Home / Romansa / Sembunyi, Duke! Suamiku Datang / 76- Sedikit Pelajaran.

Share

76- Sedikit Pelajaran.

Author: A Yunisa
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-23 23:31:53

Anastasia akhirnya berdiri. Ia tidak mengatakan apa-apa lagi kepada Lior. Ia hanya merapikan ujung gaunnya, menundukkan kepala sebagai tanda hormat, lalu meninggalkan meja makan. Malam itu, ia tidak peduli apakah Lior masih ingin berbicara dengannya atau tidak. Rasanya ia sudah terlalu lelah untuk memikirkan semuanya.

Begitu keluar dari Paviliun Barat, Anastasia berjalan kembali menuju kastil dengan langkah pelan. Udara malam terasa dingin, tetapi kepalanya justru terasa semakin penuh. Perkataa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   79- Ikut Pergi.

    Jasper tidak menjawab. Anastasia pun berbalik dan pergi menuju ruang makan. Langkahnya tetap tenang, seolah percakapan mereka memang sudah selesai.Jasper masih berdiri di lorong, memperhatikan punggung Anastasia hingga menghilang. Tangannya mengepal, tetapi kali ini bukan karena marah. Untuk pertama kalinya, ia mulai merasa khawatir.Selama ini, Jasper yakin Anastasia akan selalu bertahan. Namun wanita itu sudah tidak seperti dulu. Ia tidak lagi memohon, menangis, atau takut kehilangan pernikahan mereka. Bahkan ancaman perceraian tadi terdengar seperti keputusan yang benar-benar sudah dipikirkannya.Sementara itu, Anastasia duduk di ruang makan dan meminta teh seperti biasa. Tangannya memang sedikit dingin, tetapi wajahnya tetap tenang, ia merasa telah mengatakan apa yang seharusnya dikatakannya sejak awal. Jika Jasper kembali melewati batas, kali ini Anastasia tidak akan hanya mengancam.Ia benar-benar akan pergi.***Siang itu, setelah menyelesaikan beberapa urusan di dalam kastil,

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   78- Gugatan Perceraian.

    Setelah mengatakan itu, Anastasia kembali melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Ia tidak mempercepat langkah, juga tidak menoleh lagi. Seolah-olah percakapan dengan Jasper telah selesai dan tidak ada alasan baginya untuk berdiri lebih lama di lorong itu.Namun baru beberapa langkah, suara Jasper kembali terdengar dari belakang."Ana."Anastasia berhenti. Ia menutup mata sejenak sebelum berbalik. Wajahnya tetap tenang ketika menatap Jasper yang masih berdiri di tempat yang sama. Pria itu tampak jauh lebih tegang dibandingkan beberapa saat sebelumnya. Tangannya masih mengepal di sisi tubuhnya, sementara rahangnya mengeras menahan amarah."Apa lagi?""Kau benar-benar akan terus bersikap seperti ini kepadaku?"Anastasia menatapnya tanpa ekspresi."Seperti apa?""Seolah-olah aku bukan suamimu."Anastasia terdiam beberapa detik. Lalu ia menarik napas perlahan."Karena kau sendiri yang membuatku sulit menganggapmu sebagai suami."Jasper mengeraskan rahangnya."Aku sudah mengatakan bahwa a

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   77- Hubungan Di Atas Kertas.

    Stevi mengangguk."Baik."Anastasia kembali menatap surat dari Ansel yang masih berada di atas meja. Besok ia harus pergi, dan apa pun yang menunggunya di luar sana mungkin akan mengubah banyak hal, ia hanya bisa berharap rencana Stevi tidak berubah menjadi masalah baru sebelum ia sempat bertemu dengan kakaknya.Sementara di luar kamar, suara langkah pelayan masih terdengar samar di sepanjang koridor kastil. Tidak seorang pun tahu bahwa di balik pintu itu, Anastasia sedang mempersiapkan sesuatu yang harus dilakukan secara diam-diam.I mulai merasa bahwa masalah yang dihadapinya tidak lagi hanya tentang Jasper dan Mary. Ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang bergerak di belakang semua ini.***Pagi itu, Anastasia baru saja keluar dari kamarnya ketika ia bertemu Jasper di lorong menuju ruang makan. Ia sebenarnya tidak ingin berlama-lama berada di sana. Setelah malam yang melelahkan, ia hanya ingin sarapan dengan tenang lalu menjalani hari seperti biasa. Namun, langkahnya terhenti keti

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   76- Sedikit Pelajaran.

