Home / Romansa / Sentuhan Berondong Sewaanku / Jika Tidak Sedang Melakukan Honeymoon

Share

Jika Tidak Sedang Melakukan Honeymoon

Author: Sal.Sal
last update Last Updated: 2025-12-13 07:38:43
Memikirkan hal itu, Aina dengan cepat mulai menggeleng-gelengkan kepalanya. “Memangnya apa urusannya denganku, kalo Dini mau membicarakan rasa sukanya?” ucapnya lagi untuk menenangkan dirinya yang terasa tidak tenang.

Tak mau memikirkan hal itu lebih jauh, ia mulai kembali berjalan menuju ruang tamu.

***

Di sisi lain, Rey dan Dini yang sudah duduk berdampingan di kursi taman. Hanya terdiam dan tidak ada yang memulai percakapan.

Rey yang merasa suasana hening itu terlalu canggung, akhirnya m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Saya Akan Menerima Tawaran Anda

    Aina tentu saja merasa sangat tak percaya mendengar ucapan Rey itu. “Jangan bercanda Rey.”Rey menatap Aina lebih dalam lagi. “Aku sama sekali ga bercanda!” Jawabnya menggunakan suara yang sangat tegas.Aina yang masih tak percaya atau lebih tepatnya tak mau percaya, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Rey yang tau Aina tak akan mudah menerima kata-katanya barusan. Berusaha kembali menggenggam lembut tangan Aina. Namun, Aina yang terlalu shock hanya bisa menghindari genggaman lembur tangan Rey dan melangkahkan kakinya beberapa langkah ke belakang.Mendapati penolakan itu, Rey kembali menghela napas. “Aina!” panggilnya dengan lirih.Tanpa berniat menyahut panggilan Rey, Aina hanya memperlihatkan raut wajahnya yang tajam.Rey memejamkan matanya sebentar. Lalu saat membukanya kembali, ia berkata. “Kalo kamu memang suatu saat menyesal, lebih baik—”“Cukup Rey!” Aina dengan cepat memotong ucapan Rey dengan marah.Rey yang tau Aina marah. Lagi-lagi hanya bisa menghela napasn

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Kembali Menjadi Seorang Gigolo

    Aina yang duduk kursi luar ruangan, tampak memperlihatkan raut wajah yang sangat resah sambil memegang ponsel yang ia tempelkan pada daun telinga. “Rey, angkat!” ucapnya dengan nada suara yang sangat khawatir.Disela rasa khawatir Aina. Tba-tiba saja dari kejauhan, Rey pria yang membuatnya resah selama berjam-jam muncul juga.“Rey!” Panggil Aina yang mulai berdiri dan menghampiri Rey. “Kamu dari mana? Kenapa lama banget pergi ke toilet nya? Terus kenapa juga, kamu ga angkat telepon aku?” tanyanya secara berbondong-bondong setelah sampai di hadapan Rey.Rey tak menjawab. Nampak, pria yang bertubuh tinggi itu hanya menatap Aina dengan tatapannya yang kosong.Kesal karena merasa diacuhkan, Aina segera berteriak memanggil nama kekasihnya itu. “Rey!”Rey yang tersentak akibat teriakan Aina, segera menjawab. “Ah.. iya kenapa?”Aina menghela napasnya kasar. Lalu menatap Rey dengan tatapan yang sangat kesal. “Kamu kenapa si?”Rey menggelengkan kepalanya. “Gapapa.” Bohongnya dengan ekspresi

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Saya Bisa Kasih Aina Kehidupan Seribu Kali Lipat Lebih Baik

    Rey membalikan badannya. Tampak raut wajah terkejut, terpampang jelas di wajah tampannya. “Apa maksud anda?” Hans kembali memperlihatkan senyum menyebalkannya. Tanpa mengeluarkan suara, ia mengisyaratkan Rey lewat matanya untuk kembali duduk. Mengerti atas isyarat yang digunakan Hans. Rey yang penasaran, dengan terpaksa kembali duduk di depan pria menyebalkan itu. “Jadi, bisa jelaskan apa maksud anda?” tanyanya cepat karena merasa tak sabar.Hans menatap Rey dengan tatapan yang tak bisa diartikan. “Maksud saya, apa kamu tau berapa tabungan yang Aina punya?” Rey menggelengkan kepalanya pelan.Mendapati gelengan kepala Rey, Hans tersenyum menyeringai. “Kalo begitu percaya pada saya, uang yang Aina punya di tabungannya itu tidak seberapa!”Tak paham mengapa Hans mengatakan hal tersebut dengan percaya diri, Rey mengernyitkan dahinya heran. “Kenapa saya harus percaya pada anda?” Seperti tak gentar, Hans sekarang menatap Rey dengan tatapan yang tajam. “Karena bagaimanapun saya suaminy

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Apa Kamu Percaya?

