Home / Romansa / Skandal Panas CEO / Bab 5 Penculikan

Share

Bab 5 Penculikan

Author: Pieda11
last update Last Updated: 2025-12-04 10:32:17

20 menit kemudian.

Beberapa wartawan datang ke rumah sakit dengan membawa kamera dan ponselnya. Mereka menghampiri Gery dan Tiara yang sedang berdiri di depan kaca ruang ICU.

"Maaf mengganggu waktunya, Tuan Gery." ucap salah satu wartawan yang menyodorkan mic nya.

Gery dan Tiara terkejut, "Apa-apaan ini?"

"Maaf, kami hanya ingin mengklarifikasi gosip Tuan Gery Alveric yang berselingkuh dengan seorang wanita muda. Apa benar, wanita di samping anda adalah wanita—"

"Stop!"

"Saya tegaskan ke kalian semua. Saya bukan pelakor." teriak Tiara.

"Pergi!" usir Gery.

"Kalian pergi dari sini atau saya panggil satpam untuk mengusir kalian semua!" ancamnya lagi.

"Tolong anda klarifikasi berita perselingkuhan anda lebih dulu, Tuan." jawab seorang wartawan yang keras kepala.

Gery menarik tangan Tiara dan berlari.

"Tuan Gery!" teriak wartawan berlari mengejar.

"Pak, anda mau membawa saya kemana?" tanya Tiara dengan langkah terseret.

Gery masuk kedalam ruangan Jenazah bersama Tiara.

"Kita bersembunyi di sini." pintanya.

Tiara melihat sekitar ruangan. "Pak, tapi ini kamar Jenazah."

"Iya, saya tahu. Tapi tempat ini paling aman. Kamu mau, para wartawan itu datang dan menyerangmu lagi? Kamu mau, kondisi ibumu semakin parah, ha?" jawab Gery mulai kesal.

"Lagian, kenapa wartawan bisa ada di rumah sakit. Pasti anda sengaja membawanya kesini." tuduh Tiara.

"Dan kenapa saya harus kabur, saya tidak bersalah."

Gery memicingkan mata. "Lalu, kau pikir, semua ini salahku?"

"Hey, ingat! Kamu yang lebih dulu menggodaku di hotel." jawabnya membuat Tiara kesal.

"Tapi saya tidak pernah menggoda anda. Ini murni kecelakaan. Dan saya tidak meminta anda bertanggung jawab. Jadi, suruh wartawan itu pergi. Saya tahu, ini rencana anda, kan?" tuduh Tiara.

"Kau pikir, saya pria bodoh yang selalu bertindak gegabah. Mana mungkin saya mengundang wartawan ke rumah sakit. Pasti ada seseorang yang mengundang mereka." ujar Gery.

'Apa Juna yang mengundang para wartawan itu?' batin Tiara.

Di sisi lain.

Sindy melihat berita siaran langsung di televisi rumahnya. Berita perselingkuhan Gery sudah menyebar di media sosial.

"Sialan!" umpatnya melempar bantal sofa kearah televisinya.

"Jadi, Gery ada di rumah sakit bersama wanita itu." teriaknya lagi.

"Aku tidak pernah berpikir kalau Gery menyukai sekertaris itu. Dan semua rencanaku gagal!"

"Ada apa sayang. Teriakanmu sampai ke telinga Ibu." ucap ibu kandung Sindy.

"Aku salah bertindak, Bu." gumam Sindy.

"Aku pikir, dengan cara menjebak Gery bermalam dengan sekertarisnya, Gery mau mempercepat pernikahannya denganku tapi ternyata semua itu salah besar! Gery justru membatalkan pernikahan kita dan dia memilih wanita rendahan itu." kesal Sindy.

"Menjebak?" ucap Ibu Sindy terkejut.

Sindy mengangguk. "Iya. Jadi, sewaktu ada pesta tahunan, Gery mengajak sekertarisnya itu bukan aku. Aku sakit hati dan aku bernisiatif untuk menjebaknya. Sewaktu Gery mabuk, aku diam-diam meminta orang untuk membawanya ke hotel. Aku buat seolah-olah ada scandal diantara mereka. Dan untuk menutupi masalah ini dari publik, Gery pasti mau mempercepat pernikahannya denganku. Tapi ternyata rencanaku gagal, Bu. Dia lebih memilih sekertarisnya yang jelek itu."

