Share

Kedatangan Mertua

Author: Mommykai22
last update publish date: 2025-09-26 08:03:46

Rania sengaja pulang ke rumahnya begitu pagi keesokan harinya. Ia ingin bertemu Elvan dulu agar ia bisa meminta ijin ibu dan adiknya menginap. Namun, setibanya di rumah, Elvan malah sudah tidak ada.

"Ke mana Elvan? Ini baru jam enam pagi," lirih Rania sambil meraih ponselnya.

Baru saja ia akan menelepon Elvan saat seseorang meneleponnya dan memesan risol. Rania yang kegirangan pun akhirnya melupakan tujuannya menelepon Elvan dan langsung berkutat dengan bahan risolnya di dapur.

Walaupun jual
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Shinta
suami taiiii sdh dijual lgi bodoh klu masih bertahan
goodnovel comment avatar
Hamriani
mending tinggalkan suami kaya gitu mertua yg gak tau diri ikut kesel bacanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Lamaran

    Untungnya Lisbeth dan Rania sangat tahu apa yang harus dilakukan. Mereka pun langsung mencairkan suasana. "Lira ini orang kepercayaan Melinda, Ayah, Ibu, dia sangat pintar," seru Rania. "Aku juga sangat menyukai Lira, dia sangat baik dan ramah," kata Lisbeth. "Tapi nanti kalau dia sudah menikah dengan Raynard, ada baiknya dia bekerja untuk Skyline saja." Rosano mengangguk. "Itu benar, nanti kau bisa bekerja bersama Tante Camilla saja karena Om sendiri lebih banyak di luar negeri," sahut Rosano yang dengan santai menyebut dirinya Om. "Ah, iya, Pak ... hmm, maksudku ... Om," sahut Lira tegang. "Sudah berapa lama kau bekerja bersama Melinda?" tanya Camilla tiba-tiba. Lira makin tegang. "Dua tahun, Bu. Maksudku ... Tante." Camilla mengangguk sambil menyesap minumannya, seolah tidak masalah dengan panggilan apa pun. "Melinda pasti akan mengerti kalau kau akhirnya harus berhenti dari sana nanti. Ajak dia ke Skyline untuk melihat-lihat dulu, Raynard!" seru Camilla menyiratkan restunya

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Canggung

    Lira pikir Raynard bercanda, tapi ternyata Raynard serius mempertemukan keluarga Lira dengan keluarganya. Lira sampai berpesan banyak hal saat memberitahu kedua orang tuanya tentang pertemuan ini.."Jadi orang tuanya tidak banyak bicara, bahkan cenderung dingin. Ayah dan Ibu juga tolong jangan banyak bicara ya. Maksudku ... aku hanya takut kalau kita salah bicara, apalagi mereka itu orang yang sangat kaya, mungkin saja pikirannya tidak sama dengan kita. Oh, aku tidak tahu bagaimana harus mengatakannya." Lira mendesah frustasi. Kalau Lira mengatakan ini sebelum mereka bermaafan, mungkin Dewi akan menganggap anaknya itu sombong. Mentang-mentang mendapat kekasih orang kaya lalu takut orang tuanya akan membuatnya malu.Ya, mungkin Dewi akan berpikir begitu dulu, tapi sekarang, Dewi sangat mengerti maksud Lira dan sama sekali tidak tersinggung. "Kau tenang saja, Lira. Ayah dan Ibu tahu harus melakukan apa. Kami tidak akan bicara yang aneh-aneh kalau tidak diminta." "Ibu, maafkan aku, ak

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Belum Siap Bertemu

    "Welcome home, Sasha ...." Bayi perempuan mungil Surya dan Sissy akhirnya pulang hari itu dan rumah keluarga mereka begitu ramai, apalagi si kembar David dan Raline juga ada di sana menantikan teman baru mereka. "Adik bayi!" "Adik bayi!" David dan Raline sudah antusias dan melongokkan kepala untuk melihat Sasha. "Oh, lihatlah Sasha Sayang, banyak yang menunggumu!" pekik Sissy. "Sekali lagi selamat, Sissy! Selamat!" Rania terus memeluk sahabatnya dan tidak terhitung berapa kali ia menangis melihat Sissy menggendong bayinya. "Haha, ini membahagiakan tapi kau terus menangis, Rania." "Aku hanya ingat bagaimana kita dulu bekerja bersama di Skyline. Dan persahabatan itu masih sama sampai sekarang kita sudah punya anak." "Oh, kau membuatku ingin ikut menangis, Rania. Kau adalah sahabat terbaikku, Rania!" Sissy memberikan Sasha pada ibunya dan ia pun memeluk Rania juga, sebelum mereka mulai membicarakan perut Sissy yang menggelambir setelah melahirkan. "Apa aku bisa seksi lagi na

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Mendapatkan Keluarganya Kembali

