Beranda / Romansa / Simpanan Nyonya CEO / Bab 88. Periksa Kehamilan

Share

Bab 88. Periksa Kehamilan

Penulis: Andy Lorenza
last update Tanggal publikasi: 2024-07-23 03:21:50

Setelah makan siang dan duduk sejenak, Anton membawa Yurika ke dokter kandungan yang tak jauh dari ke diamannya di kota itu. Nampak sekali di wajah Anton jika dia berharap jika Yurika benar-benar hamil setelah diperiksa dokter nantinya, dan begitu pula Yurika berharap yang sama.

Tiba di tempat yang dituju, Yurika langsung saja diperiksa dokter spesialis kandungan. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Yurika dan dokter itu ke luar dari ruangannya menghampiri Anton yang tampak gelisah di rua
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 238. Memberitahu Keberadaan Roy

    “Alhamdulilah juga lancar,” balas Ardi diiringi senyumnya.“Oh ya Bang, kebetulan sekali bertemu Bang Ardi di sini kami ingin bertanya perihal Mas Roy.” kali ini Puspa yang bicara sembari melirik ke arah Viola, sosok yang dilirik tersenyum dan mengangguk.“Tentang Roy? Maksudnya gimana nih?” Ardi berpura-pura kaget dan tak mengerti padahal dia tahu jika Ryan dan Viola memiliki hubungan selama Roy berada di Pulau Bali itu.“Aku rasa Bang Ardi udah tahu dan Mas Roy mungkin juga udah pernah cerita mengenai hubungan ku dengannya?” ulas Viola, Ardi tersenyum dan mengangguk.“Sejak kejadian itu Mas Roy memutuskan untuk resign dari kantor dan pergi meninggalkan Bali. Nomor ponsel yang biasa dia gunakan sejak hari itu juga nggak pernah aktif lagi, aku nggak tahu ke mana dia pergi apakah kembali ke Jakarta atau pulang ke desanya. Apakah Bang Ardi tahu atau mungkin Mas Roy pamitan hari itu pada Bang Ardi dan bilang ingin ke mana?” sambung Viola.“Roy emang temui aku dan bahkan menginap di hotel

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 237. Roy Dan Friska Makin Dekat

    “Hemmm, ya aku mengerti dengan yang kamu maksudkan itu. Namun meskipun kamu teman biasa akan tetapi saat ini kamu lah wanita yang paling dekat dengan ku,” ujar Roy diiringi senyumnya, hal itu membuat hati Friska senang walaupun dia sendiri tak tahu sedekat apa dirinya yang dimaksudkan pria tampan di sebelahnya itu.Setelah acara makan bareng itu, mereka pun kembali ke kediaman masing-masing. Bagi Friska malam itu adalah malam yang paling membahagiakan yang pernah ia rasakan selama mengenal Roy walaupun di hatinya masih banyak tanda tanya dan belum yakin apakah dirinya cukup berarti bagi pria yang semakin hari membuatnya makin kagum serta makin nyaman bersamanya.Sementara bagi Roy sendiri masih saja sulit menerima kehadiran wanita lain di hatinya setelah Viola, meskipun Roy juga merasa cukup nyaman bertemu dan jalan dengan Friska akan tetapi hatinya tak bisa ia dustakan jika hal itu masih saja sebatas teman biasa baginya.*****Seiring waktu berjalan dan seringnya Roy dan Friska berte

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 236. Di Sela-sela Makan Malam

    Di dalam sebuah restoran tepatnya di sebuah meja malam itu Roy duduk berdua dengan Friska, tak beberapa lama mereka duduk beberapa orang pelayanan restoran datang mengantar menu-menu yang baru saja mereka pesan.“Yuk kita makan, mumpung semua yang dihidangkan masih hangat dan segar.” ajak Roy setelah para pelayan restoran meninggalkan meja itu, Friska mengangguk sembari tersenyum.“Gimana kuliah mu?” sambung Roy.“Alhamdulilah lancar, Mas.” Jawab Friska di sela-sela menyantap menu makan malam di atas meja itu.Tak berselang lama, ponsel Roy yg berada di atas meja pun berbunyi. Roy meraih ponselnya itu melihat sejenak nomor kontak yang melakukan panggilan, lalu ia pun mengangkatnya.“Assalamu alaikum, Bu.” ucap Roy.“Waalaikum salam.” Balas sosok wanita yang melakukan panggilan ke ponsel Roy dan dipanggil dengan sebutan Ibu itu.“Ada apa Bu, tumben nelpon ku malam ini?” tanya Roy penasaran.“Hemmm, ng ada apa-apa. Ibu kangen aja karena udah cukup lama juga kita nggak ngobrol, kamu ng s

