Share

Bab.2

Author: Paradista
last update publish date: 2021-11-15 21:46:02

Sementara di luar, sang gadis terus berlari dengan riang, berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil yang mendapatkan sesuatu, sesekali memandang ke belakangnya, kemudian berlari kecil sambil mengangkat anggun gaun emas yang menjutai dan menyapu lantai bangunan megah itu, kakinya bertelanjang dan sesekali berjinjit karena lantai marmer gedung itu terasa dingin.

Rambutnya tergerai panjang hingga pinggang, sedikit bergelombang dengan beberapa helaian menghiasi kedua pipinya serta suara gemerincing perhiasan yang dia pakai membuat sosoknya terlihat bak bidadari yang baru saja menginjakan kaki di bumi, terlihat asing tapi menikmati kebebasanya.

Sang gadis tiba-tiba menghentikan langkahnya. Senyuman merekah yang menghiasi wajahnya seketika hilang, gemerincing perhiasan yang seperti alunan musikpun terhenti seketika, karena beberapa pria tegap berwajah maskulin dan berpakaian rapi seragam menghampirinya, lalu mereka serentak membungkuk pada Sang gadis.

"Nona Milla, Saya mohon ikutlah dengan kami, berbahaya jika Anda berkeliaran sendirian di Hotel ini, ini pintu belakang tetapi keadaan sudah gelap, Anda bisa tersesat" seorang pria yang sepertinya pemimpin dari kelompok itu berbicara pada gadis yang dia panggil nona Milla.

Sang gadis tak berbicara sepatah katapun, Dia hanya mengangguk, kemudian memakai high heels yang pada awalnya Dia jingjing, lalu berjalan diikuti ke-empat pria tegap berjas hitam yang berbaris di belakangnya.

                             ☆       ☆      ☆

"Milla sayang, apa yang kamu lakukan? Cepat-cepat, masuk mobil" teriak seorang perempuan yang terlihat kesal dan khawatir terhadap sang gadis.

"Dari mana saja? Tolonglah jangan berulah, jika kamu ada apa-apa atau amit-amit di culik bagaimana? Jika tersesat bagaimana? Bagaimana Aku sebagai managermu, orang kepercayaan orangtuamu ini nasibnya?" Tanya wanita tersebut yang terus nyerocos pada sang gadis.

Sang gadis tersenyum sangat manis pada managernya itu, tak tampak wajah kesal sedikitpun, wajahnya tetap ramah" sudahlah kak Carol, jangan marah, Aku hanya ingin bersenang-senang sebentar saja"

"Lain kali ajak Aku" ucap si manager yang dipanggil Carol itu.

"Nanti kakak kasih tahu mamah" jawab sang gadis yang kemudian menunduk.

"Ayolah, meskipun aku managermu, tetapi Aku juga adalah kakak kandungmu, percayailah Aku Adiku, Aku tahu kamu sudah bekerja keras untuk membuat Mamah dan Papah bangga dan tidak hanya membuat orangtua dan keluarga bangga, Kamu juga menjadi kebanggaan seluruh negeri ini, wajar jika Kamu merasa penat" ucap sang manager yang ternyata adalah kakak sang gadis.

"Baiklah, ayo pulang, ini sudah larut kak" ucap sang gadis lalu mengaitkan tanganya pada tangan kakaknya itu dengan manja.

"Kalian, ayo berangkat!"

Ajak Carol pada para penjaga yang berbaris rapi disamping Milla adiknya.

"Siap bu!"

Semua penjaga menjawab dengan serentak, kemudian berjalan cepat, membukakan pintu untuk Milla dan Carol, selanjutnya ada yang masuk dan duduk disamping supir yang mengendarai mobil yang ditumpangi Milla dan Carol, sebagian lagi naik mobil lainya yang berada di belakang dan di depan  mobil yang ditumpangi Mereka, sehingga mobil yang ditumpangi sang gadis diapit oleh beberapa mobil seperti rombongan konvoi.

Beberapa mobil mewah tersebut melaju meninggalkan lobbi hotel The Rizh-Buana yang megah itu, suasana sudah begitu sepi karena malam ini menunjukan pukul satu dini hari dan lobbi yang mereka gunakan adalah pintu belakang, jadi wajar jika sepi, karena pintu tersebut sengaja dipersiapkan untuk kenyamanan Camellia dan stafnya.

