แชร์

Bab 2

ผู้เขียน: Ohne
“Salah paham?”

Gery sempat tercengang sesaat.

Beberapa saat kemudian, dia kembali meraih tanganku dengan nada tak berdaya.

“Denisha, jangan marah lagi. Aku tahu kamu kesal gara-gara masalah cincin itu. Sekarang kita pergi dan pilih yang baru, ya?”

Elen juga tersenyum sambil menggenggam tanganku.

“Benar, dia cuma sedang gugup. Kalian berdua cepatlah menikah. Dengan begitu, aku juga bisa tenang.”

[Tentu saja kamu bisa tenang. Begitu cincin itu terpasang, mantan suaminya akan langsung mulai menghabisimu.]

[Dia benar-benar kejam. Selama ini kamu nggak pernah melakukan apa pun yang menyakitinya.]

Aku menatap wajah di hadapanku.

Setelah mengenalnya selama sepuluh tahun, entah kenapa, untuk pertama kalinya wajah itu terasa begitu asing.

“Kenapa kamu bersikeras menyuruhku menikah dengannya?”

Elen tertegun sejenak.

“Kenapa kamu jadi begini hari ini? Bukankah selama ini kamu suka sekali pada Gery?”

“Kamu sendiri yang bilang dia lebih muda daripada Haydar. Katamu, kamu sudah lama muak dengan kesan tua yang melekat pada Haydar. Kamu juga pernah bilang kalau kamu dan Gery ....”

Haydar hanya dua tahun lebih tua dariku. Namun, dari segi pembawaan, dia selalu terlihat jauh lebih dewasa dariku.

Dia juga sangat suka membelikanku pakaian dengan warna-warna lembut dan cerah.

Karena itu, orang-orang sering salah mengira dan menganggap Haydar sudah tua. Pernah suatu kali, seorang pria yang mengejarku sengaja memprovokasinya dengan mengejeknya sebagai ‘si tua’, Haydar begitu murka sampai akhirnya harus dirawat di rumah sakit.

“Aku memang lebih tua darimu. Kalau nanti aku pergi lebih dulu, siapa yang akan menjagamu?”

Hal itu selalu menjadi duri yang menusuk hatinya.

Padahal, aku tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa aku merasa jijik atau tidak menyukainya.

Elen masih saja menyebarkan fitnah tentangku!

Aku terkekeh sinis, lalu melayangkan tamparan ke wajah Elen.

Namun, detik berikutnya, Gery sudah mendorongku hingga aku terjatuh ke lantai.

“Kamu sudah gila? Elen sedang nggak enak badan. Bagaimana bisa kamu memperlakukannya seperti ini?”

Dia segera merengkuh Elen yang ketakutan ke dalam pelukannya. Tatapan penuh rasa khawatir di matanya seakan hampir tumpah.

Sementara aku yang terjatuh di lantai bahkan tidak dipedulikannya.

Mana yang lebih penting dan mana yang tidak, aku bukan orang bodoh.

Aku tahu betul perbedaannya.

“Masalah cincin itu memang salahku. Kalau kamu marah, lampiaskan saja kepadaku. Jangan salahkan Elen.”

Dalam keadaan gugup, semua kepura-puraannya lenyap.

Ternyata, Gery sama sekali tidak mencintaiku sebesar yang selama ini dia katakan.

Aku tidak mengatakan apa-apa. Lututku yang bergesekan dengan tanah mulai membengkak.

Begitu melihatnya, Gery sempat tertegun. Baru setelah itu dia tersadar dan buru-buru membantuku berdiri. Rasa bersalah tampak jelas di matanya.

“Maaf, Denisha. Ayo, aku akan antar kamu ke rumah sakit sekarang juga.”

Aku menghindari tangannya yang terulur.

“Wajah Elen kelihatan sangat pucat. Kamu antar dia dulu saja.”

Gery membuka mulut.

Entah teringat apa, dia buru-buru menganggukkan kepalanya.

“Oke, aku antar Elen ke rumah sakit dulu. Setelah itu aku kembali menjemputmu. Kita pilih cincin bersama, ya.”

Gery menggendong Elen, lalu bergegas pergi.

Saat pergi ke rumah sakit untuk mengobati lututku, aku kembali melihat mereka.

Gery membungkuk di hadapan Elen dan dengan lembut mengusap pelipisnya dengan jari telunjuknya, persis seperti dulu dia memperlakukanku.

Sejak Haydar meninggal, aku terus hidup dalam kesedihan.

Warisan dua puluh triliun yang jatuh ke tangan seorang perempuan tanpa perlindungan apa pun justru menjadi bom waktu.

Belum lagi makian dan tipu daya dari para kerabat keluarga, ditambah kehilangan suami, semua itu membuatku terpuruk sampai-sampai aku bahkan tidak berani keluar rumah.

Di saat itulah, Elen datang bersama Gery.

Gery selalu menemaniku, tak pernah meninggalkanku sedikit pun. Perlahan, dia membantuku keluar dari masa kelam itu.