"Lalu, kamu mau diam saja?" tanya ibunda Sindy.

"Tidak mungkin. Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak boleh kalah dengan wanita murahan itu. Mau di taruh mana harga diriku kalau semua orang tahu Gery lebih memilih sekertarisnya daripada aku. Aku bisa malu, Bu!" jawab Sindy dengan emosi yang menggebu.

"Bagus. Ibu suka semangatmu. Kalian saling mencintai dan kalian pantas menjadi pasangan suami istri. Tapi kamu yakin, Gery dan sekertarisnya tidak melakukan apapun saat malam itu?" tanya Ibunda Sindy.

"Tidak mungkin, Bu. Aku tidak melakukan apapun kepada wanita itu. Dan ada yang menjaga mereka." jawab Sindy yang mengingat kejadian malam di hotel.

Flashback On.

"Kamu berpura-pura sebagai pelayan hotel yang membantu Tuan Gery dan sekertarisnya sampai masuk kamar hotel. Dan satu lagi, kamu harus tetap berada di kamar itu. Pastikan mereka tidak melakukan apapun." ucap Sindy yang bersembunyi di balik dinding gedung hotel.

"Baik, Nona. Tapi jangan lupa bayarannya." pinta seorang preman yang telah menyamar.

"Bayaran dan bonus akan kalian dapatkan setelah pekerjaan kalian selesai." jawab Sindy.

Flashback Off.

"Lain kali, kamu tidak perlu melakukan hal itu lagi. Lebih baik, kamu saja yang menggoda Gery. Kamu bisa memanjakan dengan sentuhanmu itu." ucap Ibunda Sindy.

Sindy menghela napasnya panjang. "Aku sudah berusaha. Untuk menciumnya saja sangat susah. Gery selalu sibuk dengan pekerjaannya."

"Ya sudah, kamu tenang saja. Gery pasti mau menikah denganmu. Biar ibu yang bicarakan dengan keluarganya." jawab Ibunda Sindy yang menenangkan hati putrinya.

"Aku harus memastikannya sendiri." ucap Sindy bangkit dari sofa. "Aku harus ke rumah sakit dan bicarakan hal ini dengan Gery. Tidak seharusnya, para wartawan mengetahui masalah ini." ketus Sindy berjalan keluar rumah.

Waktu terus berjalan, tak terasa hampir 15 menit, Tiara dan Gery bersembunyi di kamar jenazah.

"Kelihatannya, mereka sudah pergi." ucap Gery yang baru saja memantau keadaan luar rumah sakit.

Tiara keluar kamar jenazah, "Pak, sebaiknya anda pergi dari sini. Saya tidak mau ada gosip lagi." pintanya memohon.

"Kau pikir, siapa yang mau berlama-lama di sini?"

"Setelah ibumu sadar dan menyetujui konsep pernikahan kita, saya akan pergi." tegas Gery.

"Sudah berapa kali saya bilang, saya tidak mau menikah dengan anda. Saya tidak mau di madu dan saya tidak mau dikatakan pelakor." jawab Tiara kesal.

"Dan masalah ibu saya, biar saya yang urus. Anda tidak perlu datang-datang lagi kesini."

"Apa kau bisa membungkam mulutmu selamanya jika saya tidak menikahimu." tanya Gery.

"Bisa jadi, bulan depan kamu hamil anak saya dan kamu datang pada saya untuk meminta pertanggung jawaban lalu kamu menuduh saya sebagai pria pengecut. Nama baik saya bisa hancur."

"Saya jamin nama anda akan tetap bersih. Dan saya tidak akan hamil anak anda. Sekarang, anda bisa pergi dari sini." usir Tiara kemudian kembali ke depan ruang ICU.

Gery terdiam sejenak, kemudian dia memutar tubuhnya untuk keluar rumah sakit tetapi tiba-tiba dia menyadari seseorang aneh yang sedang berdiri sembari memainkan ponselnya. Seseorang yang memakai topi hitam untuk menutupi wajahnya. Orang aneh itu pergi kearah Tiara.

Tiara menyenderkan punggungnya di dinding rumah sakit. Dia melihat notifikasi pesan masuk dari seseorang.

'Tiara, ucapanku tidak main-main. Aku tidak suka kamu menikah dengan pria manapun termasuk dengan selingkuhanmu itu. Kalau sampai kamu menikah dengan selingkuhanmu, aku tidak akan segan-segan menyebarkan fotomu di hotel. Dan aku akan mengirimkannya kepada ibumu juga.' gumam Tiara saat membaca pesan masuk dari Juna.

