Share

Bab 23

Author: Ratu As
last update Last Updated: 2025-12-29 12:09:40

Rey menghentikan langkahnya, dia menoleh ke belakang dan menatap Kev. “Kamu bisa bantu aku antar dia pulang kan?”

Kev mendesah, namun tidak menolak.

“Lalu bagaimana denganku?” Erik ingin protes. Dia yang datang membawa Anara, kenapa ditinggal sendiri?

“Kamu yang sedang patah hati? Lebih baik, habiskan malammu untuk bersenang-senang,” saran Rey enteng. Dia bahkan mengibaskan tangannya sebagai isyarat mengusir Erik agar cepat berlalu.

“Nara,” panggil Erik sebelum gadis itu benar-benar dibawa pergi. “Aku akan mentransfernya nanti.”

Anara mengangguk paham, dia lalu mengikuti langkah kecil Zavi.

Anak itu masih cemberut, saat di acara tadi melihat ayahnya sangat dekat dengan Dea.

Zavi merasa tidak suka, ingat dengan rencana ayah dan neneknya yang akan segera melangsungkan pernikahan Rey dengan Dea. Anak itu jadi buru-buru ingin menggagalkannya. Dia mau seorang ibu, tapi yang dia mau adalah malaikat penyelamatnya.

***

“Zavi mau duduk di depan sama Kak Nara. Zavi mau dipangku,” pinta ana
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 32

    "A--pa?" Anara sampai kehabisan kata-kata. Dia hanya tidak menyangka keingian Rey sangat jauh dari ekspektasinya. Rival? Kok, Rival? Minimal kalau tidak dinikahi, bukankah harusnya teman ranjang? "Kamu kaget atau pura-pura kaget?" Rey masih saja bersikap santai, seolah apa yang dia katakan bukan sesuatu yang aneh. Malahan sesuatu yang Anara tunggu sebelumnya. Anara masih terbengong dengan wajahnya yang kaku dan syok. "Bu--bukan begitu ... Maksud Pak Rey ingin jadikan aku wanita simpanan atau bagaimana?" Kali ini Anara juga bicara langsung pada intinya. Anara terlalu serius menanggapi. Rey tertawa, tawa yang terdengar seperti ejekkan. "Mungkin mirip itu." Anara menunduk, dia tampak berpikir keras dan mempertimbangkan. Jadi wanita simpanan juga tidak masalah asal Rey benar-benar bisa membantunya dan memberinya keuntungan. Toh, sekarang Anara bukan gadis suci. Tapi jujur, kalau boleh berharap, Anara ingin hidup normal dan berharga. Pikiran Anara terus beperang antara log

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 31

    Hoeeek! Hoeeek! Anara mual, dia menekan isi perutnya yang terasa diaduk-aduk namun tidak ada yang keluar, selain cairan berwarna kekuningan. Dia belum sarapan pagi tadi, wajar jika muntah pun tidak ada isinya. Anara pikir dia masuk angin, atau pusing karena perutnya kosong. Setelah mencuci muka dan keluar dari toilet bergegas dia keluar dari rumah sakit ingin membeli makanan. Namun, langkahnya terhenti saat ibunya yang juga berada di rumah sakit itu berdiri di depan ruang ICU tempat Lila dirawat. Tidak hanya sendiri, Salma justru sedang dipojokan oleh Henry yang entah dari mana datangnya mereka bisa bertemu. "Oh, jadi putrimu yang tidak jelas siapa ayahnya itu sedang sekarat ya?" Ucapan Henry sangat pedas. "Jaga mulutmu! Lula pasti akan sembuh!" Salma tidak terima putri bungsunya dikatai begitu oleh Henry. Meski benar, Lula terlahir tanpa tahu siapa ayahnya, Salma sendiri bingung lelaki mana yang menanamkan benih di rahimnya, dia tetap tidak terima Lula dipandang rendah. Apala

