Share

Bab 4

Author: Pieda11
last update Huling Na-update: 2025-11-22 12:45:56

Tiara menghentikan langkahnya di depan Gery, 'Mana mungkin aku bilang kalau setelah bermalam dengannya, aku juga mengizinkan Juna untuk menyentuhku.' batin Tiara.

"Kau tenang saja. Saya akan memberi uang bulanan dan membebaskanmu untuk melakukan apa saja asalkan tidak membuat nama baik saya hancur di mata umum." ucap Gery.

"Saya juga ingin memastikan kalau kamu tidak hamil anak saya."

'Aku memang takut hamil anak Pak Gery, tapi kalau Juna sampai tahu aku menikah dengan Pak Gery, pasti Juna akan menyebarkan fotoku yang bertelanjang ke sosial media nya dan hal itu akan merusak nama baik Pak Gery. Aku harus bagaimana?' batin Tiara kebingungan.

"Tidak semua wanita bisa mendapatkan kesempatan emas ini." ucap Gery lagi.

Tiara melototkan matanya. 'Dasar bos gila.' batinnya.

"Maaf, Pak. Tapi saya yakin, saya tidak akan hamil anak anda dan bukankah anda akan menikah dengan pacar anda?"

"Saya bisa menikahi dua wanita sekaligus. Jadi, kamu tidak perlu khawatir. Dan saya bisa membagi waktu untuk kalian." jawab Gery membuat Tiara mual.

"Eh, anda gila!"

"Intinya, anda tidak perlu bertanggung jawab apapun. Silahkan pergi dari sini. Jangan membebani ibu saya dengan ucapan anda itu." usir Tiara.

Drt … Drt ….

Ponsel Gery terus berdering.

"Untuk apa dia menelfonku?" gumamnya yang terdengar sampai telinga Tiara.

"Anda mempunyai banyak kesibukan dan tidak sepantasnya anda berada di sini." sindir Tiara.

Gery menjauh beberapa langkah untuk mengangkat telfon.

"Ayah mendapat kabar dari Sindy, dia bilang kamu mau membatalkan pernikahan ini?" tanya Ryan Alveric, selaku ayah kandung dari Gery.

"Iya," jawab Gery.

"Apa yang kau pikirkan, Gery. Keluarga kita sudah lama menjalin hubungan dengan keluarga Sindy. Dan kamu harus ingat, ibumu sangat dekat dengan ibunya Sindy." ucap Ryan di sebrang sana.

"Kita bicarakan masalahku di rumah. Aku sedang sibuk!" jawab Gery lalu mematikan telfonnya dan menghampiri Tiara.

"Bagaimana dengan administrasi rumah sakit?" tanyanya.

Tiba-tiba Tiara dan Gery melihat Juliana di pindahkan ke ruangan operasi.

"Ibu," mata Tiara berkaca-kaca. Dia mengikuti menuju ruang operasi.

"Saya ingin bicara dengan mereka." ucap Juliana sebelum masuk kedalam ruang operasi.

Dokter dan suster memberi waktu untuk Juliana.

"Saya tahu, saya orang miskin. Tapi bukan berarti harga diri keluarga saya bisa di injak-injak olehmu." ucap Juliana kepada Gery.

"Ibu, ibu jangan bicara seperti itu." pinta Tiara diselingi isak tangisnya.

"DIAM!"

"Saya sedang bicara dengan dia!" bentak Juliana.

"Kontrol emosi anda. Kondisi anda sedang tidak stabil." pinta dokter.

"Saya akan lakukan apa yang seharusnya saya lakukan." ucap Gery dengan lantang.

"Kau harus bertanggung jawab kepada putriku. Dia putriku satu-satunya dan saya tidak mau melihatnya bersedih di kemudian hari." pinta Juliana.

"Saya berjanji, saya akan menikahi Tiara dan saya tidak akan membuatnya bersedih. Untuk sekarang ini, anda fokus dengan operasi saja. Setelah operasi selesai, saya akan menyiapkan pernikahan yang anda inginkan." jawab Gery.

"Ibu …." panggil Tiara.

"Dokter, urusan saya sudah selesai." ucap Juliana yang terus membuang muka ke Tiara.

Dokter membawa Juliana masuk kedalam ruangan operasi.

"Ibu!" teriak Tiara.

"Maaf, dilarang berisik karena ini rumah sakit. Sebaiknya, anda berdoa saja untuk kelancaran operasi ibu Juliana." pinta suster sebelum menutup pintu ruangan.

Tiara menekuk kedua lututnya di depan pintu ruangan operasi.

"Maafkan aku, Bu." ucapnya lirih.

"Semua ini salahku." ucapnya lagi.

