Beranda / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 297: Tempat Itu

Share

CHAPTER 297: Tempat Itu

Penulis: Heiho
last update Tanggal publikasi: 2026-09-04 17:02:25

Pesta pernikahan itu akhirnya berakhir saat larut malam.

Hani dan Merphilus berdiri di depan mobil pengantin yang akan membawa mereka pergi. Kedua tangannya saling bertaut dan tangan lainnya melambai ke para tamu yang mengantar kepergian mereka.

“Kalian jadi ke kota Utara?” tanya Rara yang berdiri di dekat keduanya. Tidak hanya dia saja yang di sana. Jefri dan Leo juga berdiri mendampinginya.

Hani mengangguk semangat. Wajahnya terlihat sumringah ketika berkata, “Iya. Kami ingin mengenang kembal
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 297: Tempat Itu

    Pesta pernikahan itu akhirnya berakhir saat larut malam.Hani dan Merphilus berdiri di depan mobil pengantin yang akan membawa mereka pergi. Kedua tangannya saling bertaut dan tangan lainnya melambai ke para tamu yang mengantar kepergian mereka.“Kalian jadi ke kota Utara?” tanya Rara yang berdiri di dekat keduanya. Tidak hanya dia saja yang di sana. Jefri dan Leo juga berdiri mendampinginya.Hani mengangguk semangat. Wajahnya terlihat sumringah ketika berkata, “Iya. Kami ingin mengenang kembali tempat pertemuan pertama kita waktu itu.”Hani kemudian mengerlingkan pandangannya ke Merphilus. Sang pria membalas tatapannya dan mereka berdua saling tertawa. Tapi, Rara justru gelisah karena jawaban sahabatnya itu.Bukankah kota Utara adalah tempat Hani patah hati dengan Leo? Bagaimana kalau ia malah jadi mengingat kenangan buruk itu lagi?Hani yang menyadari tatapan gelisah sahabatnya itu kemudian mengulum senyum. Ia mendekat dan berbisik, “Jangan khawatir. Aku baik-baik saja, kok.”Senyum

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 296: Hanya Milikku

    “Nyonya Rara bilang, kamu tadi menyatakan perasaan ke Tuan Leo.”Hani tersentak. Dia yang sedari tadi mematut penampilannya di depan cermin besar segera menoleh ke belakang, menatap Merphilus yang berdiri tidak jauh darinya.Mereka baru saja berganti pakaian untuk memasuki sesi kedua acara. Merphilus tidak lagi menggunakan jas tuxedo berwarna putih tulang. Tubuh tegapnya kini terbalut jas tail coat biru-kehitaman dengan dalaman kemeja putih dan vest abu-abu. Di dekat dadanya, tersemat bros mawar putih yang ukurannya cukup besar.Sementara Hani menggunakan ball gown tanpa lengan dengan aksen warna yang sama seperti suaminya. Gaya rambutnya masih sama, disanggul bawah. Bedanya, veil yang sebelumnya membayangi kepalanya kini berganti dengan mahkota kecil berwarna putih.Keduanya terlihat sangat anggun dan menawan. Merphilus, dengan pakaian barunya, terlihat lebih tegap dan gagah. Sedangkan Hani begitu elegan dan anggun bagai angsa putih.Mereka lagi-lagi berhasil membuat diri sendiri men

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 295: Ketidaktahuan

    “Apa yang Anda lakukan di sini?”Rara tersentak kaget. Ia mendongak dan kembali terkejut ketika melihat Merphilus di hadapannya.Pria itu sudah siap dalam balutan jas putihnya. Serasi dengan gaun pengantin yang dipakai Hani. Sama seperti Hani, Merphilus juga tidak kalah menawan. Rara yakin pria itu juga akan menjadi sorotan begitu acara berlangsung.Pikiran Rara mendadak buyar ketika melihat pria itu menaikkan satu alisnya. Menunggu jawaban Rara. Wanita itu seketika gelagapan.“Ah, itu …” Apa yang harus dia katakan? Haruskah dia jujur?Tapi, apa Merphilus tahu kalau Hani sebelumnya menyukai Leo? Bagaimana kalau pria itu ternyata tidak tahu dan malah terjadi apa-apa dengan pernikahan ini?Meski dari percakapan barusan, Hani sepertinya sudah tidak menyukai Leo. Tapi, ia tetap takut kalau terjadi sesuatu hal yang buruk nanti!“Apa Hani bersama orang penting di dalam sana?” tanya Merphilus lagi.“Eh, iya—”“Apa dia bersama Tuan Leo?”Rara kembali tersentak. Kebingungan semakin menjalari