Dan jauh dibelakang lobbi hotel tersebut terlihat Giovanni memandangi rombongan kendaraan yang ditumpangi Milla, terlihat Gio masih mengendap-endap mencari keberadaan gadis bunga lavendernya, Dia tidak tahu jika gadis lavendernya itu berada di mobil tersebut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
edmapa Michael
Mila gadis aneh Dan baik
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 76

    Setelah selesai membasuh wajahnya dan ia merasa kembali segar, Aurora pun mengelap wajahnya menggunakan tisu yang tersedia di toilet tersebut. Setelah wajahnya kering, barulah Aurora mengambil make up di tasnya dan membubuhi bedak ke permukaan wajahnya karena riasan wajahnya tadi sudah menghilang. Aurora tidak peduli lagi jika riasan pada wajahnya menghilang, karena saat ini Aurora benar-benar tidak tahan untuk membasuh wajahnya yang telah lengket akibat keringat selama Aurora memakai masker tadi. Setelah selesai membasuh wajahnya dan ia merasa kembali segar, Aurora pun mengelap wajahnya menggunakan tisu yang tersedia di toilet tersebut. Setelah wajahnya kering, barulah Aurora mengambil make up di tasnya dan membubuhi bedak ke permukaan wajahnya karena riasan wajahnya tadi sudah menghilang. "Tujuanku ke sini memang hanya untuk meminta maaf kepada Justin, tapi jika diberi kesempatan untuk bisa lebih dari itu, aku sangat bersyukur. Tapi tidak begini juga dong, teman Justin sanga

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 75

    Justin memalingkan wajahnya lebih dulu. Kali ini dia yang tertangkap basah sedang salah tingkah oleh Aurora. Dan lekas saja rona merah pun menjalar hingga seluruh pipinya yang buru-buru Justin sembunyikan dengan cara menundukkan kepala. Lalu kepala Justin itu mendongak saat mendengar derit kursi dari arah Aurora. Tak hanya Justin yang terinterupsi oleh derit kursi itu, tapi juga dengan Samuel, Alice dan Richie juga. Sementara Aurora yang sebagai oknum yang membuat empat kepala di sana menoleh padanya jadi tersenyum kikuk. Namun, senyuman kikuk itu tersembunyi di balik masker yang Aurora pakai. "Ah, maaf. Aku pergi ke toilet sebentar," ucap Aurora berpamitan. "Justin, aku ke toilet sebentar." Aurora pun beralih pada Justin. Seolah dia harus berpamitan secara khusus dengan laki-laki itu. "Tapi kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Justin, ia khawatir terjadi sesuatu terhadap Aurora dan Aurora tidak mau mengatakannya padanya. Aurora menggeleng-gelengkan kepalanya, dengan penuh p

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 74

    Justin terkekeh menanggapinya. "Jangan bicara seperti itu karena bisa saja Richie berubah pikiran dan kembali mengoceh." Setelah mengatakan itu, Justin menoleh pada Aurora. Sebenarnya dia khawatir karena mengira Aurora sudah tidak betah berlama-lama di sana, atau ada sesuatu yang mengganggunya sehingga Aurora tidak baik-baik saja. Sebab sejak tadi Aurora tidak banyak bereaksi apa lagi berbicara, meskipun Justin tahu jika bukan karena kedatangan Richie dan Alice, kini Aurora dan dirinya sudah berada di luar. "Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Justin. Melihat Aurora kebingungan mengenai pertanyaannya, Justin pun mencoba untuk mengoreksi pertanyaannya tadi. "Kamu baik-baik saja, kan, tidak ada sesuatu yang membuatmu sakit atau apa?" tanya Justin lagi. Aurora menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak ada kok." "Oh syukurlah kalau tidak ada. Sejak tadi kamu diam saja, aku pikir terjadi sesuatu denganmu, jadi hanya murni karena sikap Richie ya?" Dengan ragu dan tidak enak, Au

