Share

GADIS PENUH MUSLIHAT

Author: Anonara
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-15 13:56:00

"Jangan-jangan ini untuk Nyonya Gyana ya, Tuan?” seru Mike tanpa sadar kalau suaranya itu cukup tinggi.

Sean memalingkan wajah ke arah jendela. Malas menanggapi lebih lanjut kebodohan Mike yang sebenarnya membuat hatinya tersentil suatu fakta. Bohong jika Sean tidak merasakan apapun saat Mike mengira hadiah yang akan disiapkan untuk Tania bukan Gyana.

Apakah selama ini perhatiannya pada Tania begitu kentara? Apakah selama menikah Sean memang tidak pernah memberi perhatian kepada Gyana?

“Mema
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   RENCANA YANG BERUBAH

    “Anak itu… !” Raut Xavier langsung berubah. Kemarahannya sudah menuju kepala dan tinggal menghitung waktu untuk meledak. Sorot matanya sekejap berubah tajam. “Apa yang dilakukannya kali ini?” Tania menahan senyum di wajahnya agar tidak langsung terbit. Muslihatnya berhasil. Dan hanya demi melihat Gyana semakin dibenci oleh kakaknya sangat bisa memuaskan hati Tania. “Gya memprovokasi Kak Sean untuk mengabaikanku. Dan tadi, Kak Sean bahkan membatalkan janji untuk makan bersama Ayah hanya demi Gya.” Tania meraih tangan Xavier lalu menggenggamnya. “Bagaimana kalau Kak Sean sampai membenci dan tidak mau bertemu aku lagi, Kak? Aku sudah merelakan Kak Sean menikah dengan Gya tapi aku tidak akan kuat jika Kak Sean benar-benar menjauhiku.” Emosi yang berkumpul di kepala Xavier membuat pria itu tidak bisa berpikir tenang dan logis. Rasa sayang kepada Tania membuat hatinya buta. Xavier mengusap lembut puncak kepala Tania. Kemudian mengulas senyum hangat penuh kelembutan. “Jangan cemas,

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   GADIS PENUH MUSLIHAT

    "Jangan-jangan ini untuk Nyonya Gyana ya, Tuan?” seru Mike tanpa sadar kalau suaranya itu cukup tinggi. Sean memalingkan wajah ke arah jendela. Malas menanggapi lebih lanjut kebodohan Mike yang sebenarnya membuat hatinya tersentil suatu fakta. Bohong jika Sean tidak merasakan apapun saat Mike mengira hadiah yang akan disiapkan untuk Tania bukan Gyana. Apakah selama ini perhatiannya pada Tania begitu kentara? Apakah selama menikah Sean memang tidak pernah memberi perhatian kepada Gyana? “Memangnya Tuan tahu apa saja yang Nyonya Gyana sukai? Warna atau bunga favoritnya kurang lebih?” Jiwa ingin tahu Mike sangat tinggi. Melalui kaca kecil di depannya, Mike bisa melihat wajah datar sang atasan yang saat ini tidak kunjung merespon pertanyaannya. Tatapan Sean hanya terarah lurus pada pemandangan di luar. “Bagaimana kalau Tuan mengecek media sosial Nyonya dulu? Saya dengar, popularitas Nyonya sedang naik sekarang. Barangkali ada petunjuk di sana,” ucap Mike memberi saran. Sean terdiam

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   HADIAH UNTUK SIAPA?

    “Kelamaan.” Gyana lalu memeluk Nael. Gerakan wanita itu sangat cepat dan dalam hitungan detik mampu membuat Nael mematung di tempat. Wangi segar rambut Gyana yang bercampur air hujan pun tercium jelas di hidungnya. Tubuh mungil itu kini berada dalam dekapannya. Dan tepukan pelan tangan kecil Gyana di punggung Nael tiba-tiba saja membuat jantung Nael berpacu liar. ‘Mi, sepertinya Nael sudah benar-benar terjebak dalam perasaan kepada Gyana.’ batin Nael. Pelukan singkat itu murni hanya untuk menghibur Nael. Gyana mundur selangkah, lalu melipat tangannya. “Aku nggak pandai menghibur orang. Tapi semoga pelukan tadi bisa membuat kamu merasa lebih baik.” Nael mengangguk kecil lalu mengulas senyum tipis. “Terima kasih.” “Iya. Makasih juga udah ngehibur aku di sini.” Gyana pun membalas senyuman itu dengan tulus. Tanpa Gyana sadari, meski dianggap Gyana hanya seperti perhatian kecil, tetapi bagi Nael itu sangat berarti. Hatinya terasa lebih tenang dan lapang. Pelukan Gyana menciptakan r