    Anastasia akhirnya berdiri. Ia tidak mengatakan apa-apa lagi kepada Lior. Ia hanya merapikan ujung gaunnya, menundukkan kepala sebagai tanda hormat, lalu meninggalkan meja makan. Malam itu, ia tidak peduli apakah Lior masih ingin berbicara dengannya atau tidak. Rasanya ia sudah terlalu lelah untuk memikirkan semuanya.Begitu keluar dari Paviliun Barat, Anastasia berjalan kembali menuju kastil dengan langkah pelan. Udara malam terasa dingin, tetapi kepalanya justru terasa semakin penuh. Perkataan Lior terus terngiang di benaknya, begitu pula kejadian beberapa jam sebelumnya. Jasper, perceraian, Mary, keluarganya, bahkan pertanyaan tentang Lior yang belum juga mampu ia jawab. Semuanya datang bersamaan hingga Anastasia tidak ingin memikirkan satu pun.Sesampainya di kamar, ia langsung masuk dan menutup pintu. Anastasia berdiri beberapa saat di tengah ruangan tanpa melakukan apa-apa. Tatapannya kosong, seolah tubuhnya sudah berada di sana, tetapi pikirannya masih tertinggal jauh di belaka

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   75- Membiarkan Saya.

    Lior masih menatap Anastasia setelah wanita itu meminta agar mereka tidak membicarakan Jasper. Tatapannya tidak berubah, tetap tenang dan sulit dibaca, tetapi jelas bahwa ia belum berniat mengakhiri percakapan. Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya ia meletakkan cangkir tehnya di atas meja."Mengapa aku tidak boleh membicarakan suamimu?"Anastasia terdiam. Ia menatap hidangan di hadapannya, berharap dengan begitu pembicaraan itu akan berhenti dengan sendirinya. Namun Lior tidak mengalihkan pandangan darinya. Ia tahu pria itu sedang menunggu jawaban, sementara dirinya sendiri tidak tahu harus memberikan jawaban seperti apa tanpa membuka sesuatu yang sejak tadi berusaha ia sembunyikan."Bukankah seharusnya kau merayakan hubungan baikmu dengan suamimu?" lanjut Lior.Anastasia akhirnya menghela napas panjang. Ia mengangkat wajah dan menatap Lior dengan tatapan yang mulai menunjukkan kelelahan."Apa maksud Anda dengan hubungan baik?"Lior tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapnya. Tat

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   74- Berharap Pada Suamimu?

    Tidak ada lagi yang dikatakan Jasper, ia hanya berdiri di sana seolah tidak percaya bahwa kata-kata itu benar-benar keluar dari mulut Anastasia.Namun Anastasia tidak menarik kembali ucapannya. Ia sudah terlalu lama menahan semuanya.Jasper akhirnya berbalik dan meninggalkan kamar.Pintu tertutup perlahan.Begitu ia benar-benar pergi, lutut Anastasia kehilangan kekuatannya. Tubuhnya merosot ke lantai di sisi ranjang. Tangannya buru-buru menarik gaun yang robek untuk menutupi tubuhnya, lalu ia menyandarkan punggung pada ranjang.Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh tanpa bisa dihentikan.Anastasia menundukkan kepala. Tangannya menggenggam erat kain gaunnya yang koyak, seolah sedang berusaha mengumpulkan kembali sisa harga dirinya yang terasa telah dihancurkan di hadapan orang yang seharusnya melindunginya.Bahu Anastasia bergetar.Ia tidak menangis karena Jasper pergi. Ia menangis karena untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar kehilangan harga dirinya sebagai seorang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status