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 235. Berusaha Lebih Dekat

    “Oma hanya ingin menyarankan jika memang hati mu belum benar-benar bisa melupakan Roy, sebaiknya jangan berikan harapan apapun pada Bobby. Kamu nggak bisa juga memaksakan diri yang ada nanti Bobby akan kecewa dan itu jelas tidak baik untuk hubungan bisnis kalian ke depannya,” Oma memberi saran.“Iya Oma, aku ngerti itu makanya sampai saat ini aku nggak pernah memberi harapan apapun pada Bobby. Aku hanya bilang sama dia untuk bersabar jika memang dia memiliki perasaan sama aku, jika memang suatu saat nanti aku memiliki perasaan yang sama padanya aku akan menerimanya tapi jika tidak aku nggak bisa memaksakan diri dan antara kami tetap berteman biasa saja.” tutur Viola.“Lalu apa tanggapan Bobby?” tanya Oma.“Dia setuju dan tak ingin pula memaksakan perasaan ku kepadanya.” jawab Viola.“Baguslah jika emang demikian, Oma lega dan tak ada yang perlu dikuatirin lagi.” ujar Oma tersenyum lega.****Malam itu di rumah Leni sahabat Angel, Leni duduk ngobrol bersama putrinya yang bernama Friska

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 234. Rencana Angel Dan Leni

    Siang itu di sebuah restoran mewah, dua wanita yang baru saja datang dan duduk di salah satu meja di dalam restoran itu nampak asyik ngrobrol sambil menikmati menu yang baru saja mereka pesan.“Aku pikir kamu tadinya nggak bisa datang Angel, karena sibuk dengan kerjaan di kantor.” salah seorang dari wanita itu mengawali obrolan.“Sesibuk apapun kalau tiba saatnya istirahat dan makan siang tentu aja semua aktifitas juga harus dihentikan sementara, kamu juga begitu kan Leni?” ulas Angel yang ternyata sosok wanita yang bersamanya itu adalah Leni sahabatnya Mama dari Priska.“Oh ya gimana kabarnya, Roy?” tanya Leni.“Dia baik-baik aja, perusahaan yang ia pimpin pun kian hari kian berkembang.” Jawab Angel.“Kamu beruntung memiliki keponakan angkat seperti dia dan mempercayakannya untuk memimpin perusahaan itu,” ujar Leni yang memuji sosok Roy.“Hemmm, iya Len. Aku memang beruntung bisa kenal dan sekaligus mengangkatnya sebagai keponakan. Sayangnya saat ini ada sedikit hal yang menganggu pi

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 233. Berusaha Membuka Hati

    Setibanya di Jakarta, Roy kembali beraktifitas seperti biasanya yaitu sebagai direktur perusahaan pariwisata milik Angel. Entah kenapa sekembalinya dia dari desa, sikap Roy agak berubah yang biasanya selalu nampak happy dan penuh semangat hari itu kelihatan lesu.Ketika pulang dari kantor pun Roy masih saja tak begitu bersemangat seperti biasanya, setelah mandi ia duduk bermenung sendiri di teras rumah sembari menikmati secangkir kopi dan menyulut sebatang rokok.“Loh, tumben-tumbennya kamu duduk melamun sendiri di sini?” sapa Angel yang saat itu juga menuju teras dari kamarnya di lantai atas.“Eh, Tante rupanya.” Roy berkata setelah ia terperanjat kaget dan tergugah dari lamunannya.“Tante nggak minum?” sambung Roy setelah Angel ikut duduk di teras itu bersebelahan dengannya.“Tadi aku minta dibuatkan jus oleh Bi Surti, ntar lagi juga datang.” jawab Angel, Roy menanggapi dengan menganggukan kepalanya.“Kamu kenapa Roy? Tadi Bi Surti juga bilang sejak kamu pulang dari kantor terlihat

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 124. Kembali Masuk Kantor

    Malam itu di vila yang disewa Cindy, dia dan Roy benar-benar menikmati sensasi bercinta di ranjang. Di samping hawa di vila itu sangat mendukung, di antara keduanya pun saling aktif saat melakukannya.Cindy yang ketagihan, begitu terbangun dari tidur menjelang pagi datang meminta kembali untuk bercin

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 123. Gairah Liar Di Vila

    Malam di kawasan puncak meskipun cuaca cerah namun hawanya masih saja terasa dingin, setelah makan malam dan ngobrol entah karena kantuk menyerang atau penyebab lainnya Cindy pun mengajak Roy untuk ke kamar di dalam vila yang ia sewa itu.Roy tentu saja tak merasa canggung lagi berada berdua dengan C

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 122. Cindy Makin Kagum

    Pagi itu tepatnya hari minggu di pertengahan bulan keempat Roy tinggal di pos pemuda dan dipercaya sebagai Ketua keamanan, ketika asyik duduk sendiri sembari internetan di ponselnya mata Roy yang mengarah ke depan toko Ko Acong melihat sebuah dompet tepat di antara halaman toko dan jalan raya.Roy se

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 121. Mengunjungi Roy

    Terbukti sejak hari pertama Vina membuka usaha kedai di bawah jembatan itu pengunjungnya ramai, mulai dari orang-orang yang berlalu lalang di jalan kecil di depan kedai hingga para pemulung yang juga tinggal di kawasan bawah jembatan itu.Roy dan para pemuda di daerah itu juga nongkrong di sana, begi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status