بيت / Romansa / Skandal Liar Musuh Bebuyutan / Bab 48 Gairah liar Reno

مشاركة

Bab 48 Gairah liar Reno

مؤلف: Jackie Boyz
last update تاريخ النشر: 2026-08-21 10:51:10

Reno malah melepas kancing atas shirt lengan panjang batik yang membalut tubuh Ajeng, tiga kancing lepas kedua dada Ajeng langsung nampak membulat di balik branya. Reno menciumi belahan dada Ajeng, wajahnya sibuk di sana. Bibir Reno mulai menyesap kedua putingnya yang mengencang. Ajeng terengah-engah, tubuhnya bersandar pada sandaran sofa di belakang punggungnya. Dadanya naik-turun akibat napas yang mulai tersengal, Reno sangat aktif. Jemarinya sudah berhasil menyelinap di dalam rok pendek span
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 48 Gairah liar Reno

    Reno malah melepas kancing atas shirt lengan panjang batik yang membalut tubuh Ajeng, tiga kancing lepas kedua dada Ajeng langsung nampak membulat di balik branya. Reno menciumi belahan dada Ajeng, wajahnya sibuk di sana. Bibir Reno mulai menyesap kedua putingnya yang mengencang. Ajeng terengah-engah, tubuhnya bersandar pada sandaran sofa di belakang punggungnya. Dadanya naik-turun akibat napas yang mulai tersengal, Reno sangat aktif. Jemarinya sudah berhasil menyelinap di dalam rok pendek span Ajeng, menarik celana dalam Ajeng turun lalu mengusap bulu-bulu kemaluan Ajeng di dalamnya.“Ren, jangan, ouhhh, Ren, lepaskan aku..” rintih Ajeng. Tubuh Ajeng sudah berkeringat, Reno menolak berhenti, Reno malah semakin buas menciumi kedua dada Ajeng lalu turun ke pinggang, bibirnya aktif menyapa sekujur tubuh Ajeng yang kini setengah telanjang. Reno menyingkap rok Ajeng sampai kemaluan Ajeng terlihat. Kedua buah dada Ajeng juga sudah terpampang bebas tanpa penutup apapun. Reno singgah di area

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 47 Ajakan Reno

    Jordy selesai mandi, dia melihat Ajeng masih di dapur. Sudah pukul lima lebih tiga puluh menit. Jordy menegurnya karena Ajeng terlihat sedang melamun.“Jeng? Sudah hampir pukul enam. Kamu nggak mandi?” Tanyanya. Jordy sudah memakai setelan kaos dan celana jeans.“Ya, Jo, aku mandi dulu.” Ujarnya seraya pergi dari dapur lalu menuju ke arah kamar mereka berdua. Ajeng mulai membersihkan tubuhnya lalu membalut tubuhnya dengan sehelai handuk. Usai bersiap dengan baju untuk mengajar, Ajeng menyiapkan beberapa buku yang akan dia bawa ke sekolah. Kemudian keluar bersama tasnya. Jordy mengajaknya berangkat bersama.Reno melihat Ajeng berjalan bersebelahan dengan Jordy.“Ren kamu buruan mandi, nanti telat ke sekolah. Sudah hampir pukul tujuh!” Seru Jordy pada Reno.“Iya Bang, masih beres-beres sebentar.” Sahutnya sambil mencuri pandang ke arah Ajeng yang kini berdiri di sebelah Jordy. Ajeng sama sekali tidak melihat ke arah Reno. Padahal Reno ingin sekali Ajeng menatap ke arahnya walau hanya se

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 46 Gairah liar

    “Kamu dari mana? Aku nunggu dari satu jam tadi.” Ujarnya.Ajeng merasa bingung, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan pada Jordy.“Aku tadi keluar sebentar, aku haus jadi aku ke dapur.”“Sampai satu jam?” Jordy menatap kesal ke arah Ajeng.“Maaf Jo, aku tadi juga keluar untuk menghirup udara segar.” Ajeng terpaksa berbohong pada Jordy, padahal dia tidak menghirup udara segar melainkan bercinta dengan sepupu Jordy di kamar lain.“Ya sudah, tidur lagi. Pagi-pagi kamu harus ke sekolah ngajar anak-anak.” Jordy meminta Ajeng tidur di sebelahnya.Ajeng mengangguk dan naik ke atas ranjang. Jordy memeluk tubuh Ajeng lalu tidur kembali.Sekitar pukul setengah lima pagi, Ajeng sudah menyiapkan sarapan. Reno juga sudah bangun karena mendengar pekikan dan desahan Ajeng, dia pergi ke dapur untuk melihat Ajeng. Di sana dia melihat Jordy sedang memuaskan Ajeng dari belakang. Posisi Ajeng sedang menungging, Jordy menyingkap rok daster Ajeng, membuka kancing depan baju Ajeng. Jordy meremas kedua d

