Share

Bab 79

Author: Ratu As
last update Last Updated: 2026-02-04 10:35:28

Dengan ekspresi terkejut dan tidak menyangka Sarah mendekat, dia menatap tak suka pada Anara.

"Bu Sarah? Sejak kapan Anda di sini?"

"Ikut saya! Saya mau bicara," titah Sarah menggiring Anara untuk mengikutinya dan bicara berdua.

"Nenek, jangan marahin Mam Zavi!" Zavi menahan tangan Anara, takut neneknya akan membuat Anara susah.

"Tidak. Nenek hanya mau bicara serius, kamu tenang saja. Ini obrolan orang dewasa."

Zavi mendongak ragu pada Anara, namun Anara meyakinkannya. Dia mengusap kepala
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 109

    Sore hari, Salma bersiap pulang setelah menyelesaikan shift paginya. Langkahnya terasa ringan, hingga tiba-tiba dia kembali berpapasan dengan Shopie. Sialnya, wanita itu datang bersama anak dan suaminya.Salma refleks memperlambat langkah, berpura-pura tidak melihat. Namun, seperti biasa, Shopie tak tinggal diam.Saat mereka berpapasan, Shopie sengaja menggoyangkan tubuhnya, lalu menjatuhkan diri seolah tersenggol oleh Salma."Awh!" pekik Shopie, tubuhnya jatuh di dekat jalur masuk parkiran menuju pintu utama restoran.Salma tertegun, belum sempat bereaksi."Bu Salma, kamu sengaja membuat ibuku jatuh?" tegur Mia dengan suara tajam, menatapnya penuh tuduhan."Apa?" Kening Salma mengerut. "Aku bahkan tidak menyentuhnya sama sekali. Dia yang—""Dia jatuh sendiri… maksudmu?"Ucapan Salma terpotong saat Henry datang dari arah parkiran. Tatapannya langsung tertuju pada Salma, seolah sudah memiliki kesimpulan sendiri."Salma, aku tahu kamu memang suka mencari masalah dengan keluargaku," lanj

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 108

    Rey pulang larut malam, saat memasuki rumah sudah sepi. Dia langsung menuju kamar, ternyata tidak ada Anara di sana. Suasananya hening dan dingin, kembali seperti saat belum ada Anara yang bersedia menghangatkan ranjangnya. Setelah berganti baju dan memakai piyama, lelaki itu beralih ke kamar Zavi. Membuka pintunya dan berjalan pelan. Dilihatnya Zavi yang berbaring di sisi Anara. Wanita itu terlihat pulas. "Ayah--" Suara Zavi ketika Rey mengusap keningnya pelan, anak itu langsung terbangun. "Ayah, baru pulang?"Zavi duduk dengan hati-hati agar Anara tidak bangun. "Iya, ayo tidur lagi." Zavi menggeleng pelan. "Ayah, Zavi ingin minum susu hangat," pintanya sambil mengulurkan tangan ingin digendong. Rey tidak bisa menolak, dia mengangkat tubuh putranya lalu membawanya ke dapur. Mereka pergi berdua. Rey membuatkan susu itu sendiri tanpa meminta bantuan pembantunya. Sementara Zavi duduk menunggu. Anak itu sengaja meminta susu agar punya waktu berdua dengan ayahnya yang akhir-akhir

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 107

    Salma masuk ke ruangan dengan gugup, dia terus menunduk sampai di depan meja kerja Adam. "Permisi, Bapak, panggil saya?" Adam mengangguk. "Kamu pasti tahu apa yang ingin saya bicarakan kan?" "Pak Adam, soal uang untuk membayar ganti rugi Bu Sarah, bolehkah saya mencicilnya?" tebak Salma langsung pada intinya. Dia mendongak, wajah tuanya tampak sedikit lelah. Adam berdeham. "Sebenarnya bukan itu yang ingin saya katakan."Adam membenarkan duduknya, dia terlihat sedikit gugup ketika Salma menatapnya. "Kamu tidak ingat saya sama sekali?" Pertanyaan Adam membuat Salma mengerjap bingung. "Maaf, apa sebelumnya kita pernah bertemu?" Ekspresi Salma yang tampak bingung dan tidak ingat membuat Adam sedikit kecewa. Namun, dia merasa wajar. Puluhan tahun mereka tidak bertemu, sementara sekarang mereka sudah sama-sama tua, bukan remaja seperti dulu. "Salma, ingatkah saat remaja dulu, kamu pernah tinggal di sebuah pedesaan? Kamu punya tetangga bernama Bu Maya? Aku putra Bu Maya--" Salma ter

