بيت / Romansa / Secret Service 21+ / 28. Jeda yang Meresahkan

مشاركة

28. Jeda yang Meresahkan

مؤلف: Cherry Blossom
last update تاريخ النشر: 2026-05-15 22:06:09

Chapter 28

Jeda yang Meresahkan

Pagi datang membawa keheningan yang terasa berbeda dari malam sebelumnya. Cahaya matahari menembus tirai tipis penginapan dan jatuh di meja kecil tempat sarapan yang tersaji sederhana, roti panggang, telur, dan secangkir kopi yang masih mengepul. Nichole duduk di sana sejak beberapa menit lalu, tetapi tidak benar-benar melakukan apa pun selain memandangi makanannya. Rambut pirangnya diikat seadanya, wajahnya segar setelah tidur cukup, namun sorot matanya memanca
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Secret Service 21+   32. Akses Terbatas

    Chapter 32Akses Terbatas"Aku ingin bertemu Jelena," kata Nichole tiba-tiba saat mereka baru saja kembali dari memeriksa sisa-sisa bukti di mansion.Kalimat itu jatuh begitu saja di tengah ruang penginapan yang masih dipenuhi bau kopi dingin dan sisa kelelahan. Max yang sedang membuka jaketnya berhenti sejenak lalu menoleh perlahan pada Nichole seolah ingin memastikan ia tidak salah dengar, sementara Fred yang berdiri di dekat jendela mengerutkan alisnya dalam-dalam."Kau serius?" tanya Max datar.Nichole tidak langsung menjawab, ia berjalan ke meja lalu meletakkan topi dan kacamatanya dan menatap kosong ke arah permukaan kayu sejenak sebelum akhirnya mengangkat wajah. "Aku tidak bisa tetap di sini tanpa tahu apa yang sebenarnya kita hadapi."Max menghela napas pelan, rahangnya sedikit mengeras. "Kita sudah tahu cukup banyak, dan sisanya bukan lagi wilayah kita.""Semua orang terus bilang itu bukan wilayah kita, bukan bagian kita, bukan tanggung jawab kita. Lalu siapa yang benar-bena

  • Secret Service 21+   31. Tidak Seharusnya Ada

    Chapter 31Tidak Seharusnya Ada Baltimore siang itu cukup cerah, cahaya matahari jatuh terang tanpa ampun ke permukaan mansion yang kini kehilangan kesan misteriusnya digantikan oleh garis polisi kuning dan kendaraan resmi yang terparkir di sepanjang jalan.Max, Nichole, dan Fred melangkah melewati batas pembatas, udara langsung berubah menjadi lebih berat dan dingin seolah tempat itu masih menyimpan sesuatu yang belum selesai. Nichole berjalan di sisi Max, rambut pirangnya tersembunyi di balik wig cokelat, topi dan kacamata hitam menyamarkan wajahnya, tetapi tidak bisa menyamarkan ketegangan yang masih melekat di bahunya.Mereka masuk ke dalam mansion, di sana aroma kertas terbakar dan bahan kimia masih tercium tipis di udara seolah menunjukkan upaya penghapusan jejak tidak sepenuhnya rapi, namun ruangan utama tampak bersih seolah tidak pernah terjadi apa-apa di sana. Nichole menyusuri meja panjang dengan ujung jarinya, seolah berharap menemukan sesuatu yang terlewat. Max berdiri ti

  • Secret Service 21+   30. Terjebak

    Chapter 30Terjebak Langit berwarna keemasan saat mereka meninggalkan arena balapan babi, meninggalkan suara riuh yang perlahan memudar di belakang mereka. Setelah berpamitan pada orang tua Max, mereka kembali menuju penginapan. Jalanan yang mereka lalui terlihat lengang, hanya sesekali dilewati kendaraan lain yang melintas. Nichole duduk di kursi penumpang, tubuhnya bersandar dan matanya menatap keluar jendela. Ada sisa suasana ringan yang tadi sempat ia rasakan, tetapi semakin jauh mobil melaju meningglkan rumah Max, perasaan ringan tersebut perlahan memudar, digantikan oleh sesuatu yang lebih berat yang kembali merayapi benaknya tanpa permisi.Max mengemudi dengan satu tangan di setir, fokusnya terbagi antara jalan di depan dan keadaan di sekitar. Ia tidak banyak bicara sejak mereka meninggalkan tempat itu, membiarkan keheningan mengambil alih sementara Fred duduk di kursi belakang, sesekali bersiul pelan, jelas masih menikmati sisa hiburan tadi, kontras dengan suasana di depan y

