مشاركة

Cinta Mati Roman

مؤلف: Risca Amelia
last update تاريخ النشر: 2026-07-02 18:53:20

Sabiya mengamati sejenak wajah pria berhidung mancung di depannya. Detik berikutnya, jalinan memori masa lalu menyeruak begitu saja di benak Sabiya.

"Kak Enzo?" bisik Sabiya, memastikan.

Pria bernama Enzo itu tampak terkejut. Ia menatap Sabiya dengan mata membulat.

"Sabiya? Kau... kau sudah bisa bicara?"

Sabiya hanya membalas dengan senyuman tipis yang santun.

"Ternyata, suaramu merdu sekali,” puji Enzo tulus. “Aku tidak menyangka kau masih mengingatku setelah bertahun-tahun. Kupikir, aku tida
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Ros
Semoga saka Enzo bs menjaga rahasia sabiya. Semoga sabiya bs mandiri kerja baik. Dan bs mendiri kan perusahaan perhiasan kecil2 an di denver. Semoga Jetro tetap melindungi nya. Dan semoga juga surat cerai nya sdh keluar. Krn sdh ditanda tangani Roman. Lewat pengacara handal jetro.
goodnovel comment avatar
Ardiansyah
kenapa ya ko bisa jujur gitu padahal mah jangan buka jati diri itu bukan rahasia lagi bisa bohong sabiya
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Pelindung Sejati

    Tanpa menunda lagi, Sabiya bergegas menggeser tombol hijau dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya."Halo, Kak Jetro? Bagaimana kabarmu?” sapa Sabiya lembut.Di seberang sambungan, Sabiya bisa mendengar langkah kaki Jetro yang berderap di atas lantai. Sepertinya, pria itu sedang berjalan tergesa-gesa menyusuri sebuah lorong."Maaf kalau aku mengganggu kesibukanmu. Aku hanya ingin memberitahu bahwa aku baru saja menerima dokumen dari pengadilan," ucap Sabiya dengan nada yang sangat hati-hati. Ia tidak ingin melukai perasaan pria itu lebih jauh. "Kakak sudah menerimanya juga?"Langkah kaki di seberang sana berhenti. Terdengar embusan napas berat sebelum Jetro membalas ucapannya."Aku sudah menerimanya juga, Sabiya," jawab Jetro dengan nada datar. "Tapi persetan dengan surat cerai itu. Aku lebih senang karena mengetahui kau baik-baik saja."Sabiya tertegun sejenak. "Kakak tahu apa yang terjadi?""Tentu saja," rutuk Jetro dengan nada frustrasi. "Kemarin, Ares mengirimkan pesan singkat pa

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Resmi Berpisah

    Mendengar bunyi ketukan tersebut, Sabiya segera berjalan pelan-pelan. Pergelangan kakinya masih berdenyut nyeri, memaksanya untuk sedikit menyeret langkah di atas lantai.Ketika ia membuka pintu, tampak Bibi Elma berdiri dengan napas sedikit memburu. Wanita itu masih memakai apron."Bibi Elma, siapa tamu yang datang?" tanya Sabiya dengan dahi berkerut.Bibi Elma menoleh sedikit ke arah ruang tamu sebelum kembali menatap majikannya."Mereka bilang mereka adalah pengacara utusan dari Tuan Roman."Mata Sabiya sedikit melebar. Untuk apa pengacara Roman mencarinya di tengah situasi yang masih serba kacau ini?Melihat keraguan di wajah Sabiya, Bibi Elma dengan cepat menawarkan diri."Apa Nyonya mau saya bantu menemui mereka, atau saya suruh mereka menunggu sampai Nyonya merasa lebih baik?""Tidak perlu," tolak Sabiya halus. “Aku akan menemui mereka sendiri. Bibi Elma bisa kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan.""Baik, Nyonya."Setelah Bibi Elma menunduk hormat dan berlalu menuju area

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menanti Kepulangannya

    Usai berdoa bersama, Sabiya membantu Ares dan Altair bersiap ke sekolah dengan perasaan yang lebih tenang. Ia memakaikan seragam, menemani sarapan, serta memastikan semua peralatan sekolah mereka lengkap.Tepat pukul tujuh pagi, Zavier dan tiga orang pengawal sudah menunggu di depan pintu apartemen. Mereka akan mengantar si kembar ke sekolah dengan pengamanan ketat. Kemudian, mereka akan membawa pulang mobil Sabiya yang masih tertinggal di vila.Sabiya melepas kepergian anak-anaknya, melambaikan tangan hingga punggung mereka tak terlihat lagi di koridor.Setelah suasana apartemen kembali sepi, Sabiya berjalan perlahan menuju kamarnya. Ia baru saja duduk di tepi ranjang saat ponselnya berdering nyaring.Layar ponsel menampilkan nama Nyonya Vivian, sang pemilik Elegance Jewelry. Sabiya segera merapikan rambutnya sedikit, lalu menekan tombol terima untuk panggilan video tersebut.Wajah Nyonya Vivian muncul di layar. Wanita karier yang biasanya selalu tampil elegan itu terlihat cemas."Ro

