.“Zia—” panggil Mahesa mencoba menahan kepergiannya.Tapi biar saja ….Merajuknya Zia hanya sebentar. Lagi pula ia tidak berniat mengeja

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status