Share

Tekad Mandy

“Sial!”

Sean memaki sambil melempar ponselnya ke atas meja. Ia kesal karena Tricia masih saja menolak panggilan telepon darinya, bahkan tidak ada satu pesan pun yang dibaca oleh wanita itu.

“Dia benar benar membuatku gila,” omel Sean lagi.

Mandy membuka pintu ruangan Sean. Ia membawa segelas kopi pagi hari ini.

“Masih terlalu pagi untuk marah marah, Sean,” ujar Mandy sambil meletakkan kopi di meja atasannya itu.

“Tricia. Wanita itu benar benar menyebalkan.”

“Beri waktu saja kepadanya. Mungkin saat ini dia masih marah kepadamu.”

“Ini semua karena dirimu!” bentak Sean.

“Astaga, Sean. Dewasalah. Kau yang merengek kepadaku dengan alasan dingin karena hujan. Kau benar benar tidak tahu diri, Sean,” balas Mandy, kini ia tak peduli jika Sean adalah atasannya.

“Seharusnya kau tahu jika Tricia datang.”

“Bagaimana caranya aku bisa mengetahui kekasihmu itu datang sementara kau sibuk di atas tubuhku? Kau pikir aku ini keturunan shaman?”

Sean mencibir mendengar jawaban Mandy.

“Sikapmu malah membuat
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status