ホーム / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 44: Apa Jawabanmu?

共有

CHAPTER 44: Apa Jawabanmu?

作者: Heiho
last update 公開日: 2025-12-17 19:00:04

“Aku nyuruh ayah buat pasangan sama tante Rachel yang juga dateng!”

“Oh, nyonya Rachel juga dateng?” ulang Rara lagi dengan senyum terpaksa. Hani mengangguk riang. 

“Tante Rachel itu tamu kesukaan keluarga kami, jadi dia selalu diajak di acara tahunan ini,” jelas Hani, “Itu karena tante Rachel ban

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 287: Menagihnya Nanti

    “Bagaimana, Hani?”“Sa-saya mengerti,” Hani menelan ludah. Mengalihkan pandangannya malu.“Saya mengerti. Saya akan melakukannya. Janji.”Merphilus terkekeh pelan. Merasa gemas juga berseri mendengar balasan perempuannya itu. Ia kemudian menggamit dagu Hani lalu mendongakkannya, hingga membuat Hani terpaksa menoleh padanya lagi.“Gadis pintar,” bisiknya membuat Hani kembali memerah padam.Perlahan, Merphilus mendekatkan lagi wajahnya. Semuanya terasa lambat dan buram sekarang di mata Hani. Ia hanya bisa terpaku pada wajah dan tatapan mendamba pria di hadapannya ini.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 286: Janji

    Hani terbelalak. Napasnya tercekat. Ia mencerna sejenak kalimat yang disampaikan ayahnya sebelum ekspresi wajahnya berubah mengeras.“Tidak boleh menemuiku? Apa-apaan itu?” Hani bersungut kesal, “Itu sama sekali tidak adil! Ayah pasti sengaja untuk menyusahkannya, kan?”“Kalau kalian tidak setuju, ya tidak apa-apa. Kalian tidak perlu melakukannya,” Jefri mengangkat kedua bahunya ringan. Tidak tergubris dengan amarah putrinya.“Tapi, kalau begitu, kalian tidak bisa bersama lagi. Hubungan kalian berakhir di sini.”Napas Hani kembali tercekat melihat tatapan dingin Jefri. Sorot wajah itu bertambah gelap, tidak menunjukkan ampun sedikit pun. Tangan Hani yang me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 285: Syarat

    Masih sangat pagi ketika Jefri tiba-tiba mengajak mereka bertemu.Hani duduk tegang di atas sofa. Pandangannya sedikit tertunduk, menatap tangannya yang meremas celana. Tidak sanggup bertatapan dengan Jefri yang begitu mengintimidasi di depannya.Di sampingnya, Merphilus juga duduk tegak. Ia terlihat tenang dan berwibawa. Bahkan, bisa membalas tatapan Jefri, berbeda dengan Hani. Tapi, jika diperhatikan lebih jelas, sorot matanya terlihat was-was. Sepertinya ia sama tegangnya dengan Hani dan ikut bertanya-tanya hal yang ingin disampaikan Jefri sekarang. Atmosfir di ruangan itu sangat berat. Leo yang juga datang untuk menemani sang bos bahkan bisa merasakan tekanan itu. Ia merasa gerah, padahal AC masih menyala di kamar itu.Pria itu menelan ludah pelan.“Kalian sudah tahu alasan kita berkumpul sekarang, kan?” Jefri akhirnya membuka suara. Suaranya terdengar berat dan dominan. Membuat Hani meremas celananya semakin erat.“Iya, Tuan. Kami tahu,” yang membalas adalah Merphilus. Sepertiny

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 284: Ganti Permainan

    Rara menaruh gelasnya di atas bar dapur. Ia menutup mulut, berusaha menahan agar minuman itu tidak keluar meski sekarang perutnya bergejolak tidak enak.Rara baru menyelesaikan gelas kedua. Tapi, ia rasanya sudah tidak ingin bersentuhan dengan minuman itu. Meski rasanya enak, tapi efeknya terlalu dahsyat. Rara tidak tahu masih bisa bertahan lebih lama atau tidak karena ia sekarang mulai merasa kepalanya berputar-putar.Berbeda dengan Rara yang kesusahan, Jefri justru terlihat menikmatinya. Ia menyesap minumannya dengan tenang. Habis dalam satu teguk sebelum menambah lagi minumannya.Itu sudah gelas keenamnya. Dan masih belum ada tanda-tanda Jefri akan tumbang. Rara melenguh dalam hati.“Apa mau Mas tuangkan juga?” tanya Jefri usai menuangkan miliknya.Rara ingin menolak. Ia butuh waktu untuk tidak melihat gelasnya terisi lagi, tapi senyum miring yang diulas Jefri itu terasa mengejeknya sekarang membuat dadanya memanas.Ia mengarahkannya ke Jefri dan berkata semantap mungkin, “Ya. Tuang

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 283: Kuat, Kan?

