공유

DARAH UANG YANG BERBEDA

작가: Anonara
last update 게시일: 2026-09-15 13:47:41

“Komen di bawah, ya kira-kira kalian butuh resep apa lagi. Versi lebih lengkap bisa langsung cek di youtube G'Recipe.”

Gyana sedang memutar kembali video yang akan ia upload hari ini. Memastikan tidak ada kesalahan dalam video pembuatan London Chocolate Cake.

Di ruangan berukuran sedang bernuansa kuning putih itulah Gyana menghabiskan sebagian besar waktunya jika di rumah.

Setelah kembali sibuk menghidupkan kembali akunnya, Gyana benar-benar tidak lagi memikirkan masalahnya dan Sean.

Pikira
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   DIABAIKAN LAGI

    "Menurut kamu bagus tas yang ini atau warna yang ini?” “Hmmmh, kayaknya untuk acara formal lebih cocok ini sih. Benar, kan Kak?” Suara riang Tania hilang terbawa angin tanpa adanya tanggapan apapun dari pria di depannya. Mata Tania yang awalnya berbinar dengan bahagia langsung berubah seketika. Senyumannya pun langsung lenyap berganti raut kesal dengan suasana hati yang sekejap memburuk. Pasalnya saat ini ia dan Sean sedang berada dalam sebuah butik tas mahal. Di tangannya sudah terdapat dua tas yang menurutnya sama bagus sehingga ia membutuhkan Sean untuk turut memberi pendapat. Namun, saat ia sudah semangat meminta pendapat Sean, pria dengan kaos putih yang dipadukan dengan jas semi formal abu-abu charcoal itu justru fokus dengan ponsel di tangan. Bahkan saat Tania memanggil pun, pandangan Sean sekalipun tidak terarah padanya. Sementara dirinya sedang diperhatikan oleh pramuniaga di butik. Tentu saja pengabaian Sean sore ini membuat Tania kesal sekaligus malu. “Kak Sean!” ser

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   SEKALIAN SAJA AJAK MANDI BERSAMA

    “Jadi kalian pergi hanya…berdua?” Gyana tertawa kecil saat melihat respon Tania mengetahui bahwa seharian ini Sean bersama dirinya. Dengan tidak tahu malunya Tania malah melayangkan tatapan tidak suka kepada Gyana seolah-olah dirinya istri sah Sean sementara Gyana hanyalah orang ketiga. Saat Gyana dan Sean pertama kali masuk tadi pun, Tania tanpa malunya terus mengerutu karena Sean belum kunjung datang. Perilakunya selayak seorang istri yang menunggu suaminya pulang. Bahkan belum sempat Sean duduk, Tania lebih dulu mendesak Sean dengan berbagai pertanyaan. Sedangkan tidak jauh dari tempatnya, dua pelayan menunduk hormat untuk menghargai tamu yang tidak pernah Gyana harapkan itu. “Kak Sean mengabaikan teleponku hanya karena… Gya?” Suara lirih Tania terdengar menjijikkan di telinga Gyana. Gadis itu menuntut penjelasan dari Sean dengan mendekap lengan Sean tanpa sungkan sedikit pun. Gyana menghela napas lalu merotasikan bola matanya sebelum akhirnya bersuara santai, “Ini hari libu

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   GAGAL

    "Gimana? Tuan Muda Sean bersedia datang tidak?” Tania mencoba menghubungi Sean lagi. Namun, hasilnya tetap sama. Panggilan telepon yang ia lakukan sama sekali tidak mendapat respon dari Sean. Pesan-pesan yang Tania kirimkan juga tidak kunjung mendapat balasan. Padahal status pesan yang dia kirim sudah bercentang dua. Tidak biasanya Sean mengabaikannya begini. “Waah, sepertinya Sean sudah tidak memprioritaskan kamu lagi, Tania!” cibir salah satu wanita yang duduk di meja yang sama dengan Tania. “Diam kamu!” sungut Tania kesal. “Kalau memang Kak Sean tidak bisa datang itu karena Kak Sean lagi sibuk. Bukan berarti sengaja tidak memperdulikan aku.” “Karena kamu kalah taruhan itu artinya kamu harus mentraktir kami tas mahal limited edition itu. Dan Tuan Muda Sean yang tidak bisa datang itu artinya kamu yang harus bayar semua termasuk belanjaan kami yang lain.”Ucapan wanita berambut pirang membuat dua wanita lainnya tertawa renyah bercampur seringaian licik semakin membuat wajah Tania

