ホーム / Romansa / Sentuhan Pria Dewasa / Chapter 68 Tangis Bahagia Rajan

共有

Chapter 68 Tangis Bahagia Rajan

作者: Polcaa
last update 最終更新日: 2026-01-25 09:33:15

POV RAJAN

Rajan berdiri sedikit menyamping di dekat pintu ruang rawat itu, tubuhnya bersandar pada dinding dingin rumah sakit, tangan terlipat di dada. Dari posisinya, ia bisa melihat semuanya dengan jelas ialah Narine yang setengah bersandar di ranjang, wajahnya pucat namun matanya berbinar Arkana yang berdiri di sisi ranjang dengan ekspresi gugup yang hampir tidak pernah Rajan lihat sebelumnya, juga Maya yang berdiri di sudut ruangan, menutup mulut menahan senyum dan air mata sekaligus.

Bau antiseptik menusuk hidung, lampu putih rumah sakit membuat suasana terasa steril dan kaku. Tapi di tengah segala kekakuan itu, ada sesuatu yang hangat mengalir pelan sesuatu yang membuat dada Rajan mengencang tanpa ia sadari.

Ia menatap Arkana yang kini berlutut perlahan di samping ranjang Narine.

Detik itu juga, Rajan menarik napas lebih dalam.

Jadi ini momennya.

Ia sempat mendengar rencana Arkana sedikit, setengah bocor, lewat obrolan Maya dan bisikan tim yang sok rahasia. Tapi melihatnya secar
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 69 Saling Menguatkan

    Langit itu merambat turun perlahan, meninggalkan semburat jingga yang menggantung di balik jendela-jendela tinggi rumah sakit. Cahaya matahari menembus kaca dan jatuh memanjang di lantai koridor, menciptakan bayangan yang sunyi dan terasa dingin. Narine berdiri beberapa langkah dari bangku panjang di dekat teras terbuka, menatap sosok kakaknya yang duduk sendiri, punggungnya sedikit membungkuk, bahunya seolah memikul beban yang tak kasatmata.Sejak pagi, Narine bisa merasakan perubahan itu. Rajan lebih banyak diam. Senyumnya hadir, tapi kosong. Tawa kecilnya muncul, namun tidak pernah sampai ke matanya. Narine mengenal ekspresi itu dengan terlalu baik ekspresi seseorang yang sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri, terjebak dalam kenangan yang tak pernah benar-benar sembuh.Ia menarik napas dalam sebelum melangkah mendekat.“Bang…” panggil Narine lembut.Rajan menoleh. Wajahnya tampak sedikit terkejut, lalu mengendur menjadi senyum tipis. “Hm?”“Aku boleh ngajak kakak keluar sebenta

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 68 Tangis Bahagia Rajan

    POV RAJANRajan berdiri sedikit menyamping di dekat pintu ruang rawat itu, tubuhnya bersandar pada dinding dingin rumah sakit, tangan terlipat di dada. Dari posisinya, ia bisa melihat semuanya dengan jelas ialah Narine yang setengah bersandar di ranjang, wajahnya pucat namun matanya berbinar Arkana yang berdiri di sisi ranjang dengan ekspresi gugup yang hampir tidak pernah Rajan lihat sebelumnya, juga Maya yang berdiri di sudut ruangan, menutup mulut menahan senyum dan air mata sekaligus.Bau antiseptik menusuk hidung, lampu putih rumah sakit membuat suasana terasa steril dan kaku. Tapi di tengah segala kekakuan itu, ada sesuatu yang hangat mengalir pelan sesuatu yang membuat dada Rajan mengencang tanpa ia sadari.Ia menatap Arkana yang kini berlutut perlahan di samping ranjang Narine.Detik itu juga, Rajan menarik napas lebih dalam.Jadi ini momennya.Ia sempat mendengar rencana Arkana sedikit, setengah bocor, lewat obrolan Maya dan bisikan tim yang sok rahasia. Tapi melihatnya secar