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 45 Tidak mau pisah

    Ajeng dan Jordy segera tidur begitu selesai bercinta. Mereka tidur berpelukan satu sama lain. Ajeng pikir Jordy sudah mengunci pintu kamar saat masuk ke dalam kamar beberapa jam yang lalu, dia sama sekali tidak tahu kalau Jordy belum menguncinya.Jordy menarik sehelai selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka berdua. Sekitar pukul dua pagi dini hari, Reno menyelinap masuk ke dalam kamar Jordy dengan mengendap-endap Reno berjalan mendekati Ranjang Jordy.“Mbak? Mbak Ajeng!” Reno berbisik di telinga Ajeng sambil meraba area intim Ajeng dari luar selimut.Ajeng belum memakai baju sama sekali, dia langsung terjaga saat merasakan sentuhan pada selangkangannya. Ajeng mengira Jordy yang sudah menyentuhnya. Tapi saat membuka matanya dia melihat Reno sedang duduk di lantai sambil mengusap-usap area intimnya dari luar selimut.“Kamu ngapain di sini?” Tanya Ajeng sambil menyentuh lengan Reno tanpa menghentikan sentuhan Reno pada area intimnya karena Ajeng cemas Reno bakalan membuka suara hin

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 44 Servis

    “Nggak pasti, kadang cepet, kadang lama. Tika terlalu manja sebagai wanita, Jordy nggak pernah suka sama tingkahnya.” Ujar Dika.Ajeng tahu Dika sengaja mengatakan itu padanya hanya untuk menenangkan hatinya yang kesal sekarang.Ajeng mengangguk lalu pergi melewati pintu samping. Tepat saat hendak berjalan menuju rumah dia melihat mobil Jordy masuk ke dalam halaman lalu menuju garasi. Jordy tidak menekan klakson. Pria itu memarkir mobilnya di dalam garasi kemudian turun dan berlari menghampiri Ajeng.Ajeng sengaja tidak bertanya, dia hanya menunggu. Mungkin Jordy akan mengatakan sesuatu padanya. Ajeng menatap Jordy tanpa berkata sepatah kata.“Dari mana?” Tanya Jordy padanya.“Dari galeri. Kamu?”“Aku tadi keluar sebentar, kenapa? Kamu mencariku?”“Ya, aku nyari kamu. Aku pikir mungkin saja kamu lembur nemani Dika di galeri. Ternyata di sana nggak ada.”“Ya aku keluar, Dika nggak ngomong sama kamu kalau aku keluar?” Tanya Jordy hati-hati, padahal dia sudah mendapatkan pesan dari Dika.

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 43 Hanya alasan

    “Ini Bang, Mbak Ajeng janji mau kasih Reno les. Tapi malah nggak ngomong apa-apa.”Reno sengaja mendahului membuka kata sebelum Ajeng menjelaskan apapun pada Jordy.“Jo, aku besok mau tinggal di rumah dinas dekat sekolah. Nggak apa-apa kan?” Tanyanya segera.Jordy agak terkejut dengan keputusan Ajeng yang begitu mendadak. Ajeng tidak berbicara apa-apa sebelum hari ini. Pikirnya hubungan mereka berdua juga baik-baik saja.“Kenapa? Tiba-tiba sekali?”“Kepala sekolah menawarkannya padaku, lagi pula gedung di sana juga baru ditinggali oleh guru sebelumnya. Dan dia pindah karena sudah membeli rumah baru jadi gedung itu sekarang kosong.” Jelasnya pada Jordy.“Oh, begitu. Ya sudah, nggak apa-apa. Aku kira kamu minta putus!” Jordy merasa lega mendengar penjelasan dari Ajeng barusan.“Nggak mungkin aku mau putus, sebentar lagi kita resmi menjadi pasangan suami istri!” Sahut Ajeng pada Jordy.Reno merasa tidak dianggap di sana, Ajeng segera melanjutkan langkah kakinya dan dia tidak peduli saat

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status