Beranda / Romansa / Sentuhan Candu Tuan Benji / 50. Jangan Membenciku

Share

50. Jangan Membenciku

Penulis: LilyLembah03_
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-30 22:01:05

"Tolong peluk aku, Tuan ...."

Ucapan Lily melahirkan kernyitan di kening Benji. Pria itu bahkan menyorot gadis di sampingnya aneh.

"Kau menyukaiku, ya?" tanya Benji to the point tanpa berusaha menyembunyikan isi kepala.

Lily menggeleng pelan sambil kali ini menelan obat yang dibawakan sang tuan tanpa air. Mengabaikan pertanyaan pria itu, Lily bahkan beralih berbaring membelakangi majikannya sambil meringkuk dalam bed cover tebal.

"Hei ... jujur saja! Kau menyukaiku? Kenapa kau terus bertingkah aneh dari kemarin? Tiba-tiba mencium ... lalu sekarang minta peluk?" Benji kembali merecoki sambil mengguncang bahu jalang kecilnya.

Bukannya menjawab, gadis itu malah menangis terisak. Isakan lirih yang tentu saja membuat Benji menghentikan guncangannya pada bahu Lily.

"Kenapa kau jadi menangis? Aku tidak memukulmu. Abia bisa salah paham, bodoh!" maki Benji panik.

Dan makian itu entah kenapa membuat Lily jadi bertambah sedih. Namun, tangisannya seketika terhenti begitu merasakan seseorang yan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   211. Bagaimana Jika

    "Bagaimana mungkin Ayah tidak hadir?!" "Dimungkinkan saja. Toh selama ini kau juga tidak terlalu peduli pada ayahmu!"Benjamin Kaisar menatap pria tua yang kini duduk santai di sofa kelewat tidak percaya. Setelah mendapat kabar bahwa Geovano tidak akan ada di Indonesia pada hari pernikahannya membuat Benji jelas marah besar.Dan semakin marah pula pria sipit itu menjadi begitu tahu Geovano absen di hari bahagia Benji untuk pertemuan keluarga dengan mertua Kiello---adik tirinya. Putra yang jelas bukan anak kandung Geovano Galendra."Kau memang gila, Ayah!" maki Benji tanpa berusaha menjaga kesopanannya lagi."Jangan berlebihan, Kaisar. Ini pernikahan keduamu, tidak seistimewa itu. Jadi lakukanlah dengan sederhana ...." Kali ini, Benji jelas makin mengernyit heran akan ucapan enteng ayahnya. Pria sipit itu benar-benar tidak mengerti dengan pemikiran Geovano. Sungguh. "Ini memang pernikahan keduaku, Ayah. Tapi Lily tetap istimewa bagiku. Aku tidak ingin melakukannya dengan apa adanya.

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   210. Bertahan Lebih Lama

    "Kenapa kau cantik sekali? Aku jadi ingin menciummu ....""Berhentilah bicara mesum di tempat umum!"Lily memberengut sambil berputar-putar di depan cermin ruang ganti. Sore ini, mereka akhirnya akan melakukan foto prewedding guna menyimpan kenangan manis dalam sebuah gambar. Dan tema yang keduanya sepakati adalah nuansa alam. Oleh karena itu, Lily kali ini memakai gaun tanpa lengan dengan punggung cukup terbuka berwarna putih dengan payet berbentuk kupu-kupu. Karena sudah cukup lama absen dari tugasnya sebagai jurnalis akibat kecelakaan, warna kulit perempuan itu pun kembali dalam waktu hanya sebulan. Kini, kulit putih bersih sedikit kemerahan Lily tampak menyala begitu mereka menuju daerah pepohonan dan bunga liar yang terletak dekat danau.Seperti Lily yang tampak memukau dengan rambut dihiasi hair clip berbentuk bunga lily, Benjamin Kaisar juga menawan dengan setelan kemeja dan celana bahan serba putih. Dan Lily tentu saja tidak bisa fokus karena melihat sang calon suami selama