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   BASAH-BASAHAN DI HALTE

    "Kamu bisa pergi, Nael. Aku nggak apa-apa di sini.” Nael menyampirkan jasnya ke bahu Gyana. “Aku akan nemenin kamu di sini. Lagipula hujan-hujan begini sama kamu kayaknya nggak buruk juga.” Gyana melirik Nael dari ekor matanya. Celotehan Nael tidak urung membuat Gyana tertawa. Terlihat aneh memang, beberapa detik yang lalu matanya masih memerah karena menangis dan sekarang bibirnya malah mengukir tawa renyah. “Nah gitu dong!” Nael turut mengulas senyum hangat. Tangan pria itu merapikan jas yang terpasang di bahu Gyana. “Kamu malah cantik kalau lagi senyum begini.” Gyana menghela napas, meredakan sesak di dadanya. Kehadiran Nael yang mendadak duduk di sampingnya sejak beberapa menit yang lalu membuat Gyana terhibur. Bahkan tadi Gyana sampai kelepasan menghamburkan tubuhnya ke dada Nael. Pikirannya sangat kacau pasca keluar dari ruangan ayahnya. Keadaan hatinya semakin memburuk saat melihat Sean datang bersama Tania.

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   ANTARA HATI DAN LOGIKA

    "Kita diminta ayah ke ruangannya, Kak. Kamu perginya bareng aku bukan sama Gyana, jadi jangan membuatku malu.” Tania bergerak cepat menahan Sean yang hendak menyusul Gyana. Tanpa Sean ketahui, senyum tipis di bibir merah mudanya perlahan muncul. Keluarnya Gyana dari ruangan sang ayah menandakan bahwa ayahnya sudah melakukan apa yang ia minta. Dan, Tania yakin Gyana tidak akan berani menentang apapun keputusan sang ayah. Kekalutan di hati Tania pun berkurang. Sebentar lagi, dirinya akan kembali menjadi topik hangat di media. Beberapa hari yang lalu, ia sempat menjalani proses pemotretan dan wawancara untuk kepentingan nominasi 100 wanita paling cantik di dunia. Dan, dirinya adalah satu-satunya kandidat dari Jinan. Bukankah itu membanggakan? Tania yakin setelah ini karirnya akan lebih melejit. Ayah dan kakak-kakaknya akan sangat bangga padanya lalu benar-benar melupakan Gyana sebagai putri kandung keluarga mereka. “Tunggu, Tania!” Tiba-tiba saja Sean menginterupsi Tania. Mereka s

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   KEMBALI DIUSIK

    "Jadi ada urusan apa Ayah memanggilku ke sini?” tanya Gyana tanpa basa-basi. Setelah sekian lama tidak memijakkan kakinya di ruangan ini, sekarang Gyana berdiri tanpa wajah tertunduk tepat di ruangan yang sempat membuatnya merasa kecil. Logo Arta Group terpampang tegas dan tampak berkilau karena cahaya dari atas. Dulu logo itulah yang sempat membuat Gyana kagum saat pertama kali menginjakkan kaki di ruangan kerja sang ayah. Haris Danuarta menatap tanpa kedip Gyana beberapa saat. Wanita muda yang berdiri di hadapannya tampak berbeda dengan sosok yang datang lima tahun silam. Ah bahkan jauh berbeda dengan Gyana yang hanya menghabiskan waktunya di rumah beberapa bulan yang lalu. Garis wajahnya lembut, sorot matanya penuh percaya diri dan dingin dan kata-kata yang keluar dari bibir yang dipoles warna alami dengan sedikit hint merah itu bukan lagi kalimat protes seperti yang dulu sering Haris dengar. “Kalau Ayah tetap diam, aku akan pergi.” Gyana menatap Haris tanpa takut. Nada bica

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status