  • Secret Service 21+   29. Terasa Normal

    Chapter 29Terasa NormalDi rumah Max, waktu bergerak dengan ritme yang berbeda dari dunia yang selama ini mereka jalani. Tidak ada suara notifikasi dan tidak ada laporan mendesak, juga tidak ada tekanan waktu yang memaksa. Hanya suara langkah di lantai kayu, dentingan peralatan dapur, dan angin yang sesekali menyentuh tirai jendela. Max berdiri di dekat wastafel mencuci tangannya setelah membantu ibunya membawa beberapa kotak kecil dari gudang belakang. Nichole tidak terlihat di dalam rumah, kemungkinan masih di luar melihat-lihat tanaman sayuran ibu Max, sementara Fred yang awalnya bermalas-malasan di sofa sudah menghilang entah ke mana, mungkin pergi menjelajahi area peternakan.Ibunya berdiri di dekat meja dapur, memperhatikan Max dengan sorot mata yang tidak terlalu sulit ditebak. Ada sesuatu yang ingin ia katakan sejak tadi dan akhirnya melakukannya tanpa banyak basa-basi."Dia cucu presiden sekarang," katanya pelan, tetapi langsung pada inti.Max tidak langsung menoleh. Ia men

  • Secret Service 21+   28. Jeda yang Meresahkan

    Chapter 28Jeda yang Meresahkan Pagi datang membawa keheningan yang terasa berbeda dari malam sebelumnya. Cahaya matahari menembus tirai tipis penginapan dan jatuh di meja kecil tempat sarapan yang tersaji sederhana, roti panggang, telur, dan secangkir kopi yang masih mengepul. Nichole duduk di sana sejak beberapa menit lalu, tetapi tidak benar-benar melakukan apa pun selain memandangi makanannya. Rambut pirangnya diikat seadanya, wajahnya segar setelah tidur cukup, namun sorot matanya memancarkan kelelahan yang sulit dijelaskan.Max duduk di seberangnya, diam seperti biasa, tetapi perhatiannya tidak benar-benar lepas dari Nichole. Ia tidak mengatakan apa pun saat melihat roti di piring wanita itu hanya berpindah posisi, bahkan masih utuh tidak berkurang satu gigitan pun. Ia juga tidak berkomentar saat kopi Nichole mulai mendingin tanpa disentuh. Namun, matanya mencatat setiap gerak-gerik Nichole, cara wanita itu menghela napas, cara jarinya mengetuk meja tanpa sadar, dan pandangan k

  • Secret Service 21+   27. Tidak Berarti Apa Pun

    Chapter 27Tidak Berarti Apa PunLangit siang di atas Washington tampak bersih seolah tidak bisa menyembunyikan sesuatu yang kotor, tetapi di dalam sebuah ruangan tertutup di gedung federal yang tidak memiliki papan nama, udara justru terasa berat seperti menyimpan terlalu banyak rahasia. Igor Volkov berdiri di dekat jendela besar dengan tangan terlipat di depan dada, pandangannya tertuju keluar tanpa benar-benar melihat apa pun. Sementara dari luar, ia terlihat seperti pria Rusia pada umumnya yang tenang dan tidak mudah terbaca, tetapi di dalam kepalanya, garis batas antara kesetiaan dan pengkhianatan telah lama kabur hingga nyaris tidak ada lagi yang bisa disebut hitam atau putih.Tidak seorang pun tahu di mana ia benar-benar berdiri dan untuk siapa. Tidak untuk Rusia, tetapi juga tidak pernah benar-benar sejalan dengan Amerika.Semua yang ia lakukan selama bertahun-tahun terakhir seperti sedaang berjalan di atas garis tipis yang bisa runtuh kapan saja, ia terbiasa memainkan peran y

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status