Short
Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati

Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati

Par:  DingComplété
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapitres
4.7KVues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Kakekku adalah seorang pencuri. Dia mencuri nama nenekku dan identitasnya. Dia memakai semua itu untuk melarikan diri dari sudut desa terpencil yang miskin dan terlupakan di Barat, lalu kabur bersama wanita lain. Dia tumbuh menjadi seorang profesor hukum, berdiri di podium-podium dan pelajaran kuliah tentang keadilan. Wanita itu menjadi pelukis terkenal, memberi wawancara tentang integritas. Sementara nenekku menghabiskan seluruh hidupnya terjebak di ladang tandus yang perlahan mati itu. Semua orang menyebutnya perawan tua. Namun, dia tak pernah berhenti menunggu kakekku. Bahkan sampai di ranjang kematiannya. Lima puluh tahun kemudian, aku mati-matian keluar dari tempat terkutuk itu dengan kekuatan dua generasi sebelumku. Nenekku dan ibuku. Akhirnya, aku berhasil menjadi partner di salah satu firma hukum terbaik. Saat musim kelulusan tiba, aku duduk di kursi pewawancara utama. Di hadapanku duduk seorang gadis. Rapi dan percaya diri. Lulusan paling menonjol dari sekolah hukum terbaik di seluruh provinsi. Aku membuka resumenya dan membaliknya halaman demi halaman. Kemudian, tanganku berhenti di bagian informasi keluarga. Aku menatap nama itu cukup lama. Kemudian, aku mengangkat kepala, menatapnya, dan berkata pelan, "Kamu nggak diterima."

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

Senyum gadis itu langsung membeku di wajahnya.

"Maaf?"

Aku menutup mapnya dan mengulanginya, kali ini lebih keras.

"Kamu nggak diterima."

Para pewawancara lain saling berpandangan. Partner di sebelah kiriku mencondongkan tubuh dan berbisik pelan, "Bu Evelyn, dia baru 22 tahun. Juara nasional simulasi sidang. Punya enam makalah yang diterbitkan di jurnal ternama. Dia bintang besar. Tolong pertimbangkan lagi."

Dia berbisik, tetapi ruangan itu terlalu sunyi. Wanita itu mendengarnya.

Dia langsung menegakkan punggung.

"Aku sudah membuat keputusan," kataku sambil mendorong map itu ke samping. "Bella Hartanto, kamu nggak lolos wawancara ini. Silakan pergi."

Semua orang seakan-akan berhenti bernapas.

Keteguhannya akhirnya retak. Dia menghantam meja dengan kedua tangan lalu berdiri.

"Apa maksudmu?"

Aku tidak menjawab. Aku hanya menatap wajahnya. Matanya. Hidungnya. Garis rahangnya.

Semuanya begitu mirip dengan foto lama yang sudah bertahun-tahun kutatap. Tanganku mengepal erat.

Alisnya berkerut penuh amarah.

"Kamu tahu siapa aku?" tuntutnya. "Kakekku Profesor Hukum Emeritus di Universitas Negeri. Nenekku pelukis terkenal, akademisi seumur hidup di Akademi Seni Nasional. Kedua orang tuaku hakim federal. Semua orang di dunia hukum tahu nama mereka. Dan aku lulus peringkat pertama dari sekolah hukum terbaik di negara ini."

Semakin banyak bicara, semakin besar pula rasa percaya dirinya.

"Katakan padaku," katanya, kini nyaris memandang rendah ke arahku. "Apa sebenarnya yang kurang dariku?"

"Nilai hanya salah satu faktor," kataku tenang. "Dalam profesi ini, aku juga peduli pada karakter dan catatan disiplin yang bersih. Soal keluargamu, itu nggak memberimu nilai tambahan di sini. Silakan pergi."

Tubuhnya menegang. Mungkin ini pertama kalinya dia ditolak secara terang-terangan di depan banyak orang. Wajahnya memerah.

"Kamu sengaja mengincarku!"

Dia merampas berkas-berkasnya lalu menunjukku.

"Evelyn Surian, 'kan? Kamu tunggu saja. Satu kata dari kakekku saja, kamu nggak akan pernah bisa bekerja di industri ini lagi."

Dia berjalan keluar dengan amarah membara, menatap dengan penuh kebencian sebelum membanting pintu.

"Bu Evelyn ...." Para pewawancara lain mulai bicara.

Aku mengangkat tangan. "Kandidat berikutnya."

Tiga kandidat yang tersisa sama-sama luar biasa.

Saat kembali ke kantorku, aku baru saja meletakkan berkas mereka ketika partner seniorku, David Jovian, menerobos masuk.

"Evelyn, kamu gila? Kenapa kamu menolak Bella Hartanto? Kamu tahu siapa keluarganya? Kakeknya Profesor Hukum Emeritus di Universitas Negeri sekaligus partner lama firma ini. Menolak cucunya berarti bakal kena konsekuensi."

Dia berbicara lebih cepat dari biasanya. "Segera kirim surat penawaran. Sekarang."

"Terlambat." Aku menatapnya dengan senyum mengejek. "Aku sudah mengembalikan berkasnya."

Ekspresi wajahnya langsung terlihat hampa. Kemudian, ponselnya berdering. Sekali melihat nama peneleponnya, ekspresinya langsung berubah.

Dia keluar tanpa berkata apa-apa lagi, hanya melemparkan tatapan yang seolah-olah berkata bahwa aku baru saja memulai perang.

Aku tidak takut. Aku sudah lama menunggu datangnya hari ini.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

commentaires

M--G
M--G
bagus banget
2026-07-05 10:27:07
0
0
8
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status