Home / Romansa / Sentuhan Pria Dewasa / Chapter 134 Arsya Mode Cowok Cool

Share

Chapter 134 Arsya Mode Cowok Cool

Author: Polcaa
last update publish date: 2026-03-22 17:42:13

Pagi itu suasana di sebuah TK kecil yang penuh warna terasa lebih ramai dari biasanya. Anak-anak berlarian dengan tas kecil di punggung mereka, beberapa masih digandeng orang tua, beberapa sudah berani masuk sendiri.

Di antara keramaian itu, satu sosok kecil berjalan santai, hampir tanpa beban.

Arsya.

Langkahnya ringan, wajahnya tenang, bahkan tanpa menoleh ke belakang. Sementara di belakangnya, Arkana berdiri dengan kedua tangan di pinggang, memperhatikan anaknya dengan ekspresi antara bangga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 138 Buat Ade Baru aww

    Malam itu turun dengan tenang di rumah mereka. Tidak ada suara televisi yang menyala, tidak ada langkah kecil berlarian di ruang tamu, tidak juga suara cerewet Arsya yang biasanya masih minta satu cerita lagi sebelum tidur. Semuanya terasa lebih sunyi dari biasanya.Arsya sudah tertidur sejak satu jam yang lalu, setelah seharian penuh bermain di luar rumah bersama Ken. Bahkan tadi sempat protes karena dipaksa mandi, lalu berakhir tertidur di pangkuan Narine dengan rambut masih setengah basah.Kini, kamar utama hanya menyisakan dua orang.Narine duduk di tepi tempat tidur, melepas jepit rambutnya perlahan. Rambut panjangnya terurai jatuh ke bahu, sedikit berantakan, tapi justru membuatnya terlihat lebih… lembut.Arkana bersandar di headboard, memperhatikan tanpa banyak bicara.Ada sesuatu yang berbeda malam ini.Bukan suasananya. Bukan juga rutinitasnya.Tapi cara Narine diam.“Capek?” tanya Arkana akhirnya, suaranya pelan.Narine mengangguk kecil. “Lumayan.”Hening lagi.Namun bukan h

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 137 Happy Birthday Ibuu

    Pagi itu datang dengan cara yang sama seperti hari-hari biasannya matahari yang menyelinap lewat celah tirai, udara yang masih menyisakan dingin semalam, dan suara langkah kecil yang biasanya akan berlari ke arah tempat tidur sambil memanggil, “Ibuu!”Namun hari ini berbeda.Narine membuka matanya perlahan. Ada sesuatu yang ia tunggu. Sesuatu yang bahkan tanpa ia sadari, ia harapkan sejak semalam.Hari ini adalah ulang tahunnya.Ia diam sejenak, menatap langit-langit kamar. Menunggu.Mungkin pintu akan terbuka tiba-tiba. Mungkin Arsya akan lompat ke atas kasur. Mungkin Arkana akan menyelinap mendekat, berbisik di telinganya seperti biasa.Tapi tidak ada apa-apa.Hanya sunyi.Narine menghela napas pelan, lalu tersenyum tipis pada dirinya sendiri. “Yaudah…” batinnya. “Mungkin mereka gak inget.”Ia turun dari tempat tidur, berjalan ke luar kamar.Di ruang makan, Arkana sudah duduk dengan laptopnya, secangkir kopi di tangan. Wajahnya tenang seperti biasa.“Pagi,” ucap Arkana singkat, bahk

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 136 Ndak Mau Mati

    Pagi itu rumah terasa lebih ribut dari biasanya. Karena apa?Narine sudah bangun sejak subuh, sibuk mondar-mandir dari kamar ke ruang tengah sambil membawa berbagai perlengkapan. Di sofa, tergeletak sebuah kostum berbulu putih lengkap dengan telinga panjang dan buntut kecil bulat.“Kostumnya jangan sampai ketinggalan…” gumam Narine sambil mengecek lagi isi tas.Di sisi lain, Arsya masih duduk di lantai, memeluk botol minumnya, wajahnya masih setengah mengantuk. Rambutnya acak-acakan, matanya belum sepenuhnya terbuka.“Arsya, sini. Kita pakai kostumnya dulu ya,” panggil Narine lembut.Arsya menoleh pelan. Begitu matanya menangkap kostum kelinci itu, ekspresinya langsung berubah.“Ini?” tanyanya.“Iya, kamu kan jadi kelinci hari ini.”Arsya berdiri, lalu mendekat. Tangannya menyentuh telinga panjang itu.“Lucu…” gumamnya.Beberapa menit kemudian, Arsya sudah berubah jadi kelinci kecil yang super gemas. Kostum itu sedikit kebesaran, telinganya agak miring ke samping, dan buntut kecil di

