Home / Romansa / Sembunyi, Duke! Suamiku Datang / 3- Istri Di Atas Selembar Kertas.

Share

3- Istri Di Atas Selembar Kertas.

Author: A Yunisa
last update publish date: 2026-07-14 09:13:42

Malam telah turun saat Anastasia keluar dari ruangan itu. Koridor-koridor panjang kini diterangi cahaya yang berkelip tenang, sementara seluruh penghuni kastil mulai kembali ke kamar masing-masing.

Hanya satu orang yang masih berjalan tanpa tujuan yang pasti.

Anastasia.

Gaun panjangnya bergesekan pelan dengan lantai marmer setiap kali ia melangkah menuju Paviliun Timur. Wajahnya masih terlihat pucat sejak kejadian sore tadi, tetapi ia terus memaksakan dirinya untuk berjalan walaupun ucapan Lior masih terngiang di telinganya.

Ia menggeleng pelan, seolah ingin mengusir suara itu dari kepalanya.

Tidak.

Bagaimanapun juga Jasper adalah suaminya. Pria yang telah ia cintai selama empat tahun. Mungkin... semua ini hanyalah kesalahpahaman. Mungkin masih ada penjelasan yang belum sempat ia dengarkan. Dengan keyakinan itulah Anastasia akhirnya berdiri di depan kamar yang berada di ujung Paviliun Timur.

Ia mengangkat tangan untuk mengetuk pintu. Berbicara baik-baik dengan Jasper. Namun, sebelum buku-buku jarinya sempat menyentuh permukaan kayu, gerakannya terhenti.

Pintu itu ternyata tidak tertutup rapat. Ada celah kecil yang memperlihatkan sebagian isi ruangan. Tanpa sengaja, pandangan Anastasia jatuh ke dalam.

Dan saat itulah tubuhnya membeku. Di dalam kamar, Jasper sedang memeluk Mary.

Begitu erat. Seolah wanita itu adalah sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Salah satu tangannya mengusap perlahan punggung Mary, sementara tangan yang lain membelai rambut panjang wanita itu dengan penuh kelembutan. Sesekali Jasper mengecup keningnya, lalu mengecup bibirnya singkat, berusaha menenangkan isak tangis yang terdengar lirih.

Pemandangan yang selama ini hanya mampu dibayangkan Anastasi, kini benar-benar terjadi di depan matanya.

"Sayang..." suara Mary terdengar bergetar. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Jasper seperti anak kecil yang mencari perlindungan. "Aku takut Baroness akan menghukumku."

Jasper mengusap pipinya dengan ibu jari.

"Itu tidak akan terjadi."

"Tapi... bagaimanapun juga dia wanita bangsawan." Mary menggigit bibirnya pelan. "Sedangkan aku hanya seorang pelayan. Aku bisa dihukum gantung karena berani mengambil suami majikanku."

Mendengar itu, Jasper justru tersenyum dengan begitu lembut. Senyuman yang bahkan belum pernah Anastasia lihat sejak mereka menikah.

Jasper mengangkat dagu Mary agar wanita itu menatapnya.

"Dengarkan aku." Tatapannya dipenuhi kasih sayang. "Dari awal sampai akhir hanya kau yang kucintai, Mary."

Air mata yang sedari tadi ditahan Anastasia mulai menggenang. Ia menggigit bibir bawahnya sekuat tenaga agar tidak mengeluarkan suara.

"Pernikahanku dengan Anastasia tidak lebih dari pernikahan politik."

Kalimat itu menghantamnya jauh lebih keras daripada tamparan.

Dadanya terasa sesak. Tangannya yang masih berada di gagang pintu perlahan melemas hingga hampir kehilangan keseimbangan. Di dalam kamar, Mary menatap Jasper dengan mata yang masih berkaca-kaca.

"Aku tetap takut."

Jasper kembali menarik wanita itu ke dalam pelukannya.

"Jangan takut." Suaranya begitu lembut. "Lagipula ibuku memihakmu."

Ia mengecup pelipis Mary.

"Selama kau bisa melahirkan anak kita dengan selamat, tidak akan ada seorang pun yang berani menyakitimu."

Mary mengangguk pelan. Wajahnya kembali bersandar di dada Jasper, menikmati kehangatan pelukan pria itu. Keheningan menyelimuti ruangan beberapa saat sebelum Mary kembali bersuara.

"Kalau begitu..." Ia mendongakkan kepalanya. "Kenapa kau tidak menceraikannya saja?"