Aku memang mencintai Haydar. Namun, dia sudah tiada dan aku hanya bisa mengubur perasaan itu jauh di dalam hati.

Awalnya, aku mengira Gery juga benar-benar tulus kepadaku.

“Denisha!”

Begitu melihatku, mata Gery langsung berbinar. Dia pun bergegas menghampiriku.

“Tenang saja. Elen nggak apa-apa, dia cuma sempat kaget.”

“Ayo, kita pilih cincin bareng. Selera Elen bagus, dia pasti bisa bantu kamu pilih yang paling bagus.”

“Aku nggak akan menikah denganmu.”

Wajahnya seketika menegang. Dia menatapku, jelas tidak mengerti.

“Aku cuma melakukan kesalahan kecil. Kenapa kamu sampai nggak mau memaafkanku?”

“Aku sudah melakukan banyak hal demi pernikahan kita. Rumahku di kampung halaman bahkan sudah kujual, dan aku juga sudah membeli rumah mewah untuk kita tinggali nanti.”

Gery mengeluarkan sebuah kartu dari sakunya, lalu memberikannya kepadaku.

“Denisha, aku akan jadi suami yang baik buat kamu. Aku akan membuatmu melupakan semua hal buruk yang pernah kamu alami.”

[Tentu saja. Setelah menikah, cicilan rumahnya kamu yang tanggung. Sedangkan dia? Dia tinggal menikmati hidup tanpa perlu bekerja.]

[Mobil sport keluaran terbaru juga harus ada. Kalau kamu sudah mati nanti, jangan harap dia mau repot-repot mengurus jasadmu.]

Aku tak kuasa menahan tawa.

“Bayar lunas?”

Gery seketika seperti kucing yang ekornya baru saja terinjak.

“Memang masih dicicil. Tapi tenang, aku yang akan melunasinya. Denisha, percayalah padaku.”

Elen tiba-tiba menghela napas.

“Aku tahu kamu suka uang. Dulu kamu pernah bilang sendiri, kalau Haydar nggak sekaya itu, kamu nggak akan mau menikah dengan pria keras kepala seperti dia.”

“Kamu juga pernah bilang, Haydar itu berbeda dengan Gery. Kamu bilang kamu mencintai Gery, tapi kamu sama sekali nggak pernah mencintai Haydar.”

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 8

    “Aku percaya padamu.”Tiga kata sederhana itu akhirnya membuat ketegangan yang sejak tadi kurasakan mereda.Seluruh tubuhku seakan kehilangan tenaga. Aku terhuyung lalu berpegangan pada dinding, seperti orang yang baru saja diangkat dari dalam air.Elen dan Gery benar-benar putus asa.Mereka masih ingin mengatakan sesuatu untuk membela diri, tetapi Haydar tidak memberi mereka kesempatan.“Buang saja mereka ke pegunungan.”Gery begitu ketakutan sampai wajahnya pucat pasi. Dia merangkak dengan panik dan berlutut di hadapan Haydar.“Pak Haydar, Elen yang menyuruhku. Dia yang menyuruhku menjebak Denisha. Aku nggak ada hubungannya dengan semua ini!”Elen menjerit sambil menarik-narik Gery.“Diam! Aku nggak melakukan apa-apa!”Demi menyelamatkan nyawanya sendiri, Gery memilih mengorbankan cintanya.Dia menceritakan semuanya tanpa menyembunyikan apa pun.“Pak Haydar, ampuni aku. Tolong ampuni aku!”Melihat Haydar tetap diam, Gery kembali berlutut di hadapanku dan berkali-kali membenturkan kep

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 7

    Aku tahu selama tiga bulan ini, dia terus berada di sisiku dan hatinya pasti sudah terluka.Sekali kepercayaan hancur, tidak mudah untuk mendapatkannya kembali.Tetapi aku tidak punya pilihan lain selain mengambil risiko.Dan untungnya, kali ini aku berhasil.Dia menyuruh asistennya mengantarku ke rumah mewah. Sementara itu, dia sendiri pergi ke toko kue.Toko kue itu dilengkapi kamera pengawas. Rekamannya masih mungkin dipulihkan. Aku juga sudah memberi tahu Haydar bahwa aku baru mengenal Gery setelah kematiannya. Sekalian, aku meminta Haydar menyelidiki Gery.Setengah jam kemudian, Elen kembali datang.Dia membawa sebuah koper dan menyodorkannya ke tanganku.“Aku sudah mengalihkan perhatian kepala pelayan dan para pengawal. Denisha, aku tahu kamu sengaja batalkan pernikahan karena setelah melihat Haydar hidup kembali, kamu takut dia akan menyakitimu.”“Orang yang selama ini kamu cintai adalah Gery. Di dalam koper ini ada uang yang sudah kukumpulkan selama bertahun-tahun, juga beberap