    "Oek ... oek ...." Setelah drama keganasan sang istri yang membuat Surya terus meringis, akhirnya suara tangisan bayi itu pun terdengar.Seketika rasa sakit yang Sissy alami tadi tidak berarti lagi melihat bayi mungil itu diangkat oleh dokter. Begitu juga Surya. Seketika rasa sakit disiksa oleh Sissy tadi juga terbayar begitu melihat bayi mereka akhirnya lahir juga. "Selamat, Bu, Pak. Bayinya perempuan, lengkap, dan sangat sehat," kata sang dokter sumringah. Air mata langsung mengalir di wajah Surya dan Sissy. "Surya ...." "Anak kita, Sissy. Anak kita ...." "Iya, Surya. Aku ternyata bisa, aku bisa melahirkannya secara normal. Tadi aku takut sekali, Surya. Tapi aku bisa ...." "Kau hebat, kau luar biasa, Sayang." Surya dan Sissy mendadak melow dan akhirnya berpelukan di sana sambil menatap bayi mereka dengan penuh haru. Sementara di luar ruangan, semua orang yang mendengar bahwa Sissy sudah melahirkan langsung bersorak bahagia. "Syukurlah! Cucu kita sudah lahir, Bu." Ibu Sissy

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Ganasnya Istri Melahirkan

    "Untung tusukannya tidak dalam dan hanya menggores di pinggang saja." Dokter akhirnya selesai mengobati luka Raynard di UGD rumah sakit yang ternyata tidak parah sama sekali. Lira sampai tidak percaya mendengarnya. "Dokter yakin tidak parah? Tidak perlu dioperasi? Tidak ada bagian yang terkoyak? Mengapa darahnya banyak sekali?" "Yakin, Bu. Semua sudah diobati, tidak ada masalah. Tinggal menunggu lukanya mengering saja. Darahnya tidak sebanyak itu, jumlahnya normal. Mungkin karena di kemeja putih, jadi seolah sangat banyak." Lira mengerjapkan mata sambil bernapas lega. "Ah, baiklah, terima kasih banyak, Dokter." "Baiklah, aku permisi dulu!" Setelah dokter pergi, Raynard mengembuskan napas panjangnya. "Untung aku tidak jadi meninggal, Sayang." Lira yang mendengarnya bersyikur, tapi tetap ada yang janggal, tadi Raynard benar-benar seperti sekarat. "Jadi ... kau tidak sekarat?" "Hei, kau mau kekasihmu ini sekarat?" "Tidak, bukan begitu. Hanya saja, kupikir ....""Jangan memikirk

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Musibah Membawa Berkah

    "Polisi sudah siap, Surya?" "Mereka sudah di belakang." "Bagus! Langsung kurung gudang itu dan jangan biarkan satu pun lolos. Raynard sudah di sana menyusul Lira." "Baik, Pak." Surya melajukan mobilnya makin cepat sambil memberi instruksi pada para polisi yang mengikuti di belakang.Sementara itu, di dalam gudang, suasana masih hening. Bos rentenir terdiam melihat tas uang dan langsung meminta anak buahnya mundur. "Kau benar-benar membawa uangnya?" "Tentu saja! Ada di sini!" Suara Lira bergetar. Sang bos memberi kode anak buahnya untuk mengambil uangnya, tapi Lira memeluk tasnya erat-erat. "Tidak! Lepaskan dulu Ruli dan Dinda baru aku akan memberikan uangnya," seru Lira dengan gagah berani. Bos rentenir tertawa. "Kau pikir aku bodoh, hah? Kau mau menipuku? Ambil uangnya!" titah sang bos lagi. Namun, Lira buru-buru mengeluarkan amplop dari tasnya. "Sudah kubilang ini uangnya." Lira mengeluarkan bendel uang itu dan bos rentenir terdiam lagi. "Baiklah, itu memang uang. Tapi be

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Tamu Untuknya

    "Eh, mengapa begitu gelap? Ini mati listrik?" Sissy dan Surya akhirnya tiba di rumah malam itu dan mereka terkejut mendapati rumah dan sekitarnya yang begitu gelap. "Astaga, mengapa Rania tidak memberitahu kalau mati listrik," seru Sissy yang buru-buru masuk ke rumah. Tapi ia segera teringat. "Oh

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Memeluknya Dalam Kegelapan

    "Apa itu enak? Hanya ada apel di kulkas. Surya, pergilah membeli buah jeruk dan pir, beli alpukat juga dan pisang, itu bagus untuk ...." Lucas hampir keceplosan lagi. "Untuk kesehatan." Surya menelan saliva. Lucas terlalu berbahaya. Bosnya yang biasanya tenang dan dingin, ternyata sama sekali tida

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menemani Tidur

    Rania mematung sejenak di pelukan Lucas. Jantungnya masih berdebar kencang karena ia tidak bisa melihat apa pun. Ia tidak berharap Lucas memeluknya, tapi entah mengapa ada kelegaan luar biasa berada di pelukan Lucas. Untung saja mati lampunya bukan saat pria itu sudah pulang. "Lucas ...," lirih R

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Makin Perhatian

    Lucas masih mematung mendengar ucapan Surya yang sangat mengejutkan."R-Rania hamil? Rania hamil anakku?" lirih Lucas, sungguh ia tidak pernah membayangkan akan punya anak. "Itu ... Anda dan Rania tidur bersama saat dia mabuk karena ulah Bu Camilla, Anda ingat kan?" Lucas kembali terdiam. Ya, ten

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status