Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 205: Oke, Sayang?

Share

CHAPTER 205: Oke, Sayang?

Author: Heiho
last update publish date: 2026-04-26 21:21:09
“Kamu yakin tidak masalah mengundang anggota keluarga Nickelson?”

Rara mengangguk atas pertanyaan Hani. Sambil mengecek nama-nama tamu di undangan, dia berkata, “Om Jefri bilang mereka sudah tidak marah lagi denganku. Jadi, kurasa tidak ada masalah,”

“Tapi, tetap saja,” Hani mendesah, “Siapa tau ada yang masih menaruh dendam padamu, kan?”

Rara tersenyum. “Tidak apa. Justru itu hal wajar,” ucapnya, “Bagaimana pun, aku telah berhubungan gelap dengan salah satu orang penting di keluargamu. Jadi, a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 226: Kedua Kalinya

    Rara duduk dengan tegang di kursi yang disediakan untuknya. Di sebelahnya, Jefri dan Hani ikut duduk. Para pramusaji segera menuangkan wine ke gelas di atas meja bundar. Rara mengucapkan terima kasih ke pramusaji tersebut. Ia lalu kembali menatap panggung di depannya. Mejanya ada di barisan paling depan sehingga bisa dekat dengan panggung. Menurut Jefri, tempat ini memang eksklusif untuk mereka sebagai penyelenggara acara. Rara benar-benar tidak menyangka bisa duduk di tempat seperti ini.Wanita itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Para tamu juga sudah mulai duduk di tempatnya masing-masing. Para pramusaji sibuk berkeliaran menuangkan wine. Begitu juga dengan Leo yang sibuk mengarahkan para tamu menempati tempat duduk yang sesuai.‘Jadi, pestanya seperti ini,’ batin Rara. Ini pertama kalinya dia menghadiri pesta seperti ini. Meski dalam hidupnya, dia baru sekali menghadiri pesta ketika acara keluarga Nickelson

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 225: Tidak Akan Berhubungan

    ‘Dia lumayan juga,’ batin Hani yang tengah mengikuti langkah Merphilus dari belakang. Tadi Jefri menyuruhnya untuk segera menyusul pria itu. Ia dan Rara masih di lobi hotel, bercakap-cakap dengan para kolega.Menyadari isi pikirannya barusan, Hani segera menggelengkan kepalanya. Bisa-bisanya ia berpikiran seperti itu! Tapi, memang tak dapat dipungkiri kalau penampilan Merphilus malam ini lebih …. Tampan dari biasanya. Mungkin karena gaya rambutnya yang disisir rapi itu. Atau karena jasnya yang sangat pas sehingga membentuk tubuhnya lebih jelas. Entahlah.‘Aku pasti sudah gila,’ sungut Hani dalam hati. Ia tidak boleh melupakan betapa menyebalkan pria itu selama ini!Keduanya akhirnya sampai di aula. Mereka segera menuju belakang panggung, menemui operator yang bertugas menayangkan presentasi mereka di layar nanti. “Semuanya aman?” tanya Merphilus ke salah satu staf operator.Staf yang ditanya itu mengangguk, “Aman. Tadi kami sudah mencobanya lagi.”Keduanya kemudian terlarut dalam

  • Sentuhan Lembut Om Duda   Chapter 224: Strawberry

    “Saya akan segera memanggil penata busana kesini. Lalu, merias anak anda.”Jefri mengangguk, “Mohon bantuannya.”Penata rias beserta stafnya itu segera meninggalkan Rara dan Jefri. Rara menghela napas pelan. Ia merasa lelah entah kenapa. Mungkin karena situasi ini begitu tiba-tiba. Jefri tiba-tiba saja pulang sambil membawa sekumpulan orang ini kemudian meminta mereka untuk mengurus Rara. Membuat Rara yang belum memahami situasi, hanya bisa pasrah mengikuti alur Jefri.“Ada apa? Lelah?”Rara mengalihkan pandangannya ke Jefri yang berdiri di depannya.“Mau diambilkan minum?” tanyanya lagi. Rara menggeleng. Ia menghela napas pelan lagi. “Kenapa mas tiba-tiba manggil orang buat ngurus aku begini?” tanyanya pelan. “Kamu tidak suka?”“Bukan begitu,” bantah Rara, “Aku cuma kaget.”Sebelum Jefri menjawab, Rara melanjutkan, “Apa ini ada hubungannya sama ucapanku waktu itu? Yang mas bilang bakal diurus itu?”Rara menatap gelisah Jefri yang tak segera menjawab. Ia sedikit berharap Jefri tida

