Startseite / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 246: Tunjukkan, Hani

Teilen

CHAPTER 246: Tunjukkan, Hani

last update Veröffentlichungsdatum: 04.06.2026 19:01:57

“Ke hotel Aster ya, om.”

Leo mengangguk. Tidak membalas apa pun lagi, membuat Hani semakin merasa canggung.

Hani sudah menduga suasana akan menjadi canggung begitu ia hanya bersama Leo, tapi ia tidak menyangka akan secanggung ini!

Leo sangat diam sekarang. Padahal, biasany

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (1)
goodnovel comment avatar
aiiuuu
semoga aja ending nya hani sama marphilus
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 252: Keraguan

    “Om kurang tidur ya akhir-akhir ini?”Leo tersentak. Mengalihkan pandangan ke Hani yang menatapnya khawatir. Ia berdehem sejenak dan tersenyum.“Kenapa tiba-tiba bertanya, nona?”“Soalnya kantong mata om keliatan tambah gelap,” balas Hani, “Terus wajah om juga keliatan lelah dan ngantuk banget! Jadi, aku rasa itu karena kurang tidur?”Leo meringis. Anak bosnya itu memang jeli seperti ayahnya. Ia memutar otak, mencari alasan yang tidak akan membocorkan rahasianya.“Saya dari kemarin sibuk mengecek dokumen proyek kita. Memastikan semuanya aman karena sebentar lagi waktunya peresmian.”Hani membulatkan mulutnya. Berkata oh panjang sambil mengangguk-angguk. Ia tidak lagi bertanya setelah itu, membuat Leo menghela napas lega.Alasan sebenarnya adalah karena ia sedang menjalankan misi rahasianya. Memantau hotel Amarose untuk memergoki keberadaan Merphilus dan Hani di sana. Leo akhirnya membulatkan tekad untuk mengikuti firasatnya. Bagaimana pun, ia merasa janggal karena Hani berubah muram s

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 251: Kembali Curiga

    “Ada apa? Kamu terlihat muram.”Rara mengangkat pandangannya ke Jefri. Pria itu menatapnya dengan satu alis terangkat, terlihat penasaran. Tangannya sibuk melepaskan kancing jasnya.Jefri baru pulang beberapa menit lalu. Sejam setelah Hani naik ke kamarnya, pria itu pulang ke rumah.Rara menghela napas pelan. Tangannya terulur untuk membantu Jefri membuka jasnya. Dari jarak sedekat ini, Jefri bisa melihat kantung mata istrinya semakin tebal.Ia mengelusnya pelan. “Sepertinya tidurmu semakin tidak teratur,” ucapnya, “Kamu khawatir dengan meeting besar nanti?”“Hm. Ya, lumayan.”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 250: Siapa di Matanya?

    “Apa—”Hani menelan ludah sejenak.“Kenapa …. Menggunakan panggilan itu?” tanya Hani akhirnya berhasil menyelesaikan ucapannya itu.“Kenapa?”Merphilus mendekat lagi.“Bukankah panggilan itu terasa lebih intim?” bisik Merphilus, “Membayangkan dirimu menggunakannya saat terengah-engah di bawah saya—”“S-saya mengerti!” sela Hani sebelum ucapan Merphilus selesai. Wajahnya memerah padam.“Tapi …”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 249: Panggilan Bagus

    “Saya dengar nyonya Rara akan memberitahu strategi promosinya di meeting besar minggu depan.”Hani tersentak pelan. Menghentikan kegiatannya membuka kancing kemeja.Seminggu berlalu sejak pertemuan di kantor Jefri itu. Sudah waktunya bagi mereka untuk melaksanakan jadwal lagi.Seperti biasa, mereka datang ke hotel yang sudah menjadi basecamp keduanya. Mereka hampir datang secara bersamaan, makanya kini tengah bersiap bersama dengan saling membelakangi.Atau lebih tepatnya, hanya Hani yang membelakangi. Ia refleks melakukannya. Entah kenapa.Padahal Merphilus juga sudah sering melihatnya membuka baju. Bahkan, tak jarang pria itu yang melepa