"Juna, kamu keterlaluan!" geram Tiara,

Bugh!

Tiba-tiba seseorang menyerang Tiara dari belakang sampai tak sadarkan diri.

"Hey!" teriak Gery saat melihat Tiara di gendong oleh orang aneh.

Orang aneh memakai topi hitam itu pun bergegas pergi sambil menggendong Tiara saat mendengar teriakan Gery.

"Jangan kabur!" teriak Gery lagi.

"Aku harus selamatkan Tiara."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Skandal Panas CEO   Bab 45 Persyaratan

    Suara ketukan membuat Tiara seketika bangkit. "Apa di rumah ini masih ada tamu?" tanya Gery terkejut."Em," Tiara tersenyum tipis. "Pak Gery?" panggil Renata dari luar kamar.Gery menautkan kedua alisnya. "Bukankah itu suara Renata. Apa dia masih ada di rumah ini?" tanya Gery yang mendapat anggukan dari Tiara."Em … maaf, Pak. Sebenarnya, malam ini Renata mau menginap di sini. Dan karena saya tidak bisa menolak permintaannya, jadi saya izinkan dia menginap sehari di sini." jawab Tiara lirih."Apa telingamu bermasalah, ha? Bukankah saya memintamu untuk mengusirnya, tapi kenapa kamu malah membiarkan dia menginap di sini. Sangat mengganggu!" gerutu Gery.Tiara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Pak, boleh saya minta bantuan anda?" pinta Tiara memohon.Gery menyilangkan kedua tangannya di dada. "Kamu berani menyuruhku?" tanyanya."Eh, bukan seperti itu maksudku, Pak. Tapi saya memang butuh bantuan anda. Saya tadi izin ke Renata mau ke dapur mengambil minuman tapi karena anda, saya t

  • Skandal Panas CEO   Bab 44 Ketukan Pintu

    Tiara tersedak minumannya. Uhuk … Uhuk …."Apa-apaan sih. Mana mungkin aku tidak mengizinkanmu tinggal di rumahku. Ya sudah, aku izinkan kamu menginap satu hari di rumahku tapi—""Jangan pakai tapi-tapian!" ketus Renata, "Sekarang aku tidur dimana?""Hehehe …." Tiara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kamar tamu saja, bagaimana? Gudang sudah aku bersihkan menjadi kamar tamu. Kalau kamu tidak keberatan, kamu bisa pakai kamar itu.""Lalu kamu tidur dimana? Jangan bilang, malam ini kamu mau tidur dengan Pak Gery?" tuduh Renata.'Em … dia sudah tahu kalau kita pasangan suami istri. Ya, pastinya dia memintaku untuk tidur bersamanya. Itu pikiranku saja.' gumam Tiara dalam hati.'Jangan sampai Tiara dan Pak Gery tidur di satu ranjang. Aku tidak terima!' batin Renata."Em, begini saja. Bagaimana kalau kamu tidur bersamaku saja. Biarkan Pak Gery tidur sendirian. Ingat, Tiara, Pak Gery sedang amnesia dan dia tidak tahu siapa kamu!" ucap Renata dengan senyum manisnya."Tapi—""Jangan pakai

  • Skandal Panas CEO   Bab 43 Mengusir Renata

    Tiara berhenti di depan pintu, jarinya yang lentik mulai memutar gagang pintu. 'Aku tidak bisa mengusir Renata tapi aku juga tidak bisa melawan perintah Pak Gery. Jadi, aku harus apa? Kenapa aku bisa sampai di situasi yang rumit ini, Tuhan!' jerit Tiara dalam hati."Tunggu!" pekik Gery membuat Tiara menarik tangannya dari gagang pintu."Ada apalagi, Pak?" tanya Tiara tanpa menoleh kebelakang."Karena kamu sudah mau patuh padaku maka aku akan merubah keputusanku untuk tidak mengusir Renata dari rumah tapi secepatnya dia harus pergi!" titah Gery yang membuat hati Tiara terasa lega.'Nah begitu dong, jadi aku tidak perlu repot-repot memikirkan alasan untuk mengusir Renata dan aku juga punya kesempatan untuk memantaunya.' batin Tiara bergegas pergi.Renata yang melihat gagang pintu kamar bergerak pun langsung berlari ke tempat duduknya. 'Aduh, sialan. Aku tidak bisa mendengar percakapan mereka selain Pak Gery meminta Tiara mengusirku. Tapi Pak Gery benar-benar menyebalkan. Tega-teganya di