Jantung Anastasia kembali berdegup kencang, ia benar-benar ingin membuka pintu itu. Ingin masuk dan bertanya mengapa Jasper tega melakukan semua ini kepadanya.

Namun kedua kakinya seolah kehilangan tenaga. Ia hanya mampu berdiri di balik pintu, menjadi saksi bagi kehancuran rumah tangganya sendiri.

Jasper menghela napas panjang.

"Itu tidak bisa."

Mary mengerutkan kening.

"Tidak bisa?"

"Bukan karena aku tidak mau." Jasper mengusap lembut pipi wanita itu. "Tanpa Anastasia, keluarga Silas sudah lama hancur."

Mary terdiam.

"Seluruh utang keluarga kami dilunasi oleh keluarga Korvath melalui pernikahan ini." Nada suara Jasper tetap tenang, seolah sedang membicarakan urusan bisnis. "Mas kawinnya menyelamatkan wilayah kami dari kebangkrutan."

Mary menundukkan pandangan.

"Jadi... kau tidak bisa menceraikannya?"

"Bisa." Jasper tersenyum tipis. "Hanya belum sekarang."

Ia meraih tangan Mary lalu mengecup punggung jemarinya dengan penuh kelembutan.

"Percayalah." Tatapan penuh cinta itu kembali memenuhi wajahnya. "Aku tetap mencintaimu."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada yang begitu ringan, seolah sedang membicarakan seseorang yang tidak berarti.

"Sedangkan Anastasia..." Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. "Dia tidak lebih dari seorang istri di atas selembar kertas."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   81- Ingin Mendengar Semuanya.

    Lior turun dari kereta dan Anastasia hanya bisa menatap punggungnya beberapa saat. Ia kemudian menarik napas panjang dan mengikuti pria itu turun.Entah apa sebenarnya isi perjanjian antara Lior dan Ansel. Anastasia mulai merasa bahwa pernikahannya dengan Jasper mungkin hanyalah sebagian kecil dari permainan yang jauh lebih besar.Dan tanpa ia sadari, dirinya telah berdiri tepat di tengah-tengahnya.Pertemuan itu akhirnya terjadi di salah satu ruang pribadi milik keluarga Korvath yang berada tidak jauh dari pusat kota. Tempat tersebut sengaja dipilih Ansel karena lebih sepi dan tidak banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Bahkan para pelayan yang berada di bangunan itu hanya orang-orang yang sudah lama bekerja untuk keluarga Korvath dan dapat dipercaya.Namun, begitu Anastasia membuka pintu dan masuk bersama Lior, suasana ruangan langsung berubah.Ansel yang sedang berdiri di belakang meja kerjanya mengangkat wajah. Ia awalnya hanya melihat Anastasia dan mengira adiknya datang s

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   80- Rencana Mendadak.

    Anastasia sudah lebih dulu berada di dalam kereta ketika Stevi akhirnya ikut naik. Karena kereta itu memang disiapkan untuk perjalanan Anastasia dan tidak mungkin menyiapkan kereta lain hanya untuk seorang pelayan, Stevi tidak punya pilihan selain ikut dalam kereta yang sama. Ia segera duduk di samping Anastasia, sementara Lior tetap berada di bangku yang berseberangan dengan mereka.Stevi sempat melirik Lior dengan canggung sebelum menundukkan kepala. Jelas gadis itu masih merasa aneh karena tiba-tiba harus berada dalam satu kereta dengan Duke yang selama ini hanya berani ia lihat dari jauh.Anastasia sendiri juga merasa sedikit tidak nyaman. Ia menatap Lior,"Yang Mulia, karena Anda tiba-tiba memutuskan untuk ikut, saya harap Anda tidak keberatan jika Stevi tetap berada di dalam kereta."Lior mengalihkan pandangan kepada Stevi yang duduk di samping Anastasia. Ia tidak menunjukkan keberatan sedikit pun."Tidak masalah."Jawabannya singkat dan tenang.Anastasia mengangguk. "Terima kas

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   79- Ikut Pergi.

