Share

Bab 263

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-03-09 23:56:00

“Apa yang kamu pikirkan, Sayang?”

Blusshhh...

Seketika wajah Alana langsung merona. Detak jantungnya berdegup kencang

“Apa yang kamu harapkan, Al.” Gadis itu bergumam dalam hati.

Saat ini ia merasa sangat malu dengan Ken, pasti pria itu mentertawakannya saat ini apalagi Ken sedang tersenyum jahil padanya.

Rasanya Alana ingin menghilang saja saat ini.

“Itu...”

“Pasti kamu pikir aku ingin mencium kamu kan, Sayang?” Ken menaik turunkan alisnya.

Posisi mereka masih belum berubah, wajah Ken masih sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Desak Diah
jangan bnyak banyak cerita ken dan al
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 340

    Setelah Rose dan Arthur keluar dari ruang kerja Arthur, Zumi mengelap darah yang mengalir di bibirnya.“Ssstt...” Pria itu meringis ketika tidak sengaja tangannya menyentuh luka robek di sudut bibirnya.Meski usia Arthur jauh di atasnya tetapi tenaga Papa angkatnya itu bahkan jauh lebih besar dibanding dengan dirinya sendiri.Pukulan Arthur memang membuat sekujur tubuhnya merasa sakit.Ia memang sengaja jujur dengan Arthur tentang perasaannya pada Rose, karena ia sudah tidak kuat untuk menahannya sendiri.Mungkin Ririn menyadari tentang cintanya yang sudah tidak seratus persen untuk istinya itu karena di hatinya ada dua nama yang ia cintai sama besarnya. Meski begitu, ia tidak membenarkan tindakan Ririn yang selingkuh di saat wanita itu masih menjadi istrinya.Ia tidak tahu pemicu utama yang membuat Ririn mengkhianati cintanya.Apa karena wanita itu menyadari tentang perasaannya pada Rose?Atau tentang penyakitnya yang belum sepenuhnya sembuh.Sejujurnya ia merasa tidak enak dengan is

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 339

    "Bi, ada apa itu?" tanya Rose."Ayo kita langsung ke sana saja, Nona."Rose dan Bi Arum langsung menuju ruang kerja Arthur. Di depan ruang kerja Arthur, ada Salimah yang tampak panik."Salimah, ada apa kamu sampai teriak begitu?" tanya Rose.Mendengar suara Rose membuat Salimah langsung menoleh ke samping."Nona, cepat ke sini. Tuan..""Tuan, kenapa.... Papa"Rose terkejut saat melihat Arthur dan Zumi saling memukul.Rose masuk ke dalam ruang kerja Arthur dan.."Hentikan!" teriak Rose hingga membuat Arthur dan Zumi berhenti."Apa-apaan kalian ini! Kenapa harus saling memukul seperti ini?" "Pa, apa yang terjadi? Kenapa sampai seperti ini?" tanya Rose yang mendekati Arthur.Arthur mengelap bibirnya yang robek karena pukulan Zumi.Begitu juga dengan Zumi. Lebam di wajahnya lebih banyak dibanding dengan Arthur karena Papa angkatnya lebih banyak memukulnya daripada ia memukul Arthur."Kenapa pada diam? Tadi seolah sama-sama jago saling pukul seperti itu. Kenapa saat di tanya pada diam!""

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 338

    Arthur, Rose dan Zumi sudah berada di ruang makan.Mereka sedang makan malam. Suasana di ruang itu hanya terdengar bunyi dentingan sendok dan garpu yang memecahkan keheningan.Baik Arthur, Rose maupun Zumi memang saling diam saja.Rose yang memilih bicara seperlunya dengan suaminya karena ia memang tidak ingin bicara dengan Zumi. Entah kenapa setiap melihat wajah Zumi membuatnya sangat kesal."Sayang, makannya kenapa hanya sedikit saja. Nggak selera dengan menu malam ini?" tanya Arthur."Menu malam ini enak kok. Tapi aku sudah kenyang. Mungkin gara-gara tadi sore setelah kita bangun tidur, aku makan dimsum mentai lagi. Makanya sekarang makan sedikit saja sudah kenyang.""Ya sudah. Nanti susu Ibu hamilnya jangan lupa di minum ya," ucap Arthur."Iya, Sayang."Arthur tersenym mendengar panggilan Sayang dari istrinya. Setelah itu ia menoleh ke arah Zumi."Kamu jadi ingin bicara denganku, Zumi?"Zumi yang tadinya makan sambil menunduk, langsung mengangkat kepalanya. Pria itu menoleh ke ar