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 135 Cilok Mantul

    Sore itu suasana komplek terasa hangat. Matahari belum sepenuhnya tenggelam, tapi sinarnya sudah mulai lembut. Angin kecil berhembus, membawa aroma tanah dan suara anak-anak yang riuh bermain di lapangan kecil depan rumah.Arsya berlari kecil bersama Ken dan beberapa anak lain. Tawa mereka pecah setiap kali bola plastik yang mereka tendang melenceng entah ke mana. Wajah Arsya merah, napasnya sedikit terengah, tapi matanya berbinar penuh semangat.Sampai tiba-tiba “Cilok mantul cilok mantul!”Suara khas itu langsung memecah fokus semua anak.“CILOK!” teriak Ken paling kencang.Anak-anak langsung bubar, berhamburan ke arah gerobak cilok yang berhenti di pinggir jalan. Arsya yang tadi masih pegang bola ikut terpaku. Matanya membesar, memperhatikan satu per satu temannya yang mulai mengantre.Dia melangkah pelan mendekat, berdiri di samping Ken.Ken dengan santainya merogoh saku, mengeluarkan uang receh, lalu berkata dengan percaya diri, “Bang, dua ribu, yang banyak sambalnya.”Arsya mel

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 134 Arsya Mode Cowok Cool

    Pagi itu suasana di sebuah TK kecil yang penuh warna terasa lebih ramai dari biasanya. Anak-anak berlarian dengan tas kecil di punggung mereka, beberapa masih digandeng orang tua, beberapa sudah berani masuk sendiri.Di antara keramaian itu, satu sosok kecil berjalan santai, hampir tanpa beban.Arsya.Langkahnya ringan, wajahnya tenang, bahkan tanpa menoleh ke belakang. Sementara di belakangnya, Arkana berdiri dengan kedua tangan di pinggang, memperhatikan anaknya dengan ekspresi antara bangga dan sedikit tidak percaya.“Ini anak gak ada drama sama sekali,” gumamnya.Biasanya, yang Arkana lihat anak-anak seusia Arsya masih ada yang nangis, ada yang tarik-tarik orang tuanya, bahkan ada yang mogok di depan gerbang. Tapi Arsya?Masuk aja.Tanpa pamit.Tanpa noleh.Tanpa rasa bersalah.“Sya” Arkana sempat mau manggil.Tapi Arsya sudah keburu masuk ke dalam kelas, langsung menuju rak mainan seolah dunia luar sudah tidak penting lagi.Arkana menghela napas, lalu tersenyum kecil. “Oke baik.

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 133 Pamer Mobil Sama Pusat

    Hujan tipis masih menyisakan jejak di jalanan saat mobil Arkana meluncur pelan memasuki kompleks rumah orang tuanya. Udara sore itu terasa adem, khas setelah hujan, dengan aroma tanah basah yang menenangkan. Tapi suasana tenang itu jelas tidak berlaku di dalam mobil.“Papaaah, cepetan dong nanti Oppa sama Oma kebulu tidul!” suara kecil Arsya terdengar tak sabaran dari kursi belakang.Arkana melirik lewat kaca spion, sudut bibirnya naik tipis. “Ini juga udah cepet, Bos. Rumah Oppa Oma gak pindah, santai aja.”“Enggaaa! Alsya mau tunjukin mobil Alsyaaa!” Arsya menggoyang-goyangkan kakinya, suaranya penuh semangat.Narine yang duduk di samping Arkana cuma bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum. “Dari tadi di jalan gak berhenti ngomong itu.”“Biarin,” sahut Arkana santai. “Lagi bangga dia.”“Bangga banget malah,” balas Narine, lalu menoleh ke belakang. “Nanti ngomongnya yang bener ya, Sayang.”“Iyaa!” jawab Arsya cepat. Tapi dari nadanya, jelas tidak ada jaminan apapun.Mobil akhirnya

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 47 Siasat Irene

    Irene menutup pintu mobilnya dengan hentakan yang terlalu keras untuk sekadar menandai kepulangan. Suara logam beradu itu menggema sebentar di basement apartemen, lalu hilang, menyisakan dengung amarah yang masih berputar di kepalanya. Tangannya gemetar saat ia melepas kacamata hitam, napasnya pend

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 46 Memancing Keributan

    Pagi itu kantor masih berada di ritme yang relatif tenang ketika Irene melangkah masuk tanpa rasa ragu sedikit pun. Hak sepatunya berdenting pelan di lantai marmer, teratur, penuh percaya diri seolah tempat ini masih menyimpan ruang untuknya. Padahal tidak ada satu pun agenda yang menunggunya hari

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 45 Pulang ke Pelukan nya

    Pagi itu Narine terbangun tanpa rasa sesak di dada. Tidak ada kebiasaan refleks meraih ponsel dengan cemas, tidak ada pikiran buruk yang menumpuk sebelum mata benar-benar terbuka. Cahaya matahari menembus sela tirai apartemennya, hangat dan pelan, seperti memberi izin pada hari untuk berjalan tanpa

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 49 Frustasi

    Arkana tidak menunggu pagi.Malam itu juga, setelah matahari benar-benar tenggelam dan kota berubah menjadi lautan lampu, ia menyalakan mesin mobilnya dengan rahang mengeras. Narine duduk di kursi penumpang, menatap lurus ke depan. Tidak ada musik. Tidak ada percakapan. Hanya suara mesin dan napas

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status