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Harapan untuk Hidup

    Di balik pintu ganda berwarna putih pucat, perjuangan antara hidup dan mati sedang berlangsung.Lampu operasi menyorot terang di atas meja bedah rumah sakit Lisea. Bunyi monoton dari monitor detak jantung menjadi satu-satunya ritme yang menemani para tenaga medis.Di atas meja itu, Roman terbaring tanpa daya. Pria yang beberapa jam lalu merobohkan belasan musuh kini terlihat sangat rapuh dengan berbagai selang yang terhubung ke tubuhnya.Seorang dokter bedah senior memusatkan pandangannya pada luka tembak di bahu kanan Roman.Dengan gerakan tangan yang sangat hati-hati, ia menggunakan pinset bedah untuk menjangkau proyektil logam yang bersarang sangat dekat dengan pembuluh darah utama.Pendarahan dari luka itu terus merembes keluar. Perawat di sebelahnya dengan sigap menyeka darah dan mengganti kantong transfusi untuk kesekian kalinya."Tekanan darah pasien terus menurun, Dokter," lapor ahli anestesi. Matanya terus terpaku pada layar monitor yang menunjukkan angka vital Roman."Sediki

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Melewati Cobaan

    Merasakan kegelisahan dalam hatinya, Sabiya berjalan pelan-pelan mendekati Zavier."Zavier, apa kau mendapat kabar dari Lisea?"Zavier tersentak. Pria itu segera menoleh ke belakang, menatap Sabiya dengan sorot mata yang menyiratkan keterkejutan bercampur kegugupan.Ia buru-buru menjauhkan ponsel dari telinganya sambil menelan ludah kasar."Benar, Nyonya. Ini dari Tuan Dante. Dia menanyakan bagaimana kondisi Nyonya,” kata Zavier. “Katanya... itu adalah pesan khusus dari Tuan Roman."Mendengar nama Roman disebut, dada Sabiya terasa berdesir nyeri. Ada jeda yang sangat ganjil dalam penuturan Zavier."Lalu, bagaimana dengan kondisi Roman?" tanya Sabiya. "Apakah dia baik-baik saja? Apakah pertempuran di pabrik baja itu sudah selesai?"Alih-alih menjawab dengan cepat dan lugas, Zavier justru terdiam. Rahang pengawal tangguh itu tampak mengeras."Jawab aku, Zavier! Kenapa kau diam saja?" desak Sabiya semakin curiga. “Apa yang terjadi pada Roman?”Zavier masih membisu, tampak sangat bimbang

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Pertemuan yang Mengharukan

    Berbeda dengan Dominic, suasana tegang perlahan mencair bagi Sabiya. Wanita itu menoleh ke belakang untuk kesekian kalinya. Melalui kaca jendela mobil, ia tidak lagi melihat sorot lampu mobil yang mengejar mereka. Yang terlihat hanyalah deretan lampu jalanan serta mobil-mobil penduduk lokal yang melaju santai.Sabiya mengembuskan napas panjang. Udara yang sedari tadi terasa mencekik tenggorokannya kini seakan terlepas. Ia menyandarkan punggung dan kepalanya yang terasa pening ke jok kulit mobil. Kelegaan yang luar biasa besar membanjiri dadanya. Akhirnya, ia berhasil. Ia selamat dari cengkeraman pria psikopat itu."Kita sudah aman, Nyonya Sabiya," ucap Zavier memecah keheningan. Nada suara pria itu kembali tenang dan sopan. "Dominic tidak akan berani mengikuti kita sampai ke sini. Kamera pengawas kota dan patroli polisi terlalu banyak."Sabiya mengangguk lemah, mengusap wajahnya yang kuyu dengan kedua tangan. "Terima kasih, Zavier. Jika kalian tidak datang tepat waktu... aku tid

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bantu Aku, Paman

    Hampir satu jam berlalu, mobil yang dinaiki Sabiya memasuki kawasan pinggiran kota yang lebih lengang. Kendaraan beroda empat itu melintasi jalanan menanjak, menuju sebuah rumah yang berdiri kokoh di atas perbukitan pribadi.Kediaman yang ditempati Roman dan Sabiya sengaja dibangun di lokasi yang t

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghilang dari Hidupmu

    Alih-alih memberi sanggahan, Roman justru meletakkan gelasnya di meja. Dengan tatapan lembut yang belum pernah Sabiya lihat sebelumnya, pria itu menoleh kepada Clara."Jangan dengarkan mereka, Clara." Suara Roman rendah dan menenangkan. "Aku punya hadiah untukmu malam ini. Aku tidak mau kau bersedi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status