    Rara tersedak. Wajahnya memerah, mengerti hal yang diminta Jefri sekarang. Ia berusaha menjaga jarak, tapi lengan kekar Jefri justru menahannya dengan kuat.Rara menelan ludah. “M-mas … Aku rasa itu terlalu …”“Kenapa? Kamu tidak yakin bisa?” Jefri mencondongkan wajahnya. Menyeringai lebih lebar.“Bukannya kita sudah juga sering bermain sampai pagi? Ada kemungkinan kamu bisa menang, Ra.”Rara refleks memukul bahu Jefri. Wajahnya mengerut kesal. “Bukan itu masalahnya!” sungut Rara, “Memangnya tidak bisa melakukan hal lain saja selain ‘itu’?”Jefri menaikkan satu alisnya, “Contohnya?”Tidak ada jawaban yang bisa Rara berikan. Karena pada dasarnya, ia memang tidak memikirkan hal ini akan terjadi.Wanita itu dengan cepat mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Mencari hal yang bisa dijadikan permainan taruhan mereka. Matanya kemudian terpaku pada botol-botol alkohol di lemari kaca. “Taruhan minum alkohol!” seru Rara, “Yang paling kuat minum sampai akhir, dia pemenangnya!”Jefri memerhatik

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 282: Taruhan

    Tidak ada percakapan antara Jefri dan Rara selama perjalanan menuju kamar. Bahkan saat mereka sudah di kamar, keduanya tetap berdiam diri.Rara melirik Jefri yang ada di depannya. Ia ingin memulai percakapan, tapi aura di sekeliling Jefri masih tidak mengenakkan. Wajah pria itu juga masih mengeras, menambah segan Rara untuk mendekatinya.Kali ini, mood pria itu sepertinya benar-benar hancur.Rara menghela napas pelan. Tentu saja ia paham alasannya. Ia juga mengerti kalau Jefri tidak mau merestui hubungan Hani dengan Merphilus.Tapi, melihat Hani sekarang, mengingatkannya dengan dirinya sendiri dulu. Bahkan, situasi sekarang seperti kebalikannya dulu.Di man

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 96: Serangan Kedua

    Septa tercenung membaca artikel di layar ponselnya. Ia mengscroll ke bawah, membaca isi artikel itu dengan cermat karena berpikir judulnya hanya click bait. Tapi nyatanya, isi artikel itu mendukung judulnya. Artikel itu memang menceritakan tentang kasus pelecehan Jefri oleh Rachel.

    last update最終更新日 : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHPATER 93: Perseteruan Jefri dan Septa

    “Mana mungkin!’ Rara tertawa kaku, “Kalau pun bener karena aku, pasti karena–” ‘Karena dia sudah melampiaskan hasratnya padaku’ batin Rara yang tak ia suarakan. Wajahnya memerah, terlalu malu dengan isi pikirannya sendiri. Tapi, pasti benar begitu, kan?

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 72: Berhenti Mengejarku

    Rachel menelusuri lamat-lamat ekspresi Jefri. Wajah pria itu mengeras dan sorot ekspresinya terlihat gelap. Tatapan tajamnya terasa dingin tapi tetap menusuk Rachel. Rachel menggigit bibirnya sejenak kemudian menyeringai lebar.

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 68: Menyelamatkan Rara

    Rara menatap pantulan dirinya di cermin. Matanya masih terlihat membengkak meski sudah dikompres. Semalam dia memang kembali menangis setelah Jefri pergi dan itulah yang membuat matanya sangat bengkak pagi ini. Rara menghela napas. Setidaknya sudah tidak terlalu terlihat seperti sebelum

    last update最終更新日 : 2026-03-24
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status