Share

Melihat Kemiripan

Author: AD07
last update Last Updated: 2025-12-19 13:49:59

Ketegangan di ruangan itu melonjak ke titik didih yang nyaris meledakkan pembuluh darah. Suara sekretaris Damien dari interkom masih menggantung di udara, membawa ancaman realitas yang tajam, Kejaksaan Agung, institusi yang bisa memenjarakan Soraya, sedang berada di ujung saluran telepon.

Namun, di tengah bahaya yang mengintai di balik pintu mahoni itu, Damien tidak menarik diri. Dia tidak mendorong Soraya menjauh atau merapikan pakaian mereka dengan panik layaknya orang yang tertangkap basah melakukan kejahatan moral.

Sebaliknya, pria itu tetap duduk kokoh di tepi meja, kejantanannya masih tertanam dalam-dalam di liang hangat Soraya, menjadi pasak yang mengunci wanita itu di tempatnya.

Mata Damien, yang gelap dan setajam mata elang, tidak menatap pintu. Tatapan itu terkunci pada wajah Soraya yang pucat pasi namun memerah karena gairah yang tertahan. Tidak ada kata-kata yang terucap, namun pesan yang dikirimkan Damien begitu jelas, seolah diteriakkan langsung ke dalam benak Soraya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Skandal Di Balik Meja Pengacara   Aku ingin Kau Hamil

    Lampu gantung kristal di langit-langit kamar utama seolah menjadi mata Tuhan yang menatap dingin ke arah ranjang tempat Soraya terbaring tak berdaya. Napas George terdengar berat dan kasar, memenuhi ruangan yang biasanya sunyi dan steril itu.Tidak ada lagi kelembutan, tidak ada lagi basa-basi diplomatik yang biasa menjadi tameng suaminya. Malam ini, George telah menanggalkan topengnya, menyisakan seorang pria yang dikuasai oleh insting purba untuk mengklaim kembali apa yang ia rasa mulai lepas dari genggamannya.Tanpa menunggu George melucuti pakaian Soraya, pria itu berdiri tegak di tepi ranjang, menatap istrinya dengan sorot mata yang menggelap oleh kabut nafsu dan kemarahan. Soraya masih mengenakan dress yang ia pakai seharian, kainnya kini kusut dan tersingkap hingga ke paha, menampilkan kulit putih yang gemetar ketakutan.George tidak berusaha membuka dress itu dengan sabar. Baginya, pakaian itu hanyalah pembungkus yang menghalangi aksesnya.Dia berkata, suaranya rendah dan penu

  • Skandal Di Balik Meja Pengacara   Tidak akan Dikunci, Sora

    Lampu kristal di foyer yang menyilaukan itu seolah menjadi lampu interogasi bagi Soraya. Berdiri di hadapan George yang baru saja pulang dari London, lebih cepat dari jadwal, dengan tatapan mata yang tajam dan setelan trench coat yang membuatnya terlihat seperti detektif di film noir, Soraya tahu dia hanya punya waktu sepersekian detik untuk mengubah narasi.Aroma Damien masih samar-samar menempel di kulitnya, sebuah bom waktu aroma yang bisa meledak kapan saja jika George mendekat terlalu agresif. Kepanikan yang sempat menyergapnya harus segera dikubur dalam-dalam, digantikan oleh akting terbaik yang pernah dia pelajari dari sang pengacara iblis.Soraya memasang wajah tenang, sebuah topeng dingin yang menyembunyikan detak jantungnya yang berpacu seperti kuda liar. Dia tidak mundur. Dia tidak menunduk. Dia membalas tatapan suaminya dengan sorot mata lelah yang mengandung sedikit kemarahan, seolah kedatangan George dan pertanyaannya adalah gangguan yang tidak perlu."Ya, aku memang ter

  • Skandal Di Balik Meja Pengacara   Pulang Jam Segini…

    Rutinitas itu terbentuk dengan cepat, menjadi candu yang lebih mematikan daripada narkotika jenis apa pun. Pertemuan Soraya dan Damien makin intens, melampaui batas kewajaran hubungan antara klien dan kuasa hukum.Setiap hari, dengan dalih "konsultasi mendalam" atau "persiapan berkas pra-peradilan", Soraya melangkahkan kakinya ke kantor firma hukum Vargan & Associates yang terletak di puncak gedung pencakar langit itu.Gedung itu bukan lagi tempat mencari keadilan baginya, itu adalah kuil pemujaan di mana Soraya dengan sukarela mengorbankan harga dirinya di altar nafsu Damien.Polanya selalu sama, mereka akan membahas kasus selama sepuluh menit, formalitas belaka di mana Damien menjelaskan strategi hukum dengan nada profesional yang dingin, dan sisa jam-jam berikutnya berakhir dengan percintaan liar dan kurang ajar. Meja kerja mahoni yang kokoh itu telah menjadi saksi bisu bagaimana tubuh Soraya dilipat, dibentangkan, dan dinikmati dalam berbagai posisi yang tidak pernah ia bayangkan

