Share

Pengacau Telah Kembali

Penulis: Risca Amelia
last update Tanggal publikasi: 2026-06-18 22:24:28

H-3....

Sabiya sudah terbangun sejak mentari belum sepenuhnya benderang. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan dan jiwanya diselimuti ketenangan.

Walau Roman tidak pulang semalaman, kenyataan tersebut tidak mengganggu Sabiya sama sekali. Hingga detik ini, Roman juga tidak mengirimkan pesan teks maupun menelepon.

Namun bagi Sabiya, keacuhan pria itu justru menjadi ruang bernapas yang ia syukuri. Sebab, hal pertama yang ia ingin lakukan pagi ini adalah menyalakan ponsel rahasia.

Tatkala layar perangk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Puji Lestari
ayo percepat kak udah muak nih sama Clara
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Sumpah Sang Pemimpin

    Di kawasan perbukitan San Marino, langit mendung menggantung rendah. Suasana di bukit itu sangat suram dan mencekam.Angin perbukitan berembus membawa hawa dingin, diiringi gerimis tipis yang membasahi rerumputan hijau di area pemakaman.Ratusan anggota klan Falcone yang berpakaian serba hitam berdiri berbaris. Mereka membentuk pagar betis, mengelilingi sebuah liang lahad yang baru digali.Payung-payung mengembang di udara, menahan rintik hujan yang membasahi pundak-pundak tegap para pengawal.Tidak ada satu pun suara obrolan yang terdengar. Hanya ada keheningan yang sarat akan duka.Di barisan paling depan, berdiri Jetro Falcone.Sang pemimpin tertinggi mengenakan setelan jas hitam legam, yang dipadukan dengan kemeja kerah tinggi dan mantel panjang berwarna senada.Wajah tampannya yang biasanya memancarkan ketenangan kini terlihat begitu kaku. Matanya menatap lurus ke arah sebuah peti mati berukir lambang elang.Di dalam peti tersebut, terbaring tubuh kaku Cassian, pria muda yang tel

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Kita Langsung Menikah

    Ciuman Sabiya merupakan bentuk penyerahan diri, sebuah permohonan bisu agar pria itu kembali menjejakkan kaki di dunia nyata.Sabiya menyapukan bibirnya dengan lembut, menekan rasa takut dan kepanikannya sendiri demi menjadi tiang penyangga bagi sang mafia.Melalui sentuhan bibir ke bibir, Sabiya seakan mentransfer seluruh kekuatan hidupnya. Mengingatkan Roman bahwa di tengah duka dan kehilangan, pria itu masih memiliki alasan untuk terus bernapas.Masih ada dirinya, masih ada Ares dan Altair.Secara perlahan, efek dari kasih sayang yang diberikan Sabiya mulai bekerja.Napas Roman yang semula memburu berangsur-angsur mereda.Embusan udara dari hidungnya tak lagi terdengar seperti orang yang sedang tercekik. Jari-jari Roman secara refleks mengusap lemah di pinggang Sabiya.Menyadari ritme jantung Roman telah teratur, Sabiya melepaskan ciumannya dengan sangat perlahan."Tarik napasmu, Roman," bisik Sabiya seraya mengusap rahang tegas pria itu yang ditumbuhi akar-akar tipis cambang."Tan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menenangkan dengan Cinta

    "Dokter, bisakah saya tetap berdiri di sini? Saya tidak akan mengganggu proses pemeriksaan,” pinta Sabiya.Sang dokter mengangguk paham, menyadari bahwa keberadaan Sabiya adalah penenang terbaik bagi pasien yang baru saja melewati trauma berat."Tentu, Nyonya. Anda bisa tetap menemani Tuan Valeriano."Tim medis mulai bekerja dengan cepat. Dokter menyorotkan senter kecil ke arah pupil mata Roman untuk mengecek respons saraf otaknya.Roman mengernyitkan dahi karena silau. Namun, ia membiarkan dokter itu melakukan tugasnya asalkan matanya tetap bisa menangkap sosok Sabiya.Setelah memeriksa mata, dokter mendengarkan detak jantung dan pernapasan Roman menggunakan stetoskop. Kemudian, ia memeriksa jahitan pada luka tembak serta pelat penyangga di kaki Roman.Sepanjang proses pemeriksaan yang tidak nyaman itu, Roman hanya diam, tidak mengatakan apa-apa."Tuan Valeriano berhasil melewati masa kritis. Kesadarannya sudah kembali penuh, dan respons sarafnya bekerja dengan baik."Sabiya mengusap

