Share

Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu
Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu
Penulis: Olif S

Bab 1

Penulis: Olif S
last update Tanggal publikasi: 2026-06-17 22:06:00

“Kamu bilang sama sekali tidak mencintainya. Lantas mengapa kamu masih saja menahannya, Saka?”

Lisa menghentikan langkahnya, tangannya yang hendak mengetuk pintu kamar masih menggantung di udara. Telinganya mendengar sebuah suara familiar milik seorang wanita, dahinya mengernyit. Suara wanita itu terdengar aneh dan manja.

Namun, sebenarnya bukan itu yang membuat tubuh Lisa membeku. Melainkan nama suaminya baru saja dipanggil wanita itu.

“Lisa itu aset perusahaan yang paling berharga, sayang. Desainnya selalu menempati angka penjualan tertinggi. Bahkan koleksi musim dingin tahun lalu mampu menguasai pasar Eropa. Apalagi dia putri tunggal keluarga Wijaya, pebisnis paling berpengaruh di Asia. Aku tidak bodoh untuk melepasnya begitu saja.”

Kali ini suara seorang pria. Lisa tidak mungkin salah mengenali. Itu benar suara suaminya, Saka Adhitama. Pria itu terkekeh di akhir kalimatnya.

Lisa berdiri di depan pintu kamar. Dia tadi hendak mencari keberadaan suaminya. Malam ini Adhitama Group mengadakan pesta perayaan peluncuran cabang butik baru di Paris yang sukses besar. Suaminya itu malah menghilang di tengah pesta dan kakek menyuruh Lisa untuk mencarinya.

Dengan jantung berdegup kencang dan nafas tertahan, Lisa mendekatkan telinganya pada pintu kamar. Suara musik pesta dan riuh rendah tawa percakapan para tamu di bawah menyamarkan pendengarannya. Jemarinya mengepal erat.

“Jadi, selama ini kamu hanya memanfaatkannya?”

“Tentu saja. Tidak ada yang boleh memilikinya selain aku. Sulit untuk menemukan desainer berbakat sepertinya. Apalagi dia sangat mencintaiku. Jadi aku bisa memerasnya sesuka hati tanpa mengeluarkan banyak biaya.”

Dua orang itu tertawa lepas penuh kemenangan. Merasa telah berhasil membodohi Lisa.

Lisa tidak mampu menahannya lagi. Dia benar-benar marah. Hatinya hancur dan harga dirinya terluka. Suami yang sangat dia cintai hanya memanfaatkannya sebagai aset bisnis. Namun dia bukan gadis lemah yang menangis dan memohon dengan memelas. Lukanya menjelma menjadi amarah tak terbendung.

Tangannya terulur, bersiap untuk mendorong pintu kamar. Namun, kalimat berikutnya yang keluar dari mulut Saka membuat Lisa kembali mengurungkan niatnya.

“Tiga bulan lagi kakek akan pensiun. Aku harus berhasil menggantikan posisinya sebagai ketua grup. Lisa dan keluarganya akan menjadi senjata yang kuat. Kami sedang merancang proyek pembangunan hotel mewah di ibu kota. Jika proyek ini berhasil, dewan direksi tidak perlu berpikir dua kali untuk mendukungku.”

Tidak tahan lagi, Lisa akhirnya membuka pintu itu dan membantingnya dengan keras.

Cklek! Brak!

Percakapan di dalam kamar seketika terhenti. Saka dan wanita itu serentak menatap ke arah pintu. Wajah mereka berubah pucat, tak menyangka Lisa tiba-tiba menerobos masuk.

“Kalian …” Lisa mematung begitu pintu kamar tamu terbuka.

Saka tengah memeluk seorang wanita di atas ranjang. Pria itu bertelanjang dada, sementara lengan gaun wanita itu melorot dari bahunya, tapi Lisa tak bisa melihat jelas siapa wanita itu karena posisinya yang membelakanginya dan rambutnya yang agak berantakan.

Selimut yang kusut itu bahkan hanya menutupi sebagian tubuh mereka, seolah buru-buru ditarik saat mendengar pintu dibuka.

Saka sontak melepas pelukan itu. Dan wanita itu pun tersentak, refleks meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.