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 337

    "Kamu kesini.." ucap Zumi yang memanggil Salimah saat gadis itu melewati ruang keluarga.“Saya, Tuan?”“Iya kamu. Memangnya ada orang lain selain kamu?” tanya Zumi ketus.Salimah pun mendekati Zumi. “Ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda Zumi?”“Kamu ke atas ke kamarnya Papa. Bilang sama Papa kalau aku sudah menunggunya,” ucap Zumi.Salimah menoleh ke arah lantai dua. “Maaf, Tuan Muda Zumi. Bukannya saya nggak mau menjalankan permintaan Tuan Muda, tetapi kalau Tuan Arthur sudah masuk kamar bersama Nona Rose, kami para asisten rumah tangga tidak berani mengganggu sampai Tuan Arthur sendiri yang keluar kamar. Apalagi tadi Tuan kan baru pulang, mungkin Tuan sedang menemani Nona Rose istirahat. Tuan Muda paham sajalah kalau Ibu hamil itu harus banyak istirahat. Tuan Arthur akan marah kalau waktunya di ganggu jika berduaan dengan Nona Rose. Jadi maaf saya nggak berani. Kenapa tidak Tuan Muda sendiri yang ke atas. Bukannya Tuan Muda anaknya Tuan Arthur, pasti kemarahan Tuan Arthur tidak akan

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 336

    “Pa...”“Hmm....”Rose sedang membantu suaminya untuk membuka dasi Arthur. Mereka sudah berada di kamar mereka.“Menurut Papa, apa yang akan Zumi bahas dengan Papa. Kayaknya itu hal serius deh.”“Aku juga penasaran, nggak biasanya dia begitu. Biasanya dia sering memendam masalahnya sendiri. Mungkin kali ini dia ingin minta masukan untuk masalahnya. Atau dia sedang mengalami masalah yang dia sendiri tidak bisa menyelesaikannya.”Rose mengangguk-angguk. Setelah dasi suaminya terlepas, ia juga membuka satu per satu kancing kemeja yang dipakai oleh Arthur.“Bagaimana triplets hari ini? Rewel nggak mereka?”Rose menggeleng. “Hari ini triplets sangat pintar, nggak rewel sama sekali. Buktinya aku nggak mual dan pusing. Mungkin mereka senang karena hari ini di ajak masak-masak sama Mama mereka. Di tambah mereka juga ketemu Oma Julia.”“Oma Julia?”“Hum! Tante Julia tadi bilang mau di panggil Oma sama triplets. Meski triplet anak Papa yang seharusnya keponakan Tante Julia, tetapi Tante Julia n

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 335

    "Julia, siapa pria yang memuji makanan yang di buat oleh istriku?" tanya Arthur."Duh posesif banget kamu Arthur sama Rose," ucap Dave."Mau tahu saja atau mau tahu banget," goda Julia sambil menahan tawanya. Apalagi saat melihat ekspresi Arthur yang begitu dingin.Ia memang sengaja karena ingin melihat ekspresi Arthur saat cemburu."Papa, tadi itu..." ucapan Rose terhenti saat Arthur memberi kode untuk diam."Tadi sebelum kami ke sini setelah selesai membuat dimsum, Zumi turun ke bawah untuk ambil air minum. Nah kan dimsum sudah matang semua itu, jadi aku yang menawari dimsum buatan Rose ini pada Zumi. Lalu sama Zumi langsung di makan dong. Bahkan dia sampai habis tujuh atau delapan gitu. Katanya enak banget, bahkan lebih enak buatan Rose di banding dengan dimsum di restoran yang menjadi favoritenya. Nggak hanya Zumi saja kok yang puji dimsum buatan Rose, tadi Dave juga bilang enak banget. Dimsum buatan Rose memang sangat enak jadi wajar kalau setiap orang yang mencicipinya akan bila

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 193

    "Nona Rose sakit? Kok pucat banget?" tanya Bi Arum saat Rose ke dapur ingin mengambil air minum.Stock air minum di kamar sudah habis."Kepalaku sedikit pusing, Bi. Sebenarnya sejak di kantor tadi. Mungkin aku kelelahan. Sejak pulang dari Palembang, waktu istirahatku berkurang karena kantor sedang

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 194

    Kreeekkk....Suara pintu kamar mandi terbuka membuat Rose tersadar dengan lamunannya.Arthur keluar dengan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Lalu pria itu cepat-cepat masuk ke walk in closet untuk memakai baju santai.Selang dua menit, Arthur sudah bergabung dengan Rose duduk di sofa."Ma

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 168

    Alana tengah sibuk menatap layar komputernya, jemarinya bergerak cepat di atas keyboard. Di atas meja kerjanya, tumpukan dokumen tersusun tidak beraturan, ada laporan keuangan, lembar revisi, dan catatan kecil penuh coretan angka. Hari itu ia benar-benar dikejar waktu. Deadline laporan keuangan bul

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 127

    "Paaaaa...."Suara lenguhan Rose kembali terdengar. Arthur melepaskan ciuman mereka.Lalu pria itu membaringkan tubuh Rose dengan lembut walapun api gairah dalam tubuhnya begitu besar. Awalnya malam ini ia tidak akan melakukan aktivitas AH dan OH karena hanya ingin menghabiskan waktu bersama Rose.

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status