Lampu ruangan operasi sudah menyala dan itu artinya, operasi sedang berlangsung.

Di sisi lain.

"Apa yang dikatakan Gery, sayang?"

"Dia hanya bercanda, kan?"

"Dia tidak serius membatalkan pernikahannya dengan Sindy?" tanya Natalia yang tak lain adalah istri dari Ryan.

"Dia belum menjelaskan apapun tapi dia tetap ingin membatalkan pernikahannya dengan Sindy." jawab Ryan sembari memijat pelipisnya.

"Kamu tidak boleh diam saja, Mas. Pernikahan mereka tidak boleh batal. Ingat, kalian mempunyai hubungan baik dengan keluargannya. Dan beberapa perusahaan kita bekerjasama dengan perusahaan Sindy." ucap Natalia sembari menjatuhkan pantatnya di samping suaminya.

"Kamu harus tekan Gery, Mas. Kamu bisa bilang, kalau mereka sudah di jodohkan dari lahir. Dan yang menjodohkannya adalah Reyan, Ibu kandung Gery. Pasti Gery mau melanjutkan pernikahannya lagi. Bukankah mereka saling mencintai, jadi kita tidak boleh menyetujui pembatalan pernikahan ini."

"Siapa yang batal nikah, Bu?" tanya Bryan selaku adik Gery.

Natalia bangkit dan berjalan menuju putra kandungnya. "Gery dan Sindy." jawabnya.

"Tunggu dulu, bukankah mereka saling mencintai?" tanya Bryan.

"Ibu juga tidak tahu. Kemungkinan Gery yang berulah." jawab Natalia yang melirik sekilas suaminya.

"Em … sekarang aku baru ingat." ucap Bryan.

"Mas Gery bermalam dengan sekertarisnya di hotel dan Mba Sindy mengetahuinya. Mungkin saja, masalah ini yang membatalkan pernikahan mereka. Mas Gery, pria tampan jadi banyak wanita yang terpikat dengannya."

"Apa?" teriak Natalia.

"Pantas saja, Sindy marah besar. Tapi selera Gery sangat rendahan. Kalau rekan bisnis perusahaan kita mengetahui masalah ini, pasti karir Gery bisa hancur. Mas Ryan, kamu harus menekan Gery untuk menikah dengan Sindy. Apa kamu mau mempunyai menantu seorang karyawan rendahan?"

"Ingat, keluarga kita keluarga yang terhormat. Kita bisa di permalukan oleh keluarga Sindy kalau Gery sampai menikah dengan sekertaris itu."

"Aku harus bicara dengan Gery." ucap Ryan dengan mata yang memerah dan tangan mengepal erat.

"Untuk apa kamu bicara dengan dia, Mas?" tanya Natalia.

"Lebih baik, kamu pikirkan cara untuk membungkam mulut sekertaris itu. Bila perlu, kamu minta orang untuk membunuhnya. Kita tidak tahu, rencana sekertaris itu apa?" jawab Natalia.

"Mau aku bantu menyelidiki semuanya, ayah?" tanya Bryan.

"Tidak perlu," jawab Ryan lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar.

Natalia melihat suaminya pergi. "Ibu ada arisan, kamu urus masalah Gery. Jangan biarkan kamu lebih unggul darinya." ucapnya lalu pergi.

Di dalam kamar.

"Suruh preman untuk menghabisi sekertaris Gery. Saya tidak mau, dia mengacaukan keluarga saya." pinta Ryan yang sedang bertelfonan dengan seseorang."

"Dan satu lagi, jangan sampai Gery tahu rencana ini."

Di Rumah Sakit.

Tiara melihat lampu ruangan operasi padam. Suster dan dokter keluar dari ruangan yang sangat dingin itu.

"Operasi berjalan dengan lancar kan, dok?"

"Lalu bagaimana kondisi ibu saya?" tanya Tiara panik.

"Operasi berjalan dengan lancar." jawab dokter.

"Tetapi, pasien tiba-tiba kritis dan—"

"Kenapa, dok?" tanya Tiara lagi.

"Operasi berjalan lancar tapi kenapa ibu saya kritis?"

"Beliau kehilangan banyak darah saat operasi dan kita sudah melakukan tranfusi darah. Sekarang, kita hanya bisa menunggu beliau melewati masa kritisnya." jawab dokter membuat Tiara tertunduk lesu.

"Tidak mungkin, dok!" lirih Tiara.

"Tapi ibuku masih bisa diselamatkan kan, dok?"

"Saya tidak bisa memastikan." jawab dokter.

"Pasien belum sadarkan diri dan pasien belum bisa di jenguk. Kami akan memindahkan ke ruangan ICU."