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Aku Tidak Akan Pergi

    Panggilan yang familiar itu sontak menghancurkan sisa-sisa kantuk Sabiya.Tubuhnya tersentak hebat. Ia membuka matanya lebar-lebar, lantas bangkit dari posisi berbaring.Tanpa memedulikan kakinya yang masih lemas, Sabiya berlari semampunya. Ia langsung berdiri di samping brankar, tempat Roman berbaring.Di bawah pendar cahaya temaram ruangan, Sabiya bisa melihat sepasang mata kelabu milik Roman telah terbuka. Tatapan pria itu tampak sangat sayu, kosong, dan tidak fokus.Efek obat bius dosis tinggi dan ketidaksadaran selama berhari-hari membuat Roman kehilangan orientasi ruang dan waktu.Kelopak mata Roman bergerak lambat, mengerjap beberapa kali seolah cahaya lampu di atasnya menyiksa retina matanya.Napas pria itu tiba-tiba berubah memburu. Dada bidangnya yang dibalut perban naik turun dengan cepat, mengembunkan bagian dalam masker oksigen yang menutupi separuh wajahnya.Di dalam alam bawah sadar Roman yang masih kacau, memori terakhir yang terekam adalah penculikan dan pertempuran d

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Ancaman Manis

    Usai berpamitan, dokter dan perawat berjalan keluar dari kamar rawat, menyisakan Sabiya bersama para pengawal. "Nyonya, kami bertiga akan berjaga di depan kamar ini. Jika Nyonya membutuhkan sesuatu, cukup panggil kami,” ujar Dante.Sabiya memandang ke arah Dante. Ia bisa melihat dengan jelas betapa kacaunya kondisi pria di hadapannya ini.Dante telah mengatur pertempuran, mengevakuasi Roman, mengurus jenazah Nyonya Regina, hingga terbang melintasi samudra tanpa memejamkan mata sedetik pun. Begitu pula dengan Liam dan Nathan yang telah bersiaga sejak pagi."Kalian tidak perlu menunggu di luar malam ini," ucap Sabiya. Ia menatap Dante, Liam, dan Nathan secara bergantian."Sebaiknya, kalian bertiga pulang. Kembalilah ke rumah, bersihkan diri, dan beristirahatlah dengan tenang.""Tapi, Nyonya, keamanan Tuan Roman—""Lantai ini sangat aman, Dante. Aku sendiri yang akan menemani Roman sepanjang malam,” potong Sabiya meyakinkan. “Kalian bisa kembali besok.”Mendengar ketegasan dari istri bo

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Membangunkan Dia dari Tidur Panjang

    Angin malam Denver berembus semakin kencang, menusuk lapisan mantel yang dikenakan Sabiya hingga ke pori-pori kulitnya. Namun, rasa dingin itu sama sekali tidak dihiraukannya.Sabiya terus berdiri mondar-mandir di selasar lobi Rumah Sakit Sentral Denver. Tangannya menggenggam ponsel dengan sangat erat, sementara pandangannya tak pernah lepas dari jalan raya.Sudah lewat dua puluh menit dari waktu perkiraan yang Dante sebutkan, tetapi tanda-tanda kedatangan rombongan itu belum juga terlihat.Sabiya mencoba menghubungi nomor Dante untuk kesekian kalinya. Akan tetapi, suara operator otomatis kembali terdengar, menyatakan bahwa nomor tersebut masih di luar jangkauan.Berbagai skenario buruk mulai berkelebat di dalam kepala Sabiya.Bagaimana jika terjadi sesuatu pada pesawat itu? Bagaimana jika kondisi Roman memburuk di udara?Kepanikan Sabiya hampir mencapai puncaknya, hingga sayup-sayup terdengar deru mesin mobil memecah kesunyian.Sabiya menahan napas. Dari ujung jalan, sorot lampu yang

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berlari untuk Wanita Lain

    Tangan besar Roman langsung bergerak melepas baju yang membungkus tubuh Sabiya hingga terlepas sepenu. Namun, Sabiya tetap memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan tubuhnya sekaku patung lilin.Jakun Roman naik-turun saat melihat istrinya yang kini hanya mengenakan bra hitam berenda. Pakaian dala

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status