ホーム / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 211: Hubungan Kalian

共有

CHAPTER 211: Hubungan Kalian

作者: Heiho
last update 公開日: 2026-05-02 21:00:53
Kedua wanita di depan Hani terbelalak kaget. Merphilus ikut membesarkan matanya. Ia menatap lekat Hani dari belakang.

Salah satu dari wanita itu tersadar duluan lalu menggeram kesal, “Kamu tidak bisa mengusir tante seperti itu, Hani!”

Hani mendengus, “Kenapa tidak? Tante sudah menghina penyelenggara acara ini dan aku sebagai salah satu penyelenggara juga, berhak mengusir tante!”

“Kami keluargamu, Han!” timpal wanita lainnya yang sudah tersadar juga. Wajahnya ikut mengeras.

“Keluarga? Kelua
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 264: Suasana Janggal

    Jawaban Hani itu menimbulkan berbagai reaksi.Jefri menyeringai puas. Rara meringis, sudah menyangka jawaban itu yang akan keluar. Tiara memelototkan matanya.Sementara Alexander, wajahnya seketika memerah. Terlihat kesal.“Berhenti bercanda seperti itu, Hani! Umurmu sudah 22 tahun!” seru Alexander membuat beberapa tamu menoleh ke arah mereka.“Sebentar lagi kamu menjadi pewaris. Jadi, sudah waktunya untukmu memikirkan keluarga agar ada pewaris selanjutnya!”Hani berdecak pelan. Orang ini benar-benar menyebalkan. Ia lebih tidak menyukainya dibanding Tiara.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 263: Tiga Situasi

    “Selamat malam, Tuan Merphilus. Anda datang cepat, ya?”Senyuman Merphilus berubah dingin. Begitu juga dengan sorot matanya yang tadi sempat hangat.Hani merinding melihatnya. Ia tanpa sengaja meremas lengan Leo lebih erat, membuat mata Merphilus menyipit.“Ini acara saya. Tentu saja saya harus datang lebih cepat,” balas Merphilus ringan, “Bukan begitu, Nona Hani?”Hani tersentak. Kaget karena tiba-tiba Merphilus kembali mengarahkan percakapan padanya.Pria itu memang sepertinya sengaja menargetkan dirinya.Menarik napas pelan, Hani lalu membuka

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 262: Melindungi Hani

    Hani tertegun. Bibirnya bergerak-gerak, kesulitan untuk merangkai jawaban atas perkataan Leo barusan. Jantungnya berdebar kencang.Dengan gugup, ia akhirnya berkata pelan, “Om tadi bilang apa?”Leo menghela napas pelan, “Tuan Merphilus bilang ia sudah tidak sabar bertemu Nona lagi di acara Grand Opening nanti.”Ternyata ia tidak salah dengar.Tubuh Hani seketika meremang. Kepanikan melanda dirinya.Ternyata hari seperti ini memang akan datang.Sejak Hani mengungkapkan perasaannya ke Merphilus, ia langsung menutup kontaknya dengan pria itu. Pesan-pesan pria itu tak dibalas. Panggilannya juga.Hani tahu Merphilus pasti akan bertindak karena hal ini. Ia sudah mempersiapkan dirinya dari jauh-jauh hari. Mewanti-wanti kalau Merphilus datang tiba-tiba ke rumahnya.Tapi, hari demi hari berlalu. Merphilus tidak menunjukkan batang hidungnya sekali pun. Dan seolah mendukungnya, semesta juga tidak mempertemukan mereka sama sekali.Hani sudah merasa lega. Mungkin Merphilus akhirnya memutuskan untuk

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 261: Pertanyaan Leo

    “Anda belum pulang, Tuan Leo?” tanya Merphilus, memecah pembicaraan. Ucapannya terdengar ramah, tapi nada suaranya tidak mengenakkan di telinga Leo.“Saya habis dari toilet,” balas Leo tenang.“Ah, kalau begitu, Nona Hani juga di sana?”“Tidak. Beliau sudah menunggu di mobil.”Merphilus hanya ber-hm pelan untuk menanggapi. Ia melangkahkan kakinya lagi, hendak masuk ke toilet. Sebelum suara Leo kembali menghentikannya.“Apa yang terjadi antara anda dan Nona Hani?”Merphilus kembali menoleh padanya. Tatapannya menajam.“Apa maksud anda?” tanyanya rendah.Leo menarik napas sejenak. Ia menatap lurus Merphilus dengan tatapan yang tak kalah sengitnya.Dipikirkan bagaimana pun, ucapan Liam tadi terasa mengganjal baginya. Merphilus mengalami mood buruk sehari setelah meeting besar. Sama seperti Hani yang muram di waktu yang sama. Hani tidak muram sampai meeting selesai dan melakuka