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 106

    Rey menatap ke arah istrinya yang kini bersikap tak acuh, dinginnya masih sama sejak dia bangun dari pingsan. "Dea, aku ingin bicara berdua dengan Anara. Bisakah kamu keluar?" Rey tidak menjawab pertanyaan Dea sedikitpun, dia justru mengusirnya. "Tapi--" Dea tidak sempat lagi protes ketika tangannya dicekal oleh pengawal Rey dan digiring untuk keluar dari ruangan itu. Anara memalingkan wajah, seolah tidak sanggup menatap Rey yang kini berdiri di samping ranjangnya. "Anara… ada yang harus kukatakan," ujar Rey pelan sebelum duduk dengan ragu. "Soal janin yang dulu kamu kandung… itu anakku. Anak kandungku. Akulah lelaki malam itu. Aku yang memintamu menutup mata saat kita bersama. Aku yang--" "Oh." Anara memotongnya. Dia tersenyum aneh, terlalu cerah untuk situasi seperti ini, tapi matanya tajam. "Jadi kamu yang membeliku? Kamu lelaki yang ditawari Bu Mega?" Rey terdiam. "Kenapa baru jujur sekarang?" lanjut Anara. "Padahal kalau kamu bilang dari awal, aku juga tidak akan marah

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 105

    Sarah menelan ludahnya, dia meilirik pada suaminya dan memberi kode agar Rafi mulai bicara. Rafi berdeham lalu bicara dengan suara sok tenang dan ramah. "Rey, kamu pasti sudah tahu apa yang kami lakukan dan kenapa, semua demi kebaikan kamu. Wanita itu hanya jalang murahan. Dia tidak benar-benar pantas bersanding denganmu--" "Pantas atau tidak hanya aku yang tentukan. Kalian terlalu berani--" potong Rey. Respon dingin Rey membuat Rafi dan istrinya gugup, tidak ingin menerima tatapan yang begitu tajam terus-menerus buru-buru Rafi mengeluarkan kartu As-nya. "Anak yang dia kandung bukan milikmu!" kata Rafi cepat, berharap Rey terpukul oleh ucapannya. "Aku punya buktinya. Wanita itu sudah menipumu." "Benar, Rey. Ayah sudah membuka kedok wanita itu. Kamu harusnya berterima kasih," tambah Sarah, mendukung suaminya. Rey tersenyum miring. Wajahnya tampak tenang, tapi sorot matanya bergetar oleh amarah yang ditahan keras. Tatapannya memerah, tajam, dan dingin sekaligus. Rafi

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 104

    "Sayang, kamu sudah membereskan semuanya?" Sarah menyongsong kedatangan suaminya dengan tidak sabaran. Dia bahkan langsung bicara pada Rafi yang baru menginjakkan kakinya di ambang pintu. Rafi berdeham, dia melepaskan jaket yang dipakainya. "Kamu tenang saja, soal kandungan wanita muda itu sudah bisa dipastikan akan gugur. Karena obat yang kuberikan berdosis tinggi."Sarah tersenyum samar, namun dia tidak bisa senang begitu saja ketika sadar akan ada masalah yang jauh lebih besar harus mereka hadapi. "Bagaimana jika Rey tahu kamu yang menculik dan membuatnya keguguran?" Sarah tampak cemas, namun berbeda dengan Rafi yang tersenyum percaya diri lalu memutar rekaman di ponselnya. Suara Anara terdengar, Sarah menyimak dengan seksama. Ekspresinya berubah setelah itu. "Apa? Jadi janin yang wanita jalang itu kandung bahkan bukan anak Rey? Keterlaluan! Bisa-bisanya dia menipu kita semua.... " Rafi memutar rekaman saat didetik terakhir Anara mengaku jika janin yang dikandungnya bukan anar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status