LOGINDi saat kami menerima surat nikah, aku meletakkan buku nikah di samping hidangan makan malam dengan cahaya lilin, bersiap memotretnya untuk diunggah ke Instagram. Tiba-tiba Juando berkata, "Surat nikah itu palsu." Aku tertegun. Dari ponselnya terdengar suara seorang wanita berseru, "Halo! Kenapa kamu kasih tahu dia secepat ini! Jadi nggak seru lagi!" Juando mengernyit bosan. "Dia sebodoh itu, sampai sekarang saja belum sadar. Masih perlu lanjut sandiwara?" "Anggap saja kamu menang taruhan, puas sekarang, Nona Evelyn." Namun, postingan Instagram-ku sudah terlanjur terkirim. Semua orang mengucapkan selamat karena kisah cinta tujuh tahunku dengan Juando akhirnya berakhir di pelaminan. Wanita di ujung telepon itu, sama seperti dulu saat merundungku, meninggalkan komentar dengan nada menyindir, "Oh ya, ampun ... sudah resmi nikah, ya? Kapan pesta pernikahannya? Jangan lupa undang kami, ya, hehe." Aku berpikir sejenak, lalu membalas, "Minggu depan."
View MoreDokter yang kutunggu akhirnya tiba di vila.Setelah memberiku obat bius, pandanganku mulai kabur, tetapi tiba-tiba kulihat wanita itu melepas masker wajahnya, memperlihatkan wajahnya yang penuh kegilaan.Evelyn mengangkat pisau bedah dan mengarahkannya ke leherku."Sanora, nggak nyangka, 'kan? Meskipun hidupku sudah hancur, kamu juga jangan harap bisa hidup tenang!"Aku ingin berteriak meminta tolong, tetapi tubuhku sama sekali tidak memiliki tenaga.Tepat saat pisaunya menusuk ke arahku, sesosok pria menerjang ke hadapanku.Pisau itu menghunjam tubuhnya dengan telak.Darah hangat menetes ke tubuhku. Namun pria itu malah dengan hati-hati menyeka darah di sudut bibirnya menggunakan punggung tangannya.Dia lalu berkata kepadaku dengan suara lembut,"Nora, andai saja benar-benar bisa kembali ke masa lalu.""Saat kamu dirundung mereka dulu, aku pasti akan menyelamatkanmu, seperti sekarang ini.”Wajahku memucat, dan dengan suara serak aku memanggilnya,"Juando ...."Evelyn masih terus menga
Setelah bulan madu berakhir.Marco mengecupku sebelum berangkat bekerja, sementara aku tinggal di rumah menunggu dokter spesialis estetika yang sudah membuat janji untuk datang.Bel pintu berbunyi, lalu aku pergi membukakan pintu.Namun yang berdiri di depan bukanlah dokter, melainkan Juando.Dia langsung mendorongku ke dinding, lalu seperti orang gila menggigiti bekas ciuman di leherku.Aku menamparnya keras, seluruh tubuhku gemetar."Juando, kamu benar-benar sudah gila!"Matanya merah, dipenuhi urat-urat darah."Bersamanya kamu bahagia? Hah? Apa kamu tahu, setiap hari aku terus memikirkanmu sampai nggak bisa tidur!"Aku berusaha mendorongnya menjauh, tetapi tenagaku tidak mampu melawannya.Akhirnya aku menggigit bahunya sekuat tenaga."Juando, saat kamu mempermainkanku dulu, seharusnya kamu sudah siap menerima akhir seperti ini."Juando menghantamkan tinjunya ke dinding dengan putus asa.Dia menyingsingkan lengan bajunya. Di lengannya terdapat banyak bekas luka bakar memanjang."Liha
Saat itu aku baru saja masuk ke perusahaan baru, lalu dilarikan ke rumah sakit karena alergi serbuk sari.Aku tidak tahu bahwa hari itu sebenarnya ada dua orang yang datang menjengukku di rumah sakit.Selain Juando, satunya lagi adalah paman Juando,Marco.Dia adalah atasanku di perusahaan baru itu.Perusahaan itu adalah perusahaan pertama yang berhasil dia dirikan setelah keluar dari keluarga Lucas.Saat aku pingsan karena alergi di kantor, dia sedang mengadakan rapat di ruang konferensi.Dia baru saja hendak menanyakan apa yang terjadi, tetapi malah melihat keponakannya menggendongku pergi ke rumah sakit.Dia tahu seperti apa sifat Juando.Seharian hanya mengikuti gadis dari Keluarga Yasar ke mana-mana.Bahkan demi membantu pendanaan perusahaan Keluarga Yasar, dia pernah mencuri rahasia perusahaan dan menyerahkannya kepada mereka.Orang yang rela melakukan apa saja demi Evelyn seperti itu, kini ternyata perempuan di pelukannya sudah berganti menjadi orang lain.Karena penasaran, seka
Setelah upacara pernikahan selesai, aku sedang berkeliling bersulang dengan para tamu.Tiba-tiba terdengar keributan dari pintu masuk.Aku mendongak. Juando baru saja menendang pelayan yang berusaha menghalanginya hingga menyingkir.Saat pandangan kami bertemu, dia langsung terpaku di tempat."Sanora, kamu nggak mau jelaskan? Kamu sengaja memancingku datang ke pernikahan ini, lalu mempermainkanku seperti orang bodoh!""Katakan padaku, bagaimana mungkin kamu menikah dengannya?"Aku perlahan meletakkan gelas anggur, lalu berdiri tenang di hadapannya."Kurasa itu tidak sepenuhnya menipu. Bukankah sejak awal aku selalu bilang kalau minggu ini aku akan menikah?""Hanya saja kamu nggak pernah percaya."Juando mundur selangkah dengan wajah tak percaya. Seluruh tubuhnya gemetar."Aku kira ....""Kira apa? Kira aku pasti akan menikah denganmu?""Juando, kamu jelas sudah melihat bekas luka di tubuhku, tetapi kamu memilih pura-pura tidak melihat dan tetap membantu Evelyn.""Lagi pula, sejak awal












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.