Wajah Lisa yang semula dipenuhi amarah berubah menjadi semakin syok ketika berhasil melihat siapa wanita itu.

“Rika ….”

Mata Lisa membelalak, napasnya tercekat.

Wanita yang berselingkuh dengan Saka dan membodohinya ... ternyata Rika. Brand Ambassador perusahaan mereka. Selebritas terkenal yang direkrut Saka dua tahun lalu.

“Kak Lisa?” Rika ikut terkejut. Wajahnya langsung memucat.

“Lisa! Apa yang kamu lakukan, hah!” bentak Saka. Dia melangkah turun dari ranjang tanpa sedikit pun menunjukkan rasa bersalah.

Lisa mengalihkan tatapannya kepada Saka. Rasa syok di matanya perlahan berubah menjadi amarah yang membara.

“Apa yang aku lakukan?” Lisa tertawa pendek penuh ironi. “Bukankah seharusnya aku yang bertanya, Saka?”

Dia melangkah mendekat. Wajahnya seketika berubah, seolah semua emosinya telah menyatu.

“Kau!” Telunjuk Lisa teracung tepat di depan wajah Saka. “Dasar bajingan tidak tahu malu! Kau berselingkuh di rumah kita sendiri saat aku baru saja membuat nama perusahaanmu melejit di pasar internasional! Selama ini kau hanya memanfaatkanku untuk itu, hah! Saka … apa benar kau masih pantas disebut manusia?”

Rika buru-buru melangkah maju, berusaha meraih lengan Lisa setelah berhasil merapikan gaunnya yang berantakan.

“Kak Lisa, bukankah tidak sopan mengatai suamimu sendiri seperti itu? Lagipula Kakak salah paham. Kami di sini cuma mengobrol biasa.”

Lisa tertawa sinis.

“Tidak sopan?” ulang Lisa pelan. “Kau masih berani mengajariku soal sopan santun setelah tidur seranjang dengan suami orang? Dasar jalang murahan!”

Tatapannya menyapu tubuh Rika dan Saka dengan jijik.

“Lagipula, di mana ada orang mengobrol sambil bertelanjang dada, berpelukan di atas ranjang, lalu bersembunyi di balik selimut?” Lisa menggeleng pelan. “Apa kau benar-benar menganggapku sebodoh itu?”

Tatapannya berubah semakin tajam.

Wajah Rika seketika memucat. Bibirnya bergetar, lalu dia buru-buru mundur dan berlindung di belakang tubuh Saka.

“Saka ...” panggilnya lirih dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Melihat Rika diperlakukan seperti itu, rahang Saka mengeras. Tatapannya berubah tajam saat menatap Lisa.

“Lisa! Jaga ucapanmu. Kau melukainya!” bentak Saka.

Lisa tertawa pendek. Tawanya terdengar dingin dan penuh ejekan.

“Melukainya?” ulang Lisa. “Jadi sekarang kau membelanya?”

Tatapannya beralih kepada Rika. Mata yang dulu menatapnya dengan kagum, kini hanya menyisakan rasa jijik.

“Sudah cukup, Lisa!” bentak Saka. “Jaga ucapanmu pada Rika.”

“Hah! Aku benar-benar tidak tahan melihat kalian.” Lisa mendengus frustrasi, menatap serius wajah marah Saka. “Tak perlu bersembunyi lagi. Bukankah kau menyukainya? Nikahi saja dia! Aku akan menggugat cerai sekarang juga. Dan jangan harap bisa terus-terusan memanfaatkanku!”

Lisa membalikkan badan tanpa menunggu jawaban Saka.

“Lisa, berhenti! Kau akan menyesal jika melangkah keluar dari pintu tanpa izinku!”

Lisa tak menghiraukan teriakan Saka, dia tetap melangkah keluar. Tapi tiba-tiba langkahnya tertahan. Sebuah tangan mencengkeram rambutnya dengan kasar. Menariknya ke belakang. 

“Aww ... aduh,” rintihnya.

“Dasar wanita tak tahu diuntung! Berani-beraninya kau menghinaku, hah?!” Saka kalap, tidak mampu mengendalikan amarahnya. Dengan kuat dia melemparkan tubuh kecil Lisa ke belakang.