    Di dalam bangunan rumah sakit besar. Tampak Rey dengan wajah kusutnya, keluar dari ruangan dan bergegas berjalan menuju kursi yang tak jauh serta segera duduk di sana.Aina yang mengikuti langkah Rey dari belakang. Bergegas menyamakan langkahnya dan saat sampai, ia segera duduk di samping Rey. “Rey!” panggilnya dengan lembut sambil mengusap punggung tegap pria du sampingnya itu.Rey dengan wajah sendunya mengalihkan pandangan pada Aina. “Harusnya dari awal saat Key minta buat sekolah normal, aku ga izinin. Kalo aja aku ga izinin, mungkin aja kondisinya sekarang ga bakal parah lagi.” Ucapnya dengan putus asa.Aina menghela napas. Dengan lembut, ia menangkup kedua pipi Rey menggunakan tangannya. “ Rey denger. Itu bukan salah kamu. Aku tau pasti, kamu ngelakuin itu buat bikin Key bahagia.”“Tapi—”“Udah ga baik terus menyalahkan diri sendiri dan menyesali apa yang telah terjadi.” Aina dengan cepat memotong sanggahan Rey yang belum selesai Rey mengalihkan pandangannya ke segala arah. Tat

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Aku Ga Bakal Paksa

    Di dalam ruangan sederhana, tampak Rey yang berjalan mondar-mandir dengan raut wajah yang amat gusar. Disela kegusaran Rey, mata pria itu terus-terusan melirik jam dinding seperti orang yang tak tenang. “Kenapa Aina belum selesai juga bicaranya?” gumamnya yang merasa resah karena wanitanya yang sedang berbicara dengan calon mantan suaminya, sudah satu jam lebih belum selesai dan masuk juga ke dalam kontrakan mereka. “Apa aku intip aja ya?” ucapnya lagi yang mulai menghentikan langkahnya.Namun tak lama, Rey menggelengkan kepalanya tegas. “Kamu harus percaya sama Aina Rey!” tambahnya yang setelahnya kembali berjalan gusar.Di saat Rey merasa gusar menunggu Aina. Tiba-tiba saja terdengar bunyi pintu dari luar dan tentunya membuat pria yang merasa gusar itu mengalihkan tatapannya. “Aina!” panggilnya denga suara yang amat terdengar senang saat mendapati orang yang masuk adalah kekasihnya.Aina yang berwajah lesu, berjalan cepat menghampiri Rey. Lalu saat sampai, tanpa aba-aba, ia bergega

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Aku Merasa Ga Tahan

    Hans semakin terkejut. Jantungnya seperti berhenti berdetak. Bola matanya membulat sempurna. Mulutnya tak bisa ia gerakan untuk berkata. Di pikirannya sekarang hanya ada satu hal, ‘Aina tau rahasianya.’Melihat keterdiaman Hans. Aina mengartikannya sebagai pembenaran. Karena hal itu, seketika wajah lesu tampak jelas. Tatapan tajam, ia pancarkan pada pria di depannya. “Udahlah, sekarang kita ga usah lanjutun pembahasan ini dan lebih baik kamu pulang!” usirnya secara halus karena sudah sangat merasa lelah.Hans menggelengkan kepalanya tegas, sorot mata yang dalam ia perlihatkan pada istrinya. “Aku bakal pulang, kalo kamu juga ikut aku buat pulang.”Aina memperlihatkan senyum sinis di bibirnya. Tatapan tajam masih sangat jelas di matanya. “Aku ga mau!” suaranya terdengar sangat dingin dan tajam.Raut wajah Hans seketika memerah, amarah tampak jelas mulai menguasai tubuhnya. Sorot mata tak kalah tajam dari Aina, ia perlihatkan. “Kenapa? Apa itu karena kamu tau rahasia aku?” Aina menghela

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status