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 294: Terima Kasih

    “Apa? Apa yang Nona katakan tadi?”Hani menatap sejenak Leo yang merengutkan wajahnya. Ia menatap sang perempuan dengan bingung dan aneh, seolah Hani baru saja mengatakan hal yang tidak masuk akal. Hani mendengus pelan. Sudut bibirnya tertarik semakin lebar. Tentu saja Leo akan menunjukkan reaksi tersebut. Ini adalah hal yang sudah ia duga.Sejujurnya, Hani tidak ada rencana untuk mengungkapkan hal tersebut. Tapi, setelah mengenang hal-hal barusan, ia jadi teringat belum memberikan ending untuk perasaannya ke Leo.Karena itu, dia ingin menyelesaikannya sekarang.“Om pasti sudah mendengar cerita awal mula aku dan Tuan Merphilus dari ayah, kan?” tanya Hani. Ia sebenarnya hanya menebak saja. Mengenang tabiat Jefri yang selalu menceritakan banyak hal ke Leo, pastilah ceritanya dan Merphilus juga diceritakan oleh ayahnya itu.Leo tidak menjawab. Tapi, raut wajahnya yang terlihat ragu-ragu itu, sudah cukup menjawab kalau tebakan Hani benar. Hani melebarkan senyumnya. “Saat itu, aku bercer

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 293: Pengungkapan

    Satu bulan kemudian.Hani menatap pantulan dirinya di depan cermin. Tatapan matanya terlihat sedikit tidak percaya melihat penampilannya sekarang.Ia terlihat …. Sangat berbeda.Bukan dalam artian buruk. Justru karena saking bagusnya, Hani tidak memercayai wajah cantik di cermin itu adalah dirinya sendiri. Penata rias benar-benar melakukan pekerjaan yang bagus!“Apa gaunnya terasa nyaman, Nona Hani?”Hani menoleh ke belakang. Menatap para penata busana yang tadi membantunya untuk memakaikan gaun pernikahan. Ia mengulas senyum lalu mengangguk pelan.“Sudah sangat nyaman. Terima kasih banyak,” ucapnya.Para penata busana itu seketika tersenyum cerah. Wajah mereka terlihat sumringah. Salah satu staf kemudian berceletuk,“Anda terlihat sangat cantik hari ini, Nona! Kalian berdua pasti akan terlihat sangat indah di altar nanti.”Staf yang lain mengangguk-angguk, menyetujui ucapan rekan mereka. Sementara Hani tersenyum kaku. Tidak tahu harus menjawab apa selain ‘terima kasih’ yang terdengar

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 292: Sebulan Lagi

    Hani tersentak. Wajahnya memerah padam. Ternyata Merphilus masih mengingat janjinya itu!Hani tentu saja tidak melupakan hal itu. Bahkan, sejak mereka bertemu tadi, benaknya sudah terbayang-bayang dengan janji tersebut.Tapi, ia tidak ingin mengungkitnya lantaran malu. Hani sendiri juga masih belum siap untuk melakukannya meski sudah sering berlatih. Karena itu, dia berharap Merphilus tidak akan mengingatnya.Tapi, sepertinya memang mustahil untuk menghindar dari Merphilus …. Pria itu selalu mengingat segala hal bahkan dulu saja begitu.Terkutuklah Merphilus dan ingatan jangka panjangnya!“Kenapa kamu diam sekarang, hm?”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHPATER 93: Perseteruan Jefri dan Septa

    “Mana mungkin!’ Rara tertawa kaku, “Kalau pun bener karena aku, pasti karena–” ‘Karena dia sudah melampiaskan hasratnya padaku’ batin Rara yang tak ia suarakan. Wajahnya memerah, terlalu malu dengan isi pikirannya sendiri. Tapi, pasti benar begitu, kan?

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 72: Berhenti Mengejarku

    Rachel menelusuri lamat-lamat ekspresi Jefri. Wajah pria itu mengeras dan sorot ekspresinya terlihat gelap. Tatapan tajamnya terasa dingin tapi tetap menusuk Rachel. Rachel menggigit bibirnya sejenak kemudian menyeringai lebar.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 68: Menyelamatkan Rara

    Rara menatap pantulan dirinya di cermin. Matanya masih terlihat membengkak meski sudah dikompres. Semalam dia memang kembali menangis setelah Jefri pergi dan itulah yang membuat matanya sangat bengkak pagi ini. Rara menghela napas. Setidaknya sudah tidak terlalu terlihat seperti sebelum

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 58: Jangan Tinggalin Di Sana

    Beberapa hari berlalu seperti biasa. Meski begitu, Rara menemukan ada hal yang tidak biasa dalam diri Septa. Ia tidak tahu apa bedanya, tapi terasa ada yang mengganjal hatinya ketika bersama Septa akhir-akhir ini. Padahal, pria itu tetap suka bercanda receh dengannya. Masih juga suka mengoceh dan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status