  • Skandal Di Balik Meja Pengacara   Vargan… ada yang Aneh!

    Udara malam New York yang menyusup masuk melalui pintu penthouse yang terbuka lebar bercampur dengan aroma feromon yang pekat di ruang tamu itu. Di atas karpet bulu yang tebal, Soraya kehilangan sisa-sisa identitasnya sebagai istri diplomat yang anggun.Posisi doggy style yang dipaksakan Damien bukan sekadar variasi posisi bercinta, itu adalah sebuah pernyataan. Dengan wajah terbenam di bantal sofa yang ia tarik ke lantai, dan pinggul yang diangkat tinggi ditopang oleh kaki jenjang yang dibalut heels, Soraya merasa seperti hewan persembahan yang sedang dinikmati oleh dewa yang lapar.Desahan Soraya semakin menggila saat Damien semakin mendominasi.Tidak ada ritme cinta yang lembut di sini. Damien bergerak dengan tempo yang brutal dan tidak kenal ampun. Setiap hujaman yang ia berikan terasa penuh, mengisi kekosongan Soraya hingga ke titik terdalam, meregangkan dinding-dinding kewanitaannya yang sudah sangat basah dan sensitif."Ahhh! Vargan! Ya!" jerit Soraya, suaranya parau dan pecah.

  • Skandal Di Balik Meja Pengacara   Siapa yang Mau Pulang?

    Suara erangan dan desahan kembali menguasai penthouse Damien, memecah kesunyian malam di lantai teratas gedung pencakar langit itu. Tidak ada musik romantis, tidak ada lilin, hanya suara kulit yang beradu, napas yang memburu, dan teriakan-teriakan kenikmatan yang tak tertahan.Soraya dalam posisi doggy style, bertumpu pada lutut dan sikunya di atas karpet berbulu tebal di ruang tamu, sedang menikmati hujaman Damien yang datang bertubi-tubi dari belakang. Wajahnya terbenam di bantal sofa yang ia tarik jatuh ke lantai, mulutnya terbuka lebar menyuarakan ekstasi yang merobek kewarasannya.Selesai pesta tadi, skenario kehidupan Soraya berubah drastis dalam hitungan menit.Di lobi hotel, saat Soraya masih merasakan sisa adrenalin dari dansa mereka, ponsel George berdering. Panggilan prioritas tinggi dari London. Krisis diplomatik. Tanpa ragu, tanpa menimbang perasaan istrinya yang baru saja ia pamerkan, George berubah mode. Dia bukan lagi suami; dia adalah pejabat negara."Aku harus pergi

  • Skandal Di Balik Meja Pengacara   Siapa yang Memilikimu

    George memperhatikan gerak-gerik istrinya dengan ketelitian seorang penyidik yang sedang mencari retakan mikroskopis pada kesaksian tersangka. Ia mencari kedutan di sudut mata, getaran di bibir, atau perubahan ritme nafas yang menandakan kebohongan. Namun, Soraya berdiri di hadapannya dengan ketenangan yang menakutkan. Wanita itu tidak menarik diri, tidak menunduk, dan yang paling mengganggu George, tidak terlihat merasa bersalah sedikitpun karena tertangkap basah berdiri terlalu dekat dengan pria lain.Soraya menatapnya tenang, matanya jernih memantulkan cahaya lampu gantung, lalu berkata dengan nada rasional yang menusuk, "Reaksimu akan membuat yang lain mengira ada sesuatu di antara kami, George. Pelankan suaramu dan kendalikan wajahmu. Orang-orang mulai menoleh."Peringatan itu telak. George sadar ia hampir tergelincir. Ia hampir membiarkan cemburunya merusak topeng sempurnanya di depan umum.George tersenyum hangat, senyum yang terlatih untuk kamera, tapi dalam hati tidak senang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status