Share

Bab 53

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2025-11-05 23:52:20

Rose masih memejamkan mata setelah bibirnya menyentuh bibir Arthur.

Kecupan begitu lembut namun membuat detak jantung mereka berdegup kencang.

Setelah beberapa saat bibir mereka hanya bersentuhan, perlahan Arthur membuka bibirnya begitu juga dengan Rose, ciuman lembut tanpa diikuti nafsu hanya menyalurkan perasaan mereka saat ini.

Cukup lama mereka saling mengesap hingga mereka saling melepaskan.

Arthur menyatukan kening mereka, senyuman terbit di bibir mereka masing-masing.

Keheningan se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 436

    Beberapa hari kemudian.Tak terasa sepuluh hari Arthur dan Rose sudah berada di Bora Bora. Hampir semua list tempat wisata mereka kunjungi kecuali beberapa tempat yang terpaksa mereka batalkan karena mempertimbangkan kondisi Rose.Selama itu juga Arthur dan Rose benar-benar memanfaatkan untuk quality time.Arthur bersyukur selama di Bora Bora, kandungan istrinya baik-baik saja meski Rose sempat demam. Untungnya ada Dokter Dila hingga cepat memeriksa kondisi istrinya."Rasanya belum mau pulang, Pa.""Nanti saat triplets sudah bisa di bawa jalan jauh, kita pergi liburan lagi. Kalau mau ke sini lagi juga boleh kok.""Hmmm.... Tapi kan saat ini, aku ngerasa nggak rela liburan kita mau berakhir. Papa sih, seharusnya kan kita masih empat hari di sini. Tapi kita pulangnya harus lebih awal," ucap Rose.Awalnya mereka memang berencana liburan di sini selama dua minggu. Tapi sayangnya, ada hal urgent di Bramastra grup yang mengharuskan Arthur hadir di sana hingga kepulangan mereka di awalkan."

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 435

    "Kamu sebut suamimu apa, Rose? Kucing Garong?"Tatapan tajam Arthur membuat Rose menciut. Rose langsung tersenyum semanis yang ia bisa, bahkan Rose mengecup berulang bibir suaminya. Namun Arthur menahan Rose agar Rose berhenti."Kamu tahu apa artinya Kucing Garong?""T-Tahu, kok. Bercanda aja barusan, Pa.""Jadi kalau kamu muji aku dan aku sebut kamu Tante Girang, kamu mau?""Ya nggaklah! Enak aja!""Terus kalau aku sebut itu hanya bercanda. Kamu terima atau nggak candaanku? Apakah lucu?"Seketika Rose terdiam.Menurutnya, Arthur benar juga. Saat memposisikan diri, andai Arthur yang mengatainya Tante Girang hanya karena aku memujinya berlebihan, aku pasti tidak akan terima.Itu candaan yang tidak lucu sama sekali."Kucing Garong itu metafora untuk menyebut pria yang kurang bertanggung jawab dan gemar memperdaya wanita, Sayang. Jangan gunain istilah sembarangan hanya untuk bercanda. Apalagi dengan suamimu.""Iya, Pa. Maaf....""Kurang bertanggung jawab apa, aku ke kamu, Sayang.""Iya

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 434

    "Hujannya makin lebat Pa," ucap Rose."Iya, Sayang."Saat ini mereka sudah tiba di resort karena sore ini Rose dan Arthur ada agenda pemotretan. Hanya saja baru kisaran sepuluh menit mereka tiba di resort, sudah turun hujan dan sangat lebat. Yang membuat mereka cepat kembali ke resort karena cuaca yang awalnya cerah tiba-tiba berubah mendung.Tadi tidak lama setelah mereka selesai main air dan minum air kelapa di pantai Matira, rombongan mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju Belvedere Lookout.Perjalanan menuju kawasan perbukitan itu memakan waktu sekitar dua puluh menit.Jalan yang mereka lewati mulai menanjak dan berkelok, diapit pepohonan hijau yang rindang. Dari balik jendela mobil, Rose beberapa kali berseru kagum saat melihat laguna Bora-Bora dari kejauhan.Begitu tiba di Belvedere Lookout, lagi lagi Rose menatap kagum dengan apa yang ia lihat di sana.Dari atas bukit, hamparan laguna Bora-Bora terlihat begitu luas dengan gradasi warna biru yang seolah tak berujung. G