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 67 Keriweuhan Mamah

    Arkana baru saja kembali ke kamar rawat setelah sempat keluar sebentar menemui dokter ketika pintu terbuka pelan. Suara langkah tergesa langsung memenuhi ruangan.“Arkana! Arkana!”Arkana refleks bangkit setengah duduk di ranjang, wajahnya langsung berubah kaget sekaligus lega. Dua sosok yang sangat ia kenal berdiri di ambang pintu mamahnya dengan tas besar di pundak, papahnya membawa kantong buah dan bunga kecil meskipun dengan kondisi yang agak acak-acakan.Narine yang duduk di kursi dekat ranjang spontan ikut berdiri.“Selamat malam Mah, Pah…” sapa Narine gugup.Mamah Arkana menoleh sekilas ke Narine, senyum tipis muncul, tapi fokusnya langsung kembali ke Arkana. Ia melangkah cepat mendekat, menaruh tas sembarangan di kursi, lalu mengamati putranya dari ujung kepala sampai kaki.“Ya Allah, kamu ini gimana sih, Arkana?!” suara mamahnya langsung meninggi, campur aduk antara panik dan kesal. “Ko bisa kecelakaan gini, katanya masuk rumah sakit! Mamah sampai hampir pingsan di rumah!”Pa

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 66 Tidak Ada Dalam Rencana

    Ponsel Maya bergetar di atas meja. Getaran itu kecil, nyaris tak terdengar di antara suara AC kantor dan sisa isak Narine yang belum juga berhenti sejak tadi.Maya melirik layar. Nama Thomas muncul.Entah kenapa, jantung Maya langsung berdegup lebih cepat.“Angkat dong tuh si Thomas telfon,” ujar Narine pelan, suaranya serak setelah terlalu banyak menangis.Maya mengangguk dan menekan tombol jawab. Baru setengah detik, wajahnya berubah.“Apa?” Maya spontan berdiri. “Di mana sekarang?”Narine menatap Maya dengan dahi berkerut. Ada firasat aneh yang tiba-tiba menyusup ke dadanya.Maya memalingkan tubuh sedikit, tapi suara Thomas tetap terdengar samar dari speaker. Suara panik, terputus-putus, terburu-buru.“Udah di IGD RS Brawijaya ini dia kecelakaan di flyover karena mobilnya ditabrak dari belakang sama pengendara lain, lu kesini deh kasih tau Narine kata gue.”Narine membeku.“Arkana?” bibirnya bergetar saat menyebut nama itu.Maya menutup telepon dengan tangan gemetar. Wajahnya pucat

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 65 Selangkah Lebih Dekat

    Narine duduk di sudut sofa apartemennya dengan lutut ditarik ke dada. Lampu ruang tamu sengaja ia redupkan, hanya menyisakan cahaya kekuningan dari standing lamp di dekat jendela. Matanya sembap, hidungnya memerah, dan tisu sudah menumpuk di meja kecil di depannya.Pintu diketuk beberapa kali, agak terburu-buru.“Maya…”Begitu pintu terbuka, Maya langsung disambut pemandangan sahabatnya yang biasanya rapi dan tegar itu sekarang berantakan, rambutnya diikat asal, pipinya basah oleh sisa air mata.“Ya Tuhan, Narine…” Maya buru-buru menutup pintu dan meletakkan tasnya. “Kenapa? Kok kayak habis ditonjok gini mukanya?”Narine mengangkat wajahnya. Bibirnya bergetar, dan tanpa peringatan, air matanya kembali tumpah. Maya langsung duduk di sebelahnya, menarik tubuh Narine ke pelukan.“Arkana…” suara Narine serak, hampir tak terdengar. “Dia marah banget sama gue tadi.”Maya terdiam sepersekian detik. Alisnya sedikit berkerut, antara kaget dan bingung. “Marah? Marah kenapa? Kalian kan baik-baik

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 64 Hari Apes Narine

    Langit Jakarta menggantung kelabu sejak pagi, seperti pertanda suasana yang tidak akan ramah bagi siapa pun yang melangkah ke lantai dua puluh tiga gedung Rivard Consulting. Narine berdiri di depan meja kerjanya sambil menatap layar laptop dengan dahi berkerut. Deretan revisi dari divisi Humas terus bermunculan di email masuk, saling bertabrakan satu sama lain, membuat napasnya terasa semakin pendek.Konsep acara peluncuran klien premium itu berubah tiga kali dalam dua jam terakhir.Awalnya hanya soal penyesuaian rundown. Lalu mendadak branding visual diganti. Sekarang, timeline media exposure ikut dirombak total.“Narine, yang final kita pakai versi yang mana, ya?” tanya salah satu staf Humas dari balik sekat.Narine mengusap pelipis. “Yang terakhir aku kirim. Udah aku send jam sepuluh lewat.”“Tapi barusan Mas Dito bilang yang jam sebelas itu lebih sesuai arahan Pak Arkana.”Narine menoleh cepat. “Jam sebelas? Aku gak terima email baru.”Staf itu saling pandang, bingung.Rasa tidak

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status