Bruk!

Tubuh Lisa terlempar. Dia kesulitan menjaga keseimbangan. Tulang ekornya menghantam keras ujung sofa. Badannya limbung dan jatuh berdebam di lantai. Kepalanya membentur lantai marmer dengan keras.

Lisa merasakan darah membasahi kepalanya. Kepalanya terasa pening.

Di ambang batas kesadarannya, samar-samar Lisa masih sempat melihat sepasang mata elang menatapnya dari luar kamar. Tanpa mereka sadari, ada orang lain di sana, seseorang yang tidak sengaja menyaksikan kejadian malam ini. Pandangan Lisa meredup hingga akhirnya kehilangan kesadarannya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 31

    Sinar matahari pagi masuk melewati kaca jendela ruang kerja Saka Adhitama di gedung lantai 40. Cahayanya berpendar hangat membasahi wajah Saka yang tampak berbinar senang. Bagaimana tidak? Hari ini ia akan resmi meneken kontrak pembangunan hotel mewah di pusat kota bersama Wijaya Group. Ia sudah membayangkan namanya akan tertulis di berbagai media, disertai dengan berbagai pujian atas keberhasilannya.Dewan direksi pasti juga akan memberikan dukungan kepadanya dalam suksesi kepemimpinan selanjutnya. Meneruskan jabatan Kakeknya yang akan segera pensiun sebagai Ketua Adhitama Group.Saka Adhitama yang tengah duduk di kursi kerjanya menyeringai lebar. Menatap sebuah kartu yang berisi username dan password sebuah akun kripto berisi empat ratus juta dolar dengan jantung berdebar. Tadi malam saat Sekretaris Andra menyerahkannya, ia menahan diri, tidak langsung membukanya. Lebih memilih lebih dulu merayakannya dengan berpesta dan bersenang-senang bersama Rika. Pagi ini Saka berniat mengak

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 30

    Bab 30Bugh!Juna melayangkan pukulan telak. Preman terakhir akhirnya tersungkur, tak mampu bangkit lagi.Setelah Hana datang membantu, pertahanan Juna kembali kuat. Serangannya lebih buas. Mereka berhasil menaklukan lima belas preman dalam waktu lima menit.Hana juga sama lincah dan kuatnya. Ia berhasil menumbangkan lima preman dengan pukulannya.Juna melangkah pelan, mendekati seorang preman yang tampak seperti pemimpinnya. Ia berjongkok, membisikkan sesuatu di telinga preman tersebut.Seketika wajah preman itu berubah. Ia buru-buru bangkit berdiri dengan tertatih. Meneriaki anak buahnya agar segera kembali ke mobil van mereka.Mobil van tersebut langsung meninggalkan parkiran.“Ssshh.” Juna mendesis lirih. Memegang perutnya yang terkena tusukan. Darah mengalir, merembes membuat kemeja putihnya berubah warna.“Pak Juna, Anda berdarah cukup banyak.” Hana berseru tertahan. Matanya menampakkan kekhawatiran. Ia melangkah mendekat, melepas jas miliknya.Juna tak menjawab. Pria itu berusa

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 29

    “Pak Juna, apa yang harus kita lakukan?” Hana menoleh ke arah Juna, berbisik pelan. Ia terlihat gelisah. Sejak tadi ujung sepatunya mengetuk-ngetuk lantai.Di sebelahnya, Juna masih duduk tenang. Namun matanya sejak tadi sibuk mengawasi sekitar. Menghitung langkah yang akan mereka lakukan. “Tenanglah, Nona Hana. Kecemasanmu sama sekali tidak membantu.”Mereka sedang duduk di ruang tunggu keberangkatan bandara. Terpisah beberapa bangku di belakang istri dan anak-anak Sekretaris Andra.Ting.Notifikasi pesan masuk. Juna melirik ponselnya.(Amankan istri dan anak-anak Sekretaris Andra, Juna)Perintah baru diterima. Juna bangkit dari duduknya. “Mulai ke langkah selanjutnya, Nona Hana. Antar mereka ke tempat aman.”Hana mengerti, ia ikut berdiri. Mengikuti langkah Juna yang telah berjalan menuju tempat duduk istri Sekretaris Andra.“Permisi, Nyonya.” Juna menyapa pelan.Istri Sekretaris Andra mendongak ke arahnya. Raut wajahnya tampak pucat, keringat dingin tampak mengalir di pelipisnya. J