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 260: Kejanggalan

    “Pak direktur, Nona Hani dan Tuan Leo datang ke kantor.”Merphilus sontak mendongakkan kepalanya. Menghentikan aktivitas men-scroll ponselnya yang sedari tadi ia lakukan.Sudah beberapa hari ini, Liam mendapati bosnya itu suka bermain ponsel. Sebenarnya bukan hal yang aneh, mengingat Merphilus memang orang yang sibuk jadi sudah pasti banyak yang menghubunginya.Tapi, intensitasnya lebih tinggi dari biasanya. Dan ia hanya terlihat menscroll ponselnya sambil memasang wajah masam.Sekali waktu, Liam pernah tidak sengaja melihat layar ponselnya dan menemukan kolom pesan terpampang di sana. Itulah yang Merphilus sering lihat selama ini.Dengan kata lain, bosnya itu mungkin sedang menunggu pesan dari seseorang?Orang seperti apa yang membuat Merphilus begitu menantikan pesannya?Meski ia penasaran, tentu saja Liam tidak bisa menanyakannya. Pekerjaannya bisa langsung terancam.“Kenapa mereka tiba-tiba datang?” tanya Me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 259: Merphilus dan Hani

    Hani bertambah muram. Itu yang Rara tangkap ketika melihatnya sekarang.Tapi … kenapa? Setelah meeting kemarin, dia masih terlihat baik-baik saja. Atau dia yang tidak memerhatikannya saja karena sibuk bertengkar dengan Jefri kemarin?‘Tidak. Aku yakin dia kemarin masih biasa saja,’ batin Rara meyakinkan dirinya. Ia menatap lamat-lamat Hani yang tengah berdiskusi dengan Jefri. Membahas kelanjutan programnya.Kemuraman itu sebenarnya tidak terlihat jelas di wajahnya. Hani berhasil menyembunyikannya dengan baik.Insting Rara lah yang mengatakan hal itu. Insting persahabatan selama bertahun-tahun. Haruskah ia mulai menanyakannya ke Hani? “Ada apa, nyonya Rara?”Rara tersentak. Kaget karena seseorang tiba-tiba menginterupsinya. Wanita itu segera menoleh dan melihat Leo menatapnya penasaran.“O-oh, kenapa tiba-tiba bertanya, om?” tanyanya tergagap. Masih dipenuhi rasa kaget.“Anda menatap nona Hani sangat serius,” balas Leo, “Apa ada sesuatu yang salah?”“Oh, tidak! Itu cuma—”Rara menela

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 113: Hukuman Rachel

    “Sebenarnya apa yang kau lakukan?!” bentak Marco penuh amarah, “Kau sudah gila, ya?!”Rachel menghembuskan napas kasar. Ia memijat-mijat kepalanya yang berdenyut pusing.Mereka bertiga sekarang sedang di ruang tunggu kecil untuk menunggu istirahat sidang berakhir. Satu petu

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 103: Ayo Menikah

    TUNTUTAN RACHEL SULLIVAN GAGAL! RARA HESTELIA SIAP MELAWANNYA DI PENGADILAN! Rachel menggeram pelan membaca judul artikel di ponselnya. Ia mendelik ke Marco, salah satu petinggi agensinya, yang datang berkunjung. “Kalian ini sebenarnya bisa kerja atau tidak, sih?” decak Rachel, “Apa uang kalian

    last update最終更新日 : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 107: Kebimbangan Kate

    “Kamu sudah paham kan, Kate? Untuk sidang berikutnya, kamu akan menjadi saksi kunci. Jadi, pastikan kamu berbicara sesuai isi dokumen ini,” ucap Marco tegas sambil menatap serius Kate. “Jangan mengacaukannya sama sekali,”Kate mengangguk pelan. Marco kembali berbicara dengan pengacara Rachel, memba

    last update最終更新日 : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 108: Saksi Misterius

    “Apa? Anda berhasil menemukan saksi untuk membantu kita?” tanya Rara kaget pada Lexus yang duduk di seberangnya. Lexus mengangguk. Ia menyesap sejenak kopi yang disuguhkan Hani lalu menjawab, “Septa mengabari saya kemarin dan saya juga sudah bertemu dengan saksi baru kita,”“Septa?” Hani menaikkan

    last update最終更新日 : 2026-03-29
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status