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 248: Hanya

    Hani menghela napas panjang. Tubuhnya terasa lemah dan lemas sekarang. Juga terasa kaku dan sakit.Mungkin keputusan bodoh untuk melakukan hubungan ranjang semalaman suntuk.Ia tidak akan melakukannya lagi!“Anda tidak apa-apa?”Hani menoleh ke samping. Menatap Leo yang berjalan di sebelahnya. Mereka sudah sampai di hotel Diamond dan sekarang tengah menuju kantor Jefri. Masih ada 15 menit lagi sebelum meeting dimulai.“Tidak apa-apa. Aku cuma kelelahan karena terburu-buru tadi,” ringis Hani.“Apa saya perlu membopong anda?”“Apa? Tidak usah!” seru Hani cepat dengan mata membelalak. Ia buru-buru menjauh dari Leo, takut pria itu akan melakukannya beneran.Leo tertawa, “Saya hanya bercanda.”Hani melotot. Menatap kesal Leo yang justru semakin tertawa.Tapi, tunggu. Pria itu baru mengajaknya bercanda tadi? Tiba-tiba?!Perasaan Hani seketika bercampur aduk. Ia merasa senang sekaligus lega karena hubungannya kembali membaik dengan Leo.Tapi, di sisi lain, ia juga merasa was-was. Khawatir Leo

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 247: Firasat

    Napas Hani memburu kencang. Kepalanya terkulai jatuh di atas kasur. Lemas karena habis mencapai pelepasannya.Di belakangnya, Merphilus ikut menjatuhkan badannya ke atas punggung Hani. Meski ia masih menopang dirinya dengan satu tangan. Napas pria itu juga memburu sebelum tertawa rendah.“Apa anda sudah tidak frustasi lagi sekarang?” tanyanya, “Atau kita perlu melakukannya lagi?”Hani tidak menjawab. Ia justru semakin menyembunyikan wajahnya di atas kasur. Tapi, Merphilus bisa melihat telinga perempuan itu memerah, menandakan dirinya sedang malu.Merphilus mendengus geli.“Tapi, sayang sekali kita tidak bisa melakukannya lagi.&

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 105: Sidang Dimulai

    “Sidang hari ini dengan tuntutan kepada terdakwa nyonya Rachel Sullivan oleh nona Rara Hestelia, dimulai,”Suara ketukan palu hakim membahana di ruang sidang. Rara lagi-lagi membetulkan posisi duduknya. Ia melirik Rachel di kursi pesakitan yang masih menatapnya tajam. Sekarang

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 106: Seperti Suami Istri

    “Kita memerlukan bukti yang kuat tentang penyerangan Rachel ini,” ucap Lexus membuka percakapan ketika berkumpul bersama Rara, Hani, Jefri, dan Septa setelah sidang selesai. Mereka berlima kini ada di ruang tengah rumah Jefri. “Posisi kita dan Rachel sekarang sama. Sama-sama belum memiliki bukti ku

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 109: Saksi Misterius itu Adalah ...

    “Jangan khawatir, nona Rara,” ucap Lexus begitu melihat wajah Rara ketakutan, “Anda lupa kalau kita juga punya kartu AS sekarang?”Rara tersentak. Ia menoleh cepat ke Lexus. “A-anda benar,” ucapnya tidak yakin. Bagaimana pun, Rara belum mengetahui kesaksian yang akan diberikan nanti, jad

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 101: Biar Aku yang Lakukan

    Kate menelan ludah. Ia menatap bergantian Rachel dan Jefri yang sedang saling berhadapan. Aura di antara mereka berdua sangat dingin, membuat Kate merinding. Kalau bukan karena tuntutan untuk menjaga Rachel yang baru siuman dari para petinggi agensi, Kate pasti sudah lari ketakutan. “Aku dengar

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-28
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status