Share

Bab 54

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2025-11-08 23:37:40

"Kenapa kamu terlihat gugup, Rose?" tanya Arthur pura-pura tidak tahu alasan kegugupan Rose.

"Aku nggak gugup kok, Pa. Biasa aja," ucap Rose yang berusaha untuk biasa saja.

Rose tidak ingin Arthur atau yang lain tahu tentang koleksinya.

Tentu saja ia akan malu luar biasa jika Arthur mengetahui sisi lain dirinya, walaupun ia punya alasan sehingga ia memiliki barang itu.

"Kalau begitu biarkan Bi Arum meminta yang lain untuk membereskan semua barang kamu biar saat kita pulang, kamu tidak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 282

    "Ice creamnya enak banget. Selalu enak sejak pertama buka," ucap Rose sembari menikmati rasa manis dan dingin ice cream yang ada di dalam mulutnya.Setelah dari butik C&G, Arthur dan Rose langsung ke Mall karena Rose ingin makan ice cream kesukaannya yang memang hanya buka di Mall itu saja. Ice cream homemade dan sekarang sudah sangat terkenal meski hanya membuka satu cabang saja karena ownernya ingin fokus di satu oulite saja demi memastikan citarasanya tetap terjaga."Bumil bahagia banget bisa makan ice cream," ucap Arthur yang melihat wajah bahagia Rose."Iya dong. Mumpung bisa makan ice cream meski tidak bisa banyak. Papa benarang nggak mau coba. Ini enak loh. Coba deh, Pa." Rose menyuapi Arthur dengan ice cream rasa alpukat miliknya. Rose memang memilih rasa alpukat, cokelat dan cempedak. Untuk rasa cempedak tidak selalu ready setiap hari karena tergantung musim buah itu.Ice ini memang menggunakan buah asli jadi rasanya buahnya lebih kuat."Gimana, Pa? Enak kan?" tanya Rose.A

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 281

    "Kamu meragukan nama besar suami kamu, Sayang?""Ihhh... bukan begitu. Tapi aku kan nggak nyangka saja Papa bisa membeli tanah ini. Aku tahu kok seberapa besar nama Bramasta. Kan yang punya orang Kalimantan, jauh loh dari Jakarta. Gimana Papa mencari kontak yang punya tanah ini?"Rose masih penasaran bagaimana suaminya bisa membeli tanah yang terkenal susah untuk di jual karena pemiliknya masih sayang dengan tanahnya. Lokasinya memang sangat strategis dan ia yakin suaminya membelinya dengan harga yang mahal."Pemilik tanah ini masih saudara dari kolega bisnisku, Sayang. Jadi semuanya dimudahkan," jawab Arthur."Pasti harganya mahal kan, Pa?"Arthur mengusap kepala istrinya dengan lembut. "Berapa pun harganya jika memang digunakan untuk hal baik, aku nggak mempermasalahkan itu. Ayo kita keluar sekarang," ajak Arthur.Ia langsung keluar dari dalam mobil dan langsung mengitari belakang mobil untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya."Terima kasih, Papa." Rose tersenyum ke arah suaminy

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 280

    Hari ini Arthur mengajak Rose untuk pergi ke tempat dimana perpustakaan milik Rose yang sedang di bangun. Arthur memang sengaja mengajak istrinya ke sana sekedar melihat progres pembangunan perpustakaan itu. Mumpung hari sabtu dan ia tidak berangkat ke kantor sekaligus ingin mengajak istrinya jalan-jalan karena beberapa kali Rose sudah mengadu padanya jika gadis itu bosan di rumah terus.Tentu saja Arthur berusaha untuk tidak membuat istrinya bad mood. Maklum saja mood ibu hamil itu sangat sensitif dan Arthur tidak ingin buruknya mood istrinya akan berpengaruh pada kesehatan Rose dan janinnya."Pa, masih jauh letak perpustakaannya?" tanya Rose karena sudah dua puluh menit mereka di jalan dan belum juga tiba di lokasi perpustakaan yang dihadiahkan oleh Arthur padanya di bangun.Arthur tersenyum saja karena ia memang ingin memberi kejutan pada istrinya yang memang belum pernah ke lokasi pembangunan perpustakaan itu.Pria itu masih merahasiakan lokasi pembangunan perpustakaan itu."Papa