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 28

    Beberapa jam sebelumnya.Ting. (Sekretaris Andra baru saja keluar dari kantornya).Rey melirik ponselnya. Pesan singkat dari Juna baru saja masuk, mengonfirmasi pergerakan Sekretaris Andra. Ia menoleh pada Lisa yang duduk tegang di kursi penumpang. “Sekretaris Andra mulai bergerak. Kau sudah siap, Lisa?”Lisa balas menatapnya. Mengangguk mantap. Ia sudah siap sejak tadi.Rey balas mengangguk. Jemarinya dengan cekatan mengirim pesan balasan kepada Juna.(Aku dan Lisa segera berangkat. Kalian juga segera bergegas ke bandara. Jalankan sesuai rencana).Mobil Sekretaris Andra terlihat keluar dari tempat parkir. Tanpa menunggu lagi, Rey juga menghidupkan mesin mobilnya, bergerak mengikuti mobil Sekretaris Andra.***Empat puluh lima menit. Mobil yang dikemudikan Rey mulai meninggalkan pusat kota. Melewati jalanan sepi di tepi sungai. Tidak ada kendaraan lain yang tampak melintas.. “Lisa, berpegangan yang erat.” Rey menginjak pedal gasnya dalam-dalam. Mobilnya melaju lebih kencang, menyali

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 27

    “Kau yakin harus mencurinya, Lisa?” Rey bertanya pelan, sekali lagi memastikan keputusan Lisa.Lisa menatap Rey datar, tidak ada raut keraguan di wajahnya. Ia sangat serius.“Aku yakin, Rey. Saka telah kehilangan kendali atas Adhitama Gallery. Posisinya di grup melemah, mau tak mau dia harus segera mengeksekusi proyek pembangunan hotel mewah di pusat kota agar tidak kehilangan dukungan dari dewan direksi.”Lisa mengatakannya tanpa berkedip. Rahangnya tampak mengeras dibalik paras cantiknya.Rey menatapanya lembut. Mendengarkan tanpa menyela ucapan Lisa.Lisa menarik napasnya, mengembuskannya perlahan. “Proyek itu akan dikerjakan bersama Wijaya Group. Aku akan mencuri dana gelap Saka, dengan begitu Saka tidak akan memiliki dana untuk mendanai proyeknya. Dan Adhitama Group akan mengambil alih. Hanya itu cara agar Papa mengizinkan aku bercerai dengan Saka.”Rey mengangguk paham, tersenyum lembut, menatap Lisa penuh empati. “Baiklah, Lisa. Jika itu keputusanmu, maka kita akan mencuri dana

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 26

    Bab 26“Adhitama Gallery.” Lisa berkata mantap, menatap Ketua Adhitama tanpa keraguan. “Berikan kewanangan penuh kepada Lisa atas kendali manajemennya,” sambungnya.Suasana meja makan seketika berubah tegang. Semua mata menatap Lisa terperangah. Sama sekali tidak menyangka Lisa akan meminta hal sebesar itu.“Lisa! Apa-apaan kamu?!”Saka tiba-tiba berdiri kasar hingga kursi jati yang didudukinya terdorong ke belakang. Wajahnya memerah padam, matanya melotot tajam menatap istrinya.“Kau gila, hah?!” bentak Saka dengan suara memburu. “Adhitama Gallery itu anak perusahaan di bawah naungan Adhitama Group! Bagaimana mungkin kamu dengan lancangnya meminta unit bisnis sebesar itu hanya untuk dirimu sendiri?!”Ibu Saka tidak tinggal diam. Wanita itu ikut berdiri, menatap Ketua Adhitama. “Tidak bisa, Ayah. Adhitama Gallery itu milik Saka. Ayah telah berjanji akan mewariskannya pada Saka.” seru Sinta tak terima.Tentu Saka dan ibunya menentang habis-habisan permintaan Lisa. Adhitama Gallery adal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status