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   MENIKMATI WAKTU BERDUA

    “Aku yang melakukan itu, Sean. Bukan para pelayan tidak bersalah itu.” Tangan Gyana dengan cepat dicekal Sean dengan kuat. Tarikan Sean yang kuat dan mendadak membuat Gyana yang tidak bersiap langsung terdorong ke depan dan menubruk dada Sean yang telanjang sebagian. Alhasil, bibir Gyana yang hanya pernah sekali bersentuhan dengan fisik Sean pun mendarat di dada Sean tanpa bisa dicegah. Mata Gyana membulat dan spontan hendak mendorong Sean. Namun, pergerakannya justru ditahan pria itu. Tenaga Sean yang jauh lebih besar dibanding Gyana membuat wanita yang masih memakai pakaian olahraga itu tidak berkutik. Beruntung sekarang mereka sudah berada di kamar Gyana. Sementara para pelayan yang tadi dihukum di depan sudah dibubarkan Sean. “Jelaskan semuanya!” pinta Sean memusatkan pandangannya pada wajah Gyana yang tampak memerah karena selesai berolahraga. Suara dingin dan penuh penekanan membuat Gyana menelan ludah dengan susah payah. Meski sering melontarkan kalimat ketus dan raut din

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   PAGI MENCEKAM

    “Nyonya Gyana!” Fiska berlari kecil menghampiri Gyana yang baru saja sampai di teras rumah. Bulir keringat masih membasahi kening dan sekitar sisi wajahnya. Gyana juga belum sempat meneguk minuman untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering. Napas Gyana bahkan masih tersengal-sengal karena baru selesai berlari pagi. “Gawat, Nyonya!” seru Fiska dengan wajah tegang. “Anu… Tuan….”Gyana mengangkat satu alisnya. Mencoba memahami maksud perkataan Fiska yang sepotong-sepotong. Perlahan Gyana mengusap dengan pelan lengan Fiska, berharap wanita itu bisa lebih tenang.“Ada apa dengan Tuan?” tanya Gyana lembut. Ia juga mengiringi Fiska untuk masuk ke rumah. “Coba Bibi jelaskan pelan-pelan.” “Tuan—”“Kalau tidak ada yang berani mengaku saya tidak akan segan-segan memecat kalian semua!” Belum sempat Fiska mengurai penjelasan, suara Sean lebih dulu terdengar dari lantai dua. Alih-alih berbicara dengan nada tenang dan rendah seperti biasa, kali ini suara Sean sangat kentara sedang emosi

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   TERTAHAN

    “Kamu tidak boleh mencintai Nael. Rasanya di sini….” Sean menunjuk dadanya. Matanya masih sayu dan suaranya serak serta lirih.. “Tidak rela kamu berdekatan dengan dia.”Guana tidak kunjung menjawab. Malas sekali menanggapi celotehan Sean yang semakin ngawur. Kalau bukan karena pria ini dicari Mike, Gyana mana mau menginjakkan kakinya di tempat sialan ini. Ruang kerja Sean masih sama seperti enam bulan lalu. Bahkan foto Tania masih menempel di dinding dengan begitu menawan. Senyumnya pun masih sama menyebalkan dengan Tania yang asli. “Udah tau nggak bisa minum banyak malah dipaksa,” sungut Gyana seraya melepaskan sepatu Sean. Sebenarnya Gyana sama sekali tidak menduga bahwa Sean masih memakai kemeja, celana dan sepatu kerjanya. Apalagi ini sudah tiga jam dari semenjak pria itu pulang dari kantor. Banyaknya gelas kosong bekas minuman beralkohol itu pun membuat Gyana berasumsi tampaknya kondisi Sean memang tidak baik. Saat pulang tadi pun, Gyana sempat heran melihat penampilan suamin

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status