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 73

    Masih di situasi yang sama, yaitu Aurora yang terjebak dengan teman Justin. Si Richie yang tak henti-hentinya menggoda Aurora. Dan Aurora hanya mampu terdiam sampai akhirnya ia menanggapi dengan kalimat penolakan ajakan kencan Richie tadi. Jujur saja Aurora tidak betah berlama-lama disana, tapi pengecualian jika hanya ada dirinya dan Justin saja, maka Aurora akan lebih dari betah. Aurora hanya merasa gerah saja dengan teman Justin itu. Dan ia sudah lelah serta sangat ingin bebas untuk berekspresi juga bergerak. Dia juga ingin mengobrol dengan Justin tanpa khawatir hal buruk akan terjadi, sebab Aurora takut akan ada yang mengenali suaranya dan itu tentu saja berbahaya. Sementara itu Richie terus saja menggodanya, dan Aurora melirik Justin yang sudah tampak lelah memperingati Richie. Sedangkan Alice, wanita itu sedang duduk bersandar di kursi dengan gaya malas, serta lelah seakan dia sudah pasrah dengan kelakuan Richie. "Maaf ya, Richie memang usil orangnya. Dia tidak bermaksud

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 72

    Alice masih memberengut kesal. Lalu dia pun mendelik ke arah Richie. "Kalau mau menggoda orang cantik minimal wajah seperti Justin yang tampan!" seru Alice. Justin yang mendengar itu terbatuk. Meski ia dan Alice berteman, tapi mendengar penilaian Alice bahwa dia tampan sangatlah mengejutkan bagi Justin. Dia juga jadi salah tingkah sebab ada yang menyadari bahwa dirinya tampan. Reaksi Justin itu tak luput dari perhatian Aurora. Dia terus memperhatikan Justin yang sedang salah tingkah dengan perasaan sebal sebab hal itu terlihat seperti Justin suka atas pujian dari Alice. Memang tidak ada yang salah, tapi Alice perempuan, normalnya orang tidak akan mengakui seseorang tampan atau cantik secara terang-terangan jika tidak ada maksud lain. Jadi Aurora merasa cemburu, ya walau pemikirannya itu tidak disertakan dengan bukti yang konkret, tapi Aurora hanya mencoba untuk menduga. Sementara Richie berdecak kesal karena kini Alice juga membanding-bandingkan dirinya dengan Justin. "Sud

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 71

    "Kamu membuatnya tidak nyaman Rich," ucap Justin kepada Richie. "Kenapa memangnya?" Richie justru bertanya, pura-pura tidak paham dan tidak mau menyadari kesalahannya. "Kenapa?" Justin bertanya dengan nada tak percaya. "Aku tidak yakin kamu sebodoh itu untuk tidak bisa memahami kalimatku tadi." "Membuat seseorang tidak nyaman tentu saja itu merupakan sebuah pelanggaran!" ucap Justin menambahi kalimatnya tadi. Richie yang mendengar ucapan Justin itu mengangguk-anggukan kepalanya seraya menggumamkan kata 'o' dengan nada yang cukup panjang. Namun, netranya lagi-lagi melirik ke arah Aurora yang sejak tadi hanya diam saja. Lekas Richie kembali menelisik Aurora, dari penampilan yang amat tertutup itu dengan netra yang menghunus, seakan Richie bisa saja menikam Aurora sewaktu-waktu, terlebih lagi Aurora tidak pernah memberitahukan namanya meskipun sudah Richie tanya berkali-kali. Sementara Aurora yang mendapat sikap itu dari Richie pun menjadi risi dan kian semakin tak nyaman.

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab.6

    Camellia dan Carol keluar dari rumahnya untuk kembali melakukan pertemuan di Hotel semalam. Terlihat para bodiguard dan staf lain sudah berbaris rapih menunggu kehadiran Camellia. Pagi ini Camellia memakai gaun berwarna softblue yang ngepas dibadan, t

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab.5

    Camellia berbaring dipangkuan Ibunya, sedangkan Ayahnya memijati kaki Anak gadisnya itu, perlakuan mereka terlihat begitu memanjakan Anak gadisnya itu."Tidurlah sayang, Kamu butuh istirahat" ucap Ibunya Milla sambil mengelus-elus rambut putrinya itu."Mu

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab.4

    Di tempat berbeda Camellia duduk diam sambil menutup matanya, Carol yang melihat Adiknya seperti orang yang sedang bersemedi itu, kemudian perlahan memegang tangan Adiknya."Dingin?" Tanya Carol."Tidak kak" jawab Camellia pelan dengan mata masih tertutup

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab.3

    "Hei siapa disitu?" Tiba-tiba seseorang memergoki keberadaan Gio digedung tersebut.Gio terdiam, berlaripun tak mungkin lagi tiba-tiba lampu gedung tersebut menyala, sehingga jika dia kabur akan fatal akibatnya karena camera CCTV terletak diberbagai sudut disana. 

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status