    Jasper tidak menjawab. Anastasia pun berbalik dan pergi menuju ruang makan. Langkahnya tetap tenang, seolah percakapan mereka memang sudah selesai.Jasper masih berdiri di lorong, memperhatikan punggung Anastasia hingga menghilang. Tangannya mengepal, tetapi kali ini bukan karena marah. Untuk pertama kalinya, ia mulai merasa khawatir.Selama ini, Jasper yakin Anastasia akan selalu bertahan. Namun wanita itu sudah tidak seperti dulu. Ia tidak lagi memohon, menangis, atau takut kehilangan pernikahan mereka. Bahkan ancaman perceraian tadi terdengar seperti keputusan yang benar-benar sudah dipikirkannya.Sementara itu, Anastasia duduk di ruang makan dan meminta teh seperti biasa. Tangannya memang sedikit dingin, tetapi wajahnya tetap tenang, ia merasa telah mengatakan apa yang seharusnya dikatakannya sejak awal. Jika Jasper kembali melewati batas, kali ini Anastasia tidak akan hanya mengancam.Ia benar-benar akan pergi.***Siang itu, setelah menyelesaikan beberapa urusan di dalam kastil,

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   78- Gugatan Perceraian.

    Setelah mengatakan itu, Anastasia kembali melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Ia tidak mempercepat langkah, juga tidak menoleh lagi. Seolah-olah percakapan dengan Jasper telah selesai dan tidak ada alasan baginya untuk berdiri lebih lama di lorong itu.Namun baru beberapa langkah, suara Jasper kembali terdengar dari belakang."Ana."Anastasia berhenti. Ia menutup mata sejenak sebelum berbalik. Wajahnya tetap tenang ketika menatap Jasper yang masih berdiri di tempat yang sama. Pria itu tampak jauh lebih tegang dibandingkan beberapa saat sebelumnya. Tangannya masih mengepal di sisi tubuhnya, sementara rahangnya mengeras menahan amarah."Apa lagi?""Kau benar-benar akan terus bersikap seperti ini kepadaku?"Anastasia menatapnya tanpa ekspresi."Seperti apa?""Seolah-olah aku bukan suamimu."Anastasia terdiam beberapa detik. Lalu ia menarik napas perlahan."Karena kau sendiri yang membuatku sulit menganggapmu sebagai suami."Jasper mengeraskan rahangnya."Aku sudah mengatakan bahwa a

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   77- Hubungan Di Atas Kertas.

    Stevi mengangguk."Baik."Anastasia kembali menatap surat dari Ansel yang masih berada di atas meja. Besok ia harus pergi, dan apa pun yang menunggunya di luar sana mungkin akan mengubah banyak hal, ia hanya bisa berharap rencana Stevi tidak berubah menjadi masalah baru sebelum ia sempat bertemu dengan kakaknya.Sementara di luar kamar, suara langkah pelayan masih terdengar samar di sepanjang koridor kastil. Tidak seorang pun tahu bahwa di balik pintu itu, Anastasia sedang mempersiapkan sesuatu yang harus dilakukan secara diam-diam.I mulai merasa bahwa masalah yang dihadapinya tidak lagi hanya tentang Jasper dan Mary. Ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang bergerak di belakang semua ini.***Pagi itu, Anastasia baru saja keluar dari kamarnya ketika ia bertemu Jasper di lorong menuju ruang makan. Ia sebenarnya tidak ingin berlama-lama berada di sana. Setelah malam yang melelahkan, ia hanya ingin sarapan dengan tenang lalu menjalani hari seperti biasa. Namun, langkahnya terhenti keti

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   76- Sedikit Pelajaran.

    Anastasia akhirnya berdiri. Ia tidak mengatakan apa-apa lagi kepada Lior. Ia hanya merapikan ujung gaunnya, menundukkan kepala sebagai tanda hormat, lalu meninggalkan meja makan. Malam itu, ia tidak peduli apakah Lior masih ingin berbicara dengannya atau tidak. Rasanya ia sudah terlalu lelah untuk memikirkan semuanya.Begitu keluar dari Paviliun Barat, Anastasia berjalan kembali menuju kastil dengan langkah pelan. Udara malam terasa dingin, tetapi kepalanya justru terasa semakin penuh. Perkataan Lior terus terngiang di benaknya, begitu pula kejadian beberapa jam sebelumnya. Jasper, perceraian, Mary, keluarganya, bahkan pertanyaan tentang Lior yang belum juga mampu ia jawab. Semuanya datang bersamaan hingga Anastasia tidak ingin memikirkan satu pun.Sesampainya di kamar, ia langsung masuk dan menutup pintu. Anastasia berdiri beberapa saat di tengah ruangan tanpa melakukan apa-apa. Tatapannya kosong, seolah tubuhnya sudah berada di sana, tetapi pikirannya masih tertinggal jauh di belaka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status