Compartilhar

Setelah Memutuskan Menikah Lagi
Setelah Memutuskan Menikah Lagi
Autor: Ohne

Bab 1

Autor: Ohne
Gery Dhafian menutupi pipinya sambil tanpa sadar langsung memakiku.

“Kamu kenapa?! Aku lagi melamarmu, kenapa tiba-tiba begini?!”

Aku sudah tidak sempat memedulikan perubahan raut wajahnya.

Haydar memiliki sifat posesif yang sangat kuat.

Ketika berusia lima tahun, dia pernah berkelahi di sekolah. Ayahnya bahkan dengan yakin berkata bahwa keluarga mereka kaya dan Haydar bisa mendapatkan apa pun yang dia inginkan. Namun, saat itu Haydar justru hanya memegang tanganku erat-erat dan tidak mau melepaskannya.

Sejak saat itu, aku pun punya seorang ‘kakak’.

Sejak aku berusia satu tahun hingga menginjak usia delapan belas tahun, dia yang masih kecil merawat dan menjagaku layaknya orang dewasa. Bahkan ibuku pun sampai mengeluh karena dia terlalu ketat menjagaku.

Haydar sama sekali tidak menggubrisnya.

Bahkan, saat aku berusia sembilan belas tahun, ada seorang anak berandalan yang bersiul menggodaku di pinggir jalan. Haydar langsung menyuruh orang-orang mengusir semua anak berandalan di Kota Kelben malam itu juga.

Kota Kelben pun berturut-turut dinobatkan sebagai kota terbaik selama lima tahun.

Sebenarnya, sejak awal aku tidak percaya dengan deretan komentar-komentar yang muncul itu.

Sebab pada malam pernikahan kami, aku terus memeluknya sampai tubuhnya menjadi dingin dan kaku. Aku bahkan melihat sendiri saat tubuhnya dipaku di dalam peti mati sebelum dimakamkan.

Namun, aku sendiri sudah mengalami kejadian aneh seperti bisa melihat komentar-komentar itu.

Bagaimana kalau ternyata semua yang dikatakan dalam komentar itu benar?

Begitu teringat bahwa selama tiga bulan ini Haydar terus mengawasiku saat aku bersama Gery, tubuhku langsung gemetar ketakutan.

Bahkan angin yang berembus terasa semakin dingin dan mencekam.

“Denisha.”

Sahabatku, Elen Phandita, menatapku dengan sedikit bingung.

“Kamu dan Gery sudah lama bersama. Kamu sendiri pernah bilang kalau kalian berdua sudah saling mengenal luar dalam, bahkan seperti nggak punya rahasia satu sama lain.”

“Bukankah setelah selama ini bersama, wajar kalau kalian menikah? Kamu kenapa?”

Aku baru saja hendak menjawabnya, tetapi tiba-tiba sudut mataku menangkap deretan komentar-komentar yang terus bermunculan di udara.

Seketika, rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhku.

[Di depan mantan suamimu sendiri, kamu bilang kamu dan Gery sudah saling mengenal luar dalam dan nggak punya rahasia satu sama lain. Bukankah itu sama saja dengan mengakui kalau kalian sudah sangat dekat?]

[Selama tiga bulan ini, mantan suamimu terus mengikutimu dan sudah banyak ucapan seperti itu yang dia dengar. Kalau kamu sampai menerima lamarannya, itu akan menjadi pemicu terakhir yang membuatnya benar-benar meledak.]

Baru sekarang aku teringat.

Elen memang suka mengatakan hal-hal bernada ambigu seperti ini di hadapanku.

Aku tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu.

Namun, selama ini aku selalu mengira itu hanya candaan di antara sahabat. Sekarang, kalau arwah Haydar benar-benar berada di sisiku, berarti dia memang sengaja mengadu domba.

Dia sengaja ingin membuat Haydar berubah dari mencintaiku menjadi membenciku.

“Kapan aku pernah bilang begitu?”

Mungkin ini pertama kalinya aku balik mempertanyakan perkataannya.

Wajah Elen seketika menegang.

“Yang dikatakan Elen juga nggak salah, kok. Toh, cepat atau lambat, kita memang akan sedekat itu.”

Gery tampak bingung sekaligus mulai tidak sabar.

“Sebenarnya kamu hari ini kenapa?”

“Aku mencintaimu dan kamu juga mencintaiku. Kenapa kamu nggak terima lamaranku? Apa kamu nggak mau aku terus menemanimu? Kamu benar-benar tega menolakku?”

Deretan komentar-komentar di udara kembali bermunculan.