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 223: Memanjakanmu

    Rara menelan ludah. Ia mengeratkan pegangannya di jas lalu mengangguk pelan.“Aku …. Aku takut mempermalukan mas,” lirih Rara. Jefri tidak menjawab, jadi Rara melanjutkan.“Sebenarnya, aku percaya diri dengan kemampuan sosialku. Walaupun …. Walaupun aku takut juga sih sama reaksi mereka. T-tapi, yang paling aku khawatirkan itu,”Rara menggigit bibirnya sejenak.“Soal …. Penampilanku.”Hening. Jefri tak lagi menjawab. Ia menatap lekat Rara yang terlihat semakin sendu.“Bagaimana kalau make upku tidak bagus nanti? Atau pilihan bajuku jelek?” cerocos Rara, “Bagaimana kalau penampilanku nanti malah mempermalukan mas?”Rara menghela napas pelan, “Itu sih …. Yang kupikirkan. Makanya aku mencari artikel tentang itu, tapi ternyata tidak terlalu membantu.”Rara tertawa sumbang. Ia lalu kembali menghela napas.Merasa Jefri tidak akan menjawabnya, Rara akhirnya berbalik badan. Hendak menaruh jas Jefri di tempat kotor. Tapi, pria itu justru menahan bahunya membuat Rara tak bisa bergerak. Rara me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 222: Khawatir

    “Jangan lupa untuk datang ke pesta awal tahun, Tuan Merphilus,” ucap Jefri, “Hani sudah mengundang anda, kan?”Merphilus mengangguk. Ia menghentikan langkahnya begitu mereka sampai di pintu lobi. Mobil jemputannya belum datang.“Saya pasti akan datang. Kalau tidak, kasian Nona Hani jadi sendiri, kan?” ucap Merphilus sambil menatap Hani di sebelah Jefri. Nadanya seperti biasa terdengar mengejek.Jefri tertawa, sementara Hani mengerutkan wajahnya masam. Padahal moodnya masih belum pulih karena masalah sebelumnya, tapi Merphilus malah membuat moodnya semakin turun!Mobil Merphilus tak lama datang ke depan lobi. Liam yang sedari tadi mengikuti Merphilus dari belakang segera berjalan mendekati mobil untuk membukakan pintu. “Kalau begitu, saya pamit dulu,” ucap Merphilus sambil mengulurkan tangannya.Jefri membalas jabat tangannya, “Hati-hati di jalan, Tuan. Semoga kita bisa segera makan bersama di lain waktu.”Merphilus mengangguk. Ia menoleh ke Hani dan mengulurkan tangannya juga. “Sampa

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 221: Melihatnya Lagi

    “Saya sudah meluruskan masalah om Leo.”Merphilus menoleh ke Hani yang berdiri di sebelahnya. Ia kemudian melirik Leo yang sedang menyiapkan layar proyektor bersama Liam, tidak jauh dari mereka.Merphilus tersenyum miring, “Sepertinya begitu. Melihat dia tidak menatap seram lagi sekarang.”Ia kembali menatap Hani. “Kerjamu bagus.”Hani mendengus. Ia tidak tahu Merphilus beneran memuji atau mengejeknya sekarang. Tapi, setidaknya dia sudah menyampaikannya.Ia bisa benar-benar tenang sekarang. “Apa anda gugup hari ini?”Hani tidak segera menjawab. Ia menatap kesibukan para staf hotel yang sedang mempersiapkan meeting besar hari ini. Sesuai kesepakatan di pertemuan kemarin, Jefri memutuskan untuk mengadakan meeting besar dua hari setelah pertemuan Hani dengan Merphilus. Meeting dilaksanakan di ruang meeting yang berada di hotel Diamon.Ruang meeting itu cukup besar sehingga kemungkinan cukup unt

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 152: Hubungi Om

    “Rara!” seru Sandra begitu Rara memasuki kantor. Wanita itu segera berjalan mendekatinya. Ia tersentak saat melihat tubuh Rara basah kuyup.“Dasar nakal! Kamu menerobos hujan?!” seru Sandra sambil memelototkan matanya. Rara meringis. Baru saja ia tadi dimarahi Jefri, tapi sekar

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 149: Jadi Pasanganku

    “Apakah om mau menjadi pasanganku di acara dansa nanti?”“Apa?”Perasaan Hani berubah resah ketika melihat Leo terkejut. Apa pria itu akan menolaknya? Atau ucapannya kurang jelas?Ragu-ragu, Hani kembali berkata, “Aku pingin om jadi pasangan dansaku di acara nanti,”Kali ini, Leo harusnya mendengar

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 150: Kesempatan Kedua

    Sandra mengerutkan alis bingung, “Tunggu, Ra. Biar aku cek dulu–”“Tidak usah! Sebaiknya tetap beli untuk jaga-jaga, kan?” potong Rara lagi, “Mencegah itu lebih baik, kan?”Rara lalu menoleh ke Jefri. “Om, tolong bantu kak Sandra benerin atap, ya!”“Apa?” tany

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 128: Hotel Jefri?

    [Aku sudah menemukan informasi kalau om Leo tidak memberitahukan pertemuan kalian ke ayah. Jadi, tidak usah khawatir!]Rara menghela napas lega usai membaca pesan Hani. Tapi, di sisi lain, ia juga merasa penasaran dengan cara Hani mencari tahunya. Sahabatnya itu tidak bertanya langsung, kan?Rara

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status