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   209. Terjebak Masa Lalu

    "Papa lucu, ya?"Natsuki berkomentar sambil terkekeh geli. Sedang Lily sibuk memandangi pria tua yang masih melambai heboh ke arah mereka dari jendela rumah makan. Dia tampak masuk mobil dengan suasana hati luar biasa senang.Sama seperti perempuan yang saat ini masih duduk di depan Lily. Berbanding terbalik dengan dirinya yang tidak bisa menyembunyikan ekspresi murung."Ayo kembali ke kantor! Kau kan mau cepat menyelesaikan kerjaan supaya bisa cuti," ajak Natsuki meski sedari tadi Lily tidak tampak berusaha menyahuti ucapannya.Sepertinya sejak tahu Lily adalah calon kakak iparnya, perempuan itu berusaha mendekatkan diri pada si jurnalis junior yang sebelumnya ia remehkan. Tanpa segan, kali ini si perempuan keturunan Jepang bahkan merangkul Lily begitu si jurnalis cantik bangkit berdiri dari kursi meja makan."Kalau boleh tahu ... bagaimana Om Geo dan orangtua Mbak Nana bisa bersahabat?" tanya Lily akhirnya tidak bisa menahan rasa penasaran."Eum ... aku juga kurang ingat ceritanya.

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   208. Sudah Punya Menantu

    "Akhirnya aku punya dua anak perempuan untuk diajak sarapan."Lily dan Natsuki hanya saling memandangi dengan canggung mendengar ucapan Geovano. Pagi ini, kedua jurnalis berbeda posisi itu diseret menuju rumah makan tradisional dekat kantor.Lily tentu saja mengiyakan meski harus meninggalkan pekerjaannya yang bahkan belum rampung karena terus direcoki. Namun, perempuan itu sama sekali tidak tahu bahwa sang calon ayah mertua tidak mengajaknya sarapan berdua.Ada Natsuki Eleanor pula. Ada senior Lily yang juga menjadi calon adik iparnya. Sejenak, si jurnalis cantik lupa bahwa Kiello sudah menikah dengan perempuan yang sempat Lily kagumi itu."Pernikahanmu seminggu lagi. Aku mengajakmu bertemu juga untuk bertanya, kau mau hadiah pernikahan apa? Tidak mungkin aku bertanya Kaisar, dia pasti akan menolak keras dan dengan sombong bilang bisa membelikanmu apapun yang kau mau." Geovano menjelaskan tujuannya sambil menatap Lily dengan senyum lebar.Pertanyaan tidak terduga itu sontak membuat L

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   207. Calon Istri

    "Aku tidak bisa pagi ini! Aku masih harus kerja!" "....""Iyaaa! Kakiku sudah LEBIH dari sembuh. Kau tidak perlu khawatir!""....""Ya! Kumatikan. Nanti siang aku pulang."Setelah memutuskan sambungan telepon, Lily mengeluarkan kartu undangan dari tasnya sambil berjalan memasuki lorong menuju ruang kerjanya. Sesaat masuk ke sana, perempuan itu langsung menemukan banyak jurnalis yang tengah berkumpul.Mulai dari junior sampai senior."Ini dia! Calon pengantin baru kita sudah datang!" sapa Genta--rekan kerjanya sejak masih magang di Neows."Lily! Cepat kemari! Aku mau bertanya banyak padamu!" panggil salah satu senior lain yang Lily ingat adalah sahabat Natsuki.Lily pun dengan cepat menghampiri kerumunan rekan kerjanya yang seperti biasa tengah berbincang di pagi hari sebelum berpencar mengurus pekerjaan masing-masing. Sesaat Lily mendekat, Genta langsung merangkulnya sambil menyengir penuh goda."Ternyata aku salah mengasihanimu, ya? Arsitek tampan itu diambil oleh Mbak Nana, tapi ka

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   206. Jauh Lebih Hidup

    "Apa kalian sudah puas liburan?"Lily dan Benji saling berpandangan begitu sapaan bernada mengejek itu mereka dapati sesaat sampai di kediaman Galendra. Geovano--si pemilik rumah sekaligus ayah dari Benji menyambut kepulangan mereka yang baru saja kembali dari Lombok dan langsung ke sini.Setelah mengabari tentang rencana pernikahannya dengan Lily, sang ayah memang meminta Benji untuk langsung pulang ke sini. Dan Benjamin Kaisar yang syukurnya sudah tidak sekeras kepala dulu, tentu saja menurut karena suasana hatinya juga tengah sangat baik."Kiello dan istrinya masih di sini?" tanya Benji malah mengalihkan topik sambil mencium punggung tangan ayahnya."Masih. Nanti sore mereka pindah ke rumah baru. Tadi pagi semua barangnya sudah diangkut ke sana," jelas Geovano yang sejenak diangguk-angguki Benji pelan.Berikutnya, pria sipit itu melirik pada Lily yang masih tampak biasa saja meski mendengar nama mantan calon suaminya. Kali ini, perempuan itu bahkan ikut menyalami sang ayah sambil t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status