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 279

    Rose keluar kamar untuk bertemu suaminya yang sedang berada di ruang kerja. Pelan-pelan Rose turun ke bawah karena ruang kerja Arthur berada di lantai satu.Di tangannya ada ponselnya karena ia ingin menunjukkan sesuatu yang baru saja ia lihat.Tokk... Tokk... Tokk....Rose mengetuk pintu ruang kerja Arthur. Meski itu ruang kerja suaminya tapi Rose tidak ingin langsung masuk saja."Masuk..."Terdengar suara Arthur dari dalam mempersilahkannya untuk masuk. Rose pun langsung membuka pintu ruang kerja suaminya.Sementara Arthur yang di dalam ruang kerjanya, ia masih fokus dengan beberapa dokumen yang sedang ia periksa. Dokumen yang Ken kasih padanya itu memang belum sempat ia periksa saat di kantor tadi.Saat mendengar pintu ruang kerjanya di buka, ia mendongak dan terkejut melihat istrinya masuk ke ruang kerjanya.Arthur langsung berdiri dan menghampiri Rose."Sayang. Aku kira kamu sudah tidur." Arthur melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. "Kenapa jam segini be

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 278

    Alana tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Sejak mereka keluar dari hotel milik Bramasta grup, senyum di bibirnya tidak pernah luntur.Setelah pertunjukan kembang api selesai, Ken langsung mengajak Alana untuk pulang. Meski besok adalah hari weekend, tapi ia tahu jika Alana pasti lelah karena di kantor tadi banyak deadline yang harus gadis itu selesaikan.Ia menatap cincin yang tersemat di jari manisnya.Ken menoleh sebentar ke arah calon istrinya yang duduk di sampingnya lalu ia kembali menoleh ke depan karena ia harus fokus menyetir.Sebelah tangannya mengusap kepala Alana dengan lembut. "Bahagia banget, Sayang?" Ken tersenyum.Alana mengangguk sembari tersenyum lebar. Lalu ia mendekat ke arah Ken dan bersandar ke bahu Ken meski pria itu sedang menyetir. "Aku memang sangat bahagia karena kekasihku baru saja melamarku tadi. Karena terlalu bahagia sampai senyuman di bibirku tidak bisa aku hentikan. Mungkin nanti aku tidur sambil tersenyum," ucap Alana hingga membuat Ken tertawa.

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 277

    “Alana, be my wife please.”Alana terdiam namun detak jantungnya semakin berdegup kencang. Ia tidak menyangka Ken akan melamarnya malam ini. Ia dan Ken memang sudah berkomitmen akan menjalin hubungan yang serius dan muaranya pada pernikahan. Tetapi ia tidak menyangka akan secepat ini.“Al, aku bukan pria yang mudah untuk merangkai kata-kata manis. Aku mungkin nggak pandai bikin kamu terpesona lewat kalimat-kalimat indah seperti di film atau novel,” ucap Ken dengan suara bergetar namun penuh keyakinan. “Tapi aku janji satu hal sama kamu, perasaanku sangat tulus padamu, Al. Aku memang bukan pria sempurna tapi bersama kamu aku merasakan kesempurnaan itu. Aku ingin menjadi orang yang selalu ada bersama kamu dalam keadaan apapun. Al, jadilah teman hidupku dan rumah untuk aku pulang.”Alana menggigit bibirnya, menahan haru yang semakin meluap. Air mata Alana akhirnya jatuh tanpa bisa ditahan.“Aku ingin menghabiskan sisa waktuku bersama kamu, Al. Bangun setiap pagi dengan kamu, berbagi ceri

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 57

    Udara di luar semakin menusuk, membuat embun mulai menempel di kaca jendela villa mereka. Setelah cukup lama duduk di balkon menikmati langit malam, Arthur dan Rose akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam villa kayu itu.Begitu pintu tertutup, hawa dingin Lembang tetap terasa, seolah ikut menerobo

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 61

    "Kenapa kamu tegang, sayang?" tanya Arthur saat setelah napas mereka mulai tenang tidak seperti setelah ciuman tadi, napas mereka memburu karena memerlukan pasokan oksigen.Posisi mereka saat ini masih sama, dengan Arthur mengungkung Rose di bawahnya dengan baju Rose sudah terlepas dari tubuhnya ha

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 58

    Cahaya pagi menembus tirai kayu, membentuk garis-garis keemasan di dinding kamar.Udara masih terasa dingin, tapi tak sedingin semalam.Hening—hanya terdengar suara burung yang bersahutan di kejauhan dan desir lembut angin membawa aroma tanah lembap serta pinus yang segar.Rose membuka matanya perl

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 51

    "Sayang, apa yang dia bilang itu bohong ka? Kamu sehat kan sayang? Kamu tahu kan aku ingin banget punya anak sama kamu." Ririn langsung mencecar pertanyaan pada Zumi. "Sayang dengarin aku. Kita bahas itu nanti saja," jawab Zumi, tampak jelas ekpresi paniknya. "Kenapa kamu nggak langsung jujur s

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status