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 433

    "Pa, ambilin buah kiwi-nya. Enak itu, dagingnya lembut dan rasanya manis."Arthur langsung mengambilkan seluruh potongan buah kiwi pada Rose, membuat Rose menatapnya heran."Papa nggak mau kah? Ini enak loh, benaran.""Buat kamu semuanya saja, Sayang.""Papa nggak suka?""Suka-suka saja sih. Kamu kan tahu Sayang kalau sudah kaitannya dengan buah aku nggak pilih-pilih/ Cuma udah, dimakan kamu semua saja. Buah kiwi kan kandungan vitamin C, folat dan seratnya tinggi banget. Bagus banget untuk kamu, Sayang."Rose langsung tersenyum, lalu ia cium pipi Arthur sampai berbunyi."Ya udah, makasih ya..."Mereka sarapan di teras vila yang menghadap ke arah laut. Hari ini agenda mereka akan dimulai jam delapan pagi sesuai dengan list agenda yang sudah di berikan oleh tour guide. Tadi tidak lama dari Arthur memesan sarapan mereka, pihak restoran sudah mengantarkan sarapan pesanan mereka.Seperti kemarin, Arthur meminta pihak restoran untuk meletakkan sarapan mereka di depan pintu saja. Ia tetapi

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 432

    Arthur membaringkan Rose yang sudah tertidur karena kelelahan menangis.Cukup lama Rose menangis dipelukan Arthur sambil memukul dada Arthur.Pria itu hanya bisa menenangkan istrinya."Maafkan aku yang telah mengacaukan liburan kita, Sayang." Arthur memegang tangan istrinya yang memerah karena memukulnya. Ia kecup tangan Rose.Kemudian Arthur baring di samping istrinya."Tidur yang nyenyak Sayangku. Mimpi yang indah," bisik Arthur.Pria itu mengecup kening Rose dan gadis itu sama sekali tidak terganggu tidurnya. Mungkin Rose terlalu lelah hingga ia sangat nyenyak tidurnya.Setelah mengecup kening dan pipi Rose, Arthur kembali baring di samping Rose. Ia pandangi wajah tenang istrinya. "Seharusnya malam ini kita bisa melewati malam panas. Tapi aku mengacaukannya," gumam Arthur.Arthur terus memandangi wajah Rose hingga beberapa menit kemudian, rasa kantuk kembali hadir.Pria itu akhirnya terlelap.Keesokan paginya...Rose merasakan tidurnya terganggu ketika ia merasakan telinganya di

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 431

    "Haaaaah...."Rose membuka selimut yang tadi sengaja ia tarik menutupi tubuhnya.Gadis itu mencoba baring ke arah kiri dan kanan untuk mencari posisi yang nyaman.Sejak tadi ia sudah mencoba untuk memejamkan matanya tetapi tetap saja ia tidak bisa tidur.Sudah hampir satu jam ia seperti itu sejak Arthur membaringkannya di atas ranjang.Tubuhnya lelah dan ia juga sudah mengantuk tetapi anehnya ia tidak bisa tidur.Dalam posisi baringnya, ia menoleh ke arah sofa bed dimana Arthur berada.Ia tatap punggung suaminya karena Arthur memang baring membelakanginya.Rose mengusap perut buncitnya. "Sayang-sayangnya Mama, please kerja sama dengan Mama. Kalian gelisah karena Papa nggak tidur sama kalian?" tanya Rose dengan pelan agar suaranya tidak membangunkan suaminya.Ia tidak ingin Arthur tahu kalau ia tidak bisa tidur saat ini.Rasa gengsi yang tinggi membuat Rose lebih menahan dirinya.Gadis itu masih mengusap perut buncitnya.Selang beberapa menit kemudian, gadis itu akhirnya memilih untuk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status