LOGINArya melepaskan rahang Mala dan pergi dari hadapan Mala. Arya menyesal sudah percaya dengan Mala. Dia harus bercinta dengan Mala. Mala menatap Arya yang pergi dari hadapannya. "Pria tidak tahu diri sudah syukur aku bantu dia. Malah marah dengan aku," gumam Mala yang menyibak selimut. Mala memakai pakaian dan berjalan ke arah jendela. Melihat suasana diluar yang begitu damai. Dia dulu berkhayal kalau Lintang ada di sisinya menikmati pemandangan ini pasti menyenangkan. "Kenapa kamu melupakan aku. Aku sudah serahkan semuanya kepadamu tapi kamu malah melupakan aku. Apa salah aku padamu? Kenapa kamu meninggalkan aku. Kenapa?" tanya Mala pada dirinya sendiri kenapa Lintang meninggalkan dia. Lintang yang dulu perhatian kepadanya apapun yang dia inginkan selalu dituruti kini malah tidak sedikitpun memandang dia. Seolah-olah dia jijik dengan dirinya. Air mata Mala jatuh dia tidak tahan menahan semua rasa di dalam dirinya. Tangannya gemetar saat menghapus air matanya. Di kamar mandi Arya
"Akh, Mala ... Bangun kamu! Bangun!!!" Pekikan dari Arya begitu kencang hingga Mala yang tidur dalam pelukkan Arya tersadar dan langsung terduduk. Mala menatap Arya yang wajahnya memerah dan napasnya naik turun. Mala berdecih melihat reaksi Arya seperti orang yang kesurupan. "Kenapa denganmu? Apa kamu kesurupan? Ini masih pagi tolong jangan teriak-teriak kamu. Aku benci dengan orang yang teriak-teriak di pagi hari. Padahal malamnya sudah teriak dan minta lagi," ejek Mala yang menyibakkan selimut untuk turun. Tapi, tangannya ditahan Arya. Tatapan mata Arya begitu tajam ke Mala. Mala yang ditahan oleh Arya ikut memandang Arya. "Kenapa menahanku, masih mau kamu?" tanya Mala dengan nada suara mengejek. Mala berbalik dan merangkak mendekati Arya yang terdiam terpaku melihat Mala berbalik. "Mau apa kamu? Mundur kamu. Cepat mundur," usir Arya yang langsung melepaskan tangan Mala. Arya marah dengan Mala karena sudah merebut kepercayaan dia. Dia sekarang sudah tidak perjaka lagi. Padah
Lintang menoleh ke arah belakang dia melihat Mario yang tertawa karena dirinya diminta untuk tidur di luar. "Kamu sudah bosan ya bekerja denganku, Mario?" tanya Lintang dengan wajah kesal. Lintang berbalik dan duduk bersama dengan Mario. Mario masih tertawa dia tidak menyangka kalau majikannya ini benar-benar bucin akut. Banyak hal-hal yang tidak pernah dia lihat sebelumnya hari ini dia lihat terutama dari sikap yang malu-malu dan juga Lintang tidak sedikitpun arogan dan malah terlihat manis menurutnya. "Pak Lintang, sudah bucin akut sepertinya. Sikap bapak sudah berubah tidak seperti dulu. Apa bapak sudah tidak mencintai dia? Apa sekarang sudah tobat ?!" Mario menyindir Lintang dengan mengatakan apakah Lintang tidak lagi bucin dengan wanita bernama Mala. Biasanya kalau dinasehati tidak mau mendengar dan tidak percaya juga. Tapi sekarang malah kebalik. Atasan ini malah melupakan wanita yang dulu pernah dia bucinin setengah mati. Tapi, sekarang majikannya malah bucin ke istrinya
Mala tidak menjawab apa yang Arya tanyakan. Dia langsung mencium bibir ranum milik Arya. Sedari tadi gairahnya sudah di ubun-ubun jadi Mala tidak ingin buang waktu. Mumpung Arya mabuk dan dia tidak sadarkan diri. Jadi dia ingin memanfaatkan Arya. Masa bodoh Arya marah padanya. Dia ingin orang yang suka dengan Hana dia miliki. Apalagi, Arya mengatakan kalau dia masih perjaka. Jadi, dia harus merebutnya dan Hana nanti akan mendapatkan sisanya. Arya yang dicium oleh Mala mencoba menolak akan tetapi ciuman Mala semakin memabukkan dan akal sehat Arya hilang berganti menjadi gairah yang membara. "Eughh, lembut," bisik Mala di sela ciumannya. Mala terus menerus mencium Arya dan dirinya mulai membuka pakaian milik Arya. Begitu juga Arya. Merobek pakaian Mala hingga tidak berbentuk dan tentunya Mala menjadi polos. "Kamu jangan salah kan aku, Hana jika aku menyentuhmu. Kamu yang menginginkan ini," ucap Arya yang menyebut Mala adalah Hana. Mala mendengar nama Hana yang disebut tidak marah
Arya akhirnya menemui Mala di hotel. Arya ingin tahu kenapa Mala menghubungi dia. Mau apa si Mala. Bel berbunyi Mala berdiri dengan sempoyongan. Mala minum alkohol jadi dia mabuk. Frustasi membuat Mala melampiaskan ke alkohol. Saat pintu dibuka terlihat Arya yang berdiri gagah di depan pintu. Mala tersenyum ke arah Arya. Dirinya berdiri menatap Mala yang berbeda. "Kamu mabuk?" tanya Arya. "Aku tidak mabuk, Sayang. Ayolah masuk. Aku ingin bicara denganmu," jawab Mala yang berbalik dan berjalan dengan sempoyongan ke arah sofa.Dan sampai di sofa Mala duduk menatap ke arah Arya yang masih terlihat dingin kepada dirinya. "Arya. Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apakah aku terlalu hina di matamu ?" tanya Mala meneguk minuman kembali. Arya berjalan ke arah Mala dan duduk di sebelahnya. Arya juga merampas minuman yang diteguk oleh Mala. "Sudah jangan minum lagi. Kenapa kamu seperti ini. Bukannya kamu semangat untuk mengejar dia. Kenapa sekarang kamu malah seperti ini. Ada apa? Apaa y
"Halo, Sayang. Kamu ada di sini juga ya. Wah, aku senang sekali. Kenapa tidak kasih tahu aku kamu di sini?" tanya orang tersebut yang tidak lain adalah Mala. Mala sengaja memperlihatkan dirinya di depan Lintang. Dan dengan beraninya Mala langsung memeluk Lintang dari belakang. Namun Lintang menghindar pelukkan Mala dan juga menghindar karena Mala ingin menciumnya. Lintang pun segera melepaskan pelukan Mala walaupun Mala mengeraskan tangannya tapi dia tetap bisa melepaskan tangan Mala. Lintang tidak suka Mala memeluknya karena saat ini ada Hana dan kelakuan Mala yang tidak sopan itu dia lakukan di depan keluarganya. "Kamu kenapa, Sayang? Apa kamu tidak suka aku peluk? Biasanya kamu suka aku peluk, aku manja dan malah jika aku membelaimu seperti ini kamu ..." Lintang langsung menepis tangan Mala agar tidak menyentuh pipinya. Mala langsung bereaksi dia memekik karena tangannya ditepis oleh Lintang. "Aduh sakit. Kenapa kamu menepis tanganku, Sayang. Kamu sudah tidak sayang lagi de