"Semua ini salahku. Andai saja, aku bisa membungkam mulut Juna, pasti ibu masih baik-baik saja di rumah. Aku memang anak bodoh dan durhaka." gumam Tiara sembari memukul dada nya berulang kali.

'Aku pernah di posisi itu dan rasanya sangat sakit.' batin Gery, dia dengan ragu mengusap pundak Tiara.

Tiara terkejut dan reflek menepis tangan Gery.

Di balik tembok rumah sakit, terlihat Juna sedang bersembunyi sembari mengepalkan tangannya erat.

"Ternyata benar, mereka selingkuh di belakangku."

"Aku tidak boleh kalah, akan ku buat hidupmu menderita, Tiara." ucapnya kemudian mengambil ponselnya.

"Di rumah sakit Harapan Indah, ada CEO perusahaan Nirwana Group yang bersama seorang wanita dan mereka terlihat sangat mesra. Kalian bisa datang ke rumah sakit untuk mengungkap berita perselingkuhan mereka" pesan terkirim ke wartawan.

"Sebentar lagi, para wartawan akan datang dan kalian tidak bisa mengelak lagi. Karir kalian akan hancur." gumam Juna kemudian pergi.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Skandal Panas CEO   Bab 31 Salah Paham

    'Amnesia Ringan? Wah, ini kesempatan yang bagus. Jadi, Bryan tidak perlu susah payah menggantikan Gery menikah dengan Sindy. Memang benar, kalau Tuhan sudah menakdirkan mereka bersatu pasti akan tetap bersatu walaupun banyak rintangan yang menghadangnya.' gumam Natalia dalam hati."Dia ayahku?" gumam Gery lagi. "Iya, ini aku ayahmu, Gery." jawab Ryan."Apa benar kalau aku punya calon istri dan sebentar lagi, aku mau menikah?" tanya Gery sembari memegang kepalanya."Semuanya benar. Kamu dan Sindy mau menikah dan kalian saling mencintai. Bahkan cintamu lebih besar, Ger. Banyak yang bilang kalau kalian pasangan yang romantis." jawab Natali dengan senyum manisnya.'Pasangan romantis, tapi kenapa hati ini rasanya tidak bergetar sama sekali. Dan wanita yang bernama Tiara, kenapa selalu ada di pikiranku. Sebenarnya, apa yang terjadi. Kenapa aku bisa amnesia ringan. Siapa Tiara sesungguhnya?' batin Gery kemudian kepalanya terasa pusing."Gery," ucap Ryan panik. "Natali, kamu jangan mengatak

  • Skandal Panas CEO   Bab 30 Kondisi Gery

    Renata mengerutkan keningnya. "Aku?" tunjuk dirinya sendiri."Haha … mana mungkin aku suka sama Pak Gery. Aku juga tahu diri. Pak Gery itu atasanku dan aku sangat beruntung bisa bekerja dengan bos yang sebaik Pak Gery." ucap Renata lagi.'Jangan sampai kamu mencintai Pak Gery, Re. Aku tidak mau, ada permusuhan diantara kita karena aku sedang mengandung calon anaknya.' batin Tiara."Mungkin kamu yang suka Pak Gery. Kalian kan sudah satu rumah. Jadi, pasti ada timbul benih-benih cinta." ujar Renata dengan tawa kecilnya.'Aku jatuh cinta? Aku hanya ingin menyelamatkan ayah dari calon anakku saja. Apa itu cinta? Apa hatiku masih bisa menerima pria lain setelah Juna memperlakukanku seperti sampah?' batin Tiara."Kamu kenapa diam saja, Ti? Apa yang kamu pikirkan, hem?" tanya Renata lagi.Tiara menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, aku hanya memikirkan operasi Pak Gery." jawabnya.'Aku rasa, Tiara sudah jatuh cinta pada Pak Gery. Rasanya aneh sekali hatiku.' batin Renata.Akhirnya setelah men

  • Skandal Panas CEO   Bab 29 Kabar Buruk

    Tiara menatap wajah Renata. "Aku bicara apa? Aku hanya melakukan apa yang menurutku terbaik, Re. Pak Gery membutuhkan pertolongan kita. Aku tidak mau, kalau Pak Gery telat penanganan. Kamu juga dengar sendiri apa yang dikatakan dokter? Pak Gery harus cepat-cepat di operasi. Lagi pula, aku yakin, kalau keluarga Pak Gery akan setuju dengan keputusanku ini. Mereka juga menyayangi Pak Gery dan pastinya, mereka ingin yang terbaik untuk Pak Gery!" ucao Tiara panjang lebar."Iya, aku tahu, tapi kita juga tidak bisa mengambil keputusan yang berat ini. Kita harus menunggu persetujuan dari keluarga Pak Gery. Kebetulan, aku sudah memberitahukan Pak Ryan dan dia sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Jadi, kita tunggu Pak Ryan saja." pinta Renata."Baiklah, kalau keluarga pasien sudah datang, tolong sampaikan pesan ini dan keluarga bisa mengurus persyaratannya di administrasi." titah dokter lalu bergegas pergi."Re, hiks … hiks … aku hanya ingin yang terbaik untuk Pak Gery. Apa aku salah, ha?" t