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 30

    Suara Anara yang parau dan serius membuat Rey tidak bisa mencurigainya. "Baik, saya akan segera datang."Anara bisa sedikit lega setelah Rey memberi kabar akan datang. Sementara Zavi masih berada di ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit).***Rafi tidak bisa tenang saat tahu jika Zavi dibawa ke rumah sakit dan Rey bilang sempat kejang dan koma. "Kamu keterlaluan menghukum anak itu. Sejak awal kondisi fisik Zavi itu lemah, ditambah tekanan mental sedikit saja pastilah dia langsung drop," ucap Sarah tidak jauh berbeda dengan suaminya, dia juga merasa takut. Rafi duduk dengan napas gelisah. Sarah berdecak, dia tidak mau disalahkan sendirian. Kemarin saat makan bersama keluarga Dea, Zavi membuat keributan. Anak itu tidak terima jika ayahnya akan menikah dengan Dea, lalu terang-terangan berteriak dan mengatakan hanya wanita yang mendonorkan ginjal untuknya yang akan jadi mamanya. Zavi bahkan sempat tantrum, anak itu menggebrak meja. Meski tenaganya kecil, namun sikap arogan itu je

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 29

    Anara mengusap wajah kecil yang pucat itu, memastikan kondisi Zavi. Bibir Zavi bergumam, namun tidak terdengar jelas suara yang keluar. Melihat tubuh kecil yang basah Anara membopongnya keluar dari kamar mandi. Anara panik, tapi mencoba tetap tenang dengan mengganti baju Zavi yang basah lebih dulu. Anak itu butuh rasa hangat dan nyaman. ***“Nara, mau dibawa ke mana Zavi? Kalau masih demam biarkan dia istirahat di sini dulu!” tegur Sarah yang melihat Anara menggendong Zavi. “Tubuhnya sudah sangat lemas, bagaimana mungkin dibiarkan, Zavi harus ke rumah sakit!” Anara bersikeras, dia sudah memakaikan Zavi baju yang kering dan hangat, dia ingin membawa anak itu. Dia bukan ibu kandungnya, tapi sifat protektif keibuan membuatnya tidak bisa hanya diam melihat anak sekecil Zavi dibiarkan. Kemarin saat Anara melihat Zavi terakhir anak itu masih baik dan sehat, tidak ada gejala demam atau pun sakit. Jadi kondisi Zavi saat ini membuat Anara tidak bisa tenang. “Kami punya dokter keluarga.”

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 28

    Rey kebingungan dengan sikap putranya, padahal dia belum mengecek kondisi Zavi setelah terbangun. "Kata Dokter kondisi Zavi sudah membaik. Dia hanya perlu beristirahat lebih banyak. Kamu tidak usah cemas, Rey. Mungkin Zavi ingin sendirian sekarang," kata Sarah tidak ingin membuat Rey cemas. "Kamu bisa berangkat kerja." Rey bimbang, dia punya kerjaan penting hari ini, namun kondisi Zavi membuatnya was-was. Rey mengirim pesan untuk Anara menjemput Zavi lebih awal. Sudah hampir satu jam Rey membujuk anak itu, namun Zavi tidak luluh sama sekali. Pintu tertutup rapat tanpa ada suara yang menyahut. “Oke. Kak Nara akan datang jemput, nanti kamu bisa sarapan dengannya.” Rey menyerah. Akhirnya dia merayu dengan pura-pura pergi. Rey pikir Anara akan jadi orang terakhir yang paling Zavi tunggu kedatangannya. “Tidak mau,” tolak Zavi keras, suaranya melengking menembus pintu. Dia bahkan tidak mau meski diiming-imingi dengan bujukan Anara. “Zavi tidak mau makan–” Rey menari

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 27

    “Makasih, Pak Rey,” ucap Anara dengan suara tertekan. Dia tidak bisa lagi percaya diri. Respon Rey benar-benar di luar dugaannya. Anara membungkuk, Rey masih menatapnya dengan senyum miring lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Saya permisi, Pak Rey–” Anara menarik diri, niatnya ingin ke kamar karena tidak ada lagi yang perlu dia layani. Tapi saat melewati ruang tengah, dia melihat Kev yang datang. “Hai, Nara, kita bertemu lagi!” sapa Kev dengan senyum antusias. Dia mendekat, membuat Anara yang kepalang basah terlihat harus basa-basi menyapanya. “Pak Kev, cari Pak Rey? Dia sedang makan malam.” “Mmm–” Kev berdiri di hadapan Anara. “Tidak juga, niatnya kalau ada kamu sih, maunya ketemu kamu,” imbuhnya tanpa malu, ucapannya penuh gombal khas playboy. Kev memakai baju casual, wajahnya segar dengan rambut yang dibiarkan tertata agak semrawut, memiliki kesan muda dan natural. Anara tersenyum canggung, dia hendak pamit namun Kev terus berbasa-basi. “Kamu terlihat cantik, bahkan pakaia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status