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 6

    “Diam!”Aku meninggikan suara dengan gemetar.Gery menyeringai, lalu tanpa tahu diri melanjutkan, “Pak Haydar, bagaimanapun juga, aku dan Denisha baru saling kenal. Jelas nggak bisa dibandingkan dengan hubungan kalian yang sudah terjalin sejak kecil.”“Kalau ada yang belum kupahami, mungkin Pak Haydar bisa mengajariku.”“Haydar, aku juga nggak tahu kenapa aku bisa hamil. Tapi kamu harus percaya sama aku, aku benar-benar nggak pernah ....”Aku buru-buru mendekati Haydar untuk menjelaskan semuanya.Namun, begitu dia mundur selangkah, hatiku seakan tertusuk.“Waktu pergi dinas, aku meneleponmu sampai enam kali, tapi kamu nggak mengangkatnya. Katamu waktu itu kamu sudah tidur.”Gery terkekeh.“Oh, waktu itu aku dengar. Cuma kami berdua memang nggak mengangkatnya.”“Gery, kamu sebegitu percaya dirinya?”Aku menatapnya dengan sinis.“Memangnya apa yang kamu punya sampai merasa bisa menandingi Haydar? Kamu nggak setampan dia, nggak sekaya dia. Bahkan waktu mau beli rumah mewah saja, kamu samp

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 5

    “Apa kamu bilang?”Haydar tiba-tiba melepaskan tangannya.Aku terjatuh sambil memegangi tenggorokan yang terasa sakit, terus terbatuk-batuk, bahkan belum sempat mengatakan apa-apa.Gery langsung menghampiri dan membentakku.“Jangan asal bicara! Hari ini pernikahan kita, ada begitu banyak kerabat di sini!”“Gery, memang apa yang kamu takuti?”Aku menunjuk Elen.“Yang sudah kamu dan dia lakukan itu, memangnya kalian pikir nggak akan pernah ketahuan?”Sekilas, mata Elen menunjukkan sedikit rasa tersakiti.“Denisha, kamu bicara apa sih? Sebanyak apa pun yang aku dan Gery lakukan, itu semua demi kebaikanmu.”Aku bangkit berdiri dan berkata dengan tegas, kata demi kata.“Sudah ku bilang, itu hasil USG Elen!”“Selama dua hari ini aku terus dikurung ibuku di loteng. Aku sampai harus mencongkel kunci dengan kawat supaya bisa keluar. Lihat, bahkan masih ada darahku di sini. Aku juga sama sekali nggak pernah pergi ke rumah sakit.”Aku mengulurkan telapak tanganku yang dipenuhi luka.Elen mendadak

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 4

    Ternyata Haydar benar-benar hidup kembali!Semua yang dikatakan deretan komentar itu benar!Mengingat tiga bulan terakhir, Elen dan Gery telah bersekongkol mempermainkanku, membuatku seperti orang bodoh yang terus mereka permainkan.Aku tidak kuasa menahan rasa perih di mataku.Tanpa sadar, kakiku melangkah menuju Haydar.“Denisha!”Gery menarik tanganku lalu memaksakan jemarinya bertaut dengan jemariku.Di mata orang lain, kami benar-benar terlihat seperti pasangan suami istri yang begitu mesra.“Aku sudah tahu kamu pasti akan datang. Kamu masih mencintaiku.”Aku menatap mata Haydar.Gigiku bergemeletuk menahan gemetar, tetapi aku sama sekali tidak punya tenaga untuk melepaskan diri dari cengkeraman Gery.“Gery, kamu sudah gila, ya? Aku sama sekali nggak pernah menyetujui ....”Dia mencengkeram bahuku begitu kuat sampai rasanya tulangku hampir remuk. Namun, dia tetap tersenyum.Dia benar-benar terlihat seperti seorang suami lembut yang sedang berbisik mesra kepada istrinya.“Sudahlah,

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 3

    Aku tersenyum tipis.Raut wajah Elen pun terlihat jauh lebih tenang.“Ke depannya, kamu sama Gery sudah jadi suami istri. Kita juga sudah satu keluarga. Soal cicilan rumah, siapa pun yang bayar, toh sama saja.”Gery ikut tersenyum. “Iya. Kita sudah satu keluarga. Jangan mempermasalahkan hal-hal seperti ini sampai segitunya.”“Lagipula, soal Haydar, sudahlah. Kamu juga sudah lama nggak tahan karena dia terus mengatur hidupmu. Sekarang dia sudah meninggal. Seharusnya kamu senang, ‘kan? Setidaknya, sekarang nggak ada lagi yang bisa menghalangi kita untuk bersama.”[Istrinya malah pakai uang sendiri buat menghidupi pria lain. Mantan suaminya pasti naik darah.][Sudah, lebih baik kamu jangan cari mati lagi. Cepat usir mereka berdua.]“Sudah selesai bicaranya?”Gery tertegun sejenak, lalu mengangguk.Detik berikutnya, tanganku melayang dan sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya.Elen langsung menjerit kaget. Begitu dia hendak bicara, satu tamparan kembali mendarat di wajahnya.“Kalian me

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status