  • Skandal Panas CEO   Bab 28 Kecelakaan Gery

    Mobil Gery seketika dilahap si jago merah. Dan dari kejauhan terdengar sirine ambulan yang berjalan kearah kecelakaan."Pak Gery, sadarlah!" teriak Tiara yang memangku kepala Gery. "Ambulan sudah datang." ucap Pak polisi."Cepat bawa dia ke rumah sakit. Dia tidak boleh mati!" pinta Tiara kepada Polisi.Polisi menggotong Gery kedalam ambulan. "Anda luka dan sebaiknya anda ikut ke rumah sakit." ucap Polisi saat melihat tangan Tiara terkena luka bakar.Tiara masuk kedalam ambulan dan ambulan pun melaju cepat.Di sepanjang jalan, Tiara selalu menggenggam tangan Gery."Kamu harus bertahan, Pak! Kamu tidak boleh mati. Aku tidak mau, anakku kehilangan ayahnya. Kamu harus kuat. Aku mohon, Pak!" gumam Tiara.Drt … Drt ….Ponsel Gery berdering, Tiara melihat nama Renata yang tengah menelfon Gery."Hallo, Re?" ucap Tiara setelah menjawab panggilan Renata di ponsel Gery.Renata memastikan nomer yang di telfonnya. "Aku tidak salah menelfon Pak Gery, tapi kenapa suaranya seperti suara Tiara." guma

  • Skandal Panas CEO   Bab 27 Kecelakaan Menimpa Gery

    "Juna!" pekik Tiara. "Kamu ngomong apa sih!""Saya tidak mau Tiara hamil sekarang!" tegas Juna."Jangan dengarkan pria tidak jelas itu, dok!" kesal Tiara.Dokter dan perawat yang sedang bertugas pun kebingungan melihat perdebatan antara Tiara dan Juna."Asal dokter tahu, anak itu bukan anak saya dan saya tidak mau, Tiara hamil anak pria lain!" ucap Juna terbawa emosi. "Bisa kan, dok?""U-untuk kehamilan Ibu Tiara yang masih muda memang masih bisa tapi saya tidak berani melakukan hal keji itu. Apalagi, kondisi janin nya dalam keadaan sehat. Saya tidak bisa mengambil resiko. Dan lebih baik, kalian bicarakan hal ini lebih dulu." pinta dokter."Kamu gila, Jun! Aku tidak mau membunuh anak ini. Kamu tidak berhak, Jun!" teriak Tiara."Aku benci anak itu, Tiara!" pekik Juna."Tapi kamu tidak berhak membuat keputusan sendiri. Apalagi kamu bukan siapa-siapaku! Hubungan kita sudah berakhir. Dan aku sudah menikah dengan pria yang menjadi ayah dari calon anakku." kesal Tiara."Dok, sebenarnya dia

  • Skandal Panas CEO   Bab 26 Bujukan maut

    Ryan mengambil ponselnya dan menghubungi Gery.Di tempat kerjanya.Gery melihat ponselnya yang menyala "Ayah?" gumamnya kemudian menggeser tombol hijau di layar ponsel."Ada apa Ayah menelfonku, aku sedang sibuk?" tanya Gery sembari menatap langit-langit kantor."Cepat pulang! Ayah ingin bicara denganmu!" geram Ryan.Gery menghentikan jarinya yang sedang menari di papan keyboard laptopnya. 'Jangan-jangan Sindy sudah mengatakan semuanya.' batin Gery."Aku akan pulang satu jam lagi." jawab Gery."Kenapa harus 1 jam lagi, ha? Apa kamu mau menemui wanita pelakor itu!" bentak Ryan. "DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI! Cepat pulang!" pekik Ryan lagi yang kemudian mematikan telfonnya."Mas, kamu yang sabar, dong. Ingat, wajahmu sudah banyak kerutan apalagi di setiap sudut mata. Tolong jangan tambah kerutan halusmu lagi. Kamu kan seorang pemimpin perusahaan, jadi jaga penampilan dan fisikmu." ucap Natalia sembari mengusap lembut pundak Ryan.Ryan menjatuhkan pantatnya di sofa. "Aku tidak bisa berdiam

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status