  • Skandal Panas CEO   Bab 42 Sikap Aneh

    "Ma-maaf, saya tidak sengaja. Saya antar anda ke kamar tamu." ucap Tiara yang kemudian berlari.Gery menggelengkan kepalanya, 'Dasar wanita aneh, tapi lucu juga ekspresi wajahnya.' gumamnya.Tiara menghentikan langkahnya di depan kamar. "Apa-apaan ini. Masa aku harus satu kamar dengan Pak Gery. Ya, walaupun aku dan dia sepasang suami istri tapi dia sekarang sedang amnesia. Ya sudahlah, lebih baik aku tidur di ruang tamu saja untuk antisipasi.""Siapa yang memintamu tidur di ruang tamu, hem?" ucap Gery yang baru saja datang. "Pa-pak Gery, anda mendengar—""Ya, saya dengar semuanya dan ternyata apa yang dikatakan Pak Rt itu benar, kita ini sepasang suami istri dan anak yang ada di dalam kandunganmu itu anak saya?" cecar Gery."Pak, anda—""Tidak perlu mengelak lagi. Semuanya sudah jelas. Tapi kenapa kamu sembunyikan rahasia ini dari saya? Apa karena saya amnesia dan kamu takut terjadi sesuatu dengan saya?" tanya Gery membuat Tiara semakin terpojok."Tidak, Pak. Anda salah paham. Saya—"

  • Skandal Panas CEO   Bab 42 Pertengkaran

    "Sabar dulu, Tiara." keluh Gery yang tengah melepas sepatunya. "Pak, anda bisa melepas sepatu itu di dalam rumah." pinta Tiara menyembunyikan kepanikannya."Ah, biar saya saja yang urus. Anda masuk kedalam rumah." ucap Tiara tak sabar.Tiara mendorong tubuh Gery sampai masuk kedalam rumahnya. Tok … Tok ….Gery mengerutkan keningnya. "Siapa yang ketuk pintu?" tanyanya.'Haduh, pasti Pak Rt datang. Pak Gery tidak boleh bertemu dengan Pak Rt. Bisa-bisa Pak Rt bicara yang sebenarnya dan kondisi Pak Gery langsung drop.' gumam Tiara dalam hati."Biar saya saja yang—""Pak Gery tunggu di dalam rumah.Biar saya saja yang melihat kedepan rumah." titah Tiara yang berlari dan membuka sedikit pintu rumah."Tiara." panggil Pak Rt.Tiara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ad-ada apa ya, Pak? Tumben sekali Pak Rt datang ke rumah." tanyanya sembari melirik kearah ruang tamu."Dimana suami mu? Tadi saya lihat suamimu ada di sini?" tanya Pak Rt."Su-suami? Oh, Pak Rt salah lihat. Suamiku belum pul

  • Skandal Panas CEO   Bab 40 Pergi Ke Rumah

    Tiara menatap wajah Renata. "Ta-tadi aku dengar—""Kamu jangan salah paham dulu. Pak Gery tidak pernah mencintaiku. Dia sengaja bicara seperti itu supaya pernikahannya dengan Nona Sindy batal. Kamu harus percaya padaku. Apalagi sekarang kamu sedang mengandung anak Pak Gery. Tidak mungkin, aku merebut Pak Gery darimu." ucap Renata.Tiara mengangguk, 'Tapi kenapa rasanya sangat sakit sekali?' batinnya.'Seketika raut wajahmu berubah saat mendengar ucapan Pak Gery. Ini baru permulaan, Tiara. Aku janji, akan merebut Pak Gery darimu.' gumam Renata dalam hati."Aku tidak percaya kalau kamu mencintai wanita bernama Renata itu. Aku yakin, Ger!" teriak Sindy."Ya sudah, kalau kamu tidak percaya. Aku juga tidak butuh kamu percaya denganku." ketus Gery kemudian membuka pintu mobilnya dan melihat bangku depan kosong. 'Renata pergi kemana? Apa jangan-jangan dia kabur atau Ayah menyuruh seseorang untuk menangkapnya?' batin Gery panik lalu menutup pintu mobilnya dan berjalan beberapa langkah menuju

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status