[Orang yang sebenarnya dia cintai adalah sahabatmu. Bahkan cincin yang dibelinya pun ukurannya sesuai dengan jari sahabatmu, tapi dia masih saja bersikeras bilang dirinya terlalu gugup sampai salah membeli ukuran.]

[Tiga hari lagi mantan suamimu akan hidup kembali. Pokoknya, jangan percaya sama omongan mereka!]

Aku mengambil cincin dari tangan Gery.

Di tengah komentar-komentar yang terus bermunculan, aku memasangkan cincin itu ke jari manis sahabatku.

Pas sekali. Ukurannya benar-benar tepat.

Gery langsung terlihat panik.

“Ini pertama kalinya aku melamar seseorang. Aku terlalu gugup, jadi salah beli ukuran.”

Bahkan alasannya pun sama persis.

Rasa dingin di hatiku semakin terasa.

Jika komentar-komentar itu ternyata benar dan Haydar benar-benar hidup kembali tiga hari lagi, menerima lamaran Gery berarti bukan hanya harus merelakan warisan dua puluh triliun itu, tetapi juga mempertaruhkan nyawaku sendiri di tangan Haydar yang sudah dibutakan oleh kebencian.

Kalau komentar-komentar itu bilang Haydar akan hidup kembali tiga hari lagi, lebih baik aku tunggu tiga hari dan lihat sendiri apakah itu benar atau tidak.

“Kamu salah paham.”

Aku menatap wajah Gery yang penuh harap, lalu tersenyum tipis.

“Aku cuma menganggapmu sebagai teman.”

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 8

    “Aku percaya padamu.”Tiga kata sederhana itu akhirnya membuat ketegangan yang sejak tadi kurasakan mereda.Seluruh tubuhku seakan kehilangan tenaga. Aku terhuyung lalu berpegangan pada dinding, seperti orang yang baru saja diangkat dari dalam air.Elen dan Gery benar-benar putus asa.Mereka masih ingin mengatakan sesuatu untuk membela diri, tetapi Haydar tidak memberi mereka kesempatan.“Buang saja mereka ke pegunungan.”Gery begitu ketakutan sampai wajahnya pucat pasi. Dia merangkak dengan panik dan berlutut di hadapan Haydar.“Pak Haydar, Elen yang menyuruhku. Dia yang menyuruhku menjebak Denisha. Aku nggak ada hubungannya dengan semua ini!”Elen menjerit sambil menarik-narik Gery.“Diam! Aku nggak melakukan apa-apa!”Demi menyelamatkan nyawanya sendiri, Gery memilih mengorbankan cintanya.Dia menceritakan semuanya tanpa menyembunyikan apa pun.“Pak Haydar, ampuni aku. Tolong ampuni aku!”Melihat Haydar tetap diam, Gery kembali berlutut di hadapanku dan berkali-kali membenturkan kep

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 7

    Aku tahu selama tiga bulan ini, dia terus berada di sisiku dan hatinya pasti sudah terluka.Sekali kepercayaan hancur, tidak mudah untuk mendapatkannya kembali.Tetapi aku tidak punya pilihan lain selain mengambil risiko.Dan untungnya, kali ini aku berhasil.Dia menyuruh asistennya mengantarku ke rumah mewah. Sementara itu, dia sendiri pergi ke toko kue.Toko kue itu dilengkapi kamera pengawas. Rekamannya masih mungkin dipulihkan. Aku juga sudah memberi tahu Haydar bahwa aku baru mengenal Gery setelah kematiannya. Sekalian, aku meminta Haydar menyelidiki Gery.Setengah jam kemudian, Elen kembali datang.Dia membawa sebuah koper dan menyodorkannya ke tanganku.“Aku sudah mengalihkan perhatian kepala pelayan dan para pengawal. Denisha, aku tahu kamu sengaja batalkan pernikahan karena setelah melihat Haydar hidup kembali, kamu takut dia akan menyakitimu.”“Orang yang selama ini kamu cintai adalah Gery. Di dalam koper ini ada uang yang sudah kukumpulkan selama bertahun-tahun, juga beberap

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 6

    “Diam!”Aku meninggikan suara dengan gemetar.Gery menyeringai, lalu tanpa tahu diri melanjutkan, “Pak Haydar, bagaimanapun juga, aku dan Denisha baru saling kenal. Jelas nggak bisa dibandingkan dengan hubungan kalian yang sudah terjalin sejak kecil.”“Kalau ada yang belum kupahami, mungkin Pak Haydar bisa mengajariku.”“Haydar, aku juga nggak tahu kenapa aku bisa hamil. Tapi kamu harus percaya sama aku, aku benar-benar nggak pernah ....”Aku buru-buru mendekati Haydar untuk menjelaskan semuanya.Namun, begitu dia mundur selangkah, hatiku seakan tertusuk.“Waktu pergi dinas, aku meneleponmu sampai enam kali, tapi kamu nggak mengangkatnya. Katamu waktu itu kamu sudah tidur.”Gery terkekeh.“Oh, waktu itu aku dengar. Cuma kami berdua memang nggak mengangkatnya.”“Gery, kamu sebegitu percaya dirinya?”Aku menatapnya dengan sinis.“Memangnya apa yang kamu punya sampai merasa bisa menandingi Haydar? Kamu nggak setampan dia, nggak sekaya dia. Bahkan waktu mau beli rumah mewah saja, kamu samp

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 5

    “Apa kamu bilang?”Haydar tiba-tiba melepaskan tangannya.Aku terjatuh sambil memegangi tenggorokan yang terasa sakit, terus terbatuk-batuk, bahkan belum sempat mengatakan apa-apa.Gery langsung menghampiri dan membentakku.“Jangan asal bicara! Hari ini pernikahan kita, ada begitu banyak kerabat di sini!”“Gery, memang apa yang kamu takuti?”Aku menunjuk Elen.“Yang sudah kamu dan dia lakukan itu, memangnya kalian pikir nggak akan pernah ketahuan?”Sekilas, mata Elen menunjukkan sedikit rasa tersakiti.“Denisha, kamu bicara apa sih? Sebanyak apa pun yang aku dan Gery lakukan, itu semua demi kebaikanmu.”Aku bangkit berdiri dan berkata dengan tegas, kata demi kata.“Sudah ku bilang, itu hasil USG Elen!”“Selama dua hari ini aku terus dikurung ibuku di loteng. Aku sampai harus mencongkel kunci dengan kawat supaya bisa keluar. Lihat, bahkan masih ada darahku di sini. Aku juga sama sekali nggak pernah pergi ke rumah sakit.”Aku mengulurkan telapak tanganku yang dipenuhi luka.Elen mendadak

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 4

    Ternyata Haydar benar-benar hidup kembali!Semua yang dikatakan deretan komentar itu benar!Mengingat tiga bulan terakhir, Elen dan Gery telah bersekongkol mempermainkanku, membuatku seperti orang bodoh yang terus mereka permainkan.Aku tidak kuasa menahan rasa perih di mataku.Tanpa sadar, kakiku melangkah menuju Haydar.“Denisha!”Gery menarik tanganku lalu memaksakan jemarinya bertaut dengan jemariku.Di mata orang lain, kami benar-benar terlihat seperti pasangan suami istri yang begitu mesra.“Aku sudah tahu kamu pasti akan datang. Kamu masih mencintaiku.”Aku menatap mata Haydar.Gigiku bergemeletuk menahan gemetar, tetapi aku sama sekali tidak punya tenaga untuk melepaskan diri dari cengkeraman Gery.“Gery, kamu sudah gila, ya? Aku sama sekali nggak pernah menyetujui ....”Dia mencengkeram bahuku begitu kuat sampai rasanya tulangku hampir remuk. Namun, dia tetap tersenyum.Dia benar-benar terlihat seperti seorang suami lembut yang sedang berbisik mesra kepada istrinya.“Sudahlah,

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 3

    Aku tersenyum tipis.Raut wajah Elen pun terlihat jauh lebih tenang.“Ke depannya, kamu sama Gery sudah jadi suami istri. Kita juga sudah satu keluarga. Soal cicilan rumah, siapa pun yang bayar, toh sama saja.”Gery ikut tersenyum. “Iya. Kita sudah satu keluarga. Jangan mempermasalahkan hal-hal seperti ini sampai segitunya.”“Lagipula, soal Haydar, sudahlah. Kamu juga sudah lama nggak tahan karena dia terus mengatur hidupmu. Sekarang dia sudah meninggal. Seharusnya kamu senang, ‘kan? Setidaknya, sekarang nggak ada lagi yang bisa menghalangi kita untuk bersama.”[Istrinya malah pakai uang sendiri buat menghidupi pria lain. Mantan suaminya pasti naik darah.][Sudah, lebih baik kamu jangan cari mati lagi. Cepat usir mereka berdua.]“Sudah selesai bicaranya?”Gery tertegun sejenak, lalu mengangguk.Detik berikutnya, tanganku melayang dan sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya.Elen langsung menjerit kaget. Begitu dia hendak bicara, satu tamparan kembali